HUMANIORA
3.800 Penduduk Sikka Belum Rekam E-KTP
Maumere, Gardaflores.com – Hingga Juli 2024, jumlah Penduduk Kabupaten Sikka yang wajib memiliki KTP-El mencapai 249.740 jiwa. Dari jumlah ini, penduduk yang sudah direkam sebanyak 245.940 jiwa dan sebanyak 3.800 orang belum direkam.
“Progres perekaman KTP elektronik di Kabupaten Sikka sudah mencapai 98,48 persen dari jumlah wajib KTP sebanyak 249.740 jiwa. Atau sudah sebanyak 245.940 jiwa yang sudah direkam. Sisa yang belum direkam sebanyak 3.800 orang,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka, Putu Botha, di Maumere, Senin (22/7/2024).
Putu Botha menjelaskan, pihaknya akan terus berusaha agar jumlah penduduk yang belum rekam KTP El semakin berkurang menjelang penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Serentak 2024.
Berdasarkan data rekapan perekaman KTP-El selama semester pertama 2024, jumlah warga yang belum rekam paling banyak terdapat di Kecamatan Alok yang mencapai 368 orang. Menyusul kecamatan Alok Timur sebanyak 329 orang, Talibura 286 orang, Alok Barat 263 orang, dan kecamatan Paga 233 orang.
Sementara yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Nelle sebanyak 64 orang. Kemudian di Bola sebanyak 75 orang, Koting 68 orang, Mapitara 86 orang, dan kecamatan Hewokloang 102 orang.
Saat ini, papar Putu Botha, Dispenducapil Sikka memberi fokus pada tiga hal yakni mengecek warga yang sudah berumur 21 tahun tetapi belum rekam. Untuk kelompok warga ini, pihaknya akan non aktifkan KTP mereka.

ADVERTISEMENT
Fokus kedua adalah berupaya menemukan warga yang berusia 17 hingga 21 tahun untuk direkam dan fokus ketiga yakni mencari warga yang berusia di atas 80 tahun. “Kita harus cek, apakah mereka ini masih hidup atau sudah mati,” katanya.
Percepatan perekaman KTP ini, papar Putu Botha, antara lain karena pihaknya menerapkan strategi jemput bola dan jalan mantan. “Untuk jemput bola, kami turun ke desa-desa dan aktif menghubungi para camat dan kepala desa/lurah. Sementara ‘jalan mantan’ adalah singkatan dari jalan melayani masyarakat rentan. Masyarakat rentan ada tiga kategori yaitu secara fisik, psikis, dan sosial. Mereka ini kita beri perhatian khusus,” ujarnya.
Kepala Dinas Dukcapil ini lebih lanjut menghimbau para Camat dan kepala desa/lurah untuk rutin melakukan update data kependudukan meliputi kelahiran, kematian dan pindah masuk atau keluar.
Untuk diketahui, saat ini petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) masih melakukan Coklit (Pencocokan dan Penelitian) data pemilih. Mereka bertugas selama 1 bulan, sejak 24 Juni sampai 24 Juli.
Selama proses coklit ini, mereka mencocokan dan meneliti data DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan) dengan Kartu Keluarga dan KTP El. Jika ada warga yang sudah mempunyai hak pilih tetapi belum memiliki KTP-El akan dicatat sebagai pemilih potensial non KTP-El. Pemilih kategori ini, terancam tidak dapat menggunakan hak pilih pada hari H 27 November 2024 mendatang.»(fer)
HUMANIORA
Pria di Wairkoja Sikka Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Gantung Diri
Diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia.
SIKKA, GardaFlores — Seorang pria berinisial YF (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kloang Lagot, RT 010/RW 005, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga merupakan kasus gantung diri.
Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sebelum dilaporkan ke aparat setempat. Lokasi kejadian kemudian langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan awal.
Kasihumas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.
Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP
“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026).
Dari keterangan awal yang dihimpun, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Polres Sikka menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait peristiwa tersebut sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan.»(rel)
HUMANIORA
Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP
Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.
HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.
Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.
Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.
Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.
Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.
Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.
Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.
Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.
Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)
HUMANIORA
Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi di Pantai Nangamerah, Alami Luka Serius
Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.
Korban berinisial NN (61), seorang petani, diserang saat berada di laut dan sempat digigit sebelum berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah.
Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 18.00 WITA untuk mandi di laut. Sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi terluka.
“Korban pulang sekitar pukul 19.00 WITA dengan kondisi mengalami luka akibat gigitan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Bernadeta Bona (47), serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan.
Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka gigitan yang memerlukan penanganan lanjutan, sehingga korban dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap.
Laporan kejadian diterima Kepolisian Sub Sektor Nebe. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban, serta memeriksa saksi, antara lain Bernadeta Bona (47), Petrus Amerson (21), dan Rodesta Nurak (19).
Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama. Korban juga diketahui baru pertama kali beraktivitas mandi di area tersebut.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.
Aparat kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi guna mencegah insiden serupa.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA9 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA1 year agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
