EKONOMI
Perintah Penertiban Pasar Wuring, Pedagang Tolak Relokasi: Nilai Pasar Alok Tidak Layak
Maumere, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka akan kembali melakukan penertiban Pasar Wuring. Pemerintah menemukan masih ada pedagang yang berjualan di area bekas PT Wahana Kasih Nusantara (CV Bengkunis Jaya), padahal lokasi itu sudah tidak diperbolehkan lagi untuk aktivitas jual-beli. Perintah penertiban ini tertuang dalam Surat Perintah Bupati Sikka Nomor B.Ekon.500/144/XII/2025 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Juventus Prima Yoris Kago.
Pada Selasa (2/12/2025), tim pemerintah turun ke Pasar Wuring untuk mengumumkan dan menjelaskan rencana penertiban. Tim tersebut dipimpin oleh Plh. Sekda Sikka, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kasat Pol PP selaku Ketua Satgas, Kabag Hukum, Kabag Perekonomian, dan Analis Kebijakan Ahli Muda. Turut hadir pula anggota TNI-Polri, Camat Alok Barat, Lurah Wolomarang, serta perangkat kelurahan.
Kehadiran langsung Pemerintah di Pasar Wuring juga meminta agar para pedagang menghentikan seluruh aktivitas di tiga zona: Pasar PNPM, area bekas CV Bengkunis Jaya, dan seluruh tempat jual beli di Jalan Bengkunis, Kelurahan Wolomarang. Pemkab memberi tenggat dua hari untuk mengosongkan lokasi sebelum penertiban dimulai 9 Desember 2025.
Pemerintah Sikka Terima Dokter UGM, Publik Menunggu Bukti Nyata Perbaikan Layanan Kesehatan
Pedagang Tolak Relokasi: “Pasar Alok Tidak Layak, Kotor, dan Tidak Aman”
Meski pengumuman dilakukan terbuka, mayoritas pedagang tetap bertahan. Mereka menilai pemerintah menawarkan solusi yang tidak realistis dan mengabaikan kenyamanan serta keamanan pedagang.
Seorang pedagang ikan, Suri, menegaskan bahwa ia menolak berpindah ke Pasar Alok. Menurutnya, fasilitas pasar tersebut tidak memadai.

“Pasar Alok itu kotor, jorok, air susah, penerangan tidak layak. Kami tidak nyaman. Tempat yang katanya disediakan juga sudah dikuasai pedagang lain,” ujar Suri.
Ia mengaku selama bertahun-tahun berdagang di Pasar Wuring, ekonomi keluarganya meningkat hingga mampu menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi, jadi polisi, dan tentara. Karena itu, relokasi dianggap mengancam stabilitas ekonomi keluarganya.
Keluhan senada disampaikan pedagang lain, Nur, yang bahkan mengaku pernah menjadi korban begal sepulang berjualan dari Pasar Alok.
“Pasar Wuring jauh lebih aman, bersih, higienis dan ada penerangan. Di Alok, saya pernah dibegal. Saya trauma,” tegasnya.
Bulog Sikka: Stok Beras Aman Hingga Maret 2026, Pengawasan Harga Diperketat
Pemerintah: “Kami Hanya Menjalankan Putusan Hukum”
Kabag Ekonomi Setda Sikka, Kandidus Latan Tolok, menegaskan bahwa petugas turun ke lapangan semata-mata menjalankan putusan hukum yang sudah berkekuatan tetap.
“Kami menyampaikan langsung keputusan hukum kepada pedagang. Pemerintah sudah menyiapkan lokasi di Pasar Alok di bawah pembinaan Dinas Perdagangan dan Koperasi,” jelasnya.
Kasat Pol PP Sikka, Adeodatus Buang da Cunha, juga menambahkan bahwa Pasar Wuring berada di zona merah rawan bencana.
“Lokasi itu berada di tepi pantai. Jika terjadi tsunami, banyak jiwa akan menjadi korban. Daerah ini tidak layak menjadi titik kumpul seperti pasar,” tegas Buang.
Potret Konflik: Antara Kewajiban Hukum dan Ketidaklayakan Infrastruktur
Penolakan pedagang menunjukkan adanya kesenjangan antara penegakan regulasi dan kesiapan fasilitas alternatif. Pemerintah mengklaim menyiapkan pasar yang layak, sementara pedagang menyatakan sebaliknya — kotor, tidak higienis, rawan kriminalitas, dan telah dikuasai pedagang lain.
Hingga kini, belum ada dialog terbuka yang mengakomodasi keluhan pedagang secara menyeluruh. Sementara itu, jadwal penertiban tetap jalan sesuai rencana pada 9 Desember 2025, berpotensi memicu gesekan di lapangan bila akses dan fasilitas dasar di Pasar Alok tidak segera dibenahi.»(rel)
EKONOMI
Kuota Diskon Tiket Kapal PELNI Tersisa Sekitar 4 Persen, Sudah Dimanfaatkan 660 Ribu Penumpang
Jumlah penumpang untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 telah mencapai 690.905 orang.
JAKARTA, GardaFlores — Program diskon 30 persen tiket kapal PT PELNI (Persero) hampir mencapai batas kuota. Hingga 21 Juli 2026, sebanyak 660.654 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau sekitar 96 persen dari total kuota 693.690 penerima.
Dengan sisa kuota sekitar empat persen, program stimulus ekonomi itu berpotensi berakhir lebih cepat apabila seluruh kuota terserap sebelum masa berlakunya berakhir pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data PT PELNI, jumlah penumpang untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 telah mencapai 690.905 orang. Dari seluruh perjalanan tersebut, lima tujuan yang paling banyak dipilih penumpang adalah Makassar, Tanjung Priok, Ambon, Bau-Bau, dan Surabaya.
Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Ditto Pappilanda, mengatakan tingginya pemanfaatan program menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap layanan transportasi laut selama periode libur sekolah.
“Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Kuota penerima manfaat telah terserap sekitar 96 persen dan hanya menyisakan sekitar 4 persen. Masyarakat yang masih berencana bepergian dengan kapal PELNI diimbau segera memesan tiket melalui kanal resmi sebelum kuota habis,” katanya.

Program tersebut memberikan potongan harga 30 persen untuk tarif dasar tiket kelas ekonomi di seluruh trayek kapal penumpang PELNI. Diskon tidak berlaku untuk komponen biaya asuransi dan pas pelabuhan.
PELNI menyatakan tetap mengoperasikan seluruh armadanya untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan pelayanan.
Saat ini PT PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas pelayaran dengan singgah di 75 pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis, 17 kapal rede, delapan trayek tol laut, dan satu trayek kapal ternak untuk mendukung konektivitas nasional, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).»(rel)
EKONOMI
Kepala Cabang PELNI Maumere Imbau Calon Penumpang Segera Beli Tiket, Kuota Diskon Nasional Tersisa 4 Persen
Program tersebut berlaku hingga 15 Agustus 2026 atau sampai kuota nasional habis.
MAUMERE, GardaFlores — PT PELNI Cabang Maumere mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan menggunakan kapal penumpang agar segera membeli tiket. Imbauan tersebut disampaikan karena kuota nasional program diskon tarif tiket kapal PELNI tinggal sekitar 4 persen.
Kepala Cabang PT PELNI Maumere, Edwin Kurniansyah, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap program stimulus ekonomi berupa potongan tarif tiket membuat kuota penerima manfaat hampir seluruhnya terserap.
“Kami mengimbau masyarakat yang sudah memiliki rencana bepergian untuk segera membeli tiket melalui kanal resmi penjualan tiket PT PELNI. Jangan menunggu hingga mendekati jadwal keberangkatan karena kuota diskon secara nasional tinggal sekitar 4 persen,” kata Edwin.
Ia menjelaskan, program diskon berlaku secara nasional sehingga sisa kuota terus berkurang seiring meningkatnya pembelian tiket di berbagai daerah.
PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen, Sasar 693 Ribu Penumpang saat Libur Sekolah
Selain mengingatkan masyarakat agar segera memesan tiket, Edwin juga meminta calon penumpang menggunakan kanal penjualan resmi PT PELNI untuk menghindari penipuan maupun praktik percaloan.
Menurutnya, pembelian melalui kanal resmi juga memastikan penumpang memperoleh tarif sesuai ketentuan yang berlaku.
Program diskon tiket kapal PELNI merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah yang memberikan potongan harga 30 persen untuk tarif dasar tiket kelas ekonomi. Program tersebut berlaku hingga 15 Agustus 2026 atau sampai kuota nasional habis.
Berdasarkan data PT PELNI hingga 21 Juli 2026, sebanyak 660.654 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau sekitar 96 persen dari total kuota 693.690 penerima, sehingga sisa kuota kini tinggal sekitar 4 persen.»(rel)
EKONOMI
Empat Truk Operasional Koperasi Merah Putih Tiba di Sikka, Belum Diserahkan karena Gerai Belum Siap
Dari 149 desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka, baru empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun.
MAUMERE, GardaFlores — Empat unit truk Hino untuk operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sikka telah tiba. Namun, kendaraan tersebut belum dapat diserahkan kepada pengurus koperasi karena pemerintah masih menunggu kesiapan gerai dan kelengkapan seluruh paket sarana operasional.
Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., mengatakan setiap gerai KDKMP akan menerima satu unit truk Hino, satu unit mobil pikap, dan dua unit sepeda motor roda tiga. Penyerahan seluruh kendaraan dilakukan secara bersamaan setelah seluruh fasilitas pendukung dinyatakan siap.
“Penyerahan kendaraan dilakukan setelah seluruh paket kendaraan sudah lengkap dan fasilitas gerai koperasi siap digunakan,” kata Denny di Maumere, Jumat (17/7/2026).
Saat ini empat truk tersebut ditempatkan di empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun, yakni di Kelurahan Wuring, Kelurahan Kota Uneng, Desa Madawat, dan Kelurahan Kota Baru.
Selama menunggu proses serah terima, kendaraan masih berada di bawah pengawasan Kodim 1603/Sikka dan belum dioperasikan oleh pengurus koperasi.
Menurut Denny, personel Babinsa melakukan pemeriksaan rutin, termasuk menghidupkan mesin kendaraan setiap hari untuk menjaga kondisi kendaraan tetap siap digunakan.
Ia mengatakan penundaan penyerahan bertujuan memastikan seluruh aset operasional diterima secara bersamaan dan siap dimanfaatkan ketika koperasi mulai beroperasi.

Proses serah terima nantinya dilakukan oleh Kodim 1603/Sikka dengan disaksikan pemerintah desa atau kelurahan sebelum aset menjadi tanggung jawab pengurus koperasi.
Denny menjelaskan, dari 149 desa dan kelurahan di Kabupaten Sikka, baru empat gerai KDKMP yang telah selesai dibangun. Sebanyak 21 gerai masih dalam tahap pembangunan, sedangkan lokasi lainnya masih menunggu tahapan berikutnya.
Menurutnya, ketersediaan lahan masih menjadi salah satu kendala pembangunan gerai koperasi.
“Idealnya setiap desa dan kelurahan memiliki lahan sendiri. Kalau lahannya sudah tersedia, disurvei, lalu diverifikasi oleh pemerintah pusat. Setelah dinyatakan bersih dan memenuhi syarat, pembangunan fisik baru bisa dimulai,” ujarnya.
Penyelesaian gerai koperasi menjadi salah satu tahapan yang menentukan pemanfaatan kendaraan operasional yang telah tersedia untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sikka.»(rel)
-
NASIONAL9 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA12 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA10 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM12 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
