Connect with us

HUMANIORA

Trauma Gempa M7,7, Warga Pesisir Sikka Mengungsi ke Stadion Samador

Meski peringatan dini tsunami telah dihentikan BMKG, ribuan warga pesisir Sikka memilih mengungsi ke Stadion Gelora Samador Maumere setelah gempa M7,7 mengguncang Flores.

Published

on

Di Stadion Gelora Samador, warga kemudian menempati tenda-tenda yang disiapkan sebagai tempat berlindung. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi meninggalkan ketakutan panjang bagi warga pesisir Kabupaten Sikka. Meski peringatan dini tsunami telah dihentikan BMKG pada pagi hari, ribuan warga memilih tidak kembali ke rumah dan menghabiskan malam di Stadion Gelora Samador Maumere.

Warga dari sejumlah kawasan pesisir, termasuk Kelurahan Kota Uneng dan Wolomarang, mulai meninggalkan rumah setelah gempa. Mobil BPBD, TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu proses evakuasi menuju stadion, sementara warga membawa barang-barang penting yang sempat diselamatkan dari rumah, mulai dari pakaian, makanan hingga air minum.

Di Stadion Gelora Samador, warga kemudian menempati tenda-tenda yang disiapkan sebagai tempat berlindung. Suasana pengungsian masih jauh dari nyaman. Sejumlah tenda belum mendapat penerangan yang memadai dan petugas PLN masih melakukan pemasangan jaringan listrik di lokasi, sementara kebutuhan dasar seperti makanan dan air minum mulai diperlukan dalam jumlah besar.

Bagi warga yang tinggal dekat pantai, keputusan untuk bertahan di luar rumah bukan semata karena adanya peringatan tsunami, melainkan karena rasa takut setelah merasakan kuatnya guncangan. Pengalaman bencana tsunami di daerah lain membuat sebagian warga memilih berada di tempat yang dianggap lebih aman daripada kembali ke rumah pada malam hari.

Maria Daresti, salah seorang warga terdampak, mengatakan keluarganya memilih mengungsi karena rumah mereka berada di kawasan dekat pantai. Ia mengaku masih teringat pengalaman sejumlah daerah yang dilanda tsunami setelah gempa, sehingga keluarganya merasa lebih aman berada di lokasi pengungsian.

“Karena kami tinggal di dekat pantai, kami takut sekali. Karena sudah ada kejadian seperti di Palu, gempanya pagi, malamnya baru tsunami. Karena sudah ada kejadian seperti itu sehingga kami mengungsi di sini,” ujar Maria.

Kekhawatiran warga tersebut berlangsung setelah BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa M7,7. Dalam pemutakhiran informasinya, BMKG mencatat perubahan muka laut di sejumlah wilayah, termasuk sekitar 0,19 meter di Sikka pada pukul 05.03 WIB dan 0,38 meter di Pelabuhan Kewapante pada pukul 05.16 WIB.

Peringatan tsunami kemudian dihentikan setelah BMKG melakukan pemantauan terhadap kondisi muka laut. Namun bagi warga yang mengalami langsung guncangan gempa, berakhirnya peringatan tersebut tidak serta-merta menghilangkan rasa takut, terlebih gempa susulan masih menjadi kekhawatiran masyarakat.

Di Sikka, gempa juga menimbulkan korban. Meliana Nenong (54) meninggal dunia setelah tertimpa bangunan yang roboh di kawasan Pelabuhan Laurens Say Maumere. Dua warga lainnya mengalami luka-luka dan dievakuasi Tim SAR Gabungan ke RSUD T.C. Hillers Maumere.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, membenarkan adanya korban akibat bangunan roboh dan menyebut Tim SAR Gabungan terus melakukan penanganan serta pendataan dampak gempa di sejumlah lokasi terdampak.

Dengan adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan, kekhawatiran warga yang memilih bertahan di lokasi pengungsian menjadi lebih mudah dipahami. Mereka tidak hanya menghadapi trauma akibat guncangan, tetapi juga harus memastikan keselamatan keluarga sambil menunggu kondisi kembali memungkinkan untuk pulang.

Karena itu, kondisi Stadion Gelora Samador menjadi bagian penting dari penanganan pascagempa di Sikka. Evakuasi warga dari kawasan pesisir merupakan langkah awal, tetapi tempat pengungsian juga harus mampu menyediakan kebutuhan dasar, termasuk penerangan, makanan, air bersih, sanitasi dan pelayanan kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Sikka bersama BPBD, TNI, Polri, PLN dan unsur terkait perlu memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi selama warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian. Di tengah situasi seperti ini, informasi resmi yang cepat dan konsisten juga penting agar masyarakat tidak mengambil keputusan berdasarkan kabar yang belum terverifikasi.

Gempa M7,7 telah berlalu, tetapi bagi ribuan warga pesisir Sikka, malam setelah gempa menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Mereka memilih meninggalkan rumah bukan karena peringatan tsunami masih berlaku, melainkan karena belum merasa cukup aman untuk kembali.»(rel)

HUMANIORA

Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin ziarah di TMP Iligetang dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan diikuti personel Kodim, Lanal Maumere, Persit, Jalasenastri, Basarnas dan Brimob.

Published

on

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin ziarah rombongan di TMP Iligetang, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, memimpin ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Iligetang, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan diikuti Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba. Dominggus Melianus Atamani, para perwira dan prajurit Kodim 1603/Sikka, serta personel Lanal Maumere.

Peserta juga berasal dari sejumlah unsur lain, yakni anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIV, Jalasenastri, personel Basarnas Maumere dan Brimob Maumere.

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

Rangkaian ziarah dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Setelah itu, Dandim bersama peserta meletakkan karangan bunga dan melakukan tabur bunga di makam para pahlawan.

Kegiatan berlangsung di TMP Iligetang hingga seluruh rangkaian ziarah selesai.

Ziarah tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

17,13 Ton Beras Disalurkan ke 571 KK di Palue

Perum Bulog Cabang Maumere menyalurkan 17,13 ton beras bantuan pangan kepada 571 KK di Palue, Sikka. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Published

on

Penyaluran 17,13 ton beras bantuan pangan pemerintah kepada 571 KK di Desa Reruwaerere dan Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 17,13 ton beras bantuan pangan pemerintah disalurkan kepada 571 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026). Bantuan periode Juli–September 2026 itu disalurkan melalui Perum Bulog Cabang Maumere dengan pengamanan dan monitoring Polsubsektor Palue–Polsek Nelle.

Penyaluran berlangsung di Desa Reruwaerere dan Desa Rokirole. Di Reruwaerere, sebanyak 280 KK menerima 8.400 kilogram beras. Sementara di Rokirole, 291 KK menerima 8.730 kilogram. Setiap keluarga mendapat 30 kilogram beras.

Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka

Aparat keamanan bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa melakukan pengawasan selama distribusi. Petugas mencocokkan KTP atau KK dengan daftar penerima sebelum bantuan diserahkan. Setiap penyaluran juga dicatat dalam buku kendali.

Hasil monitoring menunjukkan seluruh bantuan tersalurkan kepada penerima sesuai daftar. Petugas tidak menemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun beras yang rusak.

Distribusi berakhir sekitar pukul 17.00 WITA dalam kondisi aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Polsubsektor Palue Kawal Penyaluran 5,7 Ton Beras Bantuan Pangan di Desa Tuanggeo

Penyaluran 5.700 kilogram beras bantuan pangan pemerintah di Desa Tuanggeo, Palue, Sikka, menyasar 190 KPM. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Published

on

Penyaluran bantuan pangan pemerintah berupa 5.700 kilogram beras kepada 190 KPM di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Rabu (23/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah melalui Perum BULOG Cabang Maumere di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, berlangsung aman dan tertib, Rabu (23/9/2026).

Sebanyak 5.700 kilogram beras disalurkan kepada 190 keluarga penerima manfaat (KPM). Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Penyaluran mendapat pengamanan dan monitoring dari Polsubsektor Palue–Polsek Nelle bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

Sebelum bantuan diserahkan, petugas melakukan verifikasi identitas dan mencocokkan nama penerima dengan daftar yang telah ditetapkan. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan diterima oleh penerima yang terdata serta menjaga ketertiban selama proses berlangsung.

Hingga seluruh bantuan tersalurkan, tidak ditemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun kerusakan beras. Kegiatan penyaluran berakhir sekitar pukul 12.00 WITA dalam situasi aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending