Connect with us

INFOGRAFIS

Ini Jumlah Pemilih Per Kecamatan di Sikka

Published

on

PEMILIH SIKKA

Maumere, gardaflores.com – Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kabupaten Sikka untuk Pilkada telah ditetapkan sebanyak 245.187 pemilih. Para pemilih ini disebar pada 556 TPS di 194 Desa/Kelurahan yang ada di 21 Kecamatan.

Penetapan itu dilakukan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara di Aula Heinrich Puskopdit Swadaya, Maumere, Sabtu (10/8/2024) lalu.

 
BACA JUGA
DPS Kabupaten Sikka Sebanyak 245.187 Pemilih

 

Sesuai Berita Acara (BA) Rapat Pleno Rekapitulasi DPS, diketahui jumlah pemilih paling banyak terdapat di Kecamatan Alok Timur. Di kecamatan dalam Kota Maumere ini tercatat pemilih sebanyak 24.558 orang. Mereka akan menggunakan hak pilih pada 27 November 2024 di 53 TPS.

Urutan kedua ditempati Kecamatan Alok. Jumlah pemilih yang tercatat  di kecamatan dalam Kota Maumere ini sebanyak  23.738 orang. Mereka akan disebar pada 44 TPS di wilayah itu.

Urutan ketiga ditempati Kecamatan Waigete. Di wilayah ini, terdapat 18.514 pemilih. Mereka akan menggunakan hak pilih di 39 TPS.

Sementara pemilih paling sedikit terdapat di Kecamatan Nelle. Di wilayah ini hanya ada 4.773 pemilih. Mereka disebar pada 9 TPS. Menyusul Kecamatan Koting dengan jumlah pemilih sebanyak 5.136 orang. Mereka disebar pada 13 TPS. 

Selanjutnya, Kecamatan Mapitara dengan jumlah pemilih sebanyak 5.359 orang. Mereka akan menggunakan hak pilih di 11 TPS.

»(fer)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INFOGRAFIS

9.185 Rumah Rusak, Korban Gempa Sikka Bertambah Menjadi 55 Orang

BPBD Kabupaten Sikka mencatat 9.185 rumah mengalami kerusakan akibat Gempa Flores hingga pemutakhiran data 3 September 2026. Jumlah korban mencapai 55 orang dan 3.645 warga masih mengungsi.

Published

on

Pemutakhiran data Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka mencatat 9.185 rumah mengalami kerusakan dan 55 orang menjadi korban hingga 3 September 2026.

MAUMERE, GardaFlores Jumlah rumah warga yang terdampak Gempa Flores di Kabupaten Sikka terus bertambah. Berdasarkan pemutakhiran data per 3 September 2026, sebanyak 9.185 rumah tercatat mengalami kerusakan, sementara jumlah korban mencapai 55 orang.

Data tersebut dirilis Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka melalui BPBD Kabupaten Sikka pada Jumat (4/9/2026).

Dari total 9.185 rumah, sebanyak 4.248 unit merupakan data tahap pertama yang sedang menjalani proses verifikasi dan validasi oleh tim enumerator. Rinciannya terdiri atas 939 rumah rusak berat, 852 rusak sedang, dan 2.457 rusak ringan.

Sementara itu, data tahap kedua mencatat tambahan 4.937 rumah terdampak. Data tersebut masih dalam proses pemadanan Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. Rinciannya, 719 rumah rusak berat, 1.122 rusak sedang, dan 3.096 rusak ringan.

Jika kedua tahap pendataan tersebut digabungkan, jumlah sementara rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai 9.185 unit.

Data korban juga mengalami perubahan dibandingkan pemutakhiran sebelumnya. Hingga 3 September 2026, jumlah korban tercatat 55 orang, terdiri atas enam orang meninggal dunia, 26 orang mengalami luka berat, dan 23 orang luka ringan.

Jumlah penduduk terdampak tercatat 352.794 jiwa, dengan komposisi 49 persen laki-laki dan 51 persen perempuan.

Sementara itu, 3.645 jiwa dari 972 kepala keluarga masih berada di pengungsian.

Sebagian besar pengungsi berada di Pulau Palue. Sebanyak 3.340 jiwa dari 892 kepala keluarga masih tersebar di Posko Rokirole, Nitunglea, dan Lidi.

Pascagempa Ngada, PMI Turunkan Tim Medis dan Relawan untuk Pemulihan Trauma Warga

Di Kecamatan Kangae, jumlah pengungsi tercatat 236 jiwa dari 60 kepala keluarga. Mereka tersebar di delapan posko, yakni Habi, Meken Detung, Teka Iku, Watumilok, Langir, Tana Duen, Watuliwung, dan Blata Tatin.

Kecamatan Nita mencatat 69 pengungsi dari 20 kepala keluarga yang berada di Posko Dusun Surajawa dan Posko Riit.

Selain permukiman warga, gempa juga merusak fasilitas publik. Data sementara mencatat 291 fasilitas umum terdampak, terdiri atas 75 bangunan pemerintah, 91 fasilitas kesehatan, 38 fasilitas pendidikan, delapan ruas jalan, 10 unit prasarana, dan 79 rumah ibadah.

Pemutakhiran data masih berlangsung, terutama terhadap 4.937 rumah pada tahap kedua yang masih menjalani pemadanan data kependudukan. Dengan demikian, jumlah 9.185 rumah rusak masih merupakan data sementara dan dapat berubah setelah proses pendataan, verifikasi, serta pemadanan administrasi selesai.»(rel)

Continue Reading

INFOGRAFIS

Mulai 28 Maret 2026, Pemerintah Larang Anak Di Bawah 16 Tahun Punya Akun Medsos

Published

on

Continue Reading

INFOGRAFIS

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Siaran Tengah Malam Hingga Pagi, Siap-Siap Atur Waktu Nonton!

Published

on

Jakarta, GardaFlores—FIFA akhirnya merilis jadwal lengkap Piala Dunia 2026. Namun, jadwal ini langsung dianggap sebagai tantangan besar bagi para penonton di Indonesia, terutama pekerja kantoran dan masyarakat kelas menengah bawah. Hal ini terjadi karena perbedaan waktu Indonesia dengan tiga negara tuan rumah—Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko—yang mencapai 11 sampai 15 jam.

Ketua panitia turnamen, Manolo Zubiria, sebagaimana yang dilansir AFP menjelaskan bahwa penyusunan jadwal sudah melalui banyak pertimbangan. Mulai dari kesiapan tim, waktu pemulihan pemain, kondisi iklim, hingga lokasi pertandingan yang tersebar di 16 kota dan tiga negara. Menurutnya, panitia juga berusaha mengurangi jarak perjalanan bagi tim dan suporter, serta mencari waktu kick-off terbaik untuk setiap kota, meski tetap terikat pada perbedaan zona waktu.

Mulai Tengah Malam Hingga Siang Bolong

Di babak penyisihan, pertandingan paling cepat untuk penonton Indonesia dimulai pada pukul 24.00 WITA. Sementara laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan akan dimulai pukul 03.00 dini hari pada 12 Juli 2026. Waktu menonton tengah malam sebenarnya bukan hal asing bagi pecinta sepak bola tanah air yang sering menyaksikan pertandingan liga-liga Eropa. Namun masalah mulai muncul karena banyak pertandingan Piala Dunia 2026 justru berlangsung pada pagi hari, seperti pukul 06.00, 08.00, 09.00, 10.00, hingga 12.00 WITA.

Sebagai contoh, pertandingan Argentina melawan Aljazair digelar pukul 09.00 dan berakhir sekitar pukul 11.00 WITA. Jadwal seperti ini jelas menyulitkan pekerja kantoran karena waktu pertandingan bertabrakan dengan jam kerja. Situasi ini membuat banyak penonton harus memilih antara fokus bekerja atau mencuri waktu untuk menyaksikan laga favorit.

Meski begitu, ada sedikit kabar baik bagi para penggemar sepak bola. Pertandingan semifinal dan final akan dimulai pada pukul 03.00 WITA. Dengan begitu, penonton Indonesia masih bisa menyaksikan pertandingan penting tersebut tanpa harus meninggalkan pekerjaan, meskipun tetap harus menanggung risiko mengantuk di pagi hari.

Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan total 48 tim dari berbagai negara. Semua peserta akan dibagi ke dalam 12 grup dan berebut tiket ke babak gugur, mulai dari 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal, hingga mencapai partai puncak. Laga final dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.

Dengan jadwal yang cukup berat ini, para penggemar sepak bola di Indonesia perlu menyiapkan strategi agar tetap bisa menikmati Piala Dunia tanpa mengganggu aktivitas harian.»(*/bert)

Continue Reading

Trending