Connect with us

HUMANIORA

Yayasan Bapa Bangsa Sumbang 2.890 Lembar Seng untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi di Talibura

Published

on

Maumere, GardaFlores—Yayasan Bapa Bangsa memberikan sumbangan seng sebanyak 2.890 lembar untuk warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi di wilayah Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh pimpinan Yayasan Bapa Bangsa, Melkias Markus Mekeng kepada Pj. Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera di Aula Paroki Boganatar, Kecamatan Talibura, Senin (10/02/2025).

Penyerahan bantuan ini dihadiri sejumlah pejabat antara lain Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Robi Bapa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Gorgonius Nago Bapa, Pj. Sekda Sikka, Margaretha M. Da Maga Bapa, Camat Talibura, Lazarus Gunter, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

Baca juga:
Warga Desa Maluriwu Kerja Bakti Perbaiki Jalan Rusak, Camat Palue: Kami Sudah Lapor ke Kabupaten!

Bantuan yang diserahkan oleh Melkias Markus Mekeng yang akrab disapa Melky Bapa ini merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) dari Yayasan Bapa Bangsa. Seng ini akan digunakan untuk membantu warga yang rumahnya rusak akibat erupsi di lima desa yang tersebar di Kecamatan Talibura.

Melky Bapa mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan membantu mereka membangun kembali rumah mereka yang rusak.

“Sebagai wakil rakyat, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk hadir dan membantu masyarakat, khususnya dalam situasi sulit seperti bencana alam. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan penderitaan mereka,” kata Melky Bapa yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi X DPR-RI.

Selain menyalurkan bantuan material, Melky juga mengadakan sesi evaluasi dan penguatan program kegiatan MPR di daerah tersebut. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga:
Peran Jurnalis Dalam Mengkritisi Rawan Pangan

“Kita harus terus memperkuat solidaritas dan gotong royong. Pemulihan pasca-bencana memerlukan dukungan dari berbagai pihak, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Pj. Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera, menyampaikan terima kasih kepada Melkias Markus Mekeng atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Sikka.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang terdampak erupsi. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar,” ujar Adrianus.

Baca juga:
Tim Advokasi FKM Flobamora Desak Polres Sikka Tangkap Provokator Kasus Tanah Nangahale

Tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan rasa syukur dan berharap dukungan serupa terus diberikan hingga warga benar-benar pulih dari dampak bencana.

Acara penyerahan bantuan ini ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk syukur dan harapan agar masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Pria di Wairkoja Sikka Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Gantung Diri

Diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia.

Published

on

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026). FOTO: IST

SIKKA, GardaFlores — Seorang pria berinisial YF (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kloang Lagot, RT 010/RW 005, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga merupakan kasus gantung diri.

Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sebelum dilaporkan ke aparat setempat. Lokasi kejadian kemudian langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan awal.

Kasihumas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026).

Dari keterangan awal yang dihimpun, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.

Polres Sikka menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait peristiwa tersebut sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.

Published

on

HKN pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.

HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.

Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.

Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.

Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.

Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.

Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.

Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi di Pantai Nangamerah, Alami Luka Serius

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama.

Published

on

Serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.

Korban berinisial NN (61), seorang petani, diserang saat berada di laut dan sempat digigit sebelum berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah.

Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 18.00 WITA untuk mandi di laut. Sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi terluka.
“Korban pulang sekitar pukul 19.00 WITA dengan kondisi mengalami luka akibat gigitan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Bernadeta Bona (47), serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan.

Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka gigitan yang memerlukan penanganan lanjutan, sehingga korban dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap.

Laporan kejadian diterima Kepolisian Sub Sektor Nebe. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban, serta memeriksa saksi, antara lain Bernadeta Bona (47), Petrus Amerson (21), dan Rodesta Nurak (19).

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama. Korban juga diketahui baru pertama kali beraktivitas mandi di area tersebut.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.

Aparat kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi guna mencegah insiden serupa.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending