HUMANIORA
Warga Pruda Tewas Tenggelam di Pantai Tanjung Pruda, Sikka
Bermula ketika korban bersama lima kerabat dan keluarganya tiba di Pantai Tanjung Pruda sekitar pukul 17.00 WITA untuk memancing.
Maumere, GardaFlores – Seorang warga Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Pantai Tanjung Pruda, Dusun Paukloor, Jumat (9/1/2026) sore.
Korban berinisial Y.B.B. (24), seorang petani asal Dusun Pruda, ditemukan tidak bernyawa setelah terseret arus laut saat memancing di pesisir pantai sekitar pukul 18.00 WITA.
Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama lima kerabat dan keluarganya tiba di Pantai Tanjung Pruda sekitar pukul 17.00 WITA. Setibanya di lokasi, mereka berpencar untuk mencari titik memancing masing-masing. Korban diketahui berdiri di atas batu karang di tepi pantai sebelum turun untuk berpindah tempat.
Saat turun dari batu karang, korban diduga terseret arus laut yang cukup kuat. Korban sempat berteriak meminta pertolongan kepada kakaknya, namun upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan karena para saksi tidak memiliki kemampuan berenang. Pencarian awal di sekitar lokasi tidak membuahkan hasil.
TMMD 2026 Digelar di Waiblama, Anggaran Rp 1,5 Miliar Sudah Disetujui Pemkab dan DPRD Sikka
Dua orang saksi kemudian kembali ke kampung dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Paukloor. Informasi itu diteruskan ke Kepolisian Sektor Waigete melalui Kanit Intelkam sekitar pukul 20.21 WITA untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 21.05 WITA, korban akhirnya ditemukan di pesisir pantai tidak jauh dari lokasi awal memancing dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah orang tuanya, Elias Edu, di Dusun Pruda, Desa Pruda.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan proses hukum lebih lanjut.
Akses menuju lokasi kejadian dilaporkan cukup sulit karena harus melewati dua alur sungai tanpa jembatan. Proses pencarian juga sempat terkendala cuaca hujan yang mengguyur wilayah tersebut.»(rel)
HUMANIORA
Warga Magepanda Temukan Petani Tewas di Pematang Sawah, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan
Seorang petani berinisial SB ditemukan meninggal dunia di pematang sawah di Desa Magepanda, Sikka, Selasa pagi. Polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada pemeriksaan luar jenazah.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang petani berinisial SB ditemukan meninggal dunia di pematang sawah di kawasan Dolu, Dusun Kampung Baru, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Selasa (11/8/2026) pagi. Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita oleh KR, warga setempat, yang saat itu hendak menuju kebun untuk melihat kuda peliharaannya.
Saat melintas di pematang sawah, KR melihat korban dalam posisi telentang menghadap ke langit di pinggir pematang yang tergenang air. Saksi kemudian meninggalkan lokasi dan melaporkan penemuan tersebut ke Kantor Desa Magepanda.
Informasi itu kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian. Petugas mendatangi lokasi dan melakukan penanganan awal, termasuk mengamankan lokasi serta meminta keterangan dari saksi.
Tim Inafis Polres Sikka selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi terkait kondisi korban dan lingkungan di sekitar lokasi penemuan.
Korban diketahui merupakan warga RT 010/RW 003, Dusun Magendero, Desa Magepanda.
Saat ditemukan, SB mengenakan kaos lengan pendek berwarna krem dan celana training panjang berwarna biru dengan garis putih dan kuning.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Magepanda untuk menjalani pemeriksaan medis bagian luar.
Berdasarkan pemeriksaan tersebut, kepolisian menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan sebuah jerigen berukuran lima liter yang diketahui merupakan milik korban. Jerigen tersebut diduga hendak digunakan untuk mengambil air dari mesin pompa.
Pergi Menyulu Sore Hari, Pria 41 Tahun di Watudiran Hilang di Pantai Rung
Polisi juga mencatat korban memiliki riwayat gangguan kesehatan berupa penyakit lambung dan tekanan darah tinggi. Namun, informasi tersebut tidak serta-merta menjadi kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.
Setelah jenazah diperiksa, keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga juga membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menyatakan tidak akan menuntut secara hukum terkait kematian korban.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Dusun Magendero, RT 010/RW 003, Desa Magepanda.
Meski keluarga telah menerima kematian tersebut sebagai musibah, kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi TKP, melakukan olah TKP, memeriksa saksi, melakukan pemeriksaan medis luar, hingga mendokumentasikan seluruh rangkaian penanganan perkara.
Hingga pemeriksaan awal dilakukan, polisi menyatakan tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Penyebab pasti kematian tidak dinyatakan dalam hasil pemeriksaan luar tersebut.»(rel)
HUMANIORA
Pergi Menyulu Sore Hari, Pria 41 Tahun di Watudiran Hilang di Pantai Rung
NNB, pria 41 tahun asal Desa Watudiran, Sikka, dilaporkan hilang setelah pergi menyulu di Pantai Rung, Senin sore. Pencarian tim gabungan Basarnas dan Polsek Waigete belum menemukan keberadaan korban.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang pria berusia 41 tahun, NNB, warga Kilawair, Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, dilaporkan hilang setelah pergi menyulu atau berkarang di Pantai Rung, Senin (10/8/2026) sore. Hingga pencarian hari pertama berakhir, keberadaan NNB belum diketahui.
NNB meninggalkan rumah sekitar pukul 16.30 Wita untuk mencari ikan di kawasan Pantai Rung. Namun hingga malam hari, ia tidak kunjung kembali ke rumah.
Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran keluarga. Hingga Selasa pagi (11/8/2026), NNB belum juga pulang sehingga keluarga kemudian mencari informasi mengenai keberadaannya.
Laporan tersebut diteruskan kepada Ketua RT 007 dan Kepala Dusun Kilawair, sebelum akhirnya disampaikan kepada Polsek Waigete sebagai laporan orang hilang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Waigete mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi, serta berkoordinasi dengan Basarnas Maumere untuk melakukan pencarian.

Tim Basarnas bersama personel Polsek Waigete tiba di Pantai Rung sekitar pukul 14.00 Wita, Selasa. Tim gabungan kemudian langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir NNB beraktivitas.
Namun, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil.
Mishar Tak Jawab Pokok Perkara BBM, Kuasa Hukum Persoalkan Konsistensi Penegakan Hukum
Sekitar pukul 17.00 Wita, operasi pencarian dihentikan karena kondisi arus dan gelombang laut di lokasi cukup kencang. Tim gabungan merencanakan pencarian kembali pada Rabu (12/8/2026) mulai pukul 06.00 Wita.
Berdasarkan keterangan keluarga, NNB selama ini tidak memiliki persoalan dengan keluarga maupun orang lain. Ia juga disebut tidak memiliki riwayat penyakit kronis.
Dalam kesehariannya, NNB bekerja sebagai petani atau pekebun. Aktivitas menyulu atau berkarang dilakukan sebagai pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan ikan bagi keluarganya.
Karena itu, keluarga tidak menyangka aktivitas mencari ikan pada Senin sore tersebut justru berujung pada hilangnya NNB.
Hingga pencarian dihentikan pada Selasa sore, NNB belum ditemukan. Tim gabungan dijadwalkan kembali melakukan penyisiran pada Rabu pagi dengan mempertimbangkan kondisi arus dan gelombang laut di sekitar Pantai Rung.
Keluarga dan warga setempat masih menunggu hasil pencarian serta berharap operasi hari kedua dapat menemukan keberadaan NNB.»(rel)
HUMANIORA
Pakaian Diduga Milik Pelajar yang Hilang Ditemukan di Gudang TK, Polisi Dalami Kasus Hilangnya Remaja di Sikka
Polisi mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila memiliki informasi keberadaan Maria Anselmia Dua Ujan alias Nia.
MAUMERE, GardaFlores — Polisi menyelidiki hilangnya seorang pelajar perempuan berusia 16 tahun di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, setelah pakaian yang diduga dikenakannya saat terakhir meninggalkan rumah ditemukan di gudang sebuah taman kanak-kanak (TK), sekitar satu kilometer dari tempat tinggalnya.
Pelajar tersebut adalah Maria Anselmia Dua Ujan alias Nia, warga Dusun Rohot, Desa Hepang, Kecamatan Lela. Hingga Rabu (15/7/2026) malam, keberadaannya masih belum diketahui.
Berdasarkan keterangan keluarga, Nia berpamitan kepada mama angkatnya, Magdalena Edis (53), pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Ia mengaku hendak ke SMAN Nita untuk mengambil rapor setelah menerima telepon dari seorang temannya.
Saat meninggalkan rumah, Nia mengenakan kaus hitam dan celana training olahraga SMAN Nita.
Namun, hingga sore hari ia tidak kembali. Keluarga berusaha menghubungi telepon selulernya, tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif.
Perkembangan baru terjadi pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 12.00 WITA ketika seorang warga, Emanuel Soares Dasilva, menyerahkan pakaian yang ditemukan di dalam gudang TK Tolo Rajo II di Dusun Napung Liti, Desa Hepang.
Pakaian tersebut berupa kaus hitam dan celana training SMAN Nita yang diduga merupakan pakaian terakhir yang dikenakan Nia sebelum meninggalkan rumah.
Temuan itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan. Lokasi penemuan pakaian berjarak sekitar satu kilometer dari rumah Nia.
Laporan kehilangan kemudian disampaikan keluarga ke Pos Pelayanan Polsek Lela pada Rabu sekitar pukul 16.00 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Lela mendatangi lokasi penemuan pakaian untuk melakukan penelusuran awal. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari keluarga dan sejumlah saksi serta menelusuri kemungkinan adanya petunjuk lain di sekitar lokasi.
“Temuan pakaian tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam penelusuran karena diduga merupakan pakaian terakhir yang dikenakan korban sebelum meninggalkan rumah,” kata sumber kepolisian.
Siswi SMP di Sikka Hilang Sejak Berangkat Sekolah, Polisi dan Warga Lakukan Pencarian
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperluas pencarian dan mengumpulkan informasi yang dapat membantu menemukan keberadaan Nia.
Hingga kini, penyebab hilangnya Nia belum diketahui. Kepolisian menyatakan belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan pergi atas kemauan sendiri, mengalami kecelakaan, atau terkait dugaan tindak pidana.
Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan segera melaporkan apabila memiliki informasi mengenai keberadaan Maria Anselmia Dua Ujan alias Nia melalui kantor polisi terdekat atau Call Center 110 Polres Sikka.
Pencarian terhadap pelajar tersebut masih terus dilakukan, sementara kepolisian melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan penyebab hilangnya korban.»(rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Rumah Warga Wolomarang Terbakar, Dua Korban Luka Bakar Dirawat di RSUD TC Hillers - Garda Flores %