SOSBUD
Yusuf Lewor Goban Minta Tata Kelola Musyawarah Nangahale Dibenahi
Musyawarah seharusnya menjadi ruang bersama.
MAUMERE, GardaFlores — Muhamad Yusuf Lewor Goban mengusulkan perbaikan tata kelola teknis musyawarah penyelesaian sengketa tanah Nangahale kepada Pemerintah Kabupaten Sikka guna memperkuat kualitas dialog dan partisipasi para pihak dalam forum penyelesaian konflik agraria tersebut.
Usulan itu disampaikan melalui surat tertanggal 4 Juni 2026 yang ditujukan kepada Bupati Sikka sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan musyawarah yang selama ini berlangsung.
Dalam surat tersebut, Yusuf menilai forum musyawarah perlu dikelola lebih terstruktur agar proses dialog berjalan efektif, terbuka, dan memberikan ruang setara kepada seluruh peserta.
“Catatan ini disampaikan dalam rangka mendukung terciptanya proses dialog yang lebih partisipatif dan bermartabat bagi semua pihak,” tulis Yusuf.
Salah satu poin utama yang diusulkan ialah distribusi dokumen pendukung sebelum forum dimulai. Menurutnya, peserta musyawarah perlu menerima lebih awal ringkasan kronologi sengketa, peta Hak Guna Usaha (HGU), serta pokok materi pembahasan agar dapat memahami substansi persoalan secara utuh.
Ia menilai ketersediaan dokumen sejak awal akan membantu peserta menyiapkan pandangan secara lebih terukur dan mendorong kualitas diskusi yang lebih substansial.
Selain itu, Yusuf mengusulkan penataan ulang komposisi waktu forum dengan porsi lebih besar pada sesi dialog peserta dibanding pemaparan narasumber. Ia menyarankan pembagian waktu sekitar 40 persen untuk penyampaian materi dan 60 persen untuk diskusi terbuka.
Menurut dia, mekanisme tersebut penting untuk memastikan forum tidak didominasi pemaparan sepihak dan tetap memberi ruang pertukaran pandangan secara seimbang.
Yusuf juga menyoroti pentingnya peran moderator yang netral dalam memfasilitasi jalannya forum. Moderator, menurutnya, harus berfungsi menjaga keseimbangan dialog dan memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat.
Ia mengingatkan agar kesimpulan musyawarah tidak diarahkan sejak awal, melainkan lahir dari dinamika pembahasan dan kesepahaman para pihak selama forum berlangsung.
“Musyawarah seharusnya menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman dan mencari titik temu, bukan sekadar formalitas administratif,” tulisnya.
Persoalan tanah Nangahale selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu isu agraria yang menyita perhatian publik di Kabupaten Sikka. Sengketa tersebut melibatkan berbagai kepentingan dan terus mendorong kebutuhan akan forum penyelesaian yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada penyelesaian jangka panjang.
Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Sikka masih melanjutkan proses komunikasi dan musyawarah dengan berbagai pihak terkait guna mencari formulasi penyelesaian yang dapat diterima bersama.»(rel)
SOSBUD
Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta Gong Waning terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi muda. Pesan itu disampaikan saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan di Maumere, Jumat (23/10/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta musik tradisional Gong Waning terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi muda, bukan sekadar ditampilkan sebagai simbol budaya. Ia mendorong pelestarian melalui pendidikan, dokumentasi, kegiatan seni, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis tradisi.
“Gong Waning bukan sekadar bunyi atau musik tradisional, melainkan suara kebudayaan dan ingatan kolektif masyarakat Kabupaten Sikka. Di dalam dentumannya terkandung nilai-nilai sosial, persaudaraan, dan pembentuk karakter yang diwariskan antargenerasi. Kita tidak boleh membiarkan Gong Waning hanya tersimpan sebagai simbol budaya di pameran museum, tetapi harus terus dimainkan, dipelajari, dan dikembangkan,” kata Juventus saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan bertajuk “Gong Waning sebagai Identitas Budaya” di Kherubim Convention Hall, Maumere, Jumat (23/10/2026).
Menurut Juventus, keberlangsungan Gong Waning membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, seniman, dan generasi muda. Ia meminta pengetahuan serta keterampilan memainkan musik tradisional tersebut diwariskan secara terstruktur melalui sanggar seni, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, dan pertunjukan budaya.
Sertifikasi Benih Jagung Vitalis di Magepanda Dilanjutkan setelah Pemeriksaan Lapangan
Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendorong penelitian dan dokumentasi audiovisual agar pengetahuan tentang Gong Waning dapat dipelajari oleh generasi berikutnya. Pengembangan festival dan industri kreatif berbasis budaya turut menjadi salah satu upaya yang didorong, dengan tetap menghormati nilai adat dan hak masyarakat sebagai pemilik tradisi.
Juventus mengatakan Gong Waning telah tercatat sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan dalam dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Sikka. Menurut dia, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan identitas budayanya.

Kabupaten Sikka menjadi satu dari 10 kabupaten/kota di Indonesia yang dipercaya Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan seminar dan diskusi kebudayaan tersebut.
Inspektorat Sikka Catat Setoran Rp3,31 Miliar, Tindak Lanjut Temuan Masih Berjalan
Seminar menghadirkan tiga narasumber. Pater Ansel Doredae membawakan materi tentang revitalisasi musik tradisional sebagai identitas budaya dan sumber pendidikan bagi generasi mendatang. Pengalamannya mencakup pendidikan, penelitian, dan dokumentasi kebudayaan, termasuk ritus adat, tradisi lisan, situs budaya, dan kearifan lokal masyarakat Flores.
Yos Lasar, komponis sekaligus praktisi pendidikan musik yang mengabdi sebagai guru dan pengawas pendidikan musik di Kabupaten Sikka pada 1993–2025, membahas peran musik tradisional dalam pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya.

Narasumber ketiga, Kletus Beru, merupakan pegiat budaya dan pariwisata yang terlibat dalam pelestarian musik, tarian tradisional, serta tenun ikat dengan pewarna alam Flores. Ia juga memimpin Sanggar Doka Tawa Tana dan terlibat dalam pengembangan wisata berbasis permukiman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Mauritius Minggo serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka Ferdinand Evensius Edomeko, bersama peserta seminar dan pegiat seni budaya.»(rel)
SOSBUD
Kebakaran Lahan di Waigete Hanguskan Sekitar Satu Hektare
Kebakaran lahan kosong di kawasan Perumahan Sikka Regency, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, menghanguskan sekitar satu hektare pada Senin (19/10/2026) malam. Api berhasil dipadamkan polisi bersama warga sekitar pukul 21.30 Wita.
MAUMERE, GardaFlores — Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan kosong milik Perumahan Sikka Regency di Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin (19/10/2026) malam. Angin kencang membuat api yang membakar rumput ilalang dan dedaunan kering cepat menyebar.
Api mulai diketahui sekitar pukul 19.30 Wita setelah warga melaporkan kejadian tersebut melalui telepon kepada personel piket Polsek Waigete.
Personel polisi kemudian mendatangi lokasi dan mendapati api telah menjalar di area yang dipenuhi vegetasi kering. Pemadaman dimulai sekitar pukul 19.45 Wita dengan melibatkan warga setempat.
Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online
Polisi dan warga memadamkan api secara manual menggunakan ranting kayu. Angin kencang menyulitkan upaya tersebut karena kobaran api cepat merambat ke area sekitarnya.
Setelah sekitar dua jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 Wita. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
Hingga pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Laporan yang tersedia juga belum memuat keterangan mengenai kerugian material maupun korban akibat kejadian tersebut.»(rel)
SOSBUD
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue menyalurkan bantuan kepada keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa. Bantuan mencakup perlengkapan ibu dan bayi.
MAUMERE, GardaFlores—Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue membantu keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (8/10/2026).
Bantuan diserahkan langsung di lokasi pengungsian. Selain kebutuhan sehari-hari, petugas juga membawa sejumlah perlengkapan bayi karena istri Philipus Pitu sedang hamil dan diperkirakan segera melahirkan.
Perlengkapan yang diberikan antara lain kasur atau spon, tempat tidur bayi, pakaian bayi, dot, ember bak mandi, perlak, loyor, kaos kaki dan sarung tangan bayi. Bantuan juga mencakup bedak, sampo, sabun dan minyak telon untuk kebutuhan perawatan bayi.
Bhabinkamtibmas juga melihat langsung kondisi warga di lokasi dan mencatat kebutuhan yang masih diperlukan. Warga diingatkan tetap waspada terhadap gempa susulan dan kemungkinan kebakaran serta segera melaporkan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
Perempuan di Rumah Pengungsi Rokotenda Diduga Diserang Orang Tak Dikenal
“Kondisi seperti ini membutuhkan kepedulian dan kebersamaan. Warga diharapkan tetap saling membantu dan segera melaporkan apabila ada situasi yang dapat mengganggu keamanan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Akses menuju Posko Pengungsian Wuwuwa masih menghadapi kendala karena sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat gempa.
Kebakaran yang menimpa keluarga Philipus Pitu terjadi di tenda atau posko pengungsian yang mereka tempati. Informasi awal menyebut api diduga berasal dari lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Namun, penyebab kebakaran masih perlu diperiksa lebih lanjut.
Penyaluran bantuan dimulai sekitar pukul 12.00 WITA dan berakhir pukul 16.00 WITA.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Pemkab Sikka Mulai Penataan Eks HGU Nangahale, Pemerintah Siapkan Redistribusi Tanah dan Penertiban Kawasan - Garda Flores %