Connect with us

HUMANIORA

Wakapolres Sikka Resmi Digantikan Kompol Nofi Posu

Published

on

Maumere, GardaFlores – Jabatan Wakapolres Sikka resmi berganti. Kompol Ruliyanto J.P. Pahroen, S.Sos, SIK, digantikan oleh Kompol Nofi Posu, SH, SIK, M.H. dalam upacara serah terima jabatan yang digelar pada Senin (23/9) di lapangan apel Polres Sikka, Maumere.

Serah terima jabatan ini dilakukan berdasarkan keputusan Kapolda NTT Nomor Kep 461/VIII.2024 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda NTT. Upacara dipimpin oleh Kapolres Sikka, AKBP Hardi Dinata H., SIK, MM, dengan perwira upacara Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, SE, serta komandan upacara IPDA Alwan Dimas Saputra, S.Tr.K.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Polres Sikka, di antaranya para Kabag, Kasat, Kapolsek, dan perwira lainnya, serta Ketua Bhayangkari Cabang Sikka bersama pengurus Bhayangkari.

Dalam sambutannya, Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata mengucapkan terima kasih kepada Kompol Ruliyanto atas pengabdiannya selama bertugas di Polres Sikka. Ia juga berharap pejabat baru, Kompol Nofi Posu, dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas di Polres Sikka.

“Hal-hal yang baik dari tugas di Polres Sikka agar dibawa ke tempat tugas yang baru, sementara yang kurang baik, biarkan tertinggal di sini,” ungkap Kapolres Hardi Dinata dalam pidatonya.

Usai upacara, seluruh anggota Polres Sikka dan Wadanyon B Pelopor Maumere berkesempatan untuk berjabatan tangan dengan Wakapolres lama dan baru. Suasana haru terasa ketika beberapa anggota tak kuasa menahan tangis saat melepas Kompol Ruliyanto.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Maya Klarifikasi Tuduhan Lurah Wolomarang Usir Pengungsi

Koordinator pengungsi di samping Gereja Wolomarang, Maya, mengklarifikasi pernyataan mengenai dugaan pengusiran oleh Lurah Wolomarang. Rapat juga mengungkap data bantuan yang telah diterima warga.

Published

on

Koordinator pengungsi, Maya, menyatakan informasi bahwa Lurah Wolomarang mengusir atau memaksa warga meninggalkan lokasi pengungsian tidak benar.

MAUMERE, GardaFlores — Informasi mengenai pengungsi di samping Gereja Wolomarang diklarifikasi dalam rapat yang digelar di Kantor Lurah Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Rabu (9/9/2026). Dalam rapat tersebut, koordinator pengungsi, Maya, menyatakan bahwa informasi mengenai Lurah Wolomarang yang mengusir atau memaksa warga meninggalkan lokasi pengungsian tidak benar.

Maya, yang juga mantan Ketua RT 039 Wolomarang, menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa pernyataan sebelumnya mengenai pengusiran tersebut tidak benar.

Rapat klarifikasi itu juga membahas status pengungsi serta bantuan yang telah diterima warga di lokasi tersebut. Lurah Wolomarang dan Camat Alok Barat menjelaskan bahwa Maya bersama warga lainnya telah terdata sebagai penerima bantuan.

Polwan Tetap Bertugas di Tengah Gempa Susulan dan Kekhawatiran Keluarga

Bantuan berupa tenda keluarga dari BNPB juga telah dikirim ke lokasi. Dari 30 kotak tenda yang dikirim, 14 kotak dipasang di lokasi pengungsian, sedangkan 16 kotak kemudian diambil kembali oleh BPBD.

Sejumlah bantuan lain yang disebut dalam rapat antara lain air mineral, biskuit dan susu dari BNI; bantuan dari PLN; paket dari Istana dan sembako harian dari BPBD; beras dan air mineral dari BTN; serta bantuan yang diserahkan langsung oleh Ibu Gubernur dan Ibu Bupati.

Warga juga disebut menerima paket sembako untuk kepulangan.

Dengan data tersebut, klaim bahwa warga di lokasi tersebut sama sekali belum menerima bantuan mendapat klarifikasi. Pemerintah menyebut warga berstatus pengungsi mandiri, tetapi tetap tercatat sebagai penerima bantuan.

Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi

Rapat tersebut dihadiri Camat Alok Barat, Lurah Wolomarang, Babinsa, tokoh masyarakat, RT/RW, dan sejumlah warga.

Klarifikasi dilakukan setelah informasi mengenai kondisi pengungsi dan dugaan pengusiran sebelumnya beredar di ruang publik.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Polwan Tetap Bertugas di Tengah Gempa Susulan dan Kekhawatiran Keluarga

Polwan tetap bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan tekanan bagi warga.

Published

on

Di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan, Polisi Wanita (Polwan) tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. IPTU Ny. Fitri Bambang mengatakan kehadiran polisi diperlukan untuk memberikan ketenangan kepada warga yang masih diliputi ketakutan.

MAUMERE, GardaFlores — Polisi Wanita (Polwan) tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan kekhawatiran warga.

IPTU Ny. Fitri Bambang mengatakan, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat dibutuhkan untuk membantu memberikan rasa aman, terutama bagi warga yang masih mengalami ketakutan akibat gempa susulan.

Hal tersebut disampaikan Fitri di Maumere, Rabu (9/9/2026).

“Saat masyarakat masih dihantui rasa ketakutan akibat gempa susulan, kita perlu hadir di tengah mereka untuk memberikan ketenangan dari rasa takut mereka,” ujar Fitri.

Kebakaran Lahan Dekati Bandara Frans Seda, TNI-Polri Dikerahkan

Menurut Fitri, tugas tersebut menuntut personel kepolisian untuk tetap memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat meskipun situasi pascagempa juga dapat menimbulkan tekanan bagi petugas.

Kondisi tersebut juga dihadapi Polwan yang menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana. Selain tanggung jawab sebagai anggota Polri, mereka tetap memiliki tanggung jawab terhadap keluarga yang berada di wilayah yang sama.

Situasi itu membuat tugas pelayanan di lapangan berjalan bersamaan dengan kekhawatiran terhadap kondisi keluarga masing-masing. Dukungan antaranggota kepolisian menjadi salah satu bagian yang diperlukan agar personel dapat menjalankan tugas dalam situasi penuh tekanan.

Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi

Kehadiran Polwan di tengah masyarakat dilakukan dalam berbagai tugas pelayanan, termasuk membantu menciptakan rasa aman bagi warga yang masih menghadapi dampak psikologis setelah gempa.

Fitri menekankan pentingnya kehadiran polisi ketika masyarakat membutuhkan ketenangan. Dalam situasi pascabencana, keberadaan personel di lapangan menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada warga.

Gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka. Penanganan pascabencana masih berlangsung, termasuk pelayanan kepada warga terdampak dan pemulihan berbagai fasilitas.

Bagi personel yang bertugas, kondisi tersebut menempatkan tugas pelayanan masyarakat dan kehidupan keluarga dalam situasi yang sama-sama membutuhkan perhatian.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi

Kerusakan bak penampungan air akibat gempa membuat warga Palue mengandalkan fasilitas penyulingan Poa Nua Kaju. Bambu yang rusak diganti secara swadaya agar air tetap dapat digunakan.

Published

on

Warga memperbaiki bagian bambu fasilitas penyulingan air Poa Nua Kaju di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.

MAUMERE, GardaFlores — Kerusakan bak penampungan air akibat gempa bumi membuat kebutuhan air bersih warga Palue, Kabupaten Sikka, semakin bergantung pada sumber air yang masih dapat digunakan. Salah satunya fasilitas penyulingan air dari uap bumi Poa Nua Kaju di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.

Fasilitas tersebut selama ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak hingga mencuci pakaian. Gempa juga menyebabkan sejumlah bagian bambu pada fasilitas penyulingan mengalami kerusakan.

Warga kemudian mengganti bambu yang rusak dengan bambu baru secara swadaya agar fasilitas penyulingan tetap dapat digunakan.

Fista Sambuari Kago Kunjungi Anak Disabilitas di Alma Maumere

Kondisi tersebut diketahui saat Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue bersama Team Aman Nusa II Polres Sikka melakukan patroli di lokasi, Senin (7/9/2026), sekitar pukul 15.30 WITA. Patroli dipimpin Kasubagadalpers Polres Sikka Ipda Rusyudi Mangge.

Selain memantau situasi keamanan pascagempa, petugas mengecek kondisi fasilitas penyulingan air yang menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air masyarakat setempat.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan bak-bak penampungan air milik warga mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat warga tidak dapat menyimpan cadangan air dalam jumlah seperti sebelum gempa.

Di tengah kondisi tersebut, fasilitas Poa Nua Kaju tetap dimanfaatkan masyarakat. Kerusakan pada bagian bambu segera diperbaiki warga dengan menggantinya menggunakan material baru.

Tiga Nama Raih Nilai Tertinggi dalam Seleksi Sekda Sikka

Team Aman Nusa II Polres Sikka bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue juga melakukan pemantauan keamanan di sekitar lokasi penyulingan. Pengamanan ditujukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk pencurian aset, sabotase, dan pungutan liar.

Petugas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Hasil patroli menunjukkan kondisi di lokasi penyulingan air Poa Nua Kaju dalam keadaan aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending