HUMANIORA
Wapres Gibran Tinjau Titik Kerusakan Gempa di Sikka, Bermalam di Maumere Sebelum ke Labuan Bajo
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah titik terdampak gempa di Sikka, termasuk pengungsian, Pelabuhan Lorens Say dan Gereja Katolik Nangahure. Gibran bermalam di Maumere sebelum melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo.
MAUMERE, GardaFlores — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026). Dalam kunjungannya, Gibran mendatangi lokasi pengungsian, rumah ibadah, hingga Pelabuhan Lorens Say yang mengalami kerusakan berat.
Gibran tiba di Maumere pada Kamis siang dan langsung bergerak ke sejumlah titik terdampak gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Posko Pengungsian Gempa Flores di SDI Wairklau, Jalan Cempaka, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok.
Di lokasi tersebut, Gibran menemui warga yang masih mengungsi dan menyapa anak-anak. Sejumlah buku dan bantuan juga diberikan kepada warga di posko.
Listrik Palue Kembali Menyala, Camat: Berbagai Akses Masyarakat Mulai Normal
Dari Wairklau, Gibran melanjutkan kunjungan ke Gereja Katolik Perumnas Maumere sebelum menuju Pelabuhan Lorens Say.
Terminal penumpang di Pelabuhan Lorens Say mengalami kerusakan berat dan ambruk saat gempa terjadi. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Kerusakan terminal berdampak pada pelayanan penumpang kapal Pelni. Pemeriksaan tiket sementara dilakukan menggunakan tenda yang ditempatkan di depan Kantor Pelindo karena bangunan terminal belum dapat digunakan seperti sebelumnya.
Gibran kemudian mengunjungi Gereja Katolik Nangahure yang juga mengalami kerusakan akibat gempa. Rumah ibadah tersebut berada di wilayah Keuskupan Maumere.
BNPB: Pengungsi Mandiri Gempa Sikka Tak Boleh Terlewat, Hak Bantuan Tetap Sama
Agenda berikutnya dilanjutkan ke Posko Pengungsian Gelora Samador Maumere. Di lokasi ini, warga yang terdampak gempa masih bertahan di pengungsian.
Kunjungan tersebut mencakup peninjauan kondisi warga dan fasilitas yang digunakan selama masa tanggap darurat.
Setelah seluruh agenda di Kabupaten Sikka selesai, Gibran dijadwalkan bermalam di Istana Keuskupan Maumere.
Wapres kemudian dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (21/8/2026) pagi.
Kunjungan Gibran ke Sikka dan rencana perjalanan berikutnya ke Labuan Bajo merupakan bagian dari peninjauan pemerintah pusat terhadap wilayah yang terdampak gempa Flores.»(rel)
HUMANIORA
Listrik Palue Kembali Menyala, Camat: Berbagai Akses Masyarakat Mulai Normal
Aliran listrik di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, kembali menyala setelah terdampak gempa 15 Agustus 2026. Camat Palue Rudolfus Riba menyebut pemulihan listrik membantu mengembalikan pelayanan dan aktivitas masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores — Aliran listrik di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, kembali menyala setelah jaringan terdampak gempa bumi pada 15 Agustus 2026 dipulihkan.
Camat Palue Rudolfus Riba, yang akrab disapa Delfi Riba, mengatakan pulihnya jaringan listrik membantu mengembalikan sejumlah aktivitas masyarakat dan pelayanan di wilayah kepulauan tersebut.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kecamatan Palue, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada PLN dan seluruh pihak atas kerja sama, kerja keras serta koordinasi yang baik bersama Pemerintah Kabupaten Sikka, kecamatan, desa, TNI-Polri dan segenap relawan,” ujar Delfi, Kamis (20/8/2026).
Menurut Delfi, pemulihan jaringan listrik dilakukan di tengah kondisi geografis Palue yang merupakan wilayah kepulauan, kerusakan infrastruktur, serta gangguan akses setelah gempa.
“Kami sadar bahwa kondisi pascagempa ini sangatlah tidak mudah untuk ditangani. Namun, berkat kerja sama dan koordinasi semua pihak, secara bertahap berbagai kebutuhan dan akses masyarakat mulai kembali normal,” katanya.
Delfi mengatakan listrik dibutuhkan untuk mendukung sejumlah aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan pemerintahan, komunikasi, layanan kesehatan, pendidikan dan kegiatan ekonomi.
BNPB: Pengungsi Mandiri Gempa Sikka Tak Boleh Terlewat, Hak Bantuan Tetap Sama
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes da Maga Bapa serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka atas dukungan terhadap penanganan dampak gempa di Palue.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka, Bapak Wakil Bupati, dan Plt. Sekda Sikka serta semua unsur yang telah memberikan perhatian dan dukungan. Berkat kerja bersama, penanganan bencana di Kecamatan Palue mulai berjalan dengan baik dan berbagai akses masyarakat secara bertahap kembali normal,” ungkapnya.
Meski jaringan listrik telah pulih, Delfi mengatakan penanganan dampak gempa di Palue masih berlanjut. Pemerintah dan petugas masih menangani kebutuhan dasar masyarakat, infrastruktur serta pelayanan publik yang terdampak.
Delfi meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan pemerintah serta petugas penanganan bencana.
“Pemulihan ini merupakan hasil kerja bersama. Kami berharap semangat kebersamaan dan gotong royong ini terus dipertahankan sampai seluruh proses pemulihan di Kecamatan Palue benar-benar tuntas,” pungkasnya.
Pemulihan jaringan listrik menjadi salah satu bagian dari penanganan infrastruktur dasar di Palue setelah gempa 15 Agustus 2026.»(rel)
HUMANIORA
BNPB: Pengungsi Mandiri Gempa Sikka Tak Boleh Terlewat, Hak Bantuan Tetap Sama
BNPB meminta pemerintah daerah mendata dan menjangkau pengungsi mandiri di Sikka. Suharyanto menegaskan seluruh pengungsi memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bantuan.
MAUMERE, GardaFlores — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., meminta pemerintah daerah memastikan warga yang mengungsi secara mandiri di Kabupaten Sikka tetap terdata dan memperoleh bantuan.
Penegasan itu disampaikan Suharyanto saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi pengungsi gempa di Gelora Samador da Cunha, Maumere, Kamis (20/8/2026).
Menurut Suharyanto, pengungsi tidak hanya berada di lokasi yang telah disiapkan pemerintah. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri di lokasi lain sehingga keberadaan mereka perlu dilaporkan kepada Posko Kabupaten.
“Pengungsi mandiri harus dilaporkan. Kalau perlu, posko kabupaten menjemput bola dengan membawa logistik ke lokasi pengungsi mandiri,” kata Suharyanto.
Ia menegaskan, lokasi pengungsian tidak membedakan hak warga dalam memperoleh bantuan.
“Semua, baik pengungsi mandiri maupun pengungsi yang berada di titik kumpul, haknya sama untuk mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Camat Talibura Minta Bantuan Gempa Dikoordinasikan agar Tak Tumpang Tindih
Suharyanto meminta pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten aktif mendata warga yang mengungsi secara mandiri. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui lokasi pengungsi sekaligus kebutuhan yang harus disalurkan.
Penegasan itu disampaikan ketika aktivitas kegempaan di Sikka masih berlangsung. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan Suharyanto, hingga Kamis (20/8/2026) pukul 05.00 WITA tercatat 3.394 kejadian gempa. Sebanyak 99 gempa di antaranya dirasakan masyarakat.
Suharyanto mengatakan tidak lagi tercatat gempa susulan dengan magnitudo di atas 6. Sementara gempa dengan magnitudo di atas 5 tercatat sekitar 25 kali.
Ia mengatakan aktivitas gempa masih berpotensi berlangsung dalam beberapa pekan.
“Situasi ini akan berlangsung sampai kira-kira empat minggu ke depan. Artinya, sampai satu bulan tanah Sikka masih akan goyang-goyang,” katanya.
Suharyanto meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah serta BMKG. Ia juga meminta warga mulai kembali menata aktivitas sehari-hari dengan tetap memperhatikan keselamatan.
Dua Perempuan Tertimpa Reruntuhan Rumah di Palue, Dievakuasi untuk Dirujuk ke Maumere
“Kalau kita terlalu takut, masa satu bulan kita tinggal seperti begini terus. Masing-masing keluarga harus tetap waspada, tetap hati-hati, dan mulai menatap hidup ke depan,” ujarnya.
Menurut Suharyanto, berdasarkan perkembangan aktivitas kegempaan saat ini, gempa susulan diperkirakan tidak lebih besar daripada gempa utama.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi sejumlah tenda pengungsian di Gelora Samador. Gibran berdialog dengan warga, terutama anak-anak, serta menyerahkan buku tulis, mainan dan susu.
Gibran juga mengunjungi dapur umum dan berdialog dengan petugas yang menyiapkan makanan bagi pengungsi.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah Gibran meninjau terminal Pelabuhan Lorens Say yang mengalami kerusakan akibat gempa Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Rumah Roboh dalam Hitungan Detik, Warga Lado Laka Tak Berani Kembali ke Rumah
Gibran kemudian mengunjungi SDK Wairklau Maumere dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
Terkait kondisi masyarakat terdampak gempa di Pulau Palue, Suharyanto mengatakan BNPB akan melakukan peninjauan langsung.
Ia memastikan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi pengungsi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan itu mendapat penanganan.
Palue merupakan salah satu wilayah Kabupaten Sikka yang terdampak gempa dan menghadapi persoalan akses serta distribusi bantuan.
Di tengah aktivitas kegempaan yang masih berlangsung, Suharyanto kembali menekankan pentingnya pendataan seluruh pengungsi, termasuk warga yang memilih mengungsi secara mandiri.
“Pengungsi mandiri harus dilaporkan,” tegasnya.»(rel)
HUMANIORA
Camat Talibura Minta Bantuan Gempa Dikoordinasikan agar Tak Tumpang Tindih
Camat Talibura Fransiskus Ismael meminta LSM, yayasan, ormas, partai politik dan pihak lain yang menyalurkan bantuan gempa berkoordinasi dengan Posko Kecamatan agar distribusi tidak tumpang tindih dan menjangkau warga terdampak.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kecamatan Talibura meminta lembaga swadaya masyarakat (LSM), yayasan, organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan pihak lain yang menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa untuk berkoordinasi dengan Posko Kecamatan.
Camat Talibura Fransiskus Ismael, S.E., mengatakan koordinasi diperlukan agar penyaluran bantuan tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu sementara warga terdampak di wilayah lain belum menerima bantuan.
Didampingi Sekretaris Camat Talibura Ignasius Ivonius, S.Sos., Ismael mengatakan pemerintah kecamatan terbuka terhadap seluruh pihak yang ingin membantu masyarakat terdampak.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Talibura. Namun, kami berharap setiap bantuan yang masuk dapat dikoordinasikan dengan Posko Kecamatan agar pendistribusiannya lebih terarah, tidak terjadi tumpang tindih, dan dapat memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat terdampak,” ujar Ismael.
Menurut Ismael, Posko Kecamatan memiliki informasi mengenai kondisi warga terdampak di masing-masing wilayah. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan penerima dan kebutuhan yang perlu diprioritaskan.
Karena itu, pihak yang akan menyalurkan bantuan diminta berkoordinasi terlebih dahulu dengan Posko Kecamatan sebelum melakukan distribusi.
“Prinsipnya, kami tidak membatasi siapa pun yang ingin membantu. Justru kami sangat terbuka dan berterima kasih atas semua bentuk kepedulian. Yang kami harapkan adalah koordinasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan bisa dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ismael mengatakan persoalan distribusi dalam kondisi bencana bukan hanya berkaitan dengan jumlah bantuan yang tersedia, tetapi juga penyebaran bantuan ke wilayah terdampak.
Koordinasi dengan Posko Kecamatan, lanjutnya, dapat membantu pemerintah memetakan kebutuhan warga di setiap desa dan menentukan prioritas berdasarkan kondisi lapangan.
Bunda Literasi Sikka Gelar Trauma Healing untuk Anak Pengungsi Gempa
Selain meminta koordinasi dalam distribusi bantuan, Ismael mengimbau warga tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan petugas di lapangan.
Warga juga diminta segera melaporkan kerusakan baru, kondisi darurat, atau situasi yang berpotensi membahayakan kepada pemerintah desa atau Posko Kecamatan.
“Untuk seluruh masyarakat Kecamatan Talibura, kami mengimbau agar tetap waspada, tetapi tidak perlu panik. Ikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah serta petugas di lapangan. Jika menemukan kondisi yang membahayakan, segera laporkan kepada pemerintah desa atau Posko Kecamatan,” tegasnya.
Pemerintah Kecamatan Talibura bersama pemerintah desa dan unsur terkait terus memantau kondisi warga terdampak serta memperbarui kebutuhan yang harus ditangani.»(rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
