Connect with us

HUMANIORA

Pembangunan 54 MCK di Desa Napugera, Ketua KSM Beri Klarifikasi

Published

on

Maumere, GardaFlores – Ini klarifikasi Ketua Kelompok Swadaya Mandiri (KSM), Desa Napugera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Gervasius Sari. Ia mengatakan proyek pembangunan 54 unit MCK di desa tersebut telah selesai dibangun dengan baik.

Klarifikasi ini diberikan Gervasius Sari di Maumere, Rabu (4/6/2025). Ia mengatakan, proyek pembangunan MCK di Desa Napugera telah disepakati bersama dalam forum kelompok kerja dengan para pengawas proyek.

Awalnya, kata Gervas, disepakati pembangunan 50 unit MCK. Namun, ia menambahkan 4 unit lagi, sehingga total menjadi 54 unit, yang tersebar merata di tiga dusun, masing-masing 18 unit.

Gervas menjelaskan, meskipun kesepakatan awal telah dibuat agar seluruh pihak turut serta menyukseskan proyek ini, kenyataannya banyak pengawas tidak menjalankan tugasnya secara serius. Mereka bahkan membiarkan material proyek seperti pasir, semen, dan besi berserakan di lokasi pembangunan.

Baca juga:
Presiden Prabowo Sampaikan Arahan Virtual dalam Panen Raya Jagung Serentak di Sikka

“Dalam rapat kelompok, setiap pengawas saya tugaskan mengawasi proyek di dusun masing-masing. Awalnya semua menyatakan siap, tapi saat proyek berjalan, banyak yang abai,” ungkap Gervas.

Karena minimnya pengawasan, Gervas harus turun langsung untuk melakukan pengawasan dan penertiban material non-lokal di tiap lokasi. Ia juga menghadapi tantangan berupa pencurian material, seperti semen dan seng, yang membuatnya terpaksa mengeluarkan dana operasional pribadi untuk mengganti kerugian tersebut.

“Material yang dicuri terpaksa saya beli ulang pakai biaya operasional sendiri,” tambahnya.

Kesepakatan juga dibuat bahwa jika proyek rampung 100%, pembagian biaya operasional akan dilakukan secara merata. Namun, tidak semua petugas menjalankan kewajibannya. Ada hanya hadir di lapangan tanpa bekerja, bahkan membiarkan material rusak atau hanyut terbawa banjir.

Meskipun pengawas tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, Gervas tetap membayar mereka di awal pelaksanaan. Pada tahap pertama, setiap pengawas menerima Rp 250.000, dan tahap kedua Rp 200.000. Bendahara proyek pun tetap dibayar sebesar Rp 1 juta tiap kali pencairan dana, setara dengan pembayaran untuk Ketua KSM.

Baca juga:
Jumlah Hewan Kurban Menurun pada Idul Adha 2025

Sayangnya, proyek sempat terhenti selama dua minggu tanpa alasan jelas akibat kelalaian pengawas. “Tiba-tiba proyek mandek dua minggu. Pengawas tidak menjalankan tugasnya sama sekali,” ujar Gervas.

Ia menambahkan, karena kehilangan seng akibat kelalaian pengurus, ia mengalihkan sebagian dana operasional untuk membeli kembali material tersebut. Hambatan lainnya adalah tidak ada pengurus yang bersedia mengangkut material non-lokal dari titik kumpul ke lokasi kerja, padahal hal itu menjadi bagian dari tugas mereka sebagai pengawas lapangan.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Napugera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka berinisial GS bersama beberapa anggota kelompoknya, diduga menyelewengkan dana reguler tahun 2023 senilai Rp 540 juta yang dialokasikan untuk pembangunan 54 unit MCK.

Baca juga:
Diduga Selewengkan Dana, Ketua KSM Desa Napugera Terindikasi Korupsi

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, proyek di Desa Napugera tersebut dinilai tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan diduga kuat terdapat indikasi tindak pidana korupsi.

Disebutkan, GS selaku ketua KSM bertanggung jawab langsung dalam pengelolaan dan pengawasan dana pembangunan tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya, ia diduga tidak melibatkan anggota kelompok dalam proses pembangunan, termasuk dalam penggunaan dana operasional.

Dari total dana operasional sebesar Rp 27 juta, setiap anggota hanya menerima Rp 300 ribu, sedangkan sisa dana lainnya diduga digunakan oleh GS secara pribadi.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Baru Tiba dari Kupang, Guru di Watuliwung Ditemukan Meninggal di Rumahnya

Korban sebelumnya sempat berkomunikasi dengan keluarga untuk dijemput di Bandara Frans Seda Maumere.

Published

on

Korban kemudian dibawa ke RS TC Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan telah meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang guru berinisial Y.A. (34), warga Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Minggu (12/4) sore, beberapa jam setelah tiba di Maumere dari Kupang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.48 WITA di Dusun Watuliwung, RT/RW 007/004. Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban sebelumnya sempat berkomunikasi dengan keluarga untuk dijemput di Bandara Frans Seda Maumere setibanya dari Kupang. Namun saat keluarga tiba di bandara, korban tidak ditemukan.

Korban kemudian menghubungi salah satu saksi dan menyampaikan bahwa dirinya telah berada di rumah di Desa Watuliwung.

Dua saksi berinisial A.D. (43) dan A.H.S. (42) selanjutnya mendatangi rumah korban. Setibanya di lokasi, keduanya memanggil korban dari luar rumah, namun tidak mendapat respons.

Saat memasuki rumah dan membuka pintu kamar, saksi menemukan korban dalam kondisi tergantung menggunakan tali nilon berwarna biru yang terikat pada rangka atap rumah.

Ibu dan Anak Hilang di Sikka Sejak 1 April, Pencarian Berlanjut

Menurut keterangan kepolisian, saksi berupaya menurunkan korban dengan memotong tali dan meminta bantuan warga. Korban kemudian dibawa ke RS TC Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan telah meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi.

Korban diketahui merupakan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMP Nuba Arat, Kecamatan Kangae, dan tinggal seorang diri di rumahnya.

Penanganan kasus kematian yang diduga tidak wajar dilakukan melalui olah TKP, pemeriksaan medis, dan pengumpulan keterangan saksi. Autopsi menjadi salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk memastikan penyebab kematian, sesuai dengan ketentuan hukum dan persetujuan keluarga.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Desa Watuliwung. Kepolisian masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Ibu dan Anak Hilang di Sikka Sejak 1 April, Pencarian Berlanjut

Miliki informasi terkait keberadaan korban, segera lapor melalui Call Center 110 atau nomor Humas Polres Sikka di 0822-3765-7607.

Published

on

ORANG HILANG: Ninung (25) dan anaknya Iman (sekitar 10 tahun), warga Gusung Karang, Pulau Kojagete, Kecamatan Alok Timur.

MAUMERE, GardaFlores — Seorang ibu muda dan anaknya dilaporkan hilang di Kabupaten Sikka sejak Rabu, 1 April 2026, setelah berpamitan pulang dari Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, namun hingga lebih dari sepekan tidak tiba di rumah mereka di Pulau Kojagete.

Korban diketahui bernama Ninung (25) dan anaknya Iman (sekitar 10 tahun), warga Gusung Karang, Pulau Kojagete, Kecamatan Alok Timur.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, keduanya berpamitan kepada keluarga di Kelurahan Kota Uneng untuk kembali ke rumah. Sejak saat itu, tidak ada komunikasi lanjutan dan keberadaan keduanya tidak diketahui.

Keluarga yang tidak mendapat kabar kemudian melakukan pencarian mandiri dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur perjalanan korban, termasuk Pulau Pemana, Desa Nangahale, Dusun Waipare, dan wilayah Kota Uneng. Pencarian tersebut tidak menemukan jejak keberadaan korban.

“Kami sudah cari ke berbagai lokasi dan menghubungi keluarga, tetapi belum ada informasi,” ujar pihak keluarga.

Setelah pencarian tidak membuahkan hasil, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Alok pada 9 April 2026. Laporan tercatat dengan nomor: 1/GANGGUAN/B/IV/2026/SPKT/POLSEK ALOK/Polres Sikka/Polda NTT.

Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait rute terakhir korban, termasuk apakah keduanya sempat menyeberang menuju Pulau Kojagete.

Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban untuk segera melapor melalui Call Center 110 atau nomor Humas Polres Sikka di 0822-3765-7607.

Penanganan kasus orang hilang umumnya mengedepankan penelusuran titik terakhir keberadaan korban, pengumpulan keterangan saksi, serta koordinasi lintas wilayah. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi awal menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pencarian.

Hingga berita ini dipublikasikan, proses pencarian masih berlangsung. Kepolisian tengah menindaklanjuti laporan dengan pengumpulan data, penelusuran lokasi terakhir, dan koordinasi dengan pihak terkait.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Konsolidasi AMPI Sikka Mengerucut, Targetkan Pemuda Jadi Motor Perubahan Daerah Jelang Musda 2026

AMPI Sikka mulai menyiapkan program konkret yang menyasar kebutuhan masyarakat.

Published

on

AMPI Kabupaten Sikka. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Konsolidasi pembentukan kepengurusan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Sikka periode 2026–2031 memasuki tahap krusial dengan penajaman arah gerak organisasi pada hari ketiga pelaksanaan, Sabtu (21/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Sementara AMPI Sikka, Jalan Wairklau, Maumere, menegaskan komitmen organisasi untuk bertransformasi menjadi motor penggerak pemuda dalam pembangunan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris AMPI Sikka, Yance Maring, menegaskan bahwa konsolidasi tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur formal semata.

“AMPI tidak boleh berhenti pada pembagian jabatan. Organisasi ini harus hidup, bekerja, dan memberi solusi bagi masyarakat,” tegasnya dalam forum.

Konsolidasi tersebut diikuti berbagai elemen pemuda, termasuk mahasiswa dan mahasiswi, yang mulai memanfaatkan AMPI sebagai ruang aktualisasi dan pengembangan kapasitas. Partisipasi ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran generasi muda untuk terlibat aktif dalam dinamika pembangunan daerah.

Dalam forum, pembahasan difokuskan pada penguatan struktur inti organisasi, penegasan fungsi tiap bidang, serta penyelarasan visi dan misi guna mempercepat kinerja organisasi. Sejumlah posisi strategis, khususnya wakil ketua bidang, telah terisi.

AMPI Sikka Tuntaskan Plt Ketua Kecamatan, Konsolidasi Pemuda Dipacu Menuju Musda

Bidang yang disiapkan mencakup organisasi, kaderisasi, politik dan ideologi, ekonomi, sosial dan kesejahteraan rakyat, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, hukum dan HAM, pemberdayaan perempuan dan disabilitas, kepemudaan, pertanian dan ketahanan pangan, lingkungan, media dan informasi, serta hubungan masyarakat.

Meski demikian, proses rekrutmen masih terus dibuka untuk pengisian posisi sekretaris bidang dan tim pendukung sebagai upaya memperluas keterlibatan generasi muda.

Di tingkat kecamatan, konsolidasi juga telah berjalan dengan terbentuknya seluruh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua AMPI kecamatan. Struktur ini akan segera diperkuat melalui penerbitan surat keputusan (SK) sebagai dasar operasional dalam memperluas gerakan organisasi di wilayah masing-masing.

Tahapan konsolidasi ini menjadi bagian penting menjelang Musyawarah Daerah AMPI Sikka (Musda) yang akan menentukan kepemimpinan definitif sekaligus arah kebijakan organisasi ke depan.

Selain penguatan internal, AMPI Sikka mulai menyiapkan program konkret yang menyasar kebutuhan masyarakat. Agenda yang dirancang antara lain layanan pengobatan gratis di wilayah dengan keterbatasan akses kesehatan serta pelatihan kepemimpinan untuk mencetak kader muda yang kompetitif.

Dengan konsolidasi yang semakin mengerucut, AMPI Sikka menegaskan posisi generasi muda sebagai aktor utama pembangunan daerah, bukan sekadar pengamat.

“AMPI tidak boleh berhenti pada pembagian jabatan. Organisasi ini harus hidup, bekerja, dan memberi solusi bagi masyarakat.”

Sejalan dengan itu, pemerintah pusat melalui kebijakan nasional pembangunan sumber daya manusia dan penguatan peran organisasi kepemudaan terus mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan. Konsolidasi organisasi seperti AMPI menjadi bagian penting dalam menciptakan kepemimpinan muda yang adaptif, solutif, dan berdaya saing di tingkat daerah maupun nasional.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending