Connect with us

HUMANIORA

Bupati Sikka Keluarkan Surat Edaran Semarakkan HUT RI ke-80

Published

on

Maumere, GardaFlores – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH, secara resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 131 Tahun 2025 tentang Semarak Peringatan HUT RI ke-80 di Kabupaten Sikka.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, koperasi, camat, kepala desa/lurah, pelaku usaha, paguyuban etnis, organisasi masyarakat, organisasi olahraga, pimpinan perguruan tinggi, kepala sekolah, hingga seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sikka.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, Awales Syukur, S.Sos., M.Th., atau yang akrab disapa Very Awales, dalam konferensi pers di Maumere, Rabu (30/07/2025).

Baca juga:
Pemda Sikka Siap Eksekusi Penutupan Pasar Wuring

“Semarak perayaan HUT RI ke-80 mengusung tema Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, yang telah resmi diluncurkan oleh Presiden RI pada 24 Juli 2025. Tema dan logo dapat diakses dan diunduh melalui situs resmi Kementerian Sekretariat Negara di www.setneg.go.id,” ujar Very Awales.

Disebutkan, seluruh instansi dan masyarakat diminta memasang umbul-umbul, spanduk, baliho, dan hiasan lainnya menggunakan desain resmi HUT RI ke-80 yang tersedia di situs Setneg.

Bendera Merah Putih, kata Awales, wajib dikibarkan secara serentak di rumah, kantor, tempat usaha, dan area strategis mulai 1 hingga 30 Agustus 2025.

Baca juga:
Wabup Sikka Dorong Pengembangan Pariwisata Budaya di Uma Uta

Ia menambahkan, pada tanggal 17 Agustus 2025 pukul 10.17–10.20 WIB, seluruh aktivitas dihentikan sementara untuk menghormati Detik-Detik Proklamasi. Warga diminta berdiri tegap saat Lagu Indonesia Raya dikumandangkan. TNI, Polri, dan instansi terkait diharapkan mendukung pelaksanaannya melalui sirine atau penanda lainnya.

Rangkaian Kegiatan Kenegaraan

16 Agustus 2025:

Penyerahan Satyalancana Karya Satya dan Pidato Bupati di Aula Egon Kantor Bupati Sikka serta Malam Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Bahagia Iligetang.

17 Agustus 2025:

Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera Merah Putih di Halaman Kantor Bupati serta Resepsi Kenegaraan di Rumah Jabatan Bupati.

Pesta Rakyat Meriahkan Bulan Kemerdekaan

Baca juga:
Expo Desa UNIPA, Ajang Pamer Potensi dan Kolaborasi Desa

Very Awales juga menambahkan bahwa Pesta Rakyat akan berlangsung pada 3–24 Agustus 2025. Agenda Pesta Rakyat mencakup: 3–13 Agustus 2025, dilaksanakan lomba Gapura Indah dan Lomba Video Tematik di seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Pada 18–24 Agustus 2025, aneka lomba dan hiburan rakyat di Kota Maumere dan Halaman Kantor Bupati, termasuk futsal, gerak jalan, Beket Wa’in (karnaval budaya), karnaval audio sound system, sepeda hias, oto hias, pameran pembangunan, serta panggung hiburan rakyat.

Untuk kelancaran pelaksanaan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan Panitia HUT RI ke-80 di Sekretariat Kantor Kesbangpol Kabupaten Sikka atau Tim Pesta Rakyat di Kantor BPBD Sikka.

“Surat edaran ini juga disebarluaskan melalui media massa, media sosial, dan LPPL Radio Suara Sikka agar seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan ini,” tutup Awales.»(rel)

“Berita Ini Terpublikasi atas Kerjasama gardaflores.com dan Pemkab Sikka”

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.

Published

on

HKN pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.

HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.

Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.

Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.

Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.

Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.

Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.

Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi di Pantai Nangamerah, Alami Luka Serius

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama.

Published

on

Serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.

Korban berinisial NN (61), seorang petani, diserang saat berada di laut dan sempat digigit sebelum berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah.

Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 18.00 WITA untuk mandi di laut. Sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi terluka.
“Korban pulang sekitar pukul 19.00 WITA dengan kondisi mengalami luka akibat gigitan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Bernadeta Bona (47), serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan.

Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka gigitan yang memerlukan penanganan lanjutan, sehingga korban dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap.

Laporan kejadian diterima Kepolisian Sub Sektor Nebe. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban, serta memeriksa saksi, antara lain Bernadeta Bona (47), Petrus Amerson (21), dan Rodesta Nurak (19).

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama. Korban juga diketahui baru pertama kali beraktivitas mandi di area tersebut.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.

Aparat kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi guna mencegah insiden serupa.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Bupati Ngada Dorong Intervensi Kolektif Cegah Kekerasan Anak, Buka Pelatihan di Jerebuu

Dampak kekerasan terhadap anak dapat bersifat jangka panjang, jadi perlu pencegahan dini dan sistematis.

Published

on

Raymundus Bena: “Orang tua menjadi garda terdepan, namun tumbuh kembang anak memerlukan dukungan semua pihak, termasuk keluarga, guru, dan pemerintah.” FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

NGADA, GardaFlores — Bupati Ngada Raymundus Bena membuka pelatihan pendampingan anak serta pencegahan kekerasan dan perilaku menyakiti diri sendiri di Kecamatan Jerebuu, Rabu (22/4/2026), sebagai langkah penguatan kapasitas masyarakat dalam merespons isu kekerasan terhadap anak dan perempuan di tingkat lokal.

Kegiatan yang diprakarsai Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada itu digelar di Aula Paroki Paulo Gentium Apostolo Jerebuu dan melibatkan pengurus PKK, perangkat kecamatan dan desa, tenaga pendidik, serta tenaga kesehatan se-Kecamatan Jerebuu.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam mengenali risiko kekerasan, melakukan pendampingan anak, serta membangun mekanisme pencegahan berbasis komunitas. Pemerintah daerah menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari intervensi non-struktural di tengah masih munculnya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah Ngada.

Pemkab Ngada Salurkan Bantuan Rp185 Juta untuk Gereja dan Dua Sekolah di Golewa Selatan

Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, Blandina Mamo, menyatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam perlindungan anak.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memberikan edukasi kepada anak agar dapat mengenali dan melindungi dirinya sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, perlindungan anak tidak dapat bertumpu pada keluarga dan sekolah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan lingkungan sosial secara luas.

FOTO: GARDAFLORES/AGUSTO

Bupati Ngada Raymundus Bena dalam sambutannya menekankan pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak di seluruh lingkungan kehidupan.
“Orang tua menjadi garda terdepan, namun tumbuh kembang anak memerlukan dukungan semua pihak, termasuk keluarga, guru, dan pemerintah,” katanya.

Ia juga mengingatkan dampak kekerasan terhadap anak dapat bersifat jangka panjang, terutama pada aspek psikologis dan sosial, sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dan secara sistematis.

Materi pelatihan mencakup pendampingan anak, deteksi dini kekerasan, serta pendekatan pencegahan perilaku menyakiti diri sendiri dengan melibatkan lintas profesi di tingkat kecamatan.

Kegiatan ini dijadwalkan berlanjut dalam beberapa sesi berikutnya dengan target perluasan jangkauan edukasi ke desa-desa di Kecamatan Jerebuu.»(gus)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending