Connect with us

HUMANIORA

Palue dalam Kepungan Bencana: 141 Rumah Rusak Berat, Satu Warga Tewas, Akses dan Komunikasi Lumpuh

Sedikitnya 141 rumah di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, rusak berat akibat gempa. Satu warga meninggal dunia, sementara akses jalan, listrik dan komunikasi di sejumlah wilayah lumpuh.

Published

on

Rekap sementara dari lima desa menunjukkan 141 rumah rusak berat, yakni Nitung Lea sebanyak 69 rumah, Rokirole 45 rumah, Ladolaka tujuh rumah, Lidi 16 rumah dan Maluriwu empat rumah. Angka tersebut belum mencakup tiga desa yang masih dalam proses pendataan. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MUMERE, GardaFlores — Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, masih berada dalam situasi darurat setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 22.00 WITA, sedikitnya 141 rumah tercatat rusak berat dan satu warga meninggal dunia. Sejumlah warga lainnya mengalami luka berat.

Namun, angka itu belum menggambarkan seluruh dampak bencana. Pemerintah Kabupaten Sikka masih melakukan pendataan di tiga desa yang hingga Minggu malam belum dapat dijangkau secara menyeluruh karena sejumlah akses jalan terputus akibat longsor. Di beberapa lokasi, petugas bahkan harus berjalan kaki untuk mencapai wilayah terdampak.

Bupati Sikka Juventus Yoris Prima Kago, didampingi Wakil Ketua BNPB Pusat Nelpon, menyampaikan kondisi tersebut saat memaparkan perkembangan penanganan bencana di Palue. Menurutnya, proses pendataan masih berlangsung sehingga jumlah kerusakan maupun korban masih mungkin bertambah setelah wilayah yang terisolasi berhasil dijangkau.

Korban meninggal dunia tercatat di Desa Nitung Lea. Yustina Sugo, warga Dusun Awa Male, meninggal akibat gempa. Di desa tersebut, sementara tercatat 69 rumah rusak berat, terdiri dari 19 rumah di Dusun Cua dan 50 rumah di Dusun Awa Male. Sementara Dusun Nitung belum dapat didata secara menyeluruh karena akses jalan terputus dan jaringan komunikasi tidak berfungsi.

Gempa NTT Makin Mematikan: 38 Orang Tewas, Satu Korban Masih Tertimbun

Kerusakan juga ditemukan di sejumlah desa lainnya. Di Rokirole, 45 rumah dan Kantor Desa Rokirole mengalami rusak berat. Di Tuanggeo, Kantor Desa mengalami kerusakan berat dan sejumlah rumah warga ikut terdampak, meski jumlahnya belum final.

Di Ladolaka, tujuh rumah tercatat rusak berat dan sejumlah rumah lainnya rusak ringan. Mama Emerensiana Lebu bersama empat warga lainnya dilaporkan mengalami luka berat. Di Lidi terdapat 16 rumah rusak berat, sedangkan di Maluriwu empat rumah mengalami kerusakan berat. Selain rumah warga, Kantor Camat, Rumah Dinas Camat dan Gereja Ave Maria di Maluriwu juga rusak berat, sementara SDN Uwa 1 mengalami rusak ringan. Seorang warga, Yati Ngole, dilaporkan mengalami luka berat.

Di Reruwairere, Petrus Mbei juga mengalami luka berat. Pendataan kerusakan di wilayah tersebut masih berjalan.

Masalah lain yang tidak kalah serius adalah terputusnya akses utama. Jalan protokol di Maluriwu lumpuh total setelah longsoran menutup akses di dua bukit. Kondisi ini berpotensi menghambat distribusi bantuan, evakuasi korban, pelayanan kesehatan, maupun pendataan warga terdampak.

Gempa Flores Telan 33 Nyawa, 1.264 Warga Mengungsi, Pemerintah Dituntut Bergerak Cepat

Akses menuju sejumlah wilayah lain juga masih sulit. Petugas harus berjalan kaki untuk menembus beberapa titik yang terisolasi.

Situasi semakin berat karena listrik PLN masih padam dan jaringan telekomunikasi terputus. Gangguan listrik turut menghambat operasional jaringan Telkomsel sehingga sebagian besar wilayah Palue berada dalam kondisi gelap sekaligus kesulitan berkomunikasi.

Dalam keadaan darurat, terputusnya jalan, listrik dan komunikasi bukan sekadar persoalan fasilitas. Kondisi tersebut dapat memperlambat penyampaian informasi mengenai korban, permintaan pertolongan, distribusi bantuan, hingga koordinasi penanganan di lapangan.

Rekap sementara dari lima desa menunjukkan 141 rumah rusak berat, yakni Nitung Lea sebanyak 69 rumah, Rokirole 45 rumah, Ladolaka tujuh rumah, Lidi 16 rumah dan Maluriwu empat rumah. Angka tersebut belum mencakup tiga desa yang masih dalam proses pendataan.

760 Kotak Makanan Disalurkan ke Pengungsi Gempa Sikka, MCK dan Dapur Umum Masih Terbatas

Karena itu, pemerintah perlu memperlakukan 141 rumah sebagai angka sementara, bukan jumlah akhir kerusakan di Palue. Setelah wilayah yang terisolasi berhasil dijangkau, jumlah kerusakan maupun korban masih berpotensi bertambah.

Situasi Palue kini menempatkan pemerintah pada ujian penanganan darurat yang tidak sederhana. Pendataan memang penting, tetapi pembukaan akses, evakuasi dan penanganan warga luka, pemulihan listrik serta komunikasi dan distribusi bantuan juga membutuhkan respons cepat.

Palue tidak hanya membutuhkan angka yang lengkap tentang kerusakan. Warga di wilayah yang terisolasi membutuhkan kepastian bahwa mereka tetap dapat dijangkau ketika jalan terputus, listrik padam dan komunikasi lumpuh.

Pemerintah menyatakan data dampak gempa akan terus diperbarui setelah tiga desa yang belum terdata secara lengkap berhasil dijangkau.»(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Rumah Harapan Melanie Subono Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sikka - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin ziarah di TMP Iligetang dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan diikuti personel Kodim, Lanal Maumere, Persit, Jalasenastri, Basarnas dan Brimob.

Published

on

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin ziarah rombongan di TMP Iligetang, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, memimpin ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Iligetang, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan diikuti Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba. Dominggus Melianus Atamani, para perwira dan prajurit Kodim 1603/Sikka, serta personel Lanal Maumere.

Peserta juga berasal dari sejumlah unsur lain, yakni anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIV, Jalasenastri, personel Basarnas Maumere dan Brimob Maumere.

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

Rangkaian ziarah dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Setelah itu, Dandim bersama peserta meletakkan karangan bunga dan melakukan tabur bunga di makam para pahlawan.

Kegiatan berlangsung di TMP Iligetang hingga seluruh rangkaian ziarah selesai.

Ziarah tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

17,13 Ton Beras Disalurkan ke 571 KK di Palue

Perum Bulog Cabang Maumere menyalurkan 17,13 ton beras bantuan pangan kepada 571 KK di Palue, Sikka. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Published

on

Penyaluran 17,13 ton beras bantuan pangan pemerintah kepada 571 KK di Desa Reruwaerere dan Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 17,13 ton beras bantuan pangan pemerintah disalurkan kepada 571 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026). Bantuan periode Juli–September 2026 itu disalurkan melalui Perum Bulog Cabang Maumere dengan pengamanan dan monitoring Polsubsektor Palue–Polsek Nelle.

Penyaluran berlangsung di Desa Reruwaerere dan Desa Rokirole. Di Reruwaerere, sebanyak 280 KK menerima 8.400 kilogram beras. Sementara di Rokirole, 291 KK menerima 8.730 kilogram. Setiap keluarga mendapat 30 kilogram beras.

Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka

Aparat keamanan bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa melakukan pengawasan selama distribusi. Petugas mencocokkan KTP atau KK dengan daftar penerima sebelum bantuan diserahkan. Setiap penyaluran juga dicatat dalam buku kendali.

Hasil monitoring menunjukkan seluruh bantuan tersalurkan kepada penerima sesuai daftar. Petugas tidak menemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun beras yang rusak.

Distribusi berakhir sekitar pukul 17.00 WITA dalam kondisi aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Polsubsektor Palue Kawal Penyaluran 5,7 Ton Beras Bantuan Pangan di Desa Tuanggeo

Penyaluran 5.700 kilogram beras bantuan pangan pemerintah di Desa Tuanggeo, Palue, Sikka, menyasar 190 KPM. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Published

on

Penyaluran bantuan pangan pemerintah berupa 5.700 kilogram beras kepada 190 KPM di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Rabu (23/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah melalui Perum BULOG Cabang Maumere di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, berlangsung aman dan tertib, Rabu (23/9/2026).

Sebanyak 5.700 kilogram beras disalurkan kepada 190 keluarga penerima manfaat (KPM). Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Penyaluran mendapat pengamanan dan monitoring dari Polsubsektor Palue–Polsek Nelle bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

Sebelum bantuan diserahkan, petugas melakukan verifikasi identitas dan mencocokkan nama penerima dengan daftar yang telah ditetapkan. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan diterima oleh penerima yang terdata serta menjaga ketertiban selama proses berlangsung.

Hingga seluruh bantuan tersalurkan, tidak ditemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun kerusakan beras. Kegiatan penyaluran berakhir sekitar pukul 12.00 WITA dalam situasi aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending