Connect with us

HUMANIORA

Gempa 7,7 Guncang Sikka: 1.264 Warga Mengungsi, HUT RI ke-81 Dibatalkan

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo berdampak kuat hingga Sikka. Sebanyak 1.264 warga dari 306 KK mengungsi, sementara Pemkab Sikka membatalkan seluruh rangkaian HUT RI ke-81 demi penanganan kondisi darurat.

Published

on

Gelora Samador bukan satu-satunya lokasi pengungsian. Sebanyak 70 orang dari delapan kepala keluarga mengungsi di halaman Kantor DPRD Kabupaten Sikka, sementara 292 orang berada di Lapangan Seminari Bunda Segala Bangsa dan 68 jiwa menempati halaman SD Wairklau.

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka membatalkan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo dan berdampak kuat hingga Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026). Keputusan itu diambil ketika penanganan warga terdampak masih menjadi prioritas, dengan 1.264 warga dari 306 kepala keluarga tercatat mengungsi di Gelora Samador Maumere.

Gempa berkedalaman sekitar 10 kilometer tersebut diikuti ratusan gempa susulan yang membuat warga, terutama mereka yang tinggal di kawasan terdampak, memilih meninggalkan rumah dan bertahan di ruang terbuka. Penanganan dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD bersama TNI/Polri, SAR, PMI serta sejumlah perangkat daerah.

Gelora Samador bukan satu-satunya lokasi pengungsian. Sebanyak 70 orang dari delapan kepala keluarga mengungsi di halaman Kantor DPRD Kabupaten Sikka, sementara 292 orang berada di Lapangan Seminari Bunda Segala Bangsa dan 68 jiwa menempati halaman SD Wairklau. Sebagian warga lainnya memilih mengungsi ke rumah keluarga maupun rumah warga di sejumlah desa dan kelurahan.

Gempa tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan informasi pemerintah daerah, 38 orang meninggal dunia dan empat di antaranya merupakan warga Kabupaten Sikka. Dalam sehari, sedikitnya 512 gempa susulan tercatat, sementara sejumlah rumah warga dan fasilitas publik mengalami dampak kerusakan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama Pemkab Sikka dalam rapat koordinasi yang berlangsung Sabtu malam. Rapat dihadiri Bupati Sikka, Wakil Bupati Sikka, Plt. Sekda Sikka, Kalaksa BPBD, asisten sekda, staf ahli bupati, pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah untuk membahas kondisi kedaruratan, korban, kerusakan bangunan serta penanganan warga di lokasi pengungsian.

Uskup Maumere: Gempa Boleh Retakkan Bangunan, Jangan Persaudaraan

Dari rapat itu diputuskan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Sikka, mulai 15 Agustus 2026 dan seterusnya, ditiadakan, termasuk Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 2026.

Ketua Umum Panitia HUT RI ke-81 Tingkat Kabupaten Sikka, Awales Syukur, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kemanusiaan dan keselamatan masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.

“Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi kemanusiaan, keselamatan masyarakat, serta penanganan warga terdampak gempa yang saat ini masih berada di sejumlah lokasi pengungsian,” kata Awales dalam keterangan pers.

Pembatalan tersebut membuat perayaan kemerdekaan tahun ini mengambil bentuk yang berbeda di Sikka. Ketika ribuan warga masih berada di pengungsian dan gempa susulan terus terjadi, pemerintah memilih memusatkan perhatian pada keselamatan serta kebutuhan warga terdampak daripada mempertahankan agenda seremonial.

Tantangan berikutnya adalah memastikan keputusan tersebut diikuti penanganan yang memadai. Pemerintah daerah masih harus memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, memperbarui pendataan korban dan kerusakan, memastikan keamanan warga serta menyiapkan langkah pemulihan setelah kondisi darurat berakhir.

Di tengah situasi itu, angka 1.264 pengungsi bukan sekadar data dalam laporan kebencanaan. Di baliknya terdapat ratusan keluarga yang meninggalkan rumah dan menunggu kepastian mengenai keselamatan mereka, sementara pemerintah dituntut memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar terasa di tempat warga membutuhkan perlindungan.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin ziarah di TMP Iligetang dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan diikuti personel Kodim, Lanal Maumere, Persit, Jalasenastri, Basarnas dan Brimob.

Published

on

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin ziarah rombongan di TMP Iligetang, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, memimpin ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Iligetang, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan diikuti Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba. Dominggus Melianus Atamani, para perwira dan prajurit Kodim 1603/Sikka, serta personel Lanal Maumere.

Peserta juga berasal dari sejumlah unsur lain, yakni anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIV, Jalasenastri, personel Basarnas Maumere dan Brimob Maumere.

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

Rangkaian ziarah dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Setelah itu, Dandim bersama peserta meletakkan karangan bunga dan melakukan tabur bunga di makam para pahlawan.

Kegiatan berlangsung di TMP Iligetang hingga seluruh rangkaian ziarah selesai.

Ziarah tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

17,13 Ton Beras Disalurkan ke 571 KK di Palue

Perum Bulog Cabang Maumere menyalurkan 17,13 ton beras bantuan pangan kepada 571 KK di Palue, Sikka. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Published

on

Penyaluran 17,13 ton beras bantuan pangan pemerintah kepada 571 KK di Desa Reruwaerere dan Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 17,13 ton beras bantuan pangan pemerintah disalurkan kepada 571 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026). Bantuan periode Juli–September 2026 itu disalurkan melalui Perum Bulog Cabang Maumere dengan pengamanan dan monitoring Polsubsektor Palue–Polsek Nelle.

Penyaluran berlangsung di Desa Reruwaerere dan Desa Rokirole. Di Reruwaerere, sebanyak 280 KK menerima 8.400 kilogram beras. Sementara di Rokirole, 291 KK menerima 8.730 kilogram. Setiap keluarga mendapat 30 kilogram beras.

Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka

Aparat keamanan bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa melakukan pengawasan selama distribusi. Petugas mencocokkan KTP atau KK dengan daftar penerima sebelum bantuan diserahkan. Setiap penyaluran juga dicatat dalam buku kendali.

Hasil monitoring menunjukkan seluruh bantuan tersalurkan kepada penerima sesuai daftar. Petugas tidak menemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun beras yang rusak.

Distribusi berakhir sekitar pukul 17.00 WITA dalam kondisi aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Polsubsektor Palue Kawal Penyaluran 5,7 Ton Beras Bantuan Pangan di Desa Tuanggeo

Penyaluran 5.700 kilogram beras bantuan pangan pemerintah di Desa Tuanggeo, Palue, Sikka, menyasar 190 KPM. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Published

on

Penyaluran bantuan pangan pemerintah berupa 5.700 kilogram beras kepada 190 KPM di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Rabu (23/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah melalui Perum BULOG Cabang Maumere di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, berlangsung aman dan tertib, Rabu (23/9/2026).

Sebanyak 5.700 kilogram beras disalurkan kepada 190 keluarga penerima manfaat (KPM). Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Penyaluran mendapat pengamanan dan monitoring dari Polsubsektor Palue–Polsek Nelle bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

Sebelum bantuan diserahkan, petugas melakukan verifikasi identitas dan mencocokkan nama penerima dengan daftar yang telah ditetapkan. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan diterima oleh penerima yang terdata serta menjaga ketertiban selama proses berlangsung.

Hingga seluruh bantuan tersalurkan, tidak ditemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun kerusakan beras. Kegiatan penyaluran berakhir sekitar pukul 12.00 WITA dalam situasi aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending