Connect with us

HUMANIORA

26 Lulusan Cum Laude, AKFAR St. Fransiskus Xaverius Maumere Gelar Wisuda ke-VII

Published

on

Maumere, GardaFlores – Akademi Farmasi (AKFAR) St. Fransiskus Xaverius Maumere menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Program Diploma III, pada Kamis, 12 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi kampus satu-satunya jurusan farmasi di Pulau Flores tersebut karena mewisuda angkatan ke-VII dengan capaian akademik yang membanggakan.

Sebanyak 26 lulusan meraih predikat cum laude, dan dua di antaranya ditetapkan sebagai lulusan terbaik, yakni Angelina Putri Rezky dan Maria Advenya Salvatore yang sama-sama mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89. Adapun rata-rata IPK lulusan tahun ini mencapai 3,57.

Baca juga:
Ketua Pengcab Shoto-Kai Sikka Apresiasi Pelatih Forki, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi di 2025

Dalam sambutannya, Direktur AKFAR St. Fransiskus Xaverius Maumere, Abraham Christian Mac Arthur Lameng, SE., MM., menyampaikan terima kasih kepada para orang tua, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah mendukung proses pendidikan di kampus tersebut.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kami terus berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas di bidang farmasi,” ujarnya.

Wisuda ini turut dihadiri Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi AKFAR dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sikka.

“Akademi Farmasi dan SMK Kesehatan Santa Mathilda di bawah Yayasan Abraham telah membuka ruang belajar dan berkompetisi bagi generasi muda. Ini sejalan dengan visi kami menjadikan Sikka sebagai pusat pendidikan di NTT dan Flores,” kata Bupati JPYK.

Baca juga:
Hadiri Wisuda Akademi Farmasi Santo Fransiskus Xaverius, Bupati Sikka: Pemkab Komit Majukan Sektor Pendidikan

Sementara itu, dr. FX Lameng, Ketua Dewan Pembina Yayasan Abraham, mengungkapkan bahwa lulusan farmasi memiliki banyak keunggulan dan peluang kerja di sektor pemerintah, rumah sakit, apotek, industri farmasi, kosmetik, maupun sebagai pengusaha mandiri dengan membuka apotek sendiri.

“Selama ini, hampir 100 persen lulusan kami terserap di dunia kerja. Kami juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis melalui praktik kerja lapangan di rumah sakit ternama di Makassar dan sejumlah apotek di wilayah Sikka,” jelasnya.

Mahasiswa AKFAR Maumere menjalani praktik di beberapa rumah sakit besar di Makassar seperti RS Stella Maris, RS Sandi Karsa, dan RS Umum Wisata UIT, serta di berbagai apotek seperti Apotek L3 Farma, Apotek Winola, dan Apotek Prima.

Baca juga:
Atlet Karate Shoto Kai Sikka Tembus Kejuaraan Asia di Brunei

Selain itu, kampus ini menyediakan fasilitas laboratorium yang lengkap dan biaya kuliah yang terjangkau. Mahasiswa juga mendapatkan akses terhadap beasiswa KIP Kuliah, beasiswa Yayasan Abraham, dan beasiswa dari anggota DPR RI.

Karena kualitasnya yang terus berkembang, AKFAR Maumere kini menjadi tujuan belajar mahasiswa dari berbagai kabupaten di Flores bahkan dari luar negeri, termasuk Timor Leste.

“Kami hadir untuk membantu negara mencetak tenaga farmasi yang berkualitas dan siap kerja, baik di daerah maupun secara nasional,” tutup dr. FX Lameng.»

(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pemkab Sikka Dorong Produk Pertanian dan Perikanan Tembus Pasar Ekspor - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending