Connect with us

HUMANIORA

Balita 1,5 Tahun Tewas Tenggelam di Lubang MCK Tak Bertutup

Dugaan kelalaian dalam pengawasan serta pembiaran lubang berbahaya menjadi faktor utama terjadinya peristiwa ini.

Published

on

Korban ditemukan mengapung di dalam lubang sedalam sekitar dua meter yang sebelumnya digali pada Desember 2025 untuk keperluan MCK, dibiarkan terbuka tanpa penutup dan pengaman. FOTO: IST

 Maumere, GardaFlores — Kematian tragis menimpa seorang balita perempuan berusia 1,5 tahun, Maria Renidia Jelu. Ia ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang galian MCK berisi air di Desa Parabubu, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Senin (26/1/2026).

Korban ditemukan mengapung di dalam lubang sedalam sekitar dua meter yang sebelumnya digali pada Desember 2025 untuk keperluan MCK, namun dibiarkan terbuka tanpa penutup atau pengaman. Saat musim hujan, lubang tersebut terisi air dan berubah menjadi perangkap berbahaya, khususnya bagi anak-anak.

Lubang maut tersebut berada tidak jauh dari permukiman warga dan tanpa tanda peringatan apa pun.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, saat kejadian korban berada dalam pengawasan nenek kandungnya. Namun korban sempat lepas dari pantauan dan ditemukan sudah tidak bernyawa beberapa menit kemudian.

Dua Nelayan Paga Hilang Kontak Usai Perahu Motor Alami Kerusakan

Polisi menyebut jarak antara lokasi korban terakhir terlihat dengan TKP sekitar 100 meter, kondisi yang memperkuat dugaan bahwa kelalaian dalam pengawasan serta pembiaran lubang berbahaya menjadi faktor utama terjadinya peristiwa ini.

Kasus ini mengungkap persoalan klasik di wilayah pedesaan, yakni pembangunan fasilitas sanitasi yang tidak memenuhi standar keselamatan, serta rendahnya kesadaran akan risiko lingkungan bagi anak-anak. Lubang galian yang dibiarkan terbuka selama berbulan-bulan mencerminkan tidak adanya pengamanan dasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemilik maupun keluarga penggali.

Meski demikian, pihak keluarga korban memilih menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi maupun proses hukum lebih lanjut.

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif. Namun hingga kini, belum ada keterangan terkait langkah pencegahan atau evaluasi lingkungan pascakejadian.»(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Curi Kabel di Hotel Pelita, Polres Sikka Tangkap 3 Anak - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas, Jenazah Alfonsius Dipulangkan ke Sikka, Bupati Siapkan Upacara Kenegaraan

Jenazah Alfonsius Albinus Mehan, korban penembakan di Jayawijaya, dijadwalkan tiba di Maumere pada Sabtu (12/9/2026). Pemkab Sikka menyiapkan penjemputan dan upacara kenegaraan saat pemakaman.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Primus Yoris Kago menyiapkan penghormatan kedinasan bagi Alfonsius Albinus Mehan yang tewas dalam penembakan di Jayawijaya, Papua Pegunungan. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Jenazah Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dijadwalkan tiba di Maumere, Sabtu (12/9/2026).

Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan penjemputan secara kedinasan serta upacara kenegaraan saat pemakaman Alfonsius sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Bupati Sikka Juventus Primus Yoris Kago mengatakan pemerintah daerah akan terlibat langsung dalam proses penjemputan jenazah.

“Kami yang menjemput dan nanti ada upacara kenegaraannya saat pemakaman,” ujar Juventus, Jumat (11/9/2026).

Alfonsius merupakan salah satu dari tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).

Ibu Alfonsius Kenang Putranya yang Gugur Ditembak di Papua

Saat kejadian, Alfonsius bersama rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang menjalankan tugas meninjau kegiatan cetak sawah. Rombongan tersebut kemudian diserang kelompok bersenjata saat berada di wilayah Muliama.

Penembakan itu juga memicu kecaman dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Juventus meminta pemerintah dan aparat keamanan mengambil langkah tegas terhadap kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan terhadap warga, termasuk mereka yang sedang menjalankan tugas.

Di Sikka, keluarga mengenang Alfonsius sebagai pribadi yang baik, sopan, mudah bergaul, dan senang membantu orang lain.

Glory Hutagalung, salah seorang anggota keluarga, mengatakan Alfonsius dikenal suka membantu tanpa membedakan orang.

“Almarhum orangnya sangat baik, berteman dengan siapa saja. Sangat sopan, kalau tolong orang dengan sepenuh hati,” ujar Glory.

Jenazah Alfonsius dijadwalkan tiba di Maumere pada Sabtu (12/9/2026). Pemerintah Kabupaten Sikka selanjutnya akan memberikan penghormatan kedinasan hingga prosesi pemakaman yang dijadwalkan berlangsung Senin (14/9/2026).»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Ibu Alfonsius Kenang Putranya yang Gugur Ditembak di Papua

Maria Sukarti Yam mengenang putranya, Alfonsius Albinus Mehan, yang tewas ditembak saat menjalankan tugas di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Published

on

Maria Sukarti Yam mengenang putranya, Alfonsius Albinus Mehan, yang tewas dalam penembakan di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Maria Sukarti Yam masih sulit menerima kepergian putranya, Alfonsius Albinus Mehan, yang tewas ditembak saat menjalankan tugas di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Alfonsius merupakan dokter hewan yang bertugas di Kabupaten Jayawijaya. Menurut Maria, putranya telah bekerja di Papua sejak 2018 dan dikenal dekat dengan warga.

“Anak saya itu baik sekali. Dengan warga di situ sangat baik. Dia sudah hampir sembilan tahun bertugas di sana, sejak 2018,” ungkap Maria.

Maria mengaku sejak awal sempat khawatir ketika Alfonsius memutuskan bekerja di Papua. Namun, putranya tetap memilih berangkat dan meminta keluarga mendukungnya dengan doa.

Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas

“Waktu itu dia nekat, dia bilang, ‘Mama tidak usah cari tahu, pokoknya Mama doa saja.’ Satu hari penuh kami jalan cari pakaian untuk ke sana,” kenangnya.

Menurut Maria, Alfonsius juga dikenal sulit menolak ketika ada warga yang membutuhkan bantuan. Ia sering bergerak cepat ketika mendapat permintaan bantuan dari masyarakat.

“Istrinya bilang, dia susah dilarang kalau ada yang minta bantuan. Dia pokoknya dari sana kalau orang minta bantuan itu cepat sekali, pagi jam 5 sudah di bandara,” kata Maria.

Sebelum meninggal, Alfonsius sempat menghubungi Maria untuk meminta sejumlah dokumen keluarga. Ia juga menyampaikan rencana pulang ke Sikka pada Desember mendatang.

“Dia telepon bilang, ‘Mama, saya mau pulang bulan 12 ini. Saya kerja kumpul uang dulu.’ Dia selalu perhatikan saya, sering kirim uang walau saya bilang tidak usah,” tutur Maria.

Bupati Sikka Kecam Penembakan Alfonsius di Jayawijaya: Negara Jangan Takut dan Kalah dari Kelompok Bersenjata

Kabar kematian Alfonsius diterima keluarga melalui telepon. Maria mengaku sempat tidak percaya ketika kabar tersebut disampaikan.

“Anak saya telepon tanya Bapak dan saudara-saudara yang lain di mana. Tiba-tiba kabar itu disampaikan. Saya teriak, saya tidak percaya!” kenangnya.

Jenazah Alfonsius rencananya diberangkatkan dari Papua menuju Makassar pada Jumat (11/9/2026), kemudian dilanjutkan ke Labuan Bajo pada Sabtu (12/9/2026) sebelum dibawa ke rumah duka di Kabupaten Sikka.

Rencana kepulangan Alfonsius ke Sikka pada Desember kini berubah menjadi kepulangan terakhir setelah hampir sembilan tahun bertugas di Papua.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Bupati Sikka Kecam Penembakan Alfonsius di Jayawijaya: Negara Jangan Takut dan Kalah dari Kelompok Bersenjata

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengecam penembakan drh. Alfonsius Albinus Mehan di Jayawijaya dan meminta pemerintah serta aparat keamanan mengusut kasus tersebut secara terbuka dan transparan.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat melayat keluarga drh. Alfonsius Albinus Mehan di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Jumat (11/9/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengecam penembakan terhadap drh. Alfonsius Albinus Mehan, warga asal Kabupaten Sikka, yang tewas dalam aksi kekerasan bersenjata di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026.

Juventus menyampaikan kecaman tersebut saat melayat ke rumah duka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Jumat, 11 September 2026. Ia mengatakan Alfonsius merupakan orang yang dikenalnya sejak kuliah di Surabaya dan selama bertugas di Papua mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka, kami mengucapkan turut berduka cita atas kepergian almarhum. Almarhum ini secara pribadi saya mengenal sebagai adik kelas saya dulu kuliah di Surabaya. Anak baik yang berjuang mencari hidup, berbakti buat masyarakat Papua. Tapi menurut saya perbuatan ini sangat keji. Perbuatan itu menunjukkan bukan perbuatan manusia, itu perbuatan yang biadab,” tegas Juventus.

Juventus menilai penembakan terhadap warga sipil yang sedang menjalankan tugas merupakan tindakan yang tidak dapat dibiarkan. Ia juga menyebut kekerasan serupa di Papua telah berulang.

Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas

“Ini perbuatan yang lebih keji dari teroris. Membunuh orang yang tidak bersalah, orang yang sedang bekerja dan mengabdi dengan cara-cara yang sangat keji,” katanya.

“Ini bukan baru pertama, ini sudah sering terjadi. Ini perbuatan lebih keji dari teroris. Jadi kalau ada yang tidak puas disebut sebagai teroris, saya Bupati Sikka, saya menyampaikan ini lebih keji dari teroris,” ujarnya.

Juventus meminta pemerintah pusat dan aparat keamanan mengambil langkah penanganan terhadap kasus tersebut. Ia secara khusus meminta Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, dan Kapolri memastikan proses penanganan dilakukan secara terbuka dan transparan.

“Negara tidak boleh takut dan tidak boleh kalah. Kami minta Pak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Panglima TNI, dan Bapak Kapolri untuk melakukan penanganan serta penyelesaian secara terbuka dan transparan,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan efektivitas operasi keamanan dalam menangani kelompok bersenjata di Papua.

“Sampai kapan lagi banyak nyawa berjatuhan hanya karena perbuatan manusia-manusia biadab ini?” kata Juventus.

VOX POINT Sikka Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Papua

“Kalau negara punya alutsista yang luar biasa dan perangkat hebat untuk menyergap teroris sampai ke lubang jarum, kenapa kelompok separatis ini tidak diselesaikan juga? Apakah ini sebuah pembiaran?” lanjutnya.

Terkait pemulangan jenazah, Pemerintah Kabupaten Sikka telah berkoordinasi dengan Polda dan keluarga Alfonsius. Pemkab Sikka menyebut jenazah akan difasilitasi untuk dijemput menggunakan pesawat CN-235 (CASA) dari Labuan Bajo menuju Kabupaten Sikka, setelah sebelumnya direncanakan menggunakan penerbangan komersial dengan sejumlah transit.

Pemakaman Alfonsius dijadwalkan berlangsung pada Senin, 14 September 2026 pukul 10.00 WITA. Pemerintah Kabupaten Sikka juga akan menggelar upacara penghormatan di lokasi pemakaman.

Juventus menegaskan penanganan kasus tidak cukup berhenti pada pemulangan dan pemakaman korban. Ia meminta aparat mengusut penembakan tersebut hingga tuntas.

“Prinsipnya, negara tidak boleh kalah dengan kelompok separatis dan manusia biadab. Kasus ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” pungkas Juventus.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending