POLITIK
Aliansi Mahasiswa dan Pedagang Tolak Penutupan Pasar Wuring, Sebut Kebijakan Pemkab Sikka Cacat Hukum
Maumere GardaFlores — Sejumlah organisasi mahasiswa bersama pedagang menolak kebijakan Pemerintah Kabupaten Sikka yang memerintahkan penghentian aktivitas di Pasar Wuring. Mereka menilai keputusan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang sah dan berpotensi melanggar prinsip-prinsip pemerintahan yang baik.
Penolakan disampaikan oleh Aliansi GMNI Sikka, Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (BEM IFTK) Ledalero, dan perwakilan pedagang dalam konferensi pers di Maumere, Senin (3/11/2025).
Mereka memprotes Surat Penjabat Bupati Sikka Nomor B.Ekon 511/104/XI/2023 yang mengatur penghentian kegiatan perdagangan di Pasar Wuring.
Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Iko, menilai kebijakan itu sewenang-wenang dan merugikan ratusan pedagang kecil.

Dasar Hukum Dinilai Tidak Sah
Aliansi menyoroti penggunaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Sikka sebagai dasar penerbitan surat tersebut. Mereka menyebut, dokumen RDTR itu belum terdaftar secara resmi di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Menurut data Kementerian ATR, RDTR Kabupaten Sikka belum tercatat secara resmi. Karena itu, tidak seharusnya digunakan sebagai dasar hukum kebijakan,” ujar perwakilan BEM IFTK Ledalero.
Aliansi juga menilai Peraturan Bupati RDTR Nomor 12 Tahun 2023, yang menjadi rujukan utama, disahkan hanya beberapa hari sebelum surat penghentian diterbitkan dan bahkan telah dicabut setahun kemudian. Kondisi ini disebut memperkuat dugaan bahwa peraturan tersebut hanya dijadikan legitimasi administratif semata.
Diduga Langgar Asas Pemerintahan yang Baik
Kebijakan penutupan pasar dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, khususnya terkait asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB).
Aliansi mengingatkan bahwa CV Bengkunis Jaya, pengelola Pasar Wuring, telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sejak Desember 2021. Namun, pemerintah daerah disebut tidak melakukan verifikasi dan tidak membuka dialog sebelum mengeluarkan surat penghentian.
“Ini bukan hanya soal legalitas, tapi juga keadilan. Pemerintah tidak bisa menutup sumber penghidupan rakyat kecil tanpa dasar yang jelas,” kata salah seorang pedagang.

Tindakan Represif Diprotes
Aliansi juga mengecam langkah Satpol PP Kabupaten Sikka yang disebut bersiap melakukan blokade terhadap area pasar, meskipun perkara masih dalam proses Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung.
Tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang dan berpotensi menimbulkan keresahan sosial.
Sedikitnya 250 pedagang terancam kehilangan mata pencaharian jika pasar ditutup. Berdasarkan hasil penelitian tim IFTK Ledalero, sebagian pedagang yang berpindah ke Pasar Alok mengalami penurunan pendapatan signifikan.
Lima Tuntutan Aliansi
Aliansi menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah daerah dan kementerian terkait:
- Mencabut surat penghentian aktivitas pasar yang dinilai cacat hukum.
- Melakukan audit atas penerbitan RDTR 2023.
- Menolak pelaksanaan eksekusi penutupan pasar sebelum ada putusan hukum tetap.
- Membuka ruang dialog antara Pemkab Sikka dan pedagang.
- Meminta Kementerian Dalam Negeri dan ATR/BPN turun langsung melakukan evaluasi di Sikka.
Dalam seruan akhir, aliansi menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan penolakan terhadap hukum, melainkan terhadap ketidakadilan.
“Pasar Wuring adalah sumber kehidupan rakyat. Kehidupan rakyat tidak boleh dikorbankan oleh kebijakan yang cacat hukum,” demikian pernyataan penutup mereka.»(rel)
POLITIK
Kantor Bupati Sikka Rusak Berat, Aktivitas Pemerintahan Dipindah ke Posko BPBD
Kantor Bupati Sikka mengalami kerusakan berat akibat gempa. Aktivitas pemerintahan dan koordinasi penanganan bencana dipindahkan ke Pos Tanggap Darurat BPBD Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Kantor Bupati Sikka mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, (15/8/2026). Aktivitas pemerintahan dan koordinasi penanganan bencana Kabupaten Sikka kemudian dipindahkan ke Pos Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi, dan Plt. Sekretaris Daerah Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa menjalankan aktivitas pemerintahan dan koordinasi penanganan bencana dari posko tersebut.
Dari Pos Tanggap Darurat BPBD, pemerintah daerah melakukan koordinasi terkait penanganan wilayah terdampak, distribusi bantuan, kebutuhan pengungsi, serta pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat.
Bupati Juventus mengatakan kerusakan kantor tidak menghentikan aktivitas pemerintahan.
“Kantor Bupati memang mengalami kerusakan berat. Tetapi pemerintahan tidak boleh berhenti. Kita harus tetap bekerja, melayani masyarakat dan memastikan seluruh penanganan bencana berjalan dengan baik. Untuk sementara, kami berkantor dan melakukan koordinasi dari Pos Tanggap Darurat BPBD,” kata Juventus.
Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tetap bekerja bersama masyarakat selama penanganan bencana.
Istri Bupati Sikka Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Lela
“Kita sedang menghadapi situasi yang tidak mudah. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah harus hadir bersama masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa sendiri menghadapi bencana ini,” tegasnya.
Pemkab Sikka mengerahkan perangkat daerah bersama BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam penanganan dampak gempa.
Koordinasi dari posko juga digunakan untuk menghimpun laporan dari wilayah terdampak sebagai bahan pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat.
Pemkab Sikka mengimbau masyarakat mengacu pada informasi resmi pemerintah dan tidak menyebarkan informasi kebencanaan yang belum terverifikasi.
Aktivitas pemerintahan dan penanganan bencana Kabupaten Sikka selanjutnya dipusatkan sementara di Pos Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka.»(rel)
POLITIK
Fraksi Garda Solidaritas Setujui KUA-PPAS Sikka 2027, Minta APBD Fokus pada Rakyat
Fraksi Garda Solidaritas DPRD Sikka menyetujui KUA-PPAS 2027, tetapi meminta pemerintah memastikan APBD berorientasi pada pelayanan publik, pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores — Fraksi Garda Solidaritas DPRD Kabupaten Sikka menyetujui Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Sikka Tahun Anggaran 2027. Persetujuan itu disertai sejumlah catatan mengenai pengelolaan pendapatan, belanja, pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Sikap tersebut disampaikan Christian B. Gama Putra dalam pendapat akhir Fraksi Garda Solidaritas di ruang sidang utama DPRD Sikka, Kamis, 13 Agustus 2026.
Fraksi meminta Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan APBD 2027 tidak hanya memenuhi prosedur penganggaran, tetapi memberikan manfaat yang dapat diukur bagi masyarakat. “APBD bukan sekadar angka-angka dalam dokumen perencanaan. APBD adalah uang rakyat yang harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” demikian sikap fraksi.
Dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Fraksi Garda Solidaritas meminta pemerintah memperluas basis pendapatan tanpa menambah beban masyarakat. Upaya peningkatan PAD didorong melalui pembenahan sistem pemungutan, digitalisasi pelayanan, penertiban objek pajak dan retribusi serta optimalisasi aset daerah.
Fraksi juga meminta setiap belanja pemerintah memiliki indikator kinerja dan hasil yang jelas. Program yang dinilai tidak produktif perlu dievaluasi, sementara pelayanan dasar dan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas.
APBD Sikka 2027 Defisit Rp58,8 Miliar, Pemda Diminta Selektif Kelola Anggaran
Di bidang pendidikan, pemerintah diminta memperhatikan pemerataan sarana dan prasarana, dukungan terhadap tenaga pendidik, pendidikan anak usia dini serta kesenjangan akses antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Untuk sektor kesehatan, perhatian diarahkan pada ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, fasilitas rumah sakit dan puskesmas, termasuk pelayanan di wilayah terpencil dan kepulauan. Fraksi juga meminta penguatan program pencegahan stunting serta pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Fraksi Garda Solidaritas turut menyoroti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, air bersih dan sanitasi. Pemerintah diminta menetapkan prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan dan pemerataan wilayah serta memperketat pengawasan kualitas pekerjaan.
Sektor pertanian, peternakan, perikanan dan usaha kecil juga diminta mendapat dukungan melalui sarana produksi, akses permodalan, penguatan kelembagaan, pengolahan hasil dan perluasan akses pasar.
Dalam penanganan kemiskinan, fraksi meminta pemerintah menggunakan data yang akurat agar bantuan sosial tepat sasaran. Selain bantuan, program pemberdayaan ekonomi dinilai perlu diperkuat agar masyarakat miskin memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Fraksi Perindo Soroti APBD Sikka 2027, Minta Anggaran Fokus pada Kebutuhan Rakyat
Fraksi juga mengingatkan pemerintah agar belanja aparatur tetap efisien sehingga tidak mengurangi ruang fiskal untuk pelayanan publik dan pembangunan. Transparansi, akuntabilitas dan pencegahan korupsi diminta diterapkan dalam seluruh tahapan pengelolaan APBD.
Meskipun menyetujui KUA-PPAS APBD Sikka 2027, Fraksi Garda Solidaritas menegaskan persetujuan tersebut bukan cek kosong. Fraksi menyatakan akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran setelah APBD ditetapkan.
Seluruh masukan fraksi diminta menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam penyusunan RKA-SKPD dan RAPBD Sikka 2027. Fraksi menilai pelaksanaan anggaran menjadi tahap penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.»(rel)
POLITIK
Fraksi Perindo Soroti APBD Sikka 2027, Minta Anggaran Fokus pada Kebutuhan Rakyat
Fraksi Perindo menyetujui KUA-PPAS APBD Sikka 2027 dengan catatan. Pemerintah diminta memperketat belanja, mengoptimalkan PAD dan aset daerah, serta memperkuat pelayanan publik.
MAUMERE, GardaFlores — Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Sikka menyoroti struktur Rancangan KUA dan PPAS APBD Sikka 2027 yang dinilai memiliki ruang fiskal terbatas. Fraksi meminta pemerintah memastikan belanja daerah tidak hanya mengejar serapan, tetapi menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Pandangan Fraksi Perindo disampaikan Marthen Luter Adji dalam rapat DPRD Sikka, Kamis malam, 13 Agustus 2026. Fraksi mencatat pendapatan dan belanja daerah dalam rancangan KUA-PPAS 2027 masing-masing sekitar Rp1,15 triliun.
Dalam rancangan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan sekitar Rp123,44 miliar. Sementara belanja pegawai mencapai sekitar Rp677,80 miliar dan belanja modal sekitar Rp40,87 miliar.
“Yang kita minta bukan sekadar tertib administrasi anggaran, tetapi kejujuran dalam merencanakan uang rakyat,” kata Marthen.
Fraksi Perindo mempertanyakan sejumlah alokasi anggaran di tengah keterbatasan fiskal, salah satunya rencana renovasi Gelora Samador senilai sekitar Rp12 miliar. Fraksi menyatakan mendukung keberadaan fasilitas olahraga tersebut, tetapi meminta pemerintah mempertimbangkan kembali skala dan tahapan renovasinya.
Menurut fraksi, renovasi dapat dilakukan bertahap dengan memprioritaskan bagian yang paling mendesak. Pemerintah juga diminta mempertimbangkan kebutuhan lain seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, penguatan PAD dan pelayanan publik.
PDI Perjuangan Soroti APBD Sikka 2027, Minta Anggaran Fokus pada Ekonomi Rakyat
Fraksi Perindo juga meminta pemerintah mengoptimalkan aset daerah untuk meningkatkan PAD. Sejumlah aset, termasuk pabrik es yang rusak serta fasilitas SPBU yang tidak beroperasi, disebut perlu dipetakan berdasarkan kondisi, status, nilai ekonomi, biaya pemulihan dan potensi penerimaannya.
Selain aset, Fraksi Perindo meminta pembenahan sistem pajak dan retribusi, pengelolaan parkir dan pasar, serta pembaruan basis data pajak. Menurut fraksi, peningkatan PAD harus didukung data yang akurat dan sistem penagihan yang efektif.
Dalam rancangan APBD 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen, tingkat kemiskinan 10,76 persen, Indeks Pembangunan Manusia 73,73, tingkat pengangguran terbuka 2,47 persen, dan Gini Ratio 0,323.
Fraksi Perindo meminta target tersebut diterjemahkan ke dalam program yang memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, koperasi, pariwisata, ekonomi kreatif, hilirisasi produk lokal dan digitalisasi ekonomi.
Fraksi juga menyoroti besarnya belanja pegawai. Pemenuhan hak ASN, PPPK, dan PPPK paruh waktu disebut tetap harus sesuai ketentuan, tetapi perlu diikuti produktivitas dan peningkatan pelayanan publik.
132 UMKM Ikuti Sosialisasi KUR di Ngada, Bank NTT Diminta Pastikan Akses Kredit Transparan
Pemerintah diminta memetakan tugas, fungsi, kompetensi dan beban kerja aparatur. Penugasan aparatur dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan dan peningkatan PAD, termasuk pendataan serta penagihan pajak, pengelolaan parkir, pelayanan administrasi, pendampingan UMKM dan koperasi, serta sektor pertanian, peternakan dan perikanan.
Dalam bidang pelayanan kesehatan, Fraksi Perindo meminta pemerintah memperbaiki kualitas pelayanan rumah sakit. Fraksi juga mendorong optimalisasi fasilitas yang tersedia, penyediaan rumah singgah bagi keluarga pasien dari wilayah jauh, serta peningkatan perhatian terhadap pelayanan kesehatan jiwa.
Fraksi Perindo selanjutnya mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Fraksi meminta tidak ada rekayasa kebutuhan, penggelembungan anggaran, kegiatan yang tidak prioritas, maupun belanja tanpa dasar kebutuhan yang jelas.
Meskipun menyampaikan sejumlah catatan, Fraksi Perindo menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan KUA dan PPAS APBD Sikka 2027 untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Fraksi meminta pemerintah mempertajam prioritas anggaran, meningkatkan PAD, mengoptimalkan aset daerah, memperbaiki pelayanan publik, menata aparatur, memperkuat ekonomi lokal, dan memperketat penyusunan RKA.»(rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
