Connect with us

HUKRIM

Operasi Zebra Turangga 2025 Digelar Hingga Akhir November

Di NTT data kecelakaan naik 22%, kinerja pemerintah daerah dan sinergi lembaga dipertanyakan.

Published

on

Maumere, GardaFlores — Polri kembali menggelar Operasi Zebra Turangga 2025, mulai tanggal 17 – 30 November. Namun gelaran ini dibayangi ironi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda NTT justru melonjak drastis.

Dalam amanat resmi apel gelar pasukan, Kapolda NTT Irjen Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., mengungkap data memprihatinkan—kenaikan 22% kasus kecelakaan dibanding semester I tahun lalu. Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius: sejauh mana efektivitas kebijakan keselamatan lalulintas jalan selama ini?

Kecelakaan Meningkat, Koordinasi Antarlembaga Disorot

Data IRSMS Ditlantas Polda NTT menunjukkan 803 kasus kecelakaan pada semester I 2025, naik dari 658 kasus tahun sebelumnya. Meski fatalitas menurun, kecelakaan meningkat tajam.

Kenaikan signifikan ini dinilai sebagai bukti bahwa koordinasi antarpemangku kepentingan belum berjalan efektif. Dalam amanatnya, Irjen Rudi Darmoko tegas menekankan bahwa permasalahan lalu lintas tidak bisa hanya dibebankan kepada Polantas.

“Permasalahan lalu lintas tidak bisa ditangani Polantas sendiri. Diperlukan langkah komprehensif dan sinergi antarinstansi,” tegasnya.

Pernyataan ini secara tidak langsung menyoroti lemahnya dukungan pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, pemilik otoritas jalan, hingga sektor pendidikan yang turut bertanggung jawab membangun budaya keselamatan.

Pelanggaran Turun, Namun Kesadaran Publik Dinilai Semu

Jumlah pelanggaran lalu lintas turun 9%. Namun penurunan ini dinilai “semu”, sebab kondisi di lapangan masih menunjukkan banyak pengendara yang tidak menggunakan helm, berkendara melawan arus, mengabaikan marka, serta mengemudi di bawah pengaruh alkohol, sebagai salah satu penyebab utama kecelakaan di NTT.

Penurunan pelanggaran justru memunculkan kritik: apakah ini karena masyarakat makin taat, atau justru pengawasan yang melemah?

NTT menghadapi masalah klasik—jalan rusak, minim rambu, penerangan buruk, dan banyak titik rawan yang tak tersentuh perbaikan. Di sisi lain, masyarakat dituntut patuh aturan.

Semakin pelik, ketika kecelakaan terjadi, pelanggaran pengendara selalu menjadi kambing hitam utama.

Wabup Sikka Bongkar Krisis Dokter Anestesi: “Di Sikka, Jari Lebih Tajam dari Silet”

Polri Diminta Bersih dari KKN, Masyarakat Diminta Tidak Jadi Korban Penegakan Hukum Semu

Dalam amanatnya, Kapolda NTT menginstruksikan peningkatan disiplin anggota, pelayanan yang bebas KKN, tindakan tegas namun humanis, serta menghindari tindakan kontraproduktif.

Instruksi ini menjadi sinyal bahwa masih ada oknum yang merusak citra Polri, terutama dalam praktik tilang manual dan pungutan liar. Keberadaan ETLE diharapkan menekan celah penyimpangan, tetapi penerapannya di NTT masih sangat terbatas.

Polisi “Gugat” Tradisi Moke: Dorong Warga Beralih ke Produk Olahan, Lebih Sehat dan Bernilai Jual Tinggi

Operasi Zebra 2025: Pertanyaan Besar Menanti Jawaban

Operasi yang berlangsung 17–30 November 2025 ini ditargetkan menekan kecelakaan, memperkuat disiplin, dan membangun citra positif Polri. Namun sejumlah pertanyaan kritis muncul:

Apakah operasi hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa evaluasi kebijakan jangka panjang?

Apakah pemerintah daerah siap memperbaiki sarana prasarana jalan yang menjadi pemicu utama kecelakaan?

Mampukah Polri menerapkan penegakan hukum yang benar-benar bersih dari praktik transaksional?

Apakah edukasi keselamatan jalan sudah dilakukan secara masif hingga tingkat desa?

Selama pertanyaan-pertanyaan ini belum dijawab, maka peningkatan angka kecelakaan akan terus membayangi NTT setiap tahunnya—meski operasi dan razia terus digelar.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKRIM

Autopsi Jenazah Kades Laranwutun Dijadwalkan Hari Ini, Tim Forensik Polda NTT Turun ke Lembata

Autopsi dilakukan setelah muncul desakan dari keluarga dan masyarakat.

Published

on

Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi: “Kami minta pemerintah desa menyiapkan tempat yang telah ditentukan sehingga tim forensik bisa langsung bekerja.” FOTO: IST

LEMBATA, GardaFlores — Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Timur dijadwalkan melakukan autopsi terhadap jenazah Kepala Desa Laranwutun, Polikarpus Demon Tedemaking, di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Kamis (30/4/2026). Langkah itu dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian almarhum yang masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi mengatakan tim forensik yang diterjunkan terdiri dari satu dokter dan dua tenaga kesehatan. Mereka akan didampingi personel kepolisian menuju Desa Laranwutun.

“Besok satu dokter dan dua tenaga kesehatan akan kami antar ke Desa Laranwutun untuk melakukan autopsi terhadap jenazah almarhum kepala desa,” kata Nanang di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026).

Menurut dia, proses autopsi diperkirakan berlangsung antara tiga hingga lima jam. Pemeriksaan tersebut akan melibatkan koordinasi antara Polres Lembata, Polsubsektor Ile Ape, Pemerintah Kabupaten Lembata, serta pemerintah desa setempat guna memastikan kelancaran proses.

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

Kepolisian juga meminta pemerintah desa menyiapkan lokasi pemeriksaan agar tim medis dapat langsung bekerja setibanya di lokasi.

“Kami minta pemerintah desa menyiapkan tempat yang telah ditentukan sehingga tim forensik bisa langsung bekerja,” ujarnya.

Autopsi dilakukan setelah muncul desakan dari keluarga dan masyarakat agar penyebab kematian kepala desa diusut secara tuntas. Kasus ini sebelumnya memicu perhatian publik di Lembata.

Kasie Humas Polres Lembata Ona Patipelohi menegaskan pemeriksaan forensik menjadi bagian penting dalam proses hukum.

“Besok, Kamis tanggal 30 April 2026, sekitar jam 10 pagi autopsi jenazah Kades Laranwutun,” katanya.

Setelah pemeriksaan selesai, hasil autopsi akan dianalisis oleh tim forensik. Kepolisian menyatakan hasil resmi nantinya disampaikan kepada keluarga, kuasa hukum, dan pemerintah desa melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Hingga Rabu malam, aparat masih menyiapkan pengamanan dan dukungan teknis menjelang pelaksanaan autopsi di Desa Laranwutun.»(rel)

Continue Reading

HUKRIM

Mobil Operasional KSP Pintu Air Diserang di Jalur Trans Flores Sikka, Polisi Selidiki Pelaku

Penyerangan diduga diawali dengan upaya menghadang kendaraan.

Published

on

Usman N. Marjan: “Mereka langsung menyerang, memukul dan menyodok kaca sampai pecah. Saya terkena serpihan kaca di pelipis.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Aksi penyerangan terhadap kendaraan terjadi di ruas Trans Flores, perbatasan Mauloo–Wolowiro, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/4/2026). Kendaraan operasional milik KSP Pintu Air dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal, sementara sopir dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan kaca.

Peristiwa tersebut kini ditangani Kepolisian Resor Sikka. Aparat telah meminta keterangan dari korban dan menyiapkan laporan polisi sebagai dasar penyelidikan lanjutan.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, penyerangan diduga diawali dengan upaya menghadang kendaraan. Seorang pria disebut berdiri di tengah badan jalan sehingga kendaraan memperlambat laju. Saat mobil berhenti, sejumlah orang yang berada di sisi jalan langsung mendekat dan melakukan perusakan.

Sopir kendaraan, Usman N. Marjan, mengatakan dirinya menghentikan kendaraan karena melihat seseorang berada di tengah jalan. Namun sesaat kemudian, situasi berubah menjadi penyerangan.

“Mereka langsung menyerang, memukul dan menyodok kaca sampai pecah. Saya terkena serpihan kaca di pelipis,” ujarnya.

Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi

Korban menyebut para pelaku mengenakan penutup wajah dan pakaian yang menutupi sebagian besar kepala, sehingga identitas mereka sulit dikenali.

Akibat kejadian itu, kaca kendaraan pecah dan sopir mengalami luka di bagian pelipis. Penumpang di dalam kendaraan juga dilaporkan mengalami kepanikan. Setelah insiden berlangsung, kendaraan berhasil meninggalkan lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.

Hingga Rabu (29/4/2026), polisi masih mendalami kronologi, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri identitas dan motif para pelaku. Belum ada informasi resmi mengenai jumlah pelaku maupun kemungkinan keterkaitan dengan kasus lain di jalur tersebut.

Ruas Trans Flores merupakan jalur utama penghubung antarwilayah di Flores, sehingga gangguan keamanan di jalur ini berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Status terakhir, penyelidikan masih berlangsung dan aparat diminta meningkatkan pengamanan di titik rawan untuk mencegah kejadian serupa.»(rel)

Continue Reading

HUKRIM

Satpam Gada Pratama Gelombang VIII Mulai Dilatih di Maumere, Fokus Perkuat Profesionalisme

Jenjang dasar yang wajib ditempuh calon Satpam sebelum bertugas secara profesional.

Published

on

Pembukaan resmi berlangsung di Lapangan Apel Polres Sikka pukul 08.00 WITA dan dipimpin Kepala Satuan Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Peserta Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Gada Pratama Gelombang VIII Tahun 2026 mulai menjalani pelatihan di Maumere, Selasa (28/4/2026), dengan fokus pada peningkatan disiplin, kemampuan teknis, dan profesionalisme personel keamanan di lingkungan kerja.

Pembukaan resmi berlangsung di Lapangan Apel Polres Sikka pukul 08.00 WITA dan dipimpin Kepala Satuan Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru. Peserta hadir dalam formasi tiga pleton.

Kasi Humas Polres Sikka AIPDA Leonardus Tunga mengatakan program tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas Satpam sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam arahannya, Donatus Paru menegaskan kebutuhan peningkatan kualitas Satpam seiring bertambahnya tantangan keamanan di berbagai sektor usaha dan pelayanan publik.

“Keberadaan Satpam sebagai pengamanan swakarsa merupakan bagian dari implementasi community policing. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan agar kemampuan fisik, mental, dan keterampilan peserta terus meningkat,” katanya.

Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi

Menurut dia, Satpam memegang peran penting dalam sistem keamanan di kawasan perkantoran, pusat perdagangan, perbankan, fasilitas publik, dan lingkungan perusahaan.

Ia juga menyoroti masih adanya kasus personel Satpam menjadi korban saat menjalankan tugas. Karena itu, peserta perlu dibekali kemampuan membaca situasi, kesiapsiagaan, serta respons lapangan yang tepat.

Selain kepada peserta, Donatus meminta perusahaan memberi perhatian serius terhadap sistem pengamanan internal.

“Keamanan bukan sekadar biaya, melainkan investasi untuk mencegah kerugian,” ujarnya.

Pada rangkaian pembukaan, panitia menyematkan tanda peserta dan membacakan janji siswa Satpam sebagai komitmen mengikuti seluruh proses pendidikan.

Program Gada Pratama merupakan jenjang dasar yang wajib ditempuh calon Satpam sebelum bertugas secara profesional sesuai standar kompetensi pengamanan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki etika pelayanan, kedisiplinan, kemampuan teknis dasar, serta kesiapan menjaga keamanan di lokasi tugas masing-masing.

Rangkaian pembukaan berakhir pukul 08.30 WITA dalam keadaan tertib. Setelah itu, peserta langsung memasuki tahapan pelatihan sesuai kurikulum dan jadwal instruktur.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending