Connect with us

PENKES

Taekwondo Sikka Kirim 13 Atlit ke Makassar

Pembinaan atlet tetap berjalan dengan dukungan orang tua.

Published

on

"Kami hadir bersama atlet dan orang tua untuk persiapan ke Makassar. Ini bukan sekadar bertanding, tapi proses pembinaan agar anak-anak terus berkembang dan tidak jenuh dalam latihan," kata Ferdinandus di Maumere, Minggu (21/6/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores – Taekwondo Kabupaten Sikka memberangkatkan 13 atlit ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengikuti Makassar Open Tournament Seri III yang berlangsung pada 26–29 Juni 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan atlet usia dini sekaligus ajang pengukuran kemampuan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Kontingen terdiri atas 13 atlet dan tiga official yang akan bertanding pada kategori prakadet A, B, dan C dengan rentang usia 8 hingga 12 tahun. Tim didampingi pelatih Yoseph Suherman serta official Gabriel Rudi Lameng bersama jajaran pelatih lainnya.

Pelatih Taekwondo Sikka sekaligus Koordinator Wasit Nasional Taekwondo Provinsi NTT, Ferdinandus Sixtus Siang, mengatakan keikutsertaan dalam turnamen luar daerah menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet yang telah dilakukan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun.

“Kami hadir bersama atlet dan orang tua untuk persiapan ke Makassar. Ini bukan sekadar bertanding, tapi proses pembinaan agar anak-anak terus berkembang dan tidak jenuh dalam latihan,” kata Ferdinandus di Maumere, Minggu (21/6/2026).

Menurut dia, kompetisi menjadi sarana bagi atlet untuk menguji kemampuan teknik, meningkatkan mental bertanding, serta memperoleh pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemkab Sikka Tanggung Kekurangan Dana Puskesmas Tuanggeo Setelah DAK Rp8 Miliar Gagal Tersalur

“Kami ingin anak-anak bisa mengasah mental dan kemampuan lewat pertandingan. Lawan mereka bukan hanya dari Sikka atau NTT, tapi dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Taekwondo Sikka merupakan salah satu cabang olahraga yang secara konsisten menyumbangkan prestasi bagi Kabupaten Sikka dalam berbagai ajang daerah maupun provinsi. Pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTT, cabang ini tercatat rutin meraih medali emas, perak, maupun perunggu.

Prestasi terbaru ditorehkan pada Kejuaraan Nasional Kadet Junior di Samarinda, Kalimantan Timur, 6–9 Mei 2026. Dalam ajang tersebut, atlet Taekwondo Sikka berhasil meraih medali perunggu pada kategori Grade A tingkat nasional.

Meski pembinaan terus berjalan, keberangkatan kontingen ke Makassar kali ini sepenuhnya ditopang dukungan orang tua atlet. Seluruh kebutuhan perjalanan dan partisipasi ditanggung secara swadaya.

“Ini murni swadaya. Kami sangat berterima kasih kepada orang tua yang tetap mendukung penuh anak-anak mereka untuk bertanding,” kata Ferdinandus.

Ia mengakui dukungan dari pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Sikka, dan KONI selama ini tetap ada. Namun, menurutnya, kebutuhan pembinaan atlet yang berkelanjutan memerlukan dukungan yang lebih memadai agar kesempatan mengikuti kompetisi dapat diakses lebih banyak atlet potensial.

“Kami berharap ada perhatian lebih, terutama pemerataan anggaran untuk cabang olahraga yang berpotensi berprestasi,” ujarnya.

Keberangkatan ke Makassar menjadi agenda kompetisi nasional kedua yang diikuti Taekwondo Sikka sepanjang tahun 2026. Hasil turnamen tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pelatih sekaligus tolok ukur perkembangan atlet muda yang dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan pada tingkat regional maupun nasional.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

23 Atlet Taekwondo Dojang Adhyaksa Sikka Berangkat ke Kejurnas di Jakarta

Sebanyak 23 atlet Taekwondo Dojang Adhyaksa Sikka akan tampil pada Kejurnas Danrem 052/Wijayakrama 2026 di Tangerang, Banten, 21–23 Agustus.

Published

on

“Suatu kebanggaan bahwa anak-anak kita dari Maumere ini bisa ikut di event nasional. Belum tentu di daerah lain ada yang ikut. Suatu kebanggaan juga bagi kami di Kejaksaan Negeri Sikka bahwa adik-adik kita selama ini latihan di Kejaksaan.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 23 atlet Taekwondo Dojang Adhyaksa Sikka akan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Danrem 052/Wijayakrama 2026 di Indoor Stadium, Tangerang, Banten, 21–23 Agustus 2026.

Kontingen Dojang Adhyaksa Sikka yang berangkat ke Jakarta berjumlah 27 orang, terdiri atas 23 atlet, dua pelatih, satu pendamping, dan satu penanggung jawab kontingen. Para atlet akan turun pada nomor kyorugi dan poomsae.

Penanggung Jawab Kontingen Dojang Adhyaksa Sikka, Sandry Parera, mengatakan keikutsertaan dalam kejurnas menjadi kesempatan bagi atlet Sikka untuk mengukur kemampuan dalam kompetisi tingkat nasional.

“Keikutsertaan di Kejurnas ini menjadi langkah penting bagi anak-anak untuk menambah pengalaman bertanding di tingkat nasional,” ujar Sandry.

Menurut dia, pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan mental, keberanian, disiplin, dan kemampuan atlet menghadapi tekanan kompetisi.

Namun, keberangkatan kontingen juga menghadapi persoalan pembiayaan. Sandry berharap Pemerintah Kabupaten Sikka, KONI Sikka, dan Forkopimda memberi perhatian terhadap pembinaan taekwondo dan olahraga prestasi di daerah.

“Harapan kami Pemda Sikka, KONI Sikka, dan Forkopimda dapat memberikan dukungan kepada anak-anak kami,” katanya.

Ia menilai dukungan pembiayaan dan pembinaan diperlukan agar atlet potensial dari Sikka dapat mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi tanpa terkendala keterbatasan biaya dan fasilitas.

Sandry optimistis para atlet dapat tampil maksimal dalam kejurnas tersebut.

“Saya optimis, anak-anak mampu berjuang maksimal membawa nama baik Nian Tanah Sikka dan NTT di kancah nasional,” ujarnya.

Taekwondo Sikka Kirim 13 Atlit ke Makassar

Dilepas Kajari Sikka

Kontingen Dojang Adhyaksa Sikka dilepas Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Armadha Tangdibali, S.H., M.H., di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Jumat (7/8/2026) pagi.

Pelepasan dihadiri jajaran Kejari Sikka, pelatih, atlet, dan orang tua atlet.

Armadha mengatakan keikutsertaan atlet asal Maumere dalam kompetisi nasional menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membawa nama daerah.

“Suatu kebanggaan bahwa anak-anak kita dari Maumere ini bisa ikut di event nasional. Belum tentu di daerah lain ada yang ikut. Suatu kebanggaan juga bagi kami di Kejaksaan Negeri Sikka bahwa adik-adik kita selama ini latihan di Kejaksaan,” katanya.

Menurut Armadha, fasilitas latihan yang tersedia di Kejaksaan Negeri Sikka masih memiliki keterbatasan. Meski demikian, ia mengapresiasi kemauan para atlet untuk terus berlatih.

“Walaupun kami sebatas menyiapkan tempat yang masih kurang representatif, tetapi kita wajib bersyukur karena adanya kemauan adik-adik ini untuk bisa lebih maju,” ujarnya.

Armadha juga menyoroti perjuangan pelatih dan orang tua dalam menyiapkan keberangkatan kontingen, terutama terkait pembiayaan.

“Saya paham betul keluh kesah pelatih. Luar biasa perjuangannya ke sana kemari terkait pendanaan. Dengan segala keterbatasan yang ada, akhirnya anak-anak ini bisa berangkat. Ini patut diapresiasi dan kita dukung bersama,” katanya.

13 Atlet Alok Taekwondo Club Sikka Berangkat ke Kejurnas dengan Dana Swadaya

Ia berharap para atlet dapat terus berkembang setelah mengikuti kejurnas dan memiliki kesempatan tampil di level yang lebih tinggi.

“Mudah-mudahan adik-adik ini bukan cuma mewakili Kabupaten Sikka atau Provinsi Nusa Tenggara Timur, tetapi suatu saat bisa mewakili Negara Republik Indonesia di event internasional. Yang bangga bukan hanya orang tua, tetapi seluruh masyarakat NTT,” tuturnya.

Kepada para atlet, Armadha berpesan agar menjaga kesehatan, disiplin, dan sportivitas selama mengikuti kompetisi.

“Berjuanglah semaksimal mungkin. Bawa nama Maumere, bawa nama Sikka di Jakarta. Tunjukkan bahwa Sikka mampu melahirkan bibit-bibit atlet Taekwondo yang mumpuni. Prestasi itulah yang akan membawa masa depan kalian lebih baik,” katanya.

Kontingen Dojang Adhyaksa Sikka selanjutnya akan bertolak ke Tangerang untuk mengikuti Kejurnas Taekwondo Danrem 052/Wijayakrama 2026 pada 21–23 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi 23 atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding di tingkat nasional.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bunda PAUD Sikka Resmikan PAUD Tunas Bangsa di Bura Bekor

Bunda PAUD Kabupaten Sikka meresmikan PAUD Tunas Bangsa di Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola. Kehadiran PAUD ini diharapkan memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini di wilayah pedesaan.

Published

on

Dalam sambutannya, Fista mengatakan pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kreativitas. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Bunda PAUD Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, meresmikan PAUD Tunas Bangsa di Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola, Kamis (6/8/2026). Kehadiran satuan pendidikan anak usia dini tersebut diharapkan memperluas akses layanan PAUD bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan pendidikan pada fase awal perkembangan anak.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, dan peninjauan ruang belajar. Kegiatan itu dihadiri Camat Bola, Kepala Puskesmas Bola, Pemerintah Desa Bura Bekor, tokoh masyarakat, orang tua murid, serta Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Sikka.

Dalam sambutannya, Fista mengatakan pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kreativitas.

“PAUD bukan sekadar tempat belajar membaca dan menulis, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermain, belajar, bersosialisasi, membangun karakter, serta mengembangkan kreativitas dan potensi mereka sejak usia dini,” katanya.

Ia mengatakan penyelenggaraan layanan PAUD memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pemerintah desa, tenaga pendidik, hingga keluarga agar anak memperoleh lingkungan belajar yang aman dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Disarpus Sikka Matangkan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi Anak

Menurut Fista, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kualitas layanan PAUD melalui penguatan kompetensi pendidik, penyediaan sarana pendukung, dan kolaborasi dengan pemerintah desa.

“Anak-anak adalah investasi masa depan daerah. Karena itu, kita harus memastikan mereka memperoleh hak untuk tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Peresmian PAUD Tunas Bangsa menjadi bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan anak usia dini di wilayah pedesaan. Pemerintah Kabupaten Sikka berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak usia dini di Desa Bura Bekor dan sekitarnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Disarpus Sikka Matangkan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi Anak

Disarpus Kabupaten Sikka mematangkan pelaksanaan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI melalui technical meeting. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budaya literasi anak dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Published

on

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan Lomba Bertutur merupakan salah satu program pemerintah daerah untuk mendukung Gerakan Literasi Daerah. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka mematangkan pelaksanaan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Sikka melalui technical meeting yang digelar di Aula Frans Seda, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat budaya literasi di kalangan anak.

Technical meeting diikuti guru pendamping peserta, panitia, dan dewan juri untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme perlombaan, sistem penilaian, tata tertib, serta aspek teknis pelaksanaan.

Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, mengatakan lomba bertutur tidak hanya menguji kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mendorong peserta membangun kebiasaan membaca dan memahami isi bacaan.

Empat SMP di Kecamatan Nita Ikuti Lomba Empat Konsensus Kebangsaan

“Melalui lomba bertutur ini kita ingin menumbuhkan semangat membaca, memahami, lalu menyampaikan kembali isi bacaan dengan baik. Literasi adalah bekal penting bagi anak-anak dalam membangun masa depan sekaligus memperkuat karakter kebangsaan,” kata Fista.

Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dimulai sejak usia sekolah melalui penguatan budaya membaca dan kemampuan berkomunikasi.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan Lomba Bertutur merupakan salah satu program pemerintah daerah untuk mendukung Gerakan Literasi Daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk memilih peserta terbaik, tetapi juga mendorong tumbuhnya minat baca, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik.

18 Tim OPD Ikuti Turnamen Futsal HUT RI ke-81 di Sikka

“Anak-anak yang gemar membaca akan memiliki daya pikir kritis, kemampuan berkomunikasi yang baik, dan karakter yang kuat. Karena itu, lomba ini bukan hanya mencari juara, tetapi menyiapkan generasi masa depan Sikka,” ujarnya.

Dalam technical meeting tersebut, panitia juga membuka ruang diskusi bagi guru pendamping untuk mengklarifikasi ketentuan lomba sehingga pelaksanaan kompetisi dapat berlangsung sesuai pedoman yang telah ditetapkan.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales, Bunda Literasi Kabupaten Sikka Ny. Fista Sambuari Kago, Ketua Panitia Lomba Bertutur Yuvensius Rafael, tim dewan juri, guru pendamping peserta SD/MI, serta panitia penyelenggara.

Lomba Bertutur menjadi salah satu agenda literasi Pemerintah Kabupaten Sikka dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan sasaran meningkatkan budaya membaca dan kemampuan bertutur peserta didik sejak jenjang sekolah dasar.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending