Connect with us

EKONOMI

Pedagang Pasar Alok Protes Kenaikan Tarif Parkir dan Kondisi Pasar Kumuh

Published

on

Maumere, GardaFlores—Sejumlah pedagang Pasar Alok di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, melakukan aksi protes pada Senin (13/1/2025) terkait kenaikan tarif parkir yang tinggi, kondisi pasar yang kumuh, serta maraknya pasar liar. Aksi protes ini dilakukan dengan cara menjajakan barang dagangan mereka di sepanjang jalan masuk dan keluar pasar, serta menyegel pintu masuk pasar.

Baca juga:
Kejaksaan Negeri Sikka Tetapkan YGS Tersangka Korupsi Proyek IKK Nelle

Ketua Forum Pedagang Pasar Alok, Yohanis Nong Harcelis menyampaikan tiga tuntutan utama yang memicu aksi tersebut. “Kami memprotes kenaikan tarif parkir yang sangat tinggi, kinerja PT Globalindo selaku pengelola parkir yang dinilai sangat buruk, dan kondisi pasar yang sangat kumuh serta tidak tertata dengan baik,” ujarnya.

Harcelis juga menyoroti keberadaan pasar liar yang dianggap mengganggu, dimana pedagang bebas berjualan di luar pasar, sementara pedagang Pasar Alok terpaksa berjualan di dalam pasar yang tidak memadai. “Kami juga menuntut pemerintah untuk menertibkan pasar-pasar liar, seperti Pasar Wuring yang meskipun kalah dalam sengketa hukum, tetap beroperasi,” tegas Harcelis.

Tuntutan lainnya adalah pembenahan Pasar Alok yang dianggap semakin sepi pengunjung karena kondisi pasar yang tidak terawat. Para pedagang berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas pasar agar dapat menarik lebih banyak pembeli.

Pemerintah Jelaskan Kenaikan Tarif Parkir

Penjabat Bupati Sikka, Alfin Parera, yang hadir dalam kesempatan itu, menjelaskan bahwa kenaikan tarif parkir di Pasar Alok berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sikka Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kebijakan ini telah diterapkan sejak awal tahun 2024.

“Kontribusi Pasar Alok cukup besar, mencapai Rp2 miliar per tahun. Dana ini akan digunakan untuk pembenahan pasar ke depannya,” kata Alfin.

Baca juga:
Maria Magdalena dan Kuasa Hukum Geruduk Kantor Yaspem Maumere

Alfin menambahkan bahwa pada tahun 2025, pemerintah telah menganggarkan Rp2 miliar untuk peningkatan fasilitas pasar, termasuk penambahan lampu agar pasar bisa beroperasi lebih baik.

Terkait dengan kinerja PT Globalindo sebagai pengelola parkir, Alfin mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pengelola parkir tersebut. “Pihak PT Globalindo masih memiliki kontrak hingga tahun 2025, namun siapa saja yang memenuhi syarat sesuai undang-undang dapat menjadi pengelola parkir,” jelas Alfin.

Alfin juga menanggapi keluhan mengenai pasar liar. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas pasar-pasar liar yang muncul di berbagai titik di Maumere. “Sebagai bupati, saya berani menutup pasar liar. Pasar Geliting sudah ditertibkan, dan pasar liar lainnya akan segera ditertibkan,” tegasnya.

Baca juga:
Eksekusi Mandiri di Kantor Yaspem Dinilai Ngawur dan Tidak Prosedural

Terkait dengan Pasar Wuring, yang saat ini sedang dalam sengketa hukum, Alfin meminta Forum Pedagang Pasar Alok untuk bersabar. “Pihak CV Bengkunis yang mengelola Pasar Wuring telah mengajukan kasasi. Jika kita paksa untuk menertibkan, itu bisa menjadi tindakan pidana,” ujarnya.

Setelah diskusi dengan PJ. Bupati, para pedagang akhirnya kembali mengangkut barang dagangan mereka ke dalam pasar. Namun, beberapa pedagang menyatakan bahwa jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi, mereka akan menggelar aksi yang lebih besar.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EKONOMI

BUMDes Waiara Mulai Petik Hasil Investasi Hortikultura, Serap 20 Pekerja dan Tambah PADes

Keterlibatan tenaga kerja lokal berlangsung sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen.

Published

on

Penjabat Kepala Desa Waiara, Stefanus Arifin, ST, mengatakan pemerintah desa mengembangkan sektor hortikultura sebagai unit usaha BUMDes untuk membangun sumber pendapatan yang berkelanjutan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi di tingkat desa. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores – Enam bulan setelah memulai usaha hortikultura, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, mulai memasuki fase produksi. Setelah dua kali memanen cabai merah dengan hasil lebih dari dua ton pada setiap panen, unit usaha milik desa itu kini bersiap melakukan panen perdana Pepaya California pada awal Agustus 2026.

Perkembangan tersebut menandai mulai berjalannya investasi desa yang dibiayai melalui penyertaan modal APBDes. Selain menghasilkan komoditas pertanian, usaha itu telah membuka lapangan kerja bagi warga dan diproyeksikan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).

Penjabat Kepala Desa Waiara, Stefanus Arifin, ST, mengatakan pemerintah desa mengembangkan sektor hortikultura sebagai unit usaha BUMDes untuk membangun sumber pendapatan yang berkelanjutan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

“Kami ingin BUMDes benar-benar menjalankan fungsi usaha sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi desa, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” katanya saat ditemui di lokasi kebun hortikultura, Kamis (30/7/2026).

Kasat Pol PP Sikka Diduga Bertindak di Luar Kewenangan

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Desa Waiara mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp174.174.000 melalui APBDes Tahun Anggaran 2025. Dana itu digunakan untuk penyewaan lahan, pengadaan bibit, pupuk, sarana produksi, serta biaya operasional hingga pemasaran.

Manajer Unit BUMDes Maju Makmur, Yohanes Fernandez Nero, mengatakan kebun hortikultura seluas 1,5 hektare itu telah menghasilkan dua kali panen cabai merah, masing-masing pada April dan Juli 2026, dengan produksi lebih dari dua ton pada setiap periode panen.

“Awal Agustus nanti kami akan memanen Pepaya California. Produksi awal diperkirakan lebih dari 500 buah dan akan terus bertambah seiring semakin banyak tanaman memasuki masa produktif,” ujarnya.

Menurut Yohanes, hasil panen telah dipasarkan di Kabupaten Sikka dan mulai menjangkau Kabupaten Ende. Perluasan jaringan distribusi dilakukan untuk menjaga kesinambungan pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi usaha yang dikelola BUMDes.

Pohon Reo Tumbang Timpa Kendaraan di Waigete, Pelajar 17 Tahun Terluka

Usaha hortikultura tersebut juga menyerap 20 warga Desa Waiara sebagai tenaga kerja dengan sistem upah Hari Orang Kerja (HOK) sebesar Rp70.000 per hari. Keterlibatan tenaga kerja lokal berlangsung sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen.

Data tersebut menunjukkan bahwa usaha yang dikelola BUMDes tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan modal desa secara produktif.

Dengan memasuki masa panen Pepaya California, BUMDes Maju Makmur mulai memperluas sumber pendapatannya di luar komoditas cabai merah. Pemerintah Desa Waiara menargetkan pengembangan komoditas dan jaringan pemasaran terus dilakukan agar kontribusi usaha tersebut terhadap PADes meningkat pada tahun-tahun berikutnya.»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Kuota Diskon Tiket Kapal PELNI Tersisa Sekitar 4 Persen, Sudah Dimanfaatkan 660 Ribu Penumpang

Jumlah penumpang untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 telah mencapai 690.905 orang.

Published

on

"Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Kuota penerima manfaat telah terserap sekitar 96 persen dan hanya menyisakan sekitar 4 persen." FOTO: DOK PT PELNI

JAKARTA, GardaFlores — Program diskon 30 persen tiket kapal PT PELNI (Persero) hampir mencapai batas kuota. Hingga 21 Juli 2026, sebanyak 660.654 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau sekitar 96 persen dari total kuota 693.690 penerima.

Dengan sisa kuota sekitar empat persen, program stimulus ekonomi itu berpotensi berakhir lebih cepat apabila seluruh kuota terserap sebelum masa berlakunya berakhir pada 15 Agustus 2026.

Kepala Cabang PELNI Maumere Imbau Calon Penumpang Segera Beli Tiket, Kuota Diskon Nasional Tersisa 4 Persen

Berdasarkan data PT PELNI, jumlah penumpang untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 15 Agustus 2026 telah mencapai 690.905 orang. Dari seluruh perjalanan tersebut, lima tujuan yang paling banyak dipilih penumpang adalah Makassar, Tanjung Priok, Ambon, Bau-Bau, dan Surabaya.

Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Ditto Pappilanda, mengatakan tingginya pemanfaatan program menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap layanan transportasi laut selama periode libur sekolah.

“Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Kuota penerima manfaat telah terserap sekitar 96 persen dan hanya menyisakan sekitar 4 persen. Masyarakat yang masih berencana bepergian dengan kapal PELNI diimbau segera memesan tiket melalui kanal resmi sebelum kuota habis,” katanya.

Program tersebut memberikan potongan harga 30 persen untuk tarif dasar tiket kelas ekonomi di seluruh trayek kapal penumpang PELNI. Diskon tidak berlaku untuk komponen biaya asuransi dan pas pelabuhan.

PELNI menyatakan tetap mengoperasikan seluruh armadanya untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan pelayanan.

Saat ini PT PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas pelayaran dengan singgah di 75 pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis, 17 kapal rede, delapan trayek tol laut, dan satu trayek kapal ternak untuk mendukung konektivitas nasional, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).»(rel)

Continue Reading

EKONOMI

Kepala Cabang PELNI Maumere Imbau Calon Penumpang Segera Beli Tiket, Kuota Diskon Nasional Tersisa 4 Persen

Program tersebut berlaku hingga 15 Agustus 2026 atau sampai kuota nasional habis.

Published

on

Kepala Cabang PT PELNI Maumere, Edwin Kurniansyah, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap program stimulus ekonomi berupa potongan tarif tiket membuat kuota penerima manfaat hampir seluruhnya terserap. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — PT PELNI Cabang Maumere mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan menggunakan kapal penumpang agar segera membeli tiket. Imbauan tersebut disampaikan karena kuota nasional program diskon tarif tiket kapal PELNI tinggal sekitar 4 persen.

Kepala Cabang PT PELNI Maumere, Edwin Kurniansyah, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap program stimulus ekonomi berupa potongan tarif tiket membuat kuota penerima manfaat hampir seluruhnya terserap.

“Kami mengimbau masyarakat yang sudah memiliki rencana bepergian untuk segera membeli tiket melalui kanal resmi penjualan tiket PT PELNI. Jangan menunggu hingga mendekati jadwal keberangkatan karena kuota diskon secara nasional tinggal sekitar 4 persen,” kata Edwin.

Ia menjelaskan, program diskon berlaku secara nasional sehingga sisa kuota terus berkurang seiring meningkatnya pembelian tiket di berbagai daerah.

PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen, Sasar 693 Ribu Penumpang saat Libur Sekolah

Selain mengingatkan masyarakat agar segera memesan tiket, Edwin juga meminta calon penumpang menggunakan kanal penjualan resmi PT PELNI untuk menghindari penipuan maupun praktik percaloan.

Menurutnya, pembelian melalui kanal resmi juga memastikan penumpang memperoleh tarif sesuai ketentuan yang berlaku.

Program diskon tiket kapal PELNI merupakan bagian dari stimulus ekonomi pemerintah yang memberikan potongan harga 30 persen untuk tarif dasar tiket kelas ekonomi. Program tersebut berlaku hingga 15 Agustus 2026 atau sampai kuota nasional habis.

Berdasarkan data PT PELNI hingga 21 Juli 2026, sebanyak 660.654 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau sekitar 96 persen dari total kuota 693.690 penerima, sehingga sisa kuota kini tinggal sekitar 4 persen.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending