Connect with us

HUMANIORA

RSUD dr. TC Hillers Maumere Siap Benahi Kekurangan Demi Pertahankan Status Rumah Sakit Kelas C

Published

on

Maumere, GardaFlores – Pemerintah Kabupaten Sikka siap membenahi kekurangan demi mempertahankan status Rumah Sakit Kelas C. Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas hasil evaluasi klasifikasi rumah sakit oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terhadap RSUD dr. TC Hillers Maumere.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, Very Awales mengatakan hal itu  dalam keterangan persnya di Maumere, Rabu ( 9/2025).

Awales mengatakan, Pemkab Sikka akan segera melakukan pembenahan dalam waktu dua minggu, sebelum batas waktu penangguhan oleh Kemenkes yang berakhir pada 8 Agustus 2025 mendatang.

Baca juga:
Musrenbang Harus Jamin Konsistensi Dokumen Perencanaan dan Penganggaran

Ia menjelaskan, penurunan status terhadap RSUD dr. TC Hillers Maumere – sebagaimana informasi yang beredar luas—bukan disebabkan oleh mutu pelayanan yang buruk.

Dalam evaluasi terbaru tahun 2025, kata Awales, rumah sakit ini dinyatakan belum memenuhi syarat sebagai rumah sakit kelas C karena kekurangan jumlah tempat tidur khususnya ICU.

Dijelaskan, sesuai ketentuan, rumah sakit kelas C wajib menyediakan minimal 6% tempat tidur ICU dari total kapasitas. Dari 177 tempat tidur yang dimiliki RSUD dr. TC Hillers, seharusnya tersedia 11 tempat tidur ICU. Namun, jumlah yang ada saat ini belum memenuhi persyaratan tersebut. Kekurangan ini menjadi catatan penting dalam hasil evaluasi, meskipun aspek lainnya, termasuk kualifikasi tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang, telah sesuai standar berdasarkan hasil kredensial BPJS pada akhir 2024.

Baca juga:
Peringati Hari Pajak 2025, KPP Pratama Maumere Gelar Lomba Mewarnai

“Kami perlu luruskan bahwa ketidaksesuaian ini bukan karena mutu layanan yang buruk, melainkan semata karena kekurangan tempat tidur ICU yang menjadi indikator penting dalam reviu Kemenkes,” ujar Awales.

Jika tidak segera dipenuhi, lanjut Awales, status RSUD dr. TC Hillers bisa diturunkan ke kelas D, yang akan berdampak langsung pada sistem klaim pembayaran BPJS.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Sikka bersama Dinas Kesehatan dan PERSI Wilayah NTT langsung melakukan konsolidasi dan langkah pembenahan.

Awales mengatakan, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, SH, dan Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi sudah menggelar rapat koordinasi bersama manajemen RSUD dr. TC Hillers dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka pada Selasa sore, 8 Juli 2025, di Ruang Kerja Bupati.

Baca juga:
Bupati Sikka Himbau Warga Waspadai Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan penambahan tempat tidur ICU dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu, sebelum batas waktu penangguhan oleh Kemenkes yang berakhir pada 8 Agustus 2025.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), RSUD dr. TC Hillers Maumere dinilai sangat memadai. Bahkan, ketersediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit ini lebih lengkap dibandingkan beberapa RS lain di daratan Flores dan Lembata.

Ia menambahkan, fasilitas penunjang lainnya seperti unit hemodialisis, instalasi laboratorium (klinik, patologi anatomi, mikrobiologi), instalasi radiologi, instalasi gawat darurat (IGD), serta berbagai poliklinik spesialis juga telah tersedia dan berfungsi optimal.

Proses re-asesmen, kata Awales,  akan dilakukan oleh Kemenkes melalui Dinas Kesehatan, PERSI, dan BPJS setelah pembenahan rampung.

“Pemerintah Kabupaten Sikka berkomitmen menuntaskan pembenahan ini demi mengembalikan kepercayaan masyarakat serta memastikan RSUD dr. TC Hillers Maumere tetap berstatus sebagai rumah sakit kelas C sesuai standar nasional,” tutup Awales.»

(rel)

HUMANIORA

Buruh Distribusi Barang Tewas Usai Terjatuh dari Mobil Box di Jalur Trans Maumere–Larantuka

Jenazah korban telah dimakamkan keluarga pada Senin (11/5/2026).

Published

on

Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas pada perusahaan distribusi PT Citra Niaga dan saat kejadian sedang menjalankan aktivitas pengantaran barang di wilayah Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang buruh distribusi barang berinisial K.D. (37), warga Wailiti, Kabupaten Sikka, meninggal dunia setelah terjatuh dari atas mobil box yang sedang melintas di Jalan Negara Trans Maumere–Larantuka, wilayah Bolawolon, Kecamatan Kangae, Sabtu (9/5/2026).

Korban mengalami cedera berat di bagian kepala dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUD TC Hillers Maumere sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.

Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonard Tunga mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WITA setelah kendaraan box bernomor polisi L 9084 UG menyelesaikan aktivitas bongkar muat di kawasan Bolawolon dan bergerak menuju Kota Maumere.

Menurut kepolisian, korban berada di atas kendaraan saat mobil melaju dari arah timur. Dalam perjalanan, korban terjatuh ke badan jalan dan mengalami luka serius.

“Korban yang berada di atas kendaraan tiba-tiba terjatuh ke badan jalan hingga mengalami luka serius di bagian kepala,” kata Leonard, Selasa (11/5/2026).

Kecelakaan Tunggal di Trans Maumere-Magepanda, Pengemudi Pick Up Tewas Setelah Kendaraan Masuk Jurang

Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas pada perusahaan distribusi PT Citra Niaga dan saat kejadian sedang menjalankan aktivitas pengantaran barang di wilayah Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae.

Polisi menduga insiden tersebut berkaitan dengan kelalaian dalam operasional kendaraan. Dugaan itu didasarkan pada hasil pemeriksaan awal di lokasi yang menunjukkan kondisi jalan relatif baik, dengan jalur lurus, permukaan aspal mulus, cuaca cerah, dan lalu lintas yang tidak padat saat kejadian berlangsung.

Satuan Lalu Lintas Polres Sikka telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan, meminta visum medis korban, serta memeriksa pengemudi kendaraan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini turut menyoroti aspek keselamatan kerja dalam aktivitas distribusi barang, terutama terkait keamanan pekerja saat berada di atas kendaraan operasional.

Jenazah korban telah dimakamkan keluarga pada Senin (11/5/2026).»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria di Wairkoja Sikka Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Gantung Diri

Diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia.

Published

on

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026). FOTO: IST

SIKKA, GardaFlores — Seorang pria berinisial YF (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kloang Lagot, RT 010/RW 005, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga merupakan kasus gantung diri.

Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sebelum dilaporkan ke aparat setempat. Lokasi kejadian kemudian langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan awal.

Kasihumas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026).

Dari keterangan awal yang dihimpun, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.

Polres Sikka menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait peristiwa tersebut sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.

Published

on

HKN pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.

HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.

Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.

Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.

Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.

Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.

Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.

Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending