SOSBUD
Polres Sikka Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Jalan Nuri
Maumere, GardaFlores – Personel Polres Sikka membantu tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka dan warga setempat untuk memadamkan api yang melahap sebuah rumah warga di Jalan Nuri, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Minggu (14/9/2025) pagi.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. Polres Sikka menurunkan kendaraan taktis Water Cannon untuk membantu proses pemadaman, selain mobil Damkar Kabupaten Sikka dan mobil tangki air swadaya masyarakat. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 Wita.
Selain memadamkan api, personel Polres Sikka juga membantu mengevakuasi barang-barang milik korban yang masih bisa diselamatkan. Polisi kemudian memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa di antara puing kebakaran agar tidak merambat ke rumah warga sekitar.
Kasihumas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, S.M, menyebutkan bahwa jumlah korban maupun kerugian materi masih dalam pendataan. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.»(rel)
SOSBUD
Pemkab Ngada Kukuhkan Forum Anak 2026–2027, Perkuat Peran Anak dalam Agenda Kabupaten Layak Anak
Anak didorong menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
NGADA, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Ngada mengukuhkan Forum Anak Daerah Kabupaten Ngada periode 2026–2027 di Bajawa, Rabu (22/4/2026), sebagai langkah memperkuat partisipasi anak dalam pembangunan dan mendorong percepatan program Kabupaten Layak Anak.
Kegiatan ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Ngada, Penjabat Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, perwakilan Wahana Visi Indonesia area program Ngada–Nagekeo, serta unsur pendidikan dan pendamping anak.
Pengukuhan Forum Anak menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk menyediakan ruang partisipasi bagi anak dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka dalam isu perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Dalam sambutannya, Bupati Ngada menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui pendekatan kebijakan dan program yang berdampak langsung.
“Komitmen ini harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Bupati Ngada Dorong Intervensi Kolektif Cegah Kekerasan Anak, Buka Pelatihan di Jerebuu
Bupati juga menekankan fungsi Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor. Anak didorong menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, sekaligus menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan hak dan perlindungan anak.
Forum ini dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas anak, mencakup kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, serta kepedulian sosial, dengan keterlibatan sekolah dan komunitas.
Pemerintah daerah turut mengajak orang tua, guru, serta mitra pembangunan untuk mendukung keberlanjutan peran Forum Anak dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah anak.
Pengukuhan ini menjadi bagian dari langkah strategis daerah dalam menempatkan anak sebagai subjek pembangunan serta memperkuat implementasi kebijakan perlindungan anak di tingkat lokal.
Kegiatan diakhiri dengan penetapan kepengurusan Forum Anak Daerah periode 2026–2027 yang akan menjalankan program kerja di tingkat kabupaten dan kecamatan.»(gus)
SOSBUD
Pemkab Ngada Salurkan Bantuan Rp185 Juta untuk Gereja dan Dua Sekolah di Golewa Selatan
Bantuan merupakan dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat di bidang keagamaan dan pendidikan.
NGADA, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Ngada menyalurkan bantuan senilai Rp185 juta kepada umat Stasi Waturoka serta dua satuan pendidikan di Kecamatan Golewa Selatan, Selasa (21/4/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Ngada di Aula Kantor Desa Were II dalam program “Murni Kasih”.
Bantuan tersebut terdiri dari Rp150 juta untuk pembangunan Pastoran Gereja St. Theresia Stasi Waturoka, Rp10 juta untuk kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di SMP Negeri 3 Golewa Selatan, serta Rp25 juta untuk pengadaan drumband di SMA Negeri 1 Golewa Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati Ngada Raymundus Bena menyatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat di bidang keagamaan dan pendidikan.
Pemkab Ngada Buka Temu Usaha II, Investor Diajak Tinjau Langsung Destinasi
“Pemerintah daerah terus berupaya mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, serta sosial budaya,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya akurasi dan keadilan dalam pendataan penerima bantuan di tingkat desa, terutama agar tidak dipengaruhi faktor non-teknis.
“Pendataan harus adil dan objektif. Jangan melihat ke belakang, terutama terkait pilihan saat pemilu. Yang dilihat adalah kondisi masyarakat hari ini,” tegasnya.
Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah mengingatkan agar penggunaan anggaran dilakukan secara tepat dan disertai laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk transparansi.

Pemkab Ngada mengingatkan agar penggunaan anggaran dilakukan secara tepat dan disertai laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk transparansi. FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Blandina Mamo, dalam kesempatan yang sama menyoroti peran perempuan dalam pembangunan keluarga di tingkat desa. Ia mendorong penguatan fungsi kelompok dasawisma dan kader posyandu, serta pemanfaatan peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Buku adalah sumber ilmu dan jendela dunia. Orang tua perlu membiasakan anak membaca,” katanya.
Pada akhir kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Ngada membagikan buku tulis kepada siswa sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan pendidikan.
Hingga kegiatan berakhir, seluruh bantuan telah diserahkan kepada penerima. Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan akan memantau pemanfaatan bantuan tersebut melalui mekanisme pelaporan di tingkat desa dan satuan pendidikan.»(gus)
SOSBUD
Pengelolaan Sampah Sikka Baru 25 Persen, Bupati Ajukan Dukungan TPS 3R ke Menteri LH
Selain isu persampahan, pertemuan juga membahas reboisasi kawasan hutan.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengajukan dukungan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) kepada Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Permintaan diajukan menyusul capaian layanan pengelolaan sampah di Sikka yang baru sekitar 25 persen.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa. Pemerintah daerah menyampaikan keterbatasan sarana dan prasarana sebagai kendala utama dalam peningkatan cakupan layanan.
Bupati Sikka dalam keterangannya di Maumere, Kamis (16/4/2026), menyebut pembangunan TPS 3R menjadi opsi untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah secara bertahap.
“Kami berharap ada dukungan konkret dari pemerintah pusat, khususnya dalam penyediaan sarpras dan pembangunan TPS 3R,” kata Juventus.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan pendekatan pengelolaan dari hulu ke hilir, dengan prioritas pada pemilahan sampah di tingkat sumber.
“Pemilahan antara sampah organik dan anorganik menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain isu persampahan, pertemuan juga membahas reboisasi kawasan hutan, terutama di wilayah sumber mata air, sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bersih.
Hingga saat ini, belum ada keputusan terkait bentuk dukungan yang akan diberikan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan akan melanjutkan pembahasan teknis dengan kementerian terkait untuk menindaklanjuti usulan tersebut.»(rel)
-
HUMANIORA10 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA9 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA7 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
HUMANIORA1 year agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
-
OPINI9 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
