Connect with us

HUMANIORA

Hingga Pekan Kedua Februari, Sudah 50 Warga Kabupaten Sikka Terserang DBD

Published

on

Maumere, GardaFlores—Hingga pekan kedua Februari 2025, sebanyak 50 warga Kabupaten Sikka, dilaporkan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebagian besar sudah sembuh, sementara 6  enam orang masih menjalani perawatan.

Demikian disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus kepada media di maumere, Senin (10/2/2025).

Herlemus mengatakan, dari 50 kasus ini, 35 orang dirawat di RSUD TC Hillers Maumere, 14 orang di RSU St. Gabriel Kewapante, dan 1 orang di Puskesmas.

Ia menjelaskan, sebagian besar pasien DBD adalah anak-anak. Ia merincikan, sebanyak 33 orang berusia antara 5 hingga 15 tahun, 12 orang berusia 1 hingga 4 tahun, dan 5 orang berusia lebih dari 15 tahun.

Baca juga:
Yayasan Bapa Bangsa Sumbang 2.890 Lembar Seng untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi di Talibura

Menurutnya, walau sudah ada 50 orang yang terserang, tetapi jumlah kasus DBD di awal tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tetapi, katanya, penurunan tersebut belum signifikan.

Lebih jauh ia mengatakan, tahun 2024 lalu, total kasus DBD di Kabupaten Sikka tercatat sebanyak 821 kasus dengan 4 korban jiwa.

Puskesmas dengan Kasus Tertinggi

Herlemus mengatakan, kasus DBD terbanyak tercatat di Puskesmas Kopeta dengan 12 kasus, diikuti oleh Puskesmas Wolomarang (6 kasus), dan Puskesmas Nelle serta Waigete (masing-masing 5 kasus). Selain itu, sejumlah Puskesmas lainnya seperti Puskesmas Kewapante, Waipare, Beru, dan Nita masing-masing melaporkan 3 hingga 4 kasus. Sementra itu 8 Puskesmas lainnya yakni Paga, Teluk, Magepanda, Watubaing, Bola, Hewokloang, Habibola, dan Boganatar masing-masing mencatat satu kasus.

Baca juga:
Peran Jurnalis Dalam Mengkritisi Rawan Pangan

Herlemus menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan DBD, salah satunya dengan menggiatkan program 3 M Plus (Menguras, Menutup, dan Membersihkan tempat-tempat penampungan air). Namun, ia juga menekankan bahwa kesadaran masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah preventif tersebut sangat diperlukan agar kasus DBD dapat ditekan lebih lanjut.

Dokter spesialis anak RSUD TC Hillers Maumere, dr. Mario B. Nara, Sp.A, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, masih ada 6 anak yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Mario menjelaskan bahwa pada bulan Desember 2024, pihak rumah sakit menangani 40 anak yang terjangkit DBD, sementara pada bulan Januari 2025, jumlahnya turun menjadi 32 anak, dan pada Februari 2025 hingga 10 Februari tercatat 11 anak.

Baca juga:
Warga Desa Maluriwu Kerja Bakti Perbaiki Jalan Rusak, Camat Palue: Kami Sudah Lapor ke Kabupaten!

“Anak-anak lebih rentan terhadap DBD karena sistem imun mereka belum sempurna. Setelah dirawat 5-7 hari, kondisi anak yang terjangkit DBD biasanya membaik jika trombositnya sudah naik di atas 1.000,” ujar dr. Mario.

Dokter Mario juga mengingatkan orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mereka mengalami gejala seperti demam lebih dari tiga hari, nyeri pada tulang, serta tanda pendarahan seperti darah di hidung, gusi, atau kulit. Jika trombosit pasien menurun, maka DBD harus dicurigai dan segera dilakukan pemeriksaan lanjutan.»

(rel)

HUMANIORA

Pria di Wairkoja Sikka Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Gantung Diri

Diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia.

Published

on

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026). FOTO: IST

SIKKA, GardaFlores — Seorang pria berinisial YF (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kloang Lagot, RT 010/RW 005, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga merupakan kasus gantung diri.

Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sebelum dilaporkan ke aparat setempat. Lokasi kejadian kemudian langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan awal.

Kasihumas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026).

Dari keterangan awal yang dihimpun, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.

Polres Sikka menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait peristiwa tersebut sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.

Published

on

HKN pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.

HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.

Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.

Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.

Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.

Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.

Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.

Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi di Pantai Nangamerah, Alami Luka Serius

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama.

Published

on

Serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.

Korban berinisial NN (61), seorang petani, diserang saat berada di laut dan sempat digigit sebelum berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah.

Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 18.00 WITA untuk mandi di laut. Sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi terluka.
“Korban pulang sekitar pukul 19.00 WITA dengan kondisi mengalami luka akibat gigitan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Bernadeta Bona (47), serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan.

Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka gigitan yang memerlukan penanganan lanjutan, sehingga korban dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap.

Laporan kejadian diterima Kepolisian Sub Sektor Nebe. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban, serta memeriksa saksi, antara lain Bernadeta Bona (47), Petrus Amerson (21), dan Rodesta Nurak (19).

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama. Korban juga diketahui baru pertama kali beraktivitas mandi di area tersebut.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.

Aparat kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi guna mencegah insiden serupa.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending