Connect with us

HUMANIORA

Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Natawulu, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan oleh kepolisian.

Published

on

Petugas dari Polsek Nita dan Polres Sikka mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP, (kiri). Korban dievakuasi ke Puskesmas Nita untuk dilakukan tindakan lanjutan, (kanan). FOTO: IST

Maumere, GardaFlores — Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.40 Wita di Dusun Natawulu, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Korban berinisial MGH, pelajar kelas V sekolah dasar, ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon jeruk yang berada di belakang rumahnya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh nenek korban yang baru pulang dari gereja. Karena korban tidak menjawab saat dipanggil, saksi melakukan pencarian dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat desa dan kepolisian.

Hukuman Kerja Sosial Resmi Berlaku di 2026

Petugas dari Polsek Nita dan Polres Sikka mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan saksi-saksi.

Hasil pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan Puskesmas Nita tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan oleh kepolisian.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Maya Klarifikasi Tuduhan Lurah Wolomarang Usir Pengungsi

Koordinator pengungsi di samping Gereja Wolomarang, Maya, mengklarifikasi pernyataan mengenai dugaan pengusiran oleh Lurah Wolomarang. Rapat juga mengungkap data bantuan yang telah diterima warga.

Published

on

Koordinator pengungsi, Maya, menyatakan informasi bahwa Lurah Wolomarang mengusir atau memaksa warga meninggalkan lokasi pengungsian tidak benar.

MAUMERE, GardaFlores — Informasi mengenai pengungsi di samping Gereja Wolomarang diklarifikasi dalam rapat yang digelar di Kantor Lurah Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Rabu (9/9/2026). Dalam rapat tersebut, koordinator pengungsi, Maya, menyatakan bahwa informasi mengenai Lurah Wolomarang yang mengusir atau memaksa warga meninggalkan lokasi pengungsian tidak benar.

Maya, yang juga mantan Ketua RT 039 Wolomarang, menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa pernyataan sebelumnya mengenai pengusiran tersebut tidak benar.

Rapat klarifikasi itu juga membahas status pengungsi serta bantuan yang telah diterima warga di lokasi tersebut. Lurah Wolomarang dan Camat Alok Barat menjelaskan bahwa Maya bersama warga lainnya telah terdata sebagai penerima bantuan.

Polwan Tetap Bertugas di Tengah Gempa Susulan dan Kekhawatiran Keluarga

Bantuan berupa tenda keluarga dari BNPB juga telah dikirim ke lokasi. Dari 30 kotak tenda yang dikirim, 14 kotak dipasang di lokasi pengungsian, sedangkan 16 kotak kemudian diambil kembali oleh BPBD.

Sejumlah bantuan lain yang disebut dalam rapat antara lain air mineral, biskuit dan susu dari BNI; bantuan dari PLN; paket dari Istana dan sembako harian dari BPBD; beras dan air mineral dari BTN; serta bantuan yang diserahkan langsung oleh Ibu Gubernur dan Ibu Bupati.

Warga juga disebut menerima paket sembako untuk kepulangan.

Dengan data tersebut, klaim bahwa warga di lokasi tersebut sama sekali belum menerima bantuan mendapat klarifikasi. Pemerintah menyebut warga berstatus pengungsi mandiri, tetapi tetap tercatat sebagai penerima bantuan.

Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi

Rapat tersebut dihadiri Camat Alok Barat, Lurah Wolomarang, Babinsa, tokoh masyarakat, RT/RW, dan sejumlah warga.

Klarifikasi dilakukan setelah informasi mengenai kondisi pengungsi dan dugaan pengusiran sebelumnya beredar di ruang publik.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Polwan Tetap Bertugas di Tengah Gempa Susulan dan Kekhawatiran Keluarga

Polwan tetap bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan tekanan bagi warga.

Published

on

Di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan, Polisi Wanita (Polwan) tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. IPTU Ny. Fitri Bambang mengatakan kehadiran polisi diperlukan untuk memberikan ketenangan kepada warga yang masih diliputi ketakutan.

MAUMERE, GardaFlores — Polisi Wanita (Polwan) tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan kekhawatiran warga.

IPTU Ny. Fitri Bambang mengatakan, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat dibutuhkan untuk membantu memberikan rasa aman, terutama bagi warga yang masih mengalami ketakutan akibat gempa susulan.

Hal tersebut disampaikan Fitri di Maumere, Rabu (9/9/2026).

“Saat masyarakat masih dihantui rasa ketakutan akibat gempa susulan, kita perlu hadir di tengah mereka untuk memberikan ketenangan dari rasa takut mereka,” ujar Fitri.

Kebakaran Lahan Dekati Bandara Frans Seda, TNI-Polri Dikerahkan

Menurut Fitri, tugas tersebut menuntut personel kepolisian untuk tetap memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat meskipun situasi pascagempa juga dapat menimbulkan tekanan bagi petugas.

Kondisi tersebut juga dihadapi Polwan yang menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana. Selain tanggung jawab sebagai anggota Polri, mereka tetap memiliki tanggung jawab terhadap keluarga yang berada di wilayah yang sama.

Situasi itu membuat tugas pelayanan di lapangan berjalan bersamaan dengan kekhawatiran terhadap kondisi keluarga masing-masing. Dukungan antaranggota kepolisian menjadi salah satu bagian yang diperlukan agar personel dapat menjalankan tugas dalam situasi penuh tekanan.

Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi

Kehadiran Polwan di tengah masyarakat dilakukan dalam berbagai tugas pelayanan, termasuk membantu menciptakan rasa aman bagi warga yang masih menghadapi dampak psikologis setelah gempa.

Fitri menekankan pentingnya kehadiran polisi ketika masyarakat membutuhkan ketenangan. Dalam situasi pascabencana, keberadaan personel di lapangan menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada warga.

Gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka. Penanganan pascabencana masih berlangsung, termasuk pelayanan kepada warga terdampak dan pemulihan berbagai fasilitas.

Bagi personel yang bertugas, kondisi tersebut menempatkan tugas pelayanan masyarakat dan kehidupan keluarga dalam situasi yang sama-sama membutuhkan perhatian.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi

Kerusakan bak penampungan air akibat gempa membuat warga Palue mengandalkan fasilitas penyulingan Poa Nua Kaju. Bambu yang rusak diganti secara swadaya agar air tetap dapat digunakan.

Published

on

Warga memperbaiki bagian bambu fasilitas penyulingan air Poa Nua Kaju di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.

MAUMERE, GardaFlores — Kerusakan bak penampungan air akibat gempa bumi membuat kebutuhan air bersih warga Palue, Kabupaten Sikka, semakin bergantung pada sumber air yang masih dapat digunakan. Salah satunya fasilitas penyulingan air dari uap bumi Poa Nua Kaju di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.

Fasilitas tersebut selama ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak hingga mencuci pakaian. Gempa juga menyebabkan sejumlah bagian bambu pada fasilitas penyulingan mengalami kerusakan.

Warga kemudian mengganti bambu yang rusak dengan bambu baru secara swadaya agar fasilitas penyulingan tetap dapat digunakan.

Fista Sambuari Kago Kunjungi Anak Disabilitas di Alma Maumere

Kondisi tersebut diketahui saat Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue bersama Team Aman Nusa II Polres Sikka melakukan patroli di lokasi, Senin (7/9/2026), sekitar pukul 15.30 WITA. Patroli dipimpin Kasubagadalpers Polres Sikka Ipda Rusyudi Mangge.

Selain memantau situasi keamanan pascagempa, petugas mengecek kondisi fasilitas penyulingan air yang menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air masyarakat setempat.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan bak-bak penampungan air milik warga mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat warga tidak dapat menyimpan cadangan air dalam jumlah seperti sebelum gempa.

Di tengah kondisi tersebut, fasilitas Poa Nua Kaju tetap dimanfaatkan masyarakat. Kerusakan pada bagian bambu segera diperbaiki warga dengan menggantinya menggunakan material baru.

Tiga Nama Raih Nilai Tertinggi dalam Seleksi Sekda Sikka

Team Aman Nusa II Polres Sikka bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue juga melakukan pemantauan keamanan di sekitar lokasi penyulingan. Pengamanan ditujukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk pencurian aset, sabotase, dan pungutan liar.

Petugas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Hasil patroli menunjukkan kondisi di lokasi penyulingan air Poa Nua Kaju dalam keadaan aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending