HUMANIORA
Ustad Amril Sampaikan Pesan Moral Saat Shalat Idul Adha di Maumere
Maumere, GardaFlores – Umat Muslim di Kota Maumere melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Umum Kota Baru, Jumat (6/6/2025). Pelaksanaan shalat yang dimulai pukul 06.30 Wita ini diikuti oleh jamaah dari lima masjid.
Dalam khutbahnya, Ustadz Amril, S.Sos menyampaikan pesan moral yang mendalam terkait makna pengorbanan, kasih sayang, dan keikhlasan. Ia menegaskan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim, Ismail, dan Siti Hajar harus dijadikan model perilaku utama umat manusia dalam menebarkan keutamaan dan kebaikan.
Ustadz Amril juga menyinggung soal kesenjangan sosial yang semakin mencolok di Indonesia. Ia menyatakan bahwa adanya kelompok yang menguasai kekayaan secara berlebihan menunjukkan lemahnya jiwa berkorban di bangsa ini. Ia mengingatkan bahwa hilangnya semangat pengorbanan dan egoisme menjadi penyebab utama kerusakan moral dan konflik di tengah masyarakat.
Baca juga:
Jumlah Hewan Kurban Menurun pada Idul Adha 2025
Selain itu, ia menyoroti pentingnya meningkatkan rasa kasih sayang dan menekan sikap egoisme yang saat ini menjangkiti sebagian manusia. Menurutnya, virus egoisme dan ketidakpedulian terhadap sesama telah menyebabkan berbagai konflik, kekerasan, dan kerusakan moral di berbagai daerah.
Ustadz Amril juga mengkritik maraknya perilaku menyimpang seperti narkoba, prostitusi, LGBT, seks bebas, dan meninggalkan shalat lima waktu. Ia mengingatkan bahwa meninggalkan kewajiban salat merupakan dosa besar yang merusak moral dan akhlak umat Islam.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa ibadah seperti haji dan kurban harus mampu mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat hubungan antarsesama. Ia berharap, dengan menjalankan ibadah secara khusyuk dan ikhlas, umat dapat menciptakan kehidupan yang seimbang dan penuh berkah di dunia maupun akhirat.
Baca juga:
Presiden Prabowo Sampaikan Arahan Virtual dalam Panen Raya Jagung Serentak di Sikka
Tak lupa, Ustadz Amril mengajak seluruh umat Muslim untuk mendukung program pembangunan dan memperkuat ukhuwah islamiyah, insaniyah, dan wathaniyah. Ia menegaskan bahwa kebersamaan dan persatuan adalah kunci utama dalam membangun bangsa yang maju dan beriman.
Menutup khutbahnya, Ustadz Amril berdoa agar pelaksanaan shalat Idul Adha dan ibadah kurban membawa keberkahan, dan umat Muslim senantiasa istiqomah dalam menjalankan ajaran agama. Ia juga memohon kepada Allah agar saudara-saudara kita yang tengah menunaikan ibadah haji dan yang sedang mengalami musibah diberikan kekuatan dan kesabaran.
Pelaksanaan shalat Idul Adha di Maumere ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, memperkuat ukhuwah, dan memperkokoh semangat pengorbanan demi kemaslahatan umat dan bangsa.»
(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
