Connect with us

HUMANIORA

Pria 40 Tahun Tewas Gantung Diri di Pohon Jambu Mente

Published

on

Anggota Polres Sikka dan tenaga medis dari Puskesmas Waigete melakukan identifikasi (kiri), warga Dusun Habijanang, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete mengevakuasi korban ke dalam ambulance (kanan).

Maumere, GardaFlores – Seorang pria berinisial AAJ (40), warga Dusun Habijanang, Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, ditemukan tewas akibat gantung diri pada Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 16.00 WITA.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga, YT (71), yang hendak pergi ke kebun. Ia terkejut melihat tubuh korban tergantung di pohon jambu mente di halaman rumahnya. YT kemudian melaporkan kejadian itu kepada warga dan linmas setempat.

Saksi lain, FNL (36) melanjutkan laporan tersebut kepada Kepala Desa Waibleler yang kemudian menginformasikan kepada Polsek Waigete.

Warga Binaan 91 Tahun di Lapas Maumere Belum Kantongi Remisi HUT RI ke-80

Kapolsek Waigete IPTU I Wayan Artawan,  bersama tim identifikasi Polres Sikka dan tenaga medis dari Puskesmas Waigete segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter memastikan korban meninggal dunia akibat gantung diri.

“Korban murni meninggal karena gantung diri, tanpa ada indikasi kekerasan,” ungkap tim medis Puskesmas Waigete.

128 Napi di Lapas Maumere Dapat Remisi, 1 Napi Langsung Bebas

Menurut keterangan keluarga, korban diketahui selama ini mengalami gangguan jiwa dan masih dalam pemantauan pihak Puskesmas Waigete.

Keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Jenazah korban kini disemayamkan di rumah duka di Dusun Habijanang, Desa Waibleler, Kecamatan Waigete.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Polwan Tetap Bertugas di Tengah Gempa Susulan dan Kekhawatiran Keluarga

Polwan tetap bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan tekanan bagi warga.

Published

on

Di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan, Polisi Wanita (Polwan) tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. IPTU Ny. Fitri Bambang mengatakan kehadiran polisi diperlukan untuk memberikan ketenangan kepada warga yang masih diliputi ketakutan.

MAUMERE, GardaFlores — Polisi Wanita (Polwan) tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan kekhawatiran warga.

IPTU Ny. Fitri Bambang mengatakan, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat dibutuhkan untuk membantu memberikan rasa aman, terutama bagi warga yang masih mengalami ketakutan akibat gempa susulan.

Hal tersebut disampaikan Fitri di Maumere, Rabu (9/9/2026).

“Saat masyarakat masih dihantui rasa ketakutan akibat gempa susulan, kita perlu hadir di tengah mereka untuk memberikan ketenangan dari rasa takut mereka,” ujar Fitri.

Kebakaran Lahan Dekati Bandara Frans Seda, TNI-Polri Dikerahkan

Menurut Fitri, tugas tersebut menuntut personel kepolisian untuk tetap memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat meskipun situasi pascagempa juga dapat menimbulkan tekanan bagi petugas.

Kondisi tersebut juga dihadapi Polwan yang menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana. Selain tanggung jawab sebagai anggota Polri, mereka tetap memiliki tanggung jawab terhadap keluarga yang berada di wilayah yang sama.

Situasi itu membuat tugas pelayanan di lapangan berjalan bersamaan dengan kekhawatiran terhadap kondisi keluarga masing-masing. Dukungan antaranggota kepolisian menjadi salah satu bagian yang diperlukan agar personel dapat menjalankan tugas dalam situasi penuh tekanan.

Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi

Kehadiran Polwan di tengah masyarakat dilakukan dalam berbagai tugas pelayanan, termasuk membantu menciptakan rasa aman bagi warga yang masih menghadapi dampak psikologis setelah gempa.

Fitri menekankan pentingnya kehadiran polisi ketika masyarakat membutuhkan ketenangan. Dalam situasi pascabencana, keberadaan personel di lapangan menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada warga.

Gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka. Penanganan pascabencana masih berlangsung, termasuk pelayanan kepada warga terdampak dan pemulihan berbagai fasilitas.

Bagi personel yang bertugas, kondisi tersebut menempatkan tugas pelayanan masyarakat dan kehidupan keluarga dalam situasi yang sama-sama membutuhkan perhatian.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi

Kerusakan bak penampungan air akibat gempa membuat warga Palue mengandalkan fasilitas penyulingan Poa Nua Kaju. Bambu yang rusak diganti secara swadaya agar air tetap dapat digunakan.

Published

on

Warga memperbaiki bagian bambu fasilitas penyulingan air Poa Nua Kaju di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.

MAUMERE, GardaFlores — Kerusakan bak penampungan air akibat gempa bumi membuat kebutuhan air bersih warga Palue, Kabupaten Sikka, semakin bergantung pada sumber air yang masih dapat digunakan. Salah satunya fasilitas penyulingan air dari uap bumi Poa Nua Kaju di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.

Fasilitas tersebut selama ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak hingga mencuci pakaian. Gempa juga menyebabkan sejumlah bagian bambu pada fasilitas penyulingan mengalami kerusakan.

Warga kemudian mengganti bambu yang rusak dengan bambu baru secara swadaya agar fasilitas penyulingan tetap dapat digunakan.

Fista Sambuari Kago Kunjungi Anak Disabilitas di Alma Maumere

Kondisi tersebut diketahui saat Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue bersama Team Aman Nusa II Polres Sikka melakukan patroli di lokasi, Senin (7/9/2026), sekitar pukul 15.30 WITA. Patroli dipimpin Kasubagadalpers Polres Sikka Ipda Rusyudi Mangge.

Selain memantau situasi keamanan pascagempa, petugas mengecek kondisi fasilitas penyulingan air yang menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air masyarakat setempat.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan bak-bak penampungan air milik warga mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat warga tidak dapat menyimpan cadangan air dalam jumlah seperti sebelum gempa.

Di tengah kondisi tersebut, fasilitas Poa Nua Kaju tetap dimanfaatkan masyarakat. Kerusakan pada bagian bambu segera diperbaiki warga dengan menggantinya menggunakan material baru.

Tiga Nama Raih Nilai Tertinggi dalam Seleksi Sekda Sikka

Team Aman Nusa II Polres Sikka bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue juga melakukan pemantauan keamanan di sekitar lokasi penyulingan. Pengamanan ditujukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk pencurian aset, sabotase, dan pungutan liar.

Petugas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Hasil patroli menunjukkan kondisi di lokasi penyulingan air Poa Nua Kaju dalam keadaan aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Fista Sambuari Kago Kunjungi Anak Disabilitas di Alma Maumere

Fista Sambuari Kago mengunjungi Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma Maumere, menyerahkan sembako, dan berinteraksi langsung dengan anak-anak penyandang disabilitas.

Published

on

Ketua TP PKK Kabupaten Sikka Fista Sambuari Kago berinteraksi dengan anak-anak penyandang disabilitas saat mengunjungi Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma Maumere.

MAUMERE, GardaFlores — Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, mengunjungi Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma Maumere, Senin (7/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Fista menyerahkan paket sembako dan sejumlah kebutuhan pokok kepada anak-anak penyandang disabilitas.

Fista yang merupakan istri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago juga berinteraksi langsung dengan anak-anak di panti. Ia menyapa, berbincang, bermain, dan memeluk sejumlah anak selama kunjungan berlangsung.

Menurut Fista, perhatian kepada penyandang disabilitas tidak cukup hanya melalui bantuan materi. Mereka juga membutuhkan perhatian dan dukungan sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Mereka bukan objek belas kasihan. Mereka adalah bagian dari keluarga besar kita, bagian dari masyarakat Kabupaten Sikka yang harus kita cintai, kita perhatikan dan kita dukung,” ungkap Fista.

Vox Populi Sikka Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores

Ia mengatakan kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi hak mendapatkan kasih sayang, kesempatan, dan kehidupan yang layak.

Fista juga mendorong agar penyandang disabilitas mendapatkan ruang untuk tumbuh, berkembang, berkarya, dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia mengaku bersyukur dapat bertemu dan berinteraksi langsung dengan anak-anak di Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma.

“Saya bersyukur bisa hadir di sini, bertemu, bermain, memeluk dan berbagi bersama anak-anak. Bagi saya, mereka adalah anak-anak kita semua,” ujarnya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial Fista bersama TP PKK Kabupaten Sikka untuk memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, termasuk penyandang disabilitas.

Selain menyerahkan bantuan, Fista meluangkan waktu berinteraksi langsung dengan penghuni panti.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending