HUMANIORA
Kebakaran di Taman Doa Krokowolon, Warga Berhasil Selamatkan Pater Dominikus Atapukan
Maumere, GardaFlores – Sebuah kebakaran hebat melanda Rumah Taman Doa yang terletak di Dusun Krokowolon, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Selasa (24/9/2024) sekitar pukul 20.00 Wita.
Pater Dominikus Atapukan, SVD yang tinggal sendirian di Taman Doa milik Sekolah Tinggi Filsafat dan Teknologi Kreatif (STFTK) Ledalero itu berhasil diselamatkan warga sekitar dan dilarikan ke Rumah Sakit St. Gabriel Kewapate.
Menurut kesaksian warga setempat, begitu mendengar teriakan ada kebakaran, warga segera bergegas menuju lokasi untuk memberi pertolongan. Namun, api yang terus membesar dan adanya aliran listrik yang berbahaya membuat upaya pertolongan sempat terhambat.
Warga juga mendengar teriakan dari dalam kamar mandi. Karena sulit menerobos masuk, mereka terpaksa menjebol salah satu dinding rumah untuk menyelamatkan Pater Dominikus, yang diduga terkena sengatan listrik. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante untuk mendapatkan perawatan medis.
Kebakaran dilaporkan ke Polsek Kewapante, yang kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sikka dan PLN. Sekitar pukul 20.30 Wita Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan mulai memadamkan api yang terus berkobar. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 21.45 Wita.
Menurut keterangan warga, angin kencang yang terjadi saat kebakaran membuat api cepat merambat, sehingga seluruh bangunan hangus dalam waktu singkat.
Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan sekitar Rp 70 juta. Sampai saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.»
(rel)
HUMANIORA
Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas, Jenazah Alfonsius Dipulangkan ke Sikka, Bupati Siapkan Upacara Kenegaraan
Jenazah Alfonsius Albinus Mehan, korban penembakan di Jayawijaya, dijadwalkan tiba di Maumere pada Sabtu (12/9/2026). Pemkab Sikka menyiapkan penjemputan dan upacara kenegaraan saat pemakaman.
MAUMERE, GardaFlores — Jenazah Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dijadwalkan tiba di Maumere, Sabtu (12/9/2026).
Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan penjemputan secara kedinasan serta upacara kenegaraan saat pemakaman Alfonsius sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Bupati Sikka Juventus Primus Yoris Kago mengatakan pemerintah daerah akan terlibat langsung dalam proses penjemputan jenazah.
“Kami yang menjemput dan nanti ada upacara kenegaraannya saat pemakaman,” ujar Juventus, Jumat (11/9/2026).
Alfonsius merupakan salah satu dari tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).
Saat kejadian, Alfonsius bersama rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang menjalankan tugas meninjau kegiatan cetak sawah. Rombongan tersebut kemudian diserang kelompok bersenjata saat berada di wilayah Muliama.
Penembakan itu juga memicu kecaman dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Juventus meminta pemerintah dan aparat keamanan mengambil langkah tegas terhadap kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan terhadap warga, termasuk mereka yang sedang menjalankan tugas.
Di Sikka, keluarga mengenang Alfonsius sebagai pribadi yang baik, sopan, mudah bergaul, dan senang membantu orang lain.
Glory Hutagalung, salah seorang anggota keluarga, mengatakan Alfonsius dikenal suka membantu tanpa membedakan orang.
“Almarhum orangnya sangat baik, berteman dengan siapa saja. Sangat sopan, kalau tolong orang dengan sepenuh hati,” ujar Glory.
Jenazah Alfonsius dijadwalkan tiba di Maumere pada Sabtu (12/9/2026). Pemerintah Kabupaten Sikka selanjutnya akan memberikan penghormatan kedinasan hingga prosesi pemakaman yang dijadwalkan berlangsung Senin (14/9/2026).»(rel)
HUMANIORA
Ibu Alfonsius Kenang Putranya yang Gugur Ditembak di Papua
Maria Sukarti Yam mengenang putranya, Alfonsius Albinus Mehan, yang tewas ditembak saat menjalankan tugas di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan.
MAUMERE, GardaFlores — Maria Sukarti Yam masih sulit menerima kepergian putranya, Alfonsius Albinus Mehan, yang tewas ditembak saat menjalankan tugas di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Alfonsius merupakan dokter hewan yang bertugas di Kabupaten Jayawijaya. Menurut Maria, putranya telah bekerja di Papua sejak 2018 dan dikenal dekat dengan warga.
“Anak saya itu baik sekali. Dengan warga di situ sangat baik. Dia sudah hampir sembilan tahun bertugas di sana, sejak 2018,” ungkap Maria.
Maria mengaku sejak awal sempat khawatir ketika Alfonsius memutuskan bekerja di Papua. Namun, putranya tetap memilih berangkat dan meminta keluarga mendukungnya dengan doa.
Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas
“Waktu itu dia nekat, dia bilang, ‘Mama tidak usah cari tahu, pokoknya Mama doa saja.’ Satu hari penuh kami jalan cari pakaian untuk ke sana,” kenangnya.
Menurut Maria, Alfonsius juga dikenal sulit menolak ketika ada warga yang membutuhkan bantuan. Ia sering bergerak cepat ketika mendapat permintaan bantuan dari masyarakat.
“Istrinya bilang, dia susah dilarang kalau ada yang minta bantuan. Dia pokoknya dari sana kalau orang minta bantuan itu cepat sekali, pagi jam 5 sudah di bandara,” kata Maria.
Sebelum meninggal, Alfonsius sempat menghubungi Maria untuk meminta sejumlah dokumen keluarga. Ia juga menyampaikan rencana pulang ke Sikka pada Desember mendatang.
“Dia telepon bilang, ‘Mama, saya mau pulang bulan 12 ini. Saya kerja kumpul uang dulu.’ Dia selalu perhatikan saya, sering kirim uang walau saya bilang tidak usah,” tutur Maria.
Kabar kematian Alfonsius diterima keluarga melalui telepon. Maria mengaku sempat tidak percaya ketika kabar tersebut disampaikan.
“Anak saya telepon tanya Bapak dan saudara-saudara yang lain di mana. Tiba-tiba kabar itu disampaikan. Saya teriak, saya tidak percaya!” kenangnya.
Jenazah Alfonsius rencananya diberangkatkan dari Papua menuju Makassar pada Jumat (11/9/2026), kemudian dilanjutkan ke Labuan Bajo pada Sabtu (12/9/2026) sebelum dibawa ke rumah duka di Kabupaten Sikka.
Rencana kepulangan Alfonsius ke Sikka pada Desember kini berubah menjadi kepulangan terakhir setelah hampir sembilan tahun bertugas di Papua.»(rel)
HUMANIORA
Bupati Sikka Kecam Penembakan Alfonsius di Jayawijaya: Negara Jangan Takut dan Kalah dari Kelompok Bersenjata
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengecam penembakan drh. Alfonsius Albinus Mehan di Jayawijaya dan meminta pemerintah serta aparat keamanan mengusut kasus tersebut secara terbuka dan transparan.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengecam penembakan terhadap drh. Alfonsius Albinus Mehan, warga asal Kabupaten Sikka, yang tewas dalam aksi kekerasan bersenjata di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026.
Juventus menyampaikan kecaman tersebut saat melayat ke rumah duka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Jumat, 11 September 2026. Ia mengatakan Alfonsius merupakan orang yang dikenalnya sejak kuliah di Surabaya dan selama bertugas di Papua mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka, kami mengucapkan turut berduka cita atas kepergian almarhum. Almarhum ini secara pribadi saya mengenal sebagai adik kelas saya dulu kuliah di Surabaya. Anak baik yang berjuang mencari hidup, berbakti buat masyarakat Papua. Tapi menurut saya perbuatan ini sangat keji. Perbuatan itu menunjukkan bukan perbuatan manusia, itu perbuatan yang biadab,” tegas Juventus.
Juventus menilai penembakan terhadap warga sipil yang sedang menjalankan tugas merupakan tindakan yang tidak dapat dibiarkan. Ia juga menyebut kekerasan serupa di Papua telah berulang.
Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas
“Ini perbuatan yang lebih keji dari teroris. Membunuh orang yang tidak bersalah, orang yang sedang bekerja dan mengabdi dengan cara-cara yang sangat keji,” katanya.
“Ini bukan baru pertama, ini sudah sering terjadi. Ini perbuatan lebih keji dari teroris. Jadi kalau ada yang tidak puas disebut sebagai teroris, saya Bupati Sikka, saya menyampaikan ini lebih keji dari teroris,” ujarnya.
Juventus meminta pemerintah pusat dan aparat keamanan mengambil langkah penanganan terhadap kasus tersebut. Ia secara khusus meminta Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, dan Kapolri memastikan proses penanganan dilakukan secara terbuka dan transparan.
“Negara tidak boleh takut dan tidak boleh kalah. Kami minta Pak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Panglima TNI, dan Bapak Kapolri untuk melakukan penanganan serta penyelesaian secara terbuka dan transparan,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan efektivitas operasi keamanan dalam menangani kelompok bersenjata di Papua.
“Sampai kapan lagi banyak nyawa berjatuhan hanya karena perbuatan manusia-manusia biadab ini?” kata Juventus.
“Kalau negara punya alutsista yang luar biasa dan perangkat hebat untuk menyergap teroris sampai ke lubang jarum, kenapa kelompok separatis ini tidak diselesaikan juga? Apakah ini sebuah pembiaran?” lanjutnya.
Terkait pemulangan jenazah, Pemerintah Kabupaten Sikka telah berkoordinasi dengan Polda dan keluarga Alfonsius. Pemkab Sikka menyebut jenazah akan difasilitasi untuk dijemput menggunakan pesawat CN-235 (CASA) dari Labuan Bajo menuju Kabupaten Sikka, setelah sebelumnya direncanakan menggunakan penerbangan komersial dengan sejumlah transit.
Pemakaman Alfonsius dijadwalkan berlangsung pada Senin, 14 September 2026 pukul 10.00 WITA. Pemerintah Kabupaten Sikka juga akan menggelar upacara penghormatan di lokasi pemakaman.
Juventus menegaskan penanganan kasus tidak cukup berhenti pada pemulangan dan pemakaman korban. Ia meminta aparat mengusut penembakan tersebut hingga tuntas.
“Prinsipnya, negara tidak boleh kalah dengan kelompok separatis dan manusia biadab. Kasus ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” pungkas Juventus.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
