Connect with us

HUMANIORA

814 Warga Masih Mengungsi, 228 Rumah Rusak: Sikka Belum Pulih dari Guncangan Gempa

Dua hari pascagempa Flores, sebanyak 814 warga masih mengungsi di Sikka. BPBD mencatat 228 rumah dan 60 fasilitas umum rusak serta 24 warga terdampak, termasuk empat korban meninggal dunia.

Published

on

Kerusakan juga tercatat di Bola sebanyak 24 rumah, Tanawawo 15 rumah, Paga 14 rumah, Alok Barat 12 rumah, Nita 10 rumah, Doreng tujuh rumah, Lela tiga rumah, serta masing-masing satu rumah di Alok Timur dan Koting.

MAUMERE, GardaFlores — Dua hari setelah gempa bumi mengguncang Pulau Flores, Kabupaten Sikka masih berada dalam fase penanganan darurat. Hingga Minggu (16/8/2026) malam, sebanyak 814 warga masih bertahan di pengungsian, 228 rumah rusak, 60 fasilitas umum terdampak, dan 24 warga tercatat sebagai korban.

Data tersebut menunjukkan dampak gempa 15 Agustus 2026 masih dirasakan masyarakat dan proses penanganan belum selesai.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka terus memperbarui data dampak bencana. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD melakukan asesmen bersama pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Kepala BPBD Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa atau Femy Bapa, mengatakan jumlah pengungsi di Gelora Samador Maumere turun dari 1.264 orang pada hari pertama menjadi 814 orang pada hari kedua.

Namun, penurunan tersebut tidak serta-merta menunjukkan situasi telah kembali aman.

Sebagian warga meninggalkan pusat pengungsian dan memilih kembali ke rumah keluarga atau berpindah ke lokasi yang dianggap lebih aman.

“Penurunan jumlah pengungsi ini disebabkan sebagian warga telah meninggalkan pusat pengungsian dan kembali ke rumah keluarga atau tempat yang dianggap lebih aman,” jelas Femy dalam konferensi pers di Kantor BPBD Sikka, Minggu malam.

814 Pengungsi, Kelompok Rentan Masih Bertahan

Dari 814 warga yang masih berada di Gelora Samador, sebanyak 380 laki-laki dan 434 perempuan.

Di antara mereka terdapat kelompok rentan, yakni 31 bayi, 55 balita, 145 anak-anak, tiga ibu hamil, 28 lansia, dan satu penyandang disabilitas.

Pengungsi juga tersebar di sejumlah lokasi lain.

14 Ton Bantuan Presiden Tiba di Sikka, Negara Hadir—Kini Jangan Sampai Bantuan Berhenti di Posko

BPBD mencatat 150 warga berada di samping Gereja Wolomarang, Kecamatan Alok Barat. Sebanyak lima orang berada di Dusun Kangae, 10 orang di Dusun Nitung, Kecamatan Kangae, dan enam orang di Dusun Wololuma, Kecamatan Doreng.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan pengungsi di Sikka tidak hanya terpusat pada satu lokasi.

Palue Jadi Titik Kerusakan Rumah Terberat

Dari 228 rumah yang tercatat rusak, 141 unit berada di Kecamatan Palue.

Angka tersebut menjadikan Palue sebagai wilayah dengan jumlah kerusakan rumah terbanyak berdasarkan data sementara BPBD Sikka.

Kerusakan juga tercatat di Bola sebanyak 24 rumah, Tanawawo 15 rumah, Paga 14 rumah, Alok Barat 12 rumah, Nita 10 rumah, Doreng tujuh rumah, Lela tiga rumah, serta masing-masing satu rumah di Alok Timur dan Koting.

Selain permukiman warga, gempa berdampak pada 60 fasilitas umum.

Kerusakan tersebut meliputi sembilan bangunan pemerintah, 10 fasilitas kesehatan, 11 fasilitas pendidikan, 10 ruas jalan, dan 10 rumah ibadah.

Kerusakan fasilitas publik berpotensi memengaruhi pelayanan dasar dan aktivitas masyarakat selama masa pemulihan.

Empat Warga Meninggal, Delapan Luka Berat

BPBD Sikka mencatat 24 warga terdampak sebagai korban gempa.

Rinciannya, empat orang meninggal dunia, delapan luka berat, enam luka ringan, dan enam lainnya masuk kategori korban terdampak lainnya.

Data tersebut masih bersifat sementara karena proses verifikasi dan asesmen di lapangan terus berlangsung.

BPBD bersama unsur terkait masih melakukan penanganan korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta perlindungan bagi warga yang mengungsi.

Bantuan Berdatangan, Distribusi Jadi Tantangan Berikutnya

Di tengah situasi darurat, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan ke Sikka.

Bantuan antara lain berasal dari Presiden Republik Indonesia, BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat, hingga masyarakat umum.

Namun, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan bantuan tiba di Sikka. Distribusi harus mampu menjangkau warga terdampak, termasuk mereka yang berada di luar pusat pengungsian.

6,3 Ton Bantuan TNI AD Mendarat di Maumere, Respons Pascagempa Sikka Makin Diperkuat

BPBD memastikan bantuan yang masuk dikoordinasikan dan disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Bantuan yang masuk terus kami koordinasikan dan distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami memastikan penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujar Femy.

Data Belum Final, Warga Diminta Tetap Waspada

BPBD menegaskan seluruh angka tersebut masih merupakan data sementara.

Verifikasi mengenai kerusakan rumah, korban, pengungsi, serta kebutuhan masyarakat masih dilakukan. Karena itu, angka dapat berubah mengikuti hasil asesmen terbaru.

Masyarakat diminta tidak panik, tetapi juga tidak menganggap situasi telah sepenuhnya normal hanya karena jumlah pengungsi di satu lokasi menurun.

Warga juga diminta tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah dan petugas di lapangan, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Yang paling penting saat ini adalah keselamatan masyarakat. Kami terus bekerja bersama seluruh unsur untuk memastikan penanganan, pendataan, dan distribusi bantuan berjalan dengan baik,” tegas Femy.

Dua hari pascagempa, Sikka masih berada dalam fase penanganan darurat. Sebanyak 814 warga masih mengungsi, 228 rumah rusak, 60 fasilitas umum terdampak, dan korban masih tercatat.

Di balik angka-angka tersebut terdapat warga yang kehilangan rasa aman, tempat tinggal, dan kepastian mengenai kapan kondisi akan kembali normal.

BPBD Sikka memastikan pemutakhiran data dan penanganan dampak gempa terus dilakukan hingga seluruh wilayah terdampak terpetakan dan kebutuhan masyarakat dapat ditangani.»(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Dua Korban Gempa Palue Luka Berat, Dievakuasi ke RS TC Hillers Maumere - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin ziarah di TMP Iligetang dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan diikuti personel Kodim, Lanal Maumere, Persit, Jalasenastri, Basarnas dan Brimob.

Published

on

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin ziarah rombongan di TMP Iligetang, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, memimpin ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Iligetang, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan diikuti Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba. Dominggus Melianus Atamani, para perwira dan prajurit Kodim 1603/Sikka, serta personel Lanal Maumere.

Peserta juga berasal dari sejumlah unsur lain, yakni anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIV, Jalasenastri, personel Basarnas Maumere dan Brimob Maumere.

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

Rangkaian ziarah dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Setelah itu, Dandim bersama peserta meletakkan karangan bunga dan melakukan tabur bunga di makam para pahlawan.

Kegiatan berlangsung di TMP Iligetang hingga seluruh rangkaian ziarah selesai.

Ziarah tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

17,13 Ton Beras Disalurkan ke 571 KK di Palue

Perum Bulog Cabang Maumere menyalurkan 17,13 ton beras bantuan pangan kepada 571 KK di Palue, Sikka. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Published

on

Penyaluran 17,13 ton beras bantuan pangan pemerintah kepada 571 KK di Desa Reruwaerere dan Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 17,13 ton beras bantuan pangan pemerintah disalurkan kepada 571 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026). Bantuan periode Juli–September 2026 itu disalurkan melalui Perum Bulog Cabang Maumere dengan pengamanan dan monitoring Polsubsektor Palue–Polsek Nelle.

Penyaluran berlangsung di Desa Reruwaerere dan Desa Rokirole. Di Reruwaerere, sebanyak 280 KK menerima 8.400 kilogram beras. Sementara di Rokirole, 291 KK menerima 8.730 kilogram. Setiap keluarga mendapat 30 kilogram beras.

Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka

Aparat keamanan bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa melakukan pengawasan selama distribusi. Petugas mencocokkan KTP atau KK dengan daftar penerima sebelum bantuan diserahkan. Setiap penyaluran juga dicatat dalam buku kendali.

Hasil monitoring menunjukkan seluruh bantuan tersalurkan kepada penerima sesuai daftar. Petugas tidak menemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun beras yang rusak.

Distribusi berakhir sekitar pukul 17.00 WITA dalam kondisi aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Polsubsektor Palue Kawal Penyaluran 5,7 Ton Beras Bantuan Pangan di Desa Tuanggeo

Penyaluran 5.700 kilogram beras bantuan pangan pemerintah di Desa Tuanggeo, Palue, Sikka, menyasar 190 KPM. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Published

on

Penyaluran bantuan pangan pemerintah berupa 5.700 kilogram beras kepada 190 KPM di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Rabu (23/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah melalui Perum BULOG Cabang Maumere di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, berlangsung aman dan tertib, Rabu (23/9/2026).

Sebanyak 5.700 kilogram beras disalurkan kepada 190 keluarga penerima manfaat (KPM). Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.

Penyaluran mendapat pengamanan dan monitoring dari Polsubsektor Palue–Polsek Nelle bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

Sebelum bantuan diserahkan, petugas melakukan verifikasi identitas dan mencocokkan nama penerima dengan daftar yang telah ditetapkan. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan diterima oleh penerima yang terdata serta menjaga ketertiban selama proses berlangsung.

Hingga seluruh bantuan tersalurkan, tidak ditemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun kerusakan beras. Kegiatan penyaluran berakhir sekitar pukul 12.00 WITA dalam situasi aman dan kondusif.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending