EKONOMI
Grab Resmi Masuk Kabupaten Sikka, Gandeng Disnakertrans dan UMKM Lokal
Maumere, GardaFlores – Aplikasi layanan digital Grab resmi mulai beroperasi di Kabupaten Sikka sejak Jumat (11/7/2025), setelah melalui koordinasi intensif dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sikka, Valerianus Samador menjelaskan, Grab masuk ke Sikka setelah mendapatkan kontak dirinya dari seorang warga Maumere yang berada di Jakarta. Warga tersebut menginformasikan bahwa pihak Grab berminat memperluas layanannya ke wilayah timur Indonesia, termasuk Kabupaten Sikka.
Baca juga:
Hadiri Perayaan Misa Nikah Massal, Bupati Sikka Serahkan 106 Akta Nikah
“Saya kemudian dihubungi langsung oleh pihak Grab dan mereka menyampaikan keinginan untuk beroperasi di Maumere melalui jalur resmi. Saya menyambut baik niat tersebut dan meminta agar mereka datang langsung,” ujar Valerianus di Maumere, Jumat (11/7/2025).
Perwakilan Grab tiba di Kupang pada Senin (7/7/2025), namun karena bandara Maumere ditutup akibat erupsi Gunung Lewotobi, mereka baru tiba di Maumere pada Selasa (8/7/2025) dan akhirnya bertemu dengan Kadis Nakertrans pada Rabu (9/7/2025).
Setelah pertemuan awal, Valerianus menyarankan agar Grab juga beraudiensi dengan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago. Pertemuan pun berhasil dilakukan pada Kamis (10/7/2025), dimana Bupati Sikka memberikan dukungannya.
Baca juga:
Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Lelang Tanah oleh BRI Maumere, Kuasa Hukum Pemilik Tanah Desak Kepolisian Segera Bertindak
“Pak Bupati menyetujui Grab untuk mulai beroperasi dan menyarankan agar proses pendaftaran dan sosialisasi dilakukan melalui Disnakertrans,” kata Valerianus.
Mulai Jumat (11/7), Grab membuka pendaftaran mitra pengemudi (driver) di Kantor Disnakertrans Sikka dan langsung melakukan sosialisasi terkait cara kerja aplikasi kepada para tukang ojek yang tersebar di berbagai pangkalan.
“Kami sudah menurunkan staf ke beberapa titik untuk memberikan edukasi. Harapannya, para tukang ojek bisa terorganisir dan memperoleh lebih banyak pesanan melalui platform ini,” ujar Valerianus.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sikka, Valerianus Samador.
Ia menambahkan bahwa Grab tidak memiliki armada sendiri, melainkan menggandeng pengemudi lokal sebagai mitra. Hal ini dinilai sebagai peluang positif untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Perkenalan Grab dan Dukungan UMKM
Expansion Manager Grab Area Timur, Doni menyebutkan, kehadiran Grab di Sikka adalah bagian dari ekspansi layanan ke wilayah Indonesia Timur.
“Saat ini Grab telah beroperasi di lebih dari 250 kota/kabupaten di Indonesia. Kami ingin memperluas kehadiran kami hingga menjangkau seluruh wilayah, termasuk di Nusa Tenggara Timur,” jelas Doni.
Sebagai bagian dari perkenalan kepada masyarakat, Grab juga akan menggelar konvoi kendaraan keliling Kota Maumere.
“Dengan konvoi ini, kami ingin menunjukkan kehadiran Grab sekaligus mengenalkan identitas mitra kami melalui atribut khusus,” tambahnya.
Hingga kini, tercatat lebih dari 30 warga Sikka telah mendaftar sebagai mitra pengemudi Grab. Selain itu, kolaborasi juga dilakukan dengan 50 pelaku UMKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta UMKM binaan Dinas Pariwisata yang juga ikut bergabung melalui aplikasi Grab.
GrabFood dan Dukungan Digitalisasi Ekonomi
Doni menjelaskan bahwa Grab tidak hanya menyediakan layanan transportasi, tetapi juga fitur GrabFood, semacam marketplace digital untuk mempromosikan dan menjual produk UMKM lokal.
“Kami ingin menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM bisa memasarkan produknya langsung lewat aplikasi Grab, dan masyarakat bisa memesan dari mana saja,” ujarnya.
Dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital di Sikka, pihak Grab optimis dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Antusias masyarakat sangat tinggi. Meskipun baru dibuka hari ini, sudah mulai ada order. Ini menandakan kesiapan masyarakat Sikka dalam memanfaatkan layanan berbasis digital,” pungkas Doni.»
(rel)
EKONOMI
Kepatuhan Royalti Musik Dinilai Jadi Kunci Tumbuhkan Ekonomi Kreatif di Sikka
Langkah selanjutnya adalah peningkatan sosialisasi mekanisme perizinan dan pembayaran royalti.
MAUMERE, GardaFlores — Kepatuhan terhadap pembayaran royalti musik dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Sikka, terutama seiring meningkatnya penggunaan karya musik di sektor usaha, pariwisata, dan layanan publik.
Isu tersebut mengemuka dalam forum edukasi peningkatan pemahaman kepatuhan terhadap hak cipta royalti musik dan lagu di Aula Egon Lantai III, Kantor Bupati Sikka, Selasa (28/4/2026).
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan perlindungan kekayaan intelektual menjadi fondasi strategis di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan digitalisasi.
Menurut dia, musik kini tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga bernilai ekonomi karena dimanfaatkan secara luas di hotel, restoran, kafe, pusat perbelanjaan, hingga platform digital.
“Masih ada pemahaman keliru bahwa akses mudah terhadap karya musik berarti bebas digunakan tanpa izin. Padahal, sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, setiap pemanfaatan karya cipta untuk kepentingan komersial wajib disertai pembayaran royalti kepada pencipta dan pemilik hak terkait,” ujarnya.
Ia menilai kepatuhan royalti bukan semata kewajiban hukum, tetapi bagian dari ekosistem usaha yang sehat karena memberi penghargaan ekonomi kepada pencipta lagu dan pemilik hak terkait.
Selain itu, peran Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) disebut penting dalam menghimpun serta mendistribusikan royalti secara adil, transparan, dan akuntabel.
Meski demikian, masih terdapat tantangan berupa rendahnya pemahaman sebagian pelaku usaha, tata kelola administrasi, serta persepsi bahwa royalti merupakan beban tambahan.
“Kepatuhan terhadap hak cipta bukanlah beban, melainkan investasi jangka panjang. Ini akan meningkatkan kredibilitas usaha, memperkuat kepercayaan konsumen, dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” katanya.
Kabupaten Sikka dinilai memiliki potensi besar dalam pemanfaatan musik seiring berkembangnya sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan industri kreatif. Karena itu, peningkatan kesadaran hukum dinilai perlu berjalan seiring pertumbuhan ekonomi lokal.
Forum tersebut dihadiri Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum NTT Bawono Ika Sutomo, Asisten I Sekda Sikka Fitrinita Kristiani, Plt Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Hempy J.W. Poyk, serta Komisioner LMKN Pemilik Hak Terkait Sujud Margono secara daring. Pelaku usaha turut mengikuti sebagai peserta utama.
Langkah selanjutnya diarahkan pada peningkatan sosialisasi mekanisme perizinan dan pembayaran royalti agar kepatuhan pelaku usaha semakin luas.»(rel)
EKONOMI
Erupsi Lewotobi Picu Penutupan Bandara Frans Seda, 122 Penumpang Gagal Terbang
“Penutupan ini dilakukan demi keselamatan penerbangan.”
MAUMERE, GardaFlores — Bandara Frans Seda Maumere menghentikan sementara operasional penerbangan pada Kamis (23/4/2026) setelah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menyebarkan abu vulkanik ke ruang udara. Sebanyak 122 penumpang terdampak akibat pembatalan penerbangan.
Penutupan berlaku hingga Jumat (24/4/2026) pukul 06.00 WITA berdasarkan NOTAM Nomor C0487/26 NOTAMN.
Kepala Bandara Frans Seda, Partahian Panjaitan, menyatakan langkah tersebut diambil untuk menghindari risiko keselamatan penerbangan akibat paparan abu vulkanik.
“Penutupan ini dilakukan demi keselamatan penerbangan,” ujarnya.
Penerbangan yang terdampak meliputi IW1941 (Maumere–Kupang), IW1940 (Kupang–Maumere), IW1829 (Kupang–Maumere), dan IW1828 (Maumere–Kupang) yang dijadwalkan pada 24 April 2026.
Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi pukul 07.21 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 1.800 meter di atas puncak (±3.384 meter di atas permukaan laut) dan bergerak ke arah barat daya. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi 1 menit 43 detik.
Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berstatus Level II (Waspada). PVMBG merekomendasikan penghentian aktivitas masyarakat dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Selain risiko abu vulkanik, warga di sejumlah wilayah—Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote—diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan serta menggunakan pelindung pernapasan saat beraktivitas.
Penutupan bandara mengikuti standar keselamatan penerbangan internasional yang melarang operasi pesawat dalam paparan abu vulkanik karena berisiko merusak mesin dan sistem navigasi.
Otoritas bandara dan maskapai menunggu pembaruan aktivitas vulkanik dan kondisi udara sebelum memutuskan pembukaan kembali operasional penerbangan.»(rel)
EKONOMI
Lagi, Pemkab Sikka Tertibkan Pedagang di Jalan Wuring, Sejumlah Pedagang Ajukan Keberatan
“Saya bangun di atas tanah saya sendiri, bukan di bahu jalan.”
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menertibkan aktivitas pedagang di sepanjang Jalan Kampung Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Penertiban dilakukan karena aktivitas jual beli di bahu jalan dinilai melanggar aturan tata ruang dan mengganggu ketertiban umum.
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan perdagangan agar lebih tertib dan terorganisir.
“Penertiban ini harus dilakukan karena sangat mengganggu. Pedagang berjualan di pinggir jalan sehingga mempersempit akses dan berpotensi menimbulkan kemacetan,” ujarnya.
Pemerintah daerah menyebut sebagian besar pedagang yang berjualan di lokasi tersebut merupakan pedagang berpindah yang tidak menetap di satu lokasi. Berdasarkan penelusuran, mereka beraktivitas di beberapa titik dalam satu hari.
“Pagi di TPI, siang di Pasar Alok, sore pindah ke Wuring. Sementara lapak di Pasar Alok justru banyak yang kosong,” katanya.
Pemkab Sikka menyatakan telah menyediakan lapak resmi di Pasar Alok, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh para pedagang.
Di lapangan, penertiban memicu keberatan dari sejumlah pedagang. Salah satunya Haja Nursida Aliudin yang mengaku kios miliknya ikut dibongkar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), meskipun menurutnya tidak berada di bahu jalan.
“Sebelum ada pasar ikan di pinggir jalan, kios saya sudah ada. Tiba-tiba dibongkar tanpa pemberitahuan,” ujarnya.

FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU
Ia menyatakan bangunan kios tersebut berdiri di atas tanah milik pribadi yang memiliki sertifikat.
“Saya bangun di atas tanah saya sendiri, bukan di bahu jalan. Saya akan laporkan ke Polres,” tegasnya.
Penertiban ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menata kawasan perdagangan di Kota Maumere, khususnya di koridor Jalan Wuring yang dinilai mengalami kepadatan aktivitas jual beli.
Hingga saat ini, Pemkab Sikka tetap melanjutkan penataan kawasan dengan mengarahkan pedagang untuk menempati lapak resmi di Pasar Alok. Sementara itu, keberatan dari pedagang terkait proses penertiban berpotensi berlanjut melalui jalur hukum.»(rel)
-
HUMANIORA10 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA9 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA1 year agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan

Pingback: Bupati Sikka Buka Kejuaraan Bola Voli Teka Iku Cup - Garda Flores %