Connect with us

HUMANIORA

Dinas P2KBP3A Sikka Kukuhkan dan Lantik Pengurus Cabang IPK KB

Published

on

Sekretaris BKKBN Provinsi NTT, Yance Galmin (kiri); Kepala Dinas P2KBP3A Sikka, Petrus Herlemus (kanan).

Maumere, GardaFlores – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sikka menggelar acara pengukuhan dan pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPK KB) Kabupaten Sikka.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh pengurus IPK KB Provinsi NTT di Maumere, Kamis (31/7/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris BKKBN Provinsi NTT, Yance Galmin, serta Kepala Dinas P2KBP3A Sikka, Petrus Herlemus.

Dalam sambutannya, Petrus Herlemus menjelaskan bahwa organisasi profesi IPK KB dibentuk sebagai wadah legalitas bagi para penyuluh KB, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah. Di Kabupaten Sikka, terdapat 24 penyuluh KB yang tersebar di berbagai wilayah dan bertugas memberikan pendampingan serta penyuluhan kepada keluarga.

Baca juga:
Nelayan di Sikka Dapat Bantuan Kapal dan Alat Tangkap

“Penyuluh KB menjadi garda terdepan dalam membina keluarga, baik itu balita, remaja, hingga lansia melalui kelompok-kelompok binaan,” jelas Petrus.

Ia juga menambahkan, saat ini IPK KB di NTT telah terbentuk di 18 dari 28 kabupaten/kota. Di daratan Flores, sebagian besar telah memiliki pengurus cabang, kecuali empat kabupaten yang masih dalam proses pembentukan.

Selain pengukuhan, kegiatan ini dirangkaikan dengan acara pelepasan staf KB yang telah memasuki masa pensiun.

Sementara itu, Sekretaris BKKBN Provinsi NTT, Yance Galmin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, BKKBN telah bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Baca juga:

Bupati Sikka Keluarkan Surat Edaran Semarakkan HUT RI ke-80

Tugas kementerian ini meliputi pengendalian pertumbuhan dan persebaran penduduk, isu bonus demografi, serta pembangunan keluarga yang mencakup penanganan stunting, kematian ibu dan anak, dan kemiskinan ekstrem.

“Persoalan kependudukan sangat erat kaitannya dengan perencanaan keluarga yang baik. Banyak hak anak yang terabaikan akibat perencanaan keluarga yang kurang matang,” tegas Yance.

Yance juga mengatakan, walaupun para penyuluh KB berada di bawah naungan dinas kabupaten/kota, namun mereka tetap menjadi mitra kerja BKKBN dan memiliki peran penting dalam menjalankan program nasional. Kepastian karier dan hak-hak para penyuluh dijamin melalui organisasi profesi IPK KB yang diatur dalam Peraturan BKKBN Nomor 20 Tahun 2018.

Baca juga:
Pemda Sikka Siap Eksekusi Penutupan Pasar Wuring

“Kita ingin semua penyuluh punya semangat korps dan komitmen bersama. Yang rajin dan disiplin harus diapresiasi, agar tidak ada lagi penyuluh yang terhambat kenaikan pangkat hanya karena urusan administrasi,” ujarnya.

Dengan terbentuknya organisasi ini, diharapkan semangat kebersamaan dan profesionalisme para penyuluh semakin meningkat demi tercapainya target program Bangga Kencana di Kabupaten Sikka dan seluruh Indonesia.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Pria di Wairkoja Sikka Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Gantung Diri

Diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia.

Published

on

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026). FOTO: IST

SIKKA, GardaFlores — Seorang pria berinisial YF (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kloang Lagot, RT 010/RW 005, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga merupakan kasus gantung diri.

Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sebelum dilaporkan ke aparat setempat. Lokasi kejadian kemudian langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan awal.

Kasihumas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026).

Dari keterangan awal yang dihimpun, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.

Polres Sikka menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait peristiwa tersebut sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.

Published

on

HKN pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.

HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.

Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.

Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.

Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.

Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.

Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.

Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi di Pantai Nangamerah, Alami Luka Serius

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama.

Published

on

Serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.

Korban berinisial NN (61), seorang petani, diserang saat berada di laut dan sempat digigit sebelum berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah.

Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 18.00 WITA untuk mandi di laut. Sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi terluka.
“Korban pulang sekitar pukul 19.00 WITA dengan kondisi mengalami luka akibat gigitan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Bernadeta Bona (47), serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan.

Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka gigitan yang memerlukan penanganan lanjutan, sehingga korban dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap.

Laporan kejadian diterima Kepolisian Sub Sektor Nebe. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban, serta memeriksa saksi, antara lain Bernadeta Bona (47), Petrus Amerson (21), dan Rodesta Nurak (19).

Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama. Korban juga diketahui baru pertama kali beraktivitas mandi di area tersebut.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.

Aparat kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi guna mencegah insiden serupa.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending