Connect with us

HUMANIORA

PMKRI Maumere Audiensi dengan Kapolres Sikka, Soroti Kasus Malpraktik dan Kekerasan Seksual

Published

on

Maumere, GardaFlores – Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere periode 2025–2026 berkunjung ke Mapolres Sikka dan beraudiensi dengan Kapolres Sikka, AKBP Moh. Mukhson dan jajarannya.

Kunjungan dan audiensi itu dilakukan Senin (19/5/2025) pukul 09.20 Wita, bertempat di ruang PPKO Polres Sikka.

Pada kesempatan itu PMKRI menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain mendorong penyelidikan terhadap dugaan pembiaran dan malpraktik dalam dua kasus kematian ibu hamil di RSUD TC Hillers Maumere, penguatan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta pencegahan kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang marak di Kabupaten Sikka.

Baca juga:
Sengketa Tanah di Maumere, Antara Hak dan Realitas yang Perlu Diselesaikan Secara Bijak

Selain itu, PMKRI juga mengusulkan agar Polres Sikka melakukan penyuluhan hukum terkait Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang akan diberlakukan mulai tahun 2026. Audiensi ini juga menjadi ajang perkenalan pengurus baru PMKRI Maumere periode 2025–2026.

Kapolres Sikka, AKBP Moh. Mukhson menyampaikan apresiasi atas inisiatif PMKRI dan menilai audiensi ini sebagai bentuk sinergi yang baik antara mahasiswa dan kepolisian.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan. Terkait penyuluhan KUHP baru, saat ini kami masih menunggu petunjuk pelaksanaan dari Mabes Polri. Bila sudah ada, kami akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Baca juga:
Personel KPPP Laut Evakuasi Pasien Stroke ke Atas Kapal KM Tidar

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Djafar A. Alkatiri, menyatakan bahwa pihaknya telah memulai penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan sejak 11 April 2025 atas dugaan malpraktik di RSUD TC Hillers. Proses tersebut masih berlangsung sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) dan Peraturan Kapolri (Perkap).

Kasat Binmas, Iptu Donatus Paru, turut menanggapi maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Menurutnya, Polres Sikka telah melakukan penindakan hukum dan giat sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas serta Humas.

“Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan adik-adik dari PMKRI untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya preventif,” kata Donatus.

Plt. Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga juga menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjaga transparansi dan meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga:
Sengketa Jual Beli Tanah, Herlindis da Rato Dituduh Menipu, Kuasa Hukum  Balik Menuding Ada Upaya Rekayasa

“Masukan dari PMKRI sangat berarti bagi kami untuk melakukan evaluasi dan pembenahan ke depan. Kami berharap kerja sama ini terus terjalin guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Leonardus.

Audiensi ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat utama Polres Sikka, di antaranya Kasat Intelkam Iptu I Nyoman Suwasta, KBO Sat Reskrim Ipda Alwan, S.T.R.K., Kasi Kum Ipda Ali Murjali, Kanit PPA Aipda Ayu Mirkayanti, Kanit Pidum Aipda I Nengah Redu Jaya, Kanit Tipiter A. Matildis Nobert, serta jajaran Sat Intelkam dan Humas Polres Sikka.

Dari pihak PMKRI hadir Ketua Presidium Fabianus Rowa, Sekretaris Jenderal Yosep Melliano Prasetio, serta jajaran pengurus lainnya.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi

Kerusakan bak penampungan air akibat gempa membuat warga Palue mengandalkan fasilitas penyulingan Poa Nua Kaju. Bambu yang rusak diganti secara swadaya agar air tetap dapat digunakan.

Published

on

Warga memperbaiki bagian bambu fasilitas penyulingan air Poa Nua Kaju di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.

MAUMERE, GardaFlores — Kerusakan bak penampungan air akibat gempa bumi membuat kebutuhan air bersih warga Palue, Kabupaten Sikka, semakin bergantung pada sumber air yang masih dapat digunakan. Salah satunya fasilitas penyulingan air dari uap bumi Poa Nua Kaju di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.

Fasilitas tersebut selama ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak hingga mencuci pakaian. Gempa juga menyebabkan sejumlah bagian bambu pada fasilitas penyulingan mengalami kerusakan.

Warga kemudian mengganti bambu yang rusak dengan bambu baru secara swadaya agar fasilitas penyulingan tetap dapat digunakan.

Fista Sambuari Kago Kunjungi Anak Disabilitas di Alma Maumere

Kondisi tersebut diketahui saat Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue bersama Team Aman Nusa II Polres Sikka melakukan patroli di lokasi, Senin (7/9/2026), sekitar pukul 15.30 WITA. Patroli dipimpin Kasubagadalpers Polres Sikka Ipda Rusyudi Mangge.

Selain memantau situasi keamanan pascagempa, petugas mengecek kondisi fasilitas penyulingan air yang menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air masyarakat setempat.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan bak-bak penampungan air milik warga mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat warga tidak dapat menyimpan cadangan air dalam jumlah seperti sebelum gempa.

Di tengah kondisi tersebut, fasilitas Poa Nua Kaju tetap dimanfaatkan masyarakat. Kerusakan pada bagian bambu segera diperbaiki warga dengan menggantinya menggunakan material baru.

Tiga Nama Raih Nilai Tertinggi dalam Seleksi Sekda Sikka

Team Aman Nusa II Polres Sikka bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue juga melakukan pemantauan keamanan di sekitar lokasi penyulingan. Pengamanan ditujukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk pencurian aset, sabotase, dan pungutan liar.

Petugas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Hasil patroli menunjukkan kondisi di lokasi penyulingan air Poa Nua Kaju dalam keadaan aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Fista Sambuari Kago Kunjungi Anak Disabilitas di Alma Maumere

Fista Sambuari Kago mengunjungi Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma Maumere, menyerahkan sembako, dan berinteraksi langsung dengan anak-anak penyandang disabilitas.

Published

on

Ketua TP PKK Kabupaten Sikka Fista Sambuari Kago berinteraksi dengan anak-anak penyandang disabilitas saat mengunjungi Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma Maumere.

MAUMERE, GardaFlores — Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, mengunjungi Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma Maumere, Senin (7/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Fista menyerahkan paket sembako dan sejumlah kebutuhan pokok kepada anak-anak penyandang disabilitas.

Fista yang merupakan istri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago juga berinteraksi langsung dengan anak-anak di panti. Ia menyapa, berbincang, bermain, dan memeluk sejumlah anak selama kunjungan berlangsung.

Menurut Fista, perhatian kepada penyandang disabilitas tidak cukup hanya melalui bantuan materi. Mereka juga membutuhkan perhatian dan dukungan sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Mereka bukan objek belas kasihan. Mereka adalah bagian dari keluarga besar kita, bagian dari masyarakat Kabupaten Sikka yang harus kita cintai, kita perhatikan dan kita dukung,” ungkap Fista.

Vox Populi Sikka Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores

Ia mengatakan kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi hak mendapatkan kasih sayang, kesempatan, dan kehidupan yang layak.

Fista juga mendorong agar penyandang disabilitas mendapatkan ruang untuk tumbuh, berkembang, berkarya, dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia mengaku bersyukur dapat bertemu dan berinteraksi langsung dengan anak-anak di Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma.

“Saya bersyukur bisa hadir di sini, bertemu, bermain, memeluk dan berbagi bersama anak-anak. Bagi saya, mereka adalah anak-anak kita semua,” ujarnya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial Fista bersama TP PKK Kabupaten Sikka untuk memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, termasuk penyandang disabilitas.

Selain menyerahkan bantuan, Fista meluangkan waktu berinteraksi langsung dengan penghuni panti.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Vox Populi Sikka Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores

Vox Populi Institute Sikka menyalurkan ratusan paket sembako ke sejumlah lokasi terdampak gempa Flores. Kegiatan juga disertai trauma healing bagi anak-anak.

Published

on

DPW Vox Populi Institute Sikka menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa Flores.

MAUMERE, GardaFlores — DPW Vox Populi Institute Sikka bersama Dewan Pimpinan Nasional Vox Populi Institute Indonesia menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga terdampak gempa bumi Flores.

Selain bantuan logistik, organisasi tersebut juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di sejumlah lokasi terdampak.

Aksi kemanusiaan itu disampaikan Ketua Mandataris Tunggal DPW Vox Populi Institute Sikka, Higinus Wilbrot, di Maumere, Senin (7/9/2026).

Higinus turun langsung dalam penyaluran bantuan bersama mantan Ketua Vox Populi Sikka, Raf Martin, ST, dan Ketua Satgas Bantuan, Petrus Plain, S.Pd., M.Pd.

Menurut Higinus, bantuan diberikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascagempa.

PALUE Bangkit dari Gempa, Polisi Edukasi Siswa SDN Uwa I soal Keselamatan Lalu Lintas

Ia mengatakan kehadiran Vox Populi Institute tidak hanya membawa bantuan material, tetapi juga memberikan dukungan kepada masyarakat yang masih terdampak bencana.

Koordinator Pelaksana Distribusi Bantuan, Petrus Plain, mengatakan ratusan paket sembako disalurkan ke sejumlah titik terdampak.

Selain distribusi bantuan, tim juga melaksanakan trauma healing bagi anak-anak melalui kegiatan yang dirancang untuk membantu mereka pulih setelah mengalami gempa.

Perwakilan warga, Hendrik Gunawan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam kondisi seperti sekarang,” ungkap Hendrik.

Donatur Surabaya Kirim 13 Ton Beras, 20 Tandon Air dan Ratusan Sepatu untuk Korban Gempa Flores

Warga lainnya, Tarsi Adeo, juga menyambut aksi kemanusiaan tersebut dan menilai dukungan dari berbagai pihak membantu masyarakat menghadapi masa pemulihan setelah gempa.

Aksi tersebut menjadi bagian dari bantuan kemanusiaan Vox Populi Institute bagi masyarakat terdampak gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending