SOSBUD
Kadis Sosial Sikka: Skema Baru Bansos Berbasis DTSEN, 53 Ribu KK Berhak Menerima Bantuan
Maumere, GardaFlores – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali, memaparkan secara terbuka mekanisme terbaru penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Sikka yang kini sepenuhnya mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
Rudolfus menjelaskan bahwa seluruh kebijakan penanganan masalah sosial menjadi kewenangan Dinas Sosial, termasuk pendataan dan penetapan penerima bansos. “Mulai 2025, seluruh bansos wajib mengacu pada DTSEN sebagai sumber data nasional. Ini berbeda dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini digunakan,” ujarnya, Rabu (26/11/2025) di Maumere.
DTSEN vs DTKS: Data Lebih Luas dan Lebih Rinci
Menurutnya, DTSEN memuat seluruh keluarga di Indonesia berdasarkan peringkat status ekonomi dari Desil 1 (termiskin) sampai Desil 10 (terkaya), tidak hanya keluarga miskin seperti pada DTKS. Verifikasi DTSEN melibatkan 39 kriteria, jauh lebih banyak dari DTKS yang hanya memiliki sembilan.
Air Bersih Mengalir di SDN Bolawolon: Harapan Baru di Tengah Krisis Anggaran Sikka
Verifikasi dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial melalui pendamping PKH dan diumumkan pada 27 Mei 2025. “Karena kriteria DTSEN sangat detail, banyak perubahan peringkat terjadi. Ada yang naik dari Desil 1 ke Desil 6 atau 10, dan ada juga yang turun,” jelas Rudolfus.
Komposisi Ekonomi Keluarga di Sikka
Hingga 26 November 2025, total data DTSEN Kabupaten Sikka memuat 114.772 kepala keluarga dengan 351.856 jiwa. Dari jumlah tersebut, Desil 1: 13.848 KK (47.919 jiwa) — sangat miskin. Desil 2: 9.308 KK. Desil 3: 9.420 KK (31.293 jiwa). Desil 4: 10.006 KK (32.533 jiwa). Desil 5: 10.031 KK (33.962 jiwa).
Dengan demikian, total keluarga yang berhak menerima bansos (Desil 1–5) mencapai 53.313 KK. Sementara 61.459 KK berada pada Desil 6–10, termasuk PNS, TNI–Polri, dan kelompok ekonomi menengah.
PKH, Sembako, dan Ketidaksinkronan Data Lama
Per 26 November 2025, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tercatat sebanyak 26.959 KPN, sementara penerima Sembako mencapai 32.357 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Angka penerima Sembako jauh lebih tinggi dari total Desil 2 pada DTSEN.
“Ini karena masih ada data lama yang belum diverifikasi. Dari keseluruhan DTSEN, baru 52 persen yang sudah terverifikasi. Sisanya masih memakai data lama yang terus diintervensi kementerian,” ujar Rudolfus.
Jaminan Kesehatan: Sikka Capai 98,27% Cakupan
Untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kabupaten Sikka menerima pendanaan dari APBN, APBD I, dan APBD II.
Kuota APBN: 42.092 jiwa (dibayar Rp35.000 per jiwa setiap bulan)
APBD I: ±2.400 jiwa. APBD II: pagu Rp27,9 miliar untuk ±61.000 jiwa. Saat ini aktif: ±58.000 jiwa. Pengajuan tambahan: ±3.000 jiwa.
Sikka sejak 2023 berstatus Universal Health Coverage (UHC) dengan capaian kepesertaan 98,27 persen. Namun tingkat keaktifan peserta berada di angka 79 persen, sedikit di bawah ketentuan minimal 80 persen.
Rudolfus menegaskan bahwa seluruh program bansos dan kegiatan pemerintah lain kini wajib mengacu pada DTSEN. “Inilah gambaran lengkap bantuan sosial di Kabupaten Sikka berdasarkan data yang terintegrasi secara nasional,” katanya.»(rel)
SOSBUD
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue menyalurkan bantuan kepada keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa. Bantuan mencakup perlengkapan ibu dan bayi.
MAUMERE, GardaFlores—Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue membantu keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (8/10/2026).
Bantuan diserahkan langsung di lokasi pengungsian. Selain kebutuhan sehari-hari, petugas juga membawa sejumlah perlengkapan bayi karena istri Philipus Pitu sedang hamil dan diperkirakan segera melahirkan.
Perlengkapan yang diberikan antara lain kasur atau spon, tempat tidur bayi, pakaian bayi, dot, ember bak mandi, perlak, loyor, kaos kaki dan sarung tangan bayi. Bantuan juga mencakup bedak, sampo, sabun dan minyak telon untuk kebutuhan perawatan bayi.
Bhabinkamtibmas juga melihat langsung kondisi warga di lokasi dan mencatat kebutuhan yang masih diperlukan. Warga diingatkan tetap waspada terhadap gempa susulan dan kemungkinan kebakaran serta segera melaporkan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
Perempuan di Rumah Pengungsi Rokotenda Diduga Diserang Orang Tak Dikenal
“Kondisi seperti ini membutuhkan kepedulian dan kebersamaan. Warga diharapkan tetap saling membantu dan segera melaporkan apabila ada situasi yang dapat mengganggu keamanan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Akses menuju Posko Pengungsian Wuwuwa masih menghadapi kendala karena sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat gempa.
Kebakaran yang menimpa keluarga Philipus Pitu terjadi di tenda atau posko pengungsian yang mereka tempati. Informasi awal menyebut api diduga berasal dari lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Namun, penyebab kebakaran masih perlu diperiksa lebih lanjut.
Penyaluran bantuan dimulai sekitar pukul 12.00 WITA dan berakhir pukul 16.00 WITA.»(rel)
SOSBUD
Batas Tanah 2.526 Meter Persegi di Palue Disepakati, Tak Ada Keberatan
Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka mengukur bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Desa Maluriwu, Palue. Para tetangga batas mengakui dan menyepakati batas bidang tanah tanpa keberatan.
MAUMERE, GardaFlores — Batas bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, disepakati para pihak dalam pengukuran yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, Senin (5/10/2026).
Bidang tanah yang berada di lingkungan SMAK St. Benediktus itu menjadi objek pengukuran dalam proses pendaftaran hak atas tanah. Muhammad Syafiuddin dari Kementerian Agama Kabupaten Sikka tercatat sebagai pemohon.
Pengukuran berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WITA. Sebelum pengukuran, pemohon menunjukkan batas bidang tanah yang dikuasainya, sementara para tetangga batas hadir untuk memberikan pengakuan atas batas tersebut.

Setelah pemeriksaan lapangan, petugas memasang tanda batas pada titik-titik sudut bidang tanah dan melakukan pengukuran koordinat serta luas menggunakan peralatan ukur.
HUT Ke-81 TNI di Maumere, Amanat Panglima Tekankan Implementasi Nilai PRIMA
Hasilnya, sisi utara berbatasan dengan jalan dan Kantor Camat Palue. Sisi selatan berbatasan dengan Petrus Pasa. Sisi timur berbatasan dengan Kantor Camat Palue dan Nicolaus Niku, sedangkan sisi barat berbatasan dengan Wendelina Ndad dan SDN Uwa I.
Tidak ada keberatan dari para tetangga batas terhadap hasil penetapan tersebut. Batas yang ditunjukkan pemohon disetujui dan diakui para pihak yang hadir.
Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Batas Tanah dan ditandatangani para pihak sebagai bagian dari proses pendaftaran hak atas tanah.
Empat Penyelam Hilang di Perairan Pangabatang, Seluruhnya Ditemukan Selamat
Kepala SMAK St. Benediktus Antonius Cawa, S.Pd., Gr., Kasi Pemerintahan Desa Maluriwu Agustinus Ngasu, staf Kecamatan Palue Benyamin Cawa dan Maria Desi Ratna Sina, serta pihak yang berbatasan dengan bidang tanah turut hadir dalam proses tersebut.
Setelah pengukuran dan penetapan batas selesai, Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka melanjutkan tahapan administrasi pendaftaran hak atas tanah sesuai ketentuan yang berlaku.»(rel)
SOSBUD
Posko Pengungsian di Wuwuwawa Palue Terbakar, Sejumlah Barang Keluarga Rusak
Posko pengungsian di Kampung Wuwuwawa, Palue, Sikka, terbakar Sabtu sore. Api merusak sejumlah barang milik keluarga Philipus Pitu, sementara penyebab kebakaran masih perlu dipastikan.
MAUMERE, GardaFlores — Sebuah posko pengungsian di Kampung Wuwuwawa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, terbakar pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam peristiwa tersebut.
Posko itu milik Philipus Pitu (40), warga Dusun Awamale. Saat kebakaran terjadi, Philipus sedang mengantar anggota keluarganya mengurus pengaktifan Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Uwa, Kecamatan Palue.
Ia mengetahui kebakaran setelah mendapat kabar dari keluarganya yang berada di Kampung Wuwuwawa. Philipus kemudian kembali ke lokasi untuk melihat kondisi posko.
Warga sekitar langsung bergotong royong memadamkan api. Aliran listrik diputus sebelum warga menyiram bagian tenda yang terbakar dengan air hingga api berhasil dipadamkan.
Informasi awal menyebut kebakaran diduga berkaitan dengan lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Lampu tersebut diduga membuat suhu di dalam tenda meningkat. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Kebakaran menghanguskan atau merusak sejumlah barang milik keluarga Philipus, antara lain kasur, pakaian keluarga, pakaian bayi, peralatan dapur, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.
Setelah kehilangan posko dan sejumlah barang, keluarga Philipus membutuhkan tenda atau tempat tinggal sementara, kasur, serta pakaian bayi. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian karena istri Philipus diperkirakan melahirkan seorang anak mereka pada Oktober 2026.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
