Connect with us

PENKES

Air Bersih Mengalir di SDN Bolawolon: Harapan Baru di Tengah Krisis Anggaran Sikka

Published

on

Elder Schrdedter (kiri), dari Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir, memutar keran air ketika meresmikan bantuan fasilitas air bersih di SDN Bolawolon, di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, disaksikan Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi (tengah) dan Ketua Komite Sekolah Amandus Ratason (kanan), Rabu (26/11/2025). (IST)

Maumere, GardaFlores — Ratusan siswa SDN Bolawolon di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka bersukacita pada Rabu (26/11/2025) ketika fasilitas air bersih di sekolah mereka akhirnya diresmikan. Di tengah teriknya matahari sore, antusiasme murid, guru, orang tua, dan warga sekitar tak surut saat menanti kedatangan Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, yang hadir meresmikan bantuan fasilitas air bersih dari Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir.

Sekolah tampak semarak dengan hiasan janur dan pakaian adat tengge yang dikenakan para guru dan siswa. Hadir pula Manager Kemanusiaan Yayasan, Yos Enos Kusumo, sukarelawan Bapak dan Ibu Schrdedter, Kadis PKO Sikka Germanus Goleng, Kepala Sekolah Kletus, dan Ketua Komite Amandus Ratason.

Fasilitas Air Bersih yang Ditunggu Bertahun-Tahun

Bantuan air bersih tersebut meliputi pembangunan sumur bor, tandon air berkapasitas 5.000 liter, 14 tugu kran di setiap kelas, toilet, dan wastafel di pintu masuk sekolah. Semua fasilitas dikerjakan oleh Kontraktor Putra Pratama dan diresmikan melalui upacara adat sebelum kran dibuka langsung oleh Wakil Bupati.

Ketua Komite Sekolah, Amandus Ratason, menyebut peristiwa ini sebagai capaian besar bagi SDN Bolawolon. “Kami bisa menyaksikan sendiri, tugu kran mengalirkan air yang jernih. Ini pekerjaan yang selesai sesuai kesepakatan,” katanya.

Guru Diarak dalam Pidato, Ditinggalkan dalam Kebijakan

Kepala Sekolah Kletus menambahkan bahwa selama ini sekolah harus membeli empat tangki air setiap bulan seharga Rp110 ribu per tangki hanya untuk keperluan MCK. “Air sumur bor ini tidak berkapur. Bisa diminum. Seumur saya jadi guru, hari ini adalah bantuan terbesar,” ujarnya penuh syukur.

Yayasan: Kemanusiaan Melampaui Batas

Manager Kemanusiaan Yayasan, Yos Enos Kusumo, mengatakan bantuan ini berasal dari dana kemanusiaan yang dikumpulkan dari jemaat di berbagai negara. “Agama, asal, warna kulit bukan penghalang. Kemanusiaan lebih penting,” tegasnya. Ia berharap sekolah menjaga fasilitas ini dengan baik, karena yayasan akan melakukan evaluasi tahun depan.

Siswa-siswi SDN Bolawolon berfoto bersama Bapak dan Ibu Schrdedter usai peresmian bantuan fasilitas air bersih untuk sekolah mereka. (IST)

Sementara itu, sukarelawan Elder Schrdedter menceritakan alasan ia datang ke Indonesia sebagai relawan setelah pensiun. “Kami diberkati banyak oleh Tuhan dan merasa berkewajiban untuk membantu,” ujarnya.

Bantuan Menutupi Lubang Kebijakan Anggaran

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut sekaligus mengakui kondisi sulit yang dihadapi daerah. Ia mengatakan bahwa Kabupaten Sikka mengalami pemotongan anggaran sekitar Rp120 miliar dari pemerintah pusat dan masih harus membayar utang daerah sebesar Rp30 miliar per tahun.

Mendikdasmen–Kapolri Teken MoU Restorative Justice untuk Lindungi Guru

“Kami menghadapi kesulitan. Karena itu, bantuan dari yayasan dan komunitas sangat berarti,” ujarnya. Subandi juga menyebut sudah lima titik di Sikka yang menerima bantuan serupa dari yayasan tersebut.

Ia kembali menekankan konsep pembangunan pentahelix—kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas, pebisnis, dan media—yang menjadi strategi menutupi keterbatasan fiscal daerah.

Harapan Baru untuk Siswa Bolawolon

Dengan beroperasinya fasilitas air bersih, pengeluaran sekolah untuk pembelian air dipastikan dapat ditekan, sementara akses air layak konsumsi membuka peluang peningkatan kesehatan siswa.

Peresmian ini sekaligus menjadi pengingat penting: layanan dasar di banyak sekolah di Sikka masih bergantung pada bantuan eksternal. Krisis anggaran daerah membuat kebutuhan mendasar seperti air bersih belum dapat sepenuhnya dijamin oleh pemerintah.

Bagi siswa SDN Bolawolon, aliran air bersih ini bukan sekadar fasilitas baru, melainkan harapan segar di tengah tantangan besar yang masih membayangi daerah mereka.»(rel)

PENKES

Keributan Nakes dan Keluarga Pasien di RSUD TC Hillers Berujung Damai, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Sikka

Keributan antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien di IGD RSU TC Hillers Maumere berakhir melalui penyelesaian secara kekeluargaan setelah kedua pihak dimediasi Dinas Kesehatan Sikka.

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus Juamat menjelaskan penyelesaian keributan antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien di RSU TC Hillers Maumere. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Keributan antara tenaga kesehatan (nakes) dan keluarga pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, pada 30 Agustus 2026, berakhir melalui penyelesaian secara kekeluargaan pada Jumat, 11 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus Juamat, menjelaskan persoalan bermula ketika tenaga kesehatan sedang menangani pasien di IGD. Saat petugas melakukan tindakan medis, termasuk pemasangan infus, keluarga pasien mengajukan sejumlah pertanyaan. Namun, pertanyaan tersebut tidak langsung direspons karena petugas sedang fokus menangani pasien.

Situasi kemudian memanas setelah salah seorang anggota keluarga pasien mengeluarkan perkataan yang dianggap menyinggung tenaga kesehatan. Adu mulut pun terjadi dan berkembang menjadi keributan.

Petugas rumah sakit yang berada di lokasi kemudian menengahi kedua pihak. Situasi dapat diredam sehingga pelayanan di IGD tetap berlangsung.

Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas

Menurut Petrus, penyelesaian awal di rumah sakit saat itu dilakukan untuk meredakan situasi. Namun, tenaga kesehatan yang merasa dirugikan belum menerima penyelesaian tersebut dan menolak upaya berjabat tangan dari pihak keluarga pasien sebagai bentuk permintaan maaf.

Tenaga kesehatan tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada Direktur RSU TC Hillers dan menyampaikan rencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Direktur RSU TC Hillers selanjutnya meminta bantuan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Petrus kemudian memanggil tenaga kesehatan yang terlibat untuk meminta keterangan.

“Dalam keterangannya, yang bersangkutan meminta agar persoalan ini diproses secara hukum. Yang kedua, pelaku harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka,” kata Petrus, Jumat (11/9/2026).

Setelah mendengarkan keterangan tersebut, Petrus mempertemukan kedua pihak. Pihak keluarga pasien hadir bersama ayah dan anggota keluarga lainnya.

Ibu Alfonsius Kenang Putranya yang Gugur Ditembak di Papua

Dalam pertemuan itu, pihak yang terlibat mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan tenaga kesehatan, Direktur RSU TC Hillers, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Pihak keluarga juga meminta agar persoalan tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum dan diselesaikan secara kekeluargaan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Setelah melalui mediasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan saling memaafkan.

Petrus mengatakan penyelesaian tersebut menjadi kesepakatan kedua pihak untuk mengakhiri persoalan yang terjadi di IGD RSU TC Hillers.

Dengan kesepakatan tersebut, rencana membawa persoalan ke ranah hukum tidak dilanjutkan dan kedua pihak memilih penyelesaian secara kekeluargaan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

PALUE Bangkit dari Gempa, Polisi Edukasi Siswa SDN Uwa I soal Keselamatan Lalu Lintas

Polisi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I Palue, termasuk cara menyeberang jalan, larangan bermain di jalan, serta pentingnya helm dan sabuk pengaman.

Published

on

Polisi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

MAUMERE, GardaFlores — Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana bersama anggota Satuan Lalu Lintas Polres Sikka Aipda Paulus Nong Sendi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I, Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, 26 Agustus 2026.

Edukasi tersebut diberikan di tengah proses pemulihan masyarakat Palue setelah gempa bumi. Para siswa dibekali pengetahuan dasar tentang cara berjalan, menyeberang jalan, serta menggunakan kendaraan dengan aman.

Polisi mengingatkan siswa agar tidak berjalan di tengah badan jalan. Jika tersedia, siswa diminta menggunakan trotoar atau berjalan di bahu jalan dengan tetap memperhatikan kendaraan yang melintas.

Donatur Surabaya Kirim 13 Ton Beras, 20 Tandon Air dan Ratusan Sepatu untuk Korban Gempa Flores

Saat menyeberang, siswa diajarkan untuk berhenti terlebih dahulu, melihat ke kiri, melihat ke kanan, kemudian melihat kembali ke kiri sebelum menyeberang. Polisi juga mengingatkan siswa untuk memilih lokasi penyeberangan yang aman, termasuk menggunakan zebra cross jika tersedia.

Para siswa juga diminta tidak bermain di jalan, termasuk bermain bola, kejar-kejaran, maupun layang-layang, karena aktivitas tersebut dapat membahayakan keselamatan.

Bagi siswa yang dibonceng menggunakan sepeda motor, polisi mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar SNI. Sementara ketika berada di dalam mobil, anak-anak diminta menggunakan sabuk pengaman.

Polisi juga mengingatkan agar sepeda motor tidak digunakan untuk membonceng tiga orang. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa satu sepeda motor maksimal digunakan oleh dua orang.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 8.645 Rumah Terdampak Gempa

Selain perilaku aman di jalan, siswa diperkenalkan dengan sejumlah rambu dan tanda lalu lintas dasar. Lampu merah berarti berhenti, kuning berarti hati-hati atau bersiap, sedangkan hijau berarti jalan. Polisi juga menjelaskan fungsi zebra cross sebagai tempat penyeberangan.

Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi yel-yel sehingga siswa lebih mudah mengikuti kegiatan. Para siswa tampak antusias selama sosialisasi berlangsung.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut berjalan lancar dan mendapat respons dari kepala sekolah, guru, serta siswa SDN Uwa I.

Edukasi keselamatan lalu lintas itu menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan pemahaman kepada anak-anak agar lebih disiplin dan berhati-hati ketika berangkat maupun pulang sekolah, termasuk saat menggunakan kendaraan bersama orang tua.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Mahasiswa Desil 1-5 di Sikka Disiapkan Beasiswa hingga Tamat Kuliah

Mahasiswa dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 5 di Sikka yang memenuhi persyaratan disiapkan mendapat dukungan beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026), dan menyampaikan rencana beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat dari kategori desil 1 hingga desil 5.

MAUMERE, GardaFlores Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Dukungan tersebut disiapkan agar mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan kuliah.

Rencana itu disampaikan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).

Juventus mengatakan keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak Sikka untuk berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Pemerintah akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, khususnya yang berada pada desil 1 sampai desil 5. Beasiswa ini kita siapkan agar mahasiswa dapat mengikuti pendidikan sampai tamat,” ujar Juventus.

Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup

Ia meminta mahasiswa yang memperoleh kesempatan tersebut memanfaatkannya dengan kesungguhan dan tanggung jawab.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah membantu membuka jalan, tetapi mahasiswa sendiri yang harus berjalan dan berjuang untuk mencapai masa depan,” tegasnya.

Dalam pembekalan tersebut, Juventus juga mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, menurutnya, menuntut lulusan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

“Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata. Karena itu, pendidikan vokasi menjadi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan,” jelasnya.

Mahasiswa, terutama peserta pendidikan vokasi, didorong membangun kompetensi, keterampilan, karakter, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta kemampuan melihat peluang.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah

Juventus juga meminta mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja sebagai pencari kerja, tetapi memiliki kemampuan dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha serta lapangan pekerjaan.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk membangun daerah. Sikka membutuhkan anak-anak muda yang terampil dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tandasnya.

Pembekalan mahasiswa baru tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending