Connect with us

HUMANIORA

Bupati Sikka Luncurkan Kepesertaan JKN 2025 yang Dibiayai APBD

Published

on

Maumere, GardaFlores – Pemerintah Kabupaten Sikka resmi meluncurkan program Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2025 yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, pada Senin (15/4/2025) di Aula Kantor Desa Mahe Kelan, Dusun Mageramut, Kecamatan Waigete.

Acara ini ditandai dengan penyerahan simbolis kartu JKN kepada perwakilan warga penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Bupati Juventus menekankan pentingnya Universal Health Coverage (UHC) yang tidak hanya menyasar kuantitas peserta, tetapi juga kualitas pelayanan.

Baca juga:
Dua Personel Polres Sikka Terima Penghargaan Kapolda NTT Atas Aksi Heroik Selamatkan Anak Tenggelam

“Kita tidak ingin masyarakat hanya sekadar memiliki jaminan kesehatan. Mereka juga harus merasakan kemudahan, kecepatan, kenyamanan, dan kepastian dalam pelayanan,” ujar Bupati.

Ia juga menjelaskan bahwa proses pendaftaran JKN kini semakin mudah. Masyarakat hanya perlu membawa fotokopi KTP, terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan belum memiliki jaminan kesehatan aktif lainnya. Untuk memperoleh layanan, cukup menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga di fasilitas kesehatan.

Bupati Juventus turut mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tenaga medis, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat, untuk mendukung dan menyosialisasikan program ini.

Anggota DPRD Sikka, Yohanes de Peskim turut menyerahkan Kartu JKN kepada salah satu peserta.

“Saya harap tidak ada satu pun warga Sikka yang tertinggal dari perlindungan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Dina Anjayani, MPH, menyampaikan bahwa hingga 1 April 2025, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sikka telah mencapai 98,33 persen.

“Ini merupakan pencapaian luar biasa dan bukti komitmen pemerintah dalam menjamin hak masyarakat atas layanan kesehatan yang layak dan bebas biaya,” ujarnya.

Peluncuran program ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Sikka, pimpinan perangkat daerah, Camat Waigete, Kepala Puskesmas, para kepala desa, anggota BPD, dan masyarakat Kecamatan Waigete.»

(rel)

HUMANIORA

Valentine Penuh Makna, DISARPUS Sikka Berbagi Kasih Bersama Lansia di Panti Paduwau

Momentum untuk menegaskan makna kasih sayang kepada orang tua dan para lansia.

Published

on

FOTO: DISARPUS SIKKA

Maumere, GardaFlores – Momentum Hari Kasih Sayang di Kabupaten Sikka tahun ini terasa lebih hangat. Keluarga besar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka (DISARPUS) merayakan Valentine Day 2026 dengan berbagi kebahagiaan bersama para lanjut usia di Panti Sosial Jompo Paduwau, Sabtu (14/2/2026) malam.

Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh keakraban. Para lansia diajak menonton bersama film dokumenter pendek “Sie”, menikmati penampilan stand up comedy, menerima bingkisan kasih, berbincang santai, hingga menari gawi bersama dalam suasana kekeluargaan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan bahwa Valentine Day bukan semata identik dengan perayaan anak muda, melainkan momentum untuk menegaskan kembali makna kasih sayang kepada orang tua dan para lansia.

“Valentine Day bukan hanya tentang cinta anak muda, tetapi juga tentang kasih sayang kepada orang tua, opa dan oma yang telah berjasa dalam kehidupan kita. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin berbagi kebahagiaan,” ujarnya.

52 Siswa MIS Muhammadiyah Wuring Ikuti Wisata Literasi, Perpustakaan Sikka Jadi Ruang Belajar Baru

Ia menegaskan, DISARPUS tidak hanya hadir melalui layanan arsip dan buku, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti lansia.

Pengelola Panti Sosial Jompo Paduwau, Remigius, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, momen kebersamaan seperti ini memberi dampak emosional yang besar bagi para penghuni panti.

“Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi para lansia karena mereka merasa diperhatikan dan tidak sendiri,” katanya.

Meski demikian, sejumlah pemerhati sosial menilai perhatian terhadap lansia sebaiknya tidak berhenti pada momen seremonial tahunan. Mereka mendorong agar instansi pemerintah, termasuk DISARPUS, mengembangkan program literasi khusus lansia, layanan perpustakaan keliling ke panti sosial, serta pendampingan rutin yang berkelanjutan.

Dari Kelas ke Arsip Negara: Siswa SMKS St. Thomas Maumere Digembleng DISARPUS Sikka Jaga Memori Bangsa

Sebagai lembaga layanan publik, DISARPUS memiliki peran strategis dalam memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Kabupaten Sikka, perhatian terhadap kualitas hidup lansia menjadi tantangan bersama, tidak hanya bagi satu instansi, tetapi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Perayaan Valentine yang dikemas dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Harapannya, semangat berbagi tersebut terus berlanjut melalui program sosial yang terencana dan berkesinambungan demi kesejahteraan lansia di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Dari Sawah Werang, Persaudaraan Tumbuh: Prajurit dan Warga Makan Sehidang di Lokasi TMMD Ke-127

Di tengah kerja keras membuka akses desa, kebersamaan menjadi energi.

Published

on

Para prajurit bersepatu bot lumpur dan warga dengan pakaian kerja seadanya berkumpul mengelilingi wadah makanan di tengah kegiatan TMMD Ke-127, Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kamis (12/02/2026). FOTO: IST

Maumere, GardaFlores — Di lereng hijau Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, di antara rumpun padi dan batang pisang yang baru ditebas, sebuah pemandangan hangat mengalahkan terik siang. Prajurit Satgas TMMD Ke-127 bersama warga dan anggota Linmas duduk bersila di tanah, berbagi nasi dan lauk sederhana. Tidak ada jarak, tidak ada seragam yang menjadi sekat—yang ada hanya kebersamaan dan tawa kecil yang mengalir di sela rehat, Kamis (12/02/2026).

 Di sini terlihat para prajurit bersepatu bot lumpur dan warga dengan pakaian kerja seadanya berkumpul mengelilingi wadah makanan. Latar sawah yang hijau dan perbukitan di kejauhan menjadi saksi: di sini, pembangunan bukan hanya soal membuka badan jalan, tetapi juga menumbuhkan rasa saling memiliki.

Momen makan siang ini merangkum jiwa TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Di tengah kerja keras membuka akses desa, kebersamaan menjadi energi. Canda ringan dan obrolan akrab mengikat semangat gotong royong sebelum semua kembali mengangkat cangkul dan peralatan.

Komandan Kodim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., selaku Dansatgas TMMD Ke-127, menegaskan bahwa TMMD menempatkan hubungan sosial sebagai fondasi pembangunan.

Bupati Sikka Pimpin Aksi Hijau TMMD Ke-127: 1.500 Pohon Ditanam, Lingkungan Diselamatkan, Ekonomi Rakyat Dikuatkan

“TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi juga membangun hubungan sosial yang harmonis. Kebersamaan seperti ini menjadi energi positif bagi seluruh personel dan masyarakat. Inilah kekuatan gotong royong yang menjadi fondasi pembangunan,” ujarnya.

Kehadiran prajurit Yonif TP 834/Wakanga Mere di Werang pun terasa lebih dari sekadar proyek. Di sela sendok dan piring yang berpindah tangan, terjalin persaudaraan—bahwa kemajuan desa lahir dari kerja kolektif, keikhlasan, dan saling percaya.

Melalui TMMD Ke-127, Kodim 1603/Sikka menegaskan arah pembangunan yang berkelanjutan: infrastruktur dibangun, tetapi jiwa kebersamaan dirawat. Dari meja makan daun pisang sederhana di tepi sawah, harapan untuk Werang dan Sikka tumbuh—kuat, hangat, dan menyatu.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Menteri PPPA di Ngada: Tragedi Pelajar SD Jadi Alarm Nasional, Flores Harus Menjadi Tanah yang Aman, Bermartabat, dan Layak Anak

Fokus agenda pada penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak di daerah.

Published

on

Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menjemput Menteri PPPA Arifah Fauzi di Bandara Turelelo, Soa, Ngada, Kamis (12/2/2026). FOTO: GARDAFLORES/AGUSTINUS SATU

Ngada, GardaFlores — Kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi, ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/2/2026), bukan sekadar agenda seremonial. Ia datang membawa pesan tegas: tragedi meninggalnya seorang pelajar kelas IV Sekolah Dasar di Ngada harus menjadi alarm nasional untuk memperkuat sistem perlindungan anak hingga ke pelosok Flores.

Menteri Arifah tiba di Bandara Turelelo Soa dan disambut Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Ngada. Penyambutan dengan pengalungan selempang menjadi simbol harapan masyarakat bahwa negara benar-benar hadir melindungi generasi masa depan.

Polres Ngada Tutup Kasus Kematian YBR, Polisi Tegaskan Bocah 10 Tahun di Nenowea Murni Bunuh Diri

Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada publik, Menteri PPPA menegaskan pentingnya penerapan kebijakan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) secara konsisten oleh seluruh pemerintah daerah. Ia menyebut, kasus meninggalnya seorang pelajar SD di Ngada merupakan peringatan keras bahwa perlindungan anak tidak boleh longgar sedikit pun.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penguatan sistem perlindungan anak melalui implementasi kebijakan kota (kabupaten) layak anak sangat diperlukan untuk memastikan setiap anak di Indonesia mengikuti pendidikan dengan baik,” ujar Arifah dalam keterangan video yang diterima media.

Selama kunjungan tiga hari, 12–14 Februari 2026, Menteri PPPA memfokuskan agenda pada penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak di daerah. Pada hari pertama, ia meninjau langsung Rumah Aman Bajawa dan Rumah Kevikepan Bajawa, dua institusi yang menjadi garda depan perlindungan korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak di Ngada.

“Kami Gagal Melindungi Anak”: Air Mata Gubernur NTT di Rumah Duka YBR

Didampingi Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat, Menteri Arifah mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan KLA tidak berhenti di atas kertas, tetapi diwujudkan dalam layanan nyata: sekolah yang aman, sistem pelaporan yang cepat, serta pendampingan yang berpihak pada korban.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Ngada dan Flores pada umumnya. Di tengah luka akibat tragedi yang menimpa seorang anak, negara datang dengan pesan jelas: tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang tumbuh tanpa perlindungan. Flores harus menjadi tanah yang aman, bermartabat, dan layak bagi setiap anak untuk belajar dan bermimpi.»(gus)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending