Connect with us

PENKES

Bunda Literasi Sikka Ajak Orang Tua Bangun Budaya Membaca, Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

Keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, dan komunitas menjadi faktor penting dalam membangun budaya membaca

Published

on

Fista menilai kehadiran teknologi tidak boleh menggantikan kebiasaan membaca buku. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang memperkuat kemampuan literasi, bukan membuat anak semakin bergantung pada gawai. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Budaya membaca harus dimulai dari rumah. Pesan itu menjadi fokus Safari Literasi yang dipimpin Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, di SMP Tananuwa, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Jumat (24/7/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi anak di tengah meningkatnya penggunaan gawai oleh kalangan pelajar.

Dalam kegiatan yang bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 itu, Fista mengajak orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat membangun ekosistem literasi yang mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap sekolah, tetapi juga perubahan pola belajar anak akibat perkembangan teknologi digital.

“Anak-anak adalah investasi terbesar Kabupaten Sikka. Jika kita ingin melihat Sikka maju di masa depan, maka hari ini kita harus membangun budaya membaca, membiasakan anak mencintai ilmu pengetahuan dan sains, serta membentuk karakter mereka melalui pendidikan yang baik,” katanya.

Kasus Kekerasan terhadap Anak Jadi Sorotan pada Hari Anak Nasional 2026 di Sikka

Fista menilai kehadiran teknologi tidak boleh menggantikan kebiasaan membaca buku. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang memperkuat kemampuan literasi, bukan membuat anak semakin bergantung pada gawai.

Karena itu, ia mendorong keluarga membiasakan anak membaca di rumah, menyediakan waktu khusus tanpa gawai, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya minat baca.

“Anak harus dekat dengan buku, bukan bergantung pada gawai. Keluarga adalah sekolah pertama yang menentukan kebiasaan belajar mereka,” ujarnya.

Safari Literasi tersebut dihadiri Camat Paga Mario Keraf, Kapolsek Paga beserta jajaran, Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Yuvensius Rafael bersama pejabat struktural dan fungsional, Kepala Desa Masebewa, Ketua dan anggota BPD, Bunda Literasi Kecamatan Paga, Ketua TP PKK Desa Masebewa, Kepala SMP Tananuwa, para guru, orang tua siswa, serta Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka.

CBN Ngada Bidik Akhiri Penantian Gelar Soeratin U-17, Datang ke Maumere Berbekal Rekam Jejak Tiga Musim

Kepala SMP Tananuwa mengatakan kunjungan Bunda Literasi menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus mengembangkan berbagai program membaca yang telah berjalan. Namun, sekolah masih menghadapi keterbatasan koleksi buku dan sarana pendukung sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Hal senada disampaikan Camat Paga Mario Keraf. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari kemampuan literasi masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, dan komunitas menjadi faktor penting dalam membangun budaya membaca yang berkelanjutan.

Melalui Safari Literasi, Pemerintah Kabupaten Sikka berupaya memperluas gerakan literasi hingga ke sekolah-sekolah di wilayah kecamatan sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.»(rel)

PENKES

Ketua BEM FIKES UNIPA: Keberhasilan Bukan Banyaknya Kegiatan

Ketua BEM FIKES UNIPA periode 2026/2027, Fibrian Charolin Nona Charli, menegaskan keberhasilan organisasi bukan diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari manfaat yang dirasakan mahasiswa.

Published

on

Pelantikan pengurus BEM FIKES Universitas Nusa Nipa periode 2026/2027 di Aula Nusa Nipa, Maumere, Jumat (23/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nusa Nipa (UNIPA), Fibrian Charolin Nona Charli, menegaskan keberhasilan organisasi mahasiswa harus diukur dari manfaat kegiatan bagi mahasiswa, bukan dari banyaknya program yang dijalankan.

“Keberhasilan BEM tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa banyak mahasiswa yang merasa didengar dan merasakan manfaatnya,” ujarnya setelah pelantikan pengurus BEM FIKES UNIPA periode 2026/2027 di Aula Nusa Nipa, Jumat (23/10/2026).

Fibrian bersama Wakil Ketua David Dapa Wulon, Sekretaris Maria Sintia Bela, dan seluruh pengurus dilantik oleh Dekan FIKES UNIPA, Maria Yulita Meo, S.Kep., Ns., M.Kep.

Dekan FEB UNIPA: Organisasi Mahasiswa Bukan Sekadar Jabatan

Fibrian mengajak pengurus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, kritik sebagai bahan evaluasi, dan tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang. Ia menegaskan BEM harus menjadi ruang pengabdian dan pelaksanaan program nyata, bukan sekadar tempat mencari jabatan atau menyampaikan janji.

Kepengurusan periode 2026/2027 mengusung tiga pilar, yakni holistik, kolaboratif, dan responsif. Ketiganya menjadi landasan organisasi dalam mengembangkan pelayanan dan kegiatan kemahasiswaan.

Dalam sambutannya, Maria Yulita Meo meminta pengurus baru menjadikan tema pelantikan, “Mengabdi dengan Empati, Menginspirasi dengan Aksi”, sebagai dasar dalam menyusun program kerja dan mengambil keputusan.

Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya

Ia menekankan pentingnya integritas, semangat melayani, serta komunikasi yang baik antara pengurus BEM, pimpinan fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Maria juga meminta pengurus baru melanjutkan capaian kepengurusan sebelumnya, memperbaiki kekurangan, dan menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan mahasiswa. Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus demisioner atas kontribusi mereka selama menjalankan organisasi.

Pelantikan tersebut dihadiri para wakil dekan, pimpinan program studi S1 Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners beserta sekretaris, dosen, tenaga kependidikan, pengurus BEM UNIPA, pengurus BEM demisioner, serta mahasiswa FIKES.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Dekan FEB UNIPA: Organisasi Mahasiswa Bukan Sekadar Jabatan

Dekan FEB Universitas Nusa Nipa, Immanuel Wellem, menegaskan organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Pesan itu disampaikan saat pelantikan pengurus BEM FEB dan tiga HMPS periode 2026–2027.

Published

on

Pelantikan pengurus BEM FEB dan HMPS Akuntansi, Manajemen, serta Kewirausahaan Universitas Nusa Nipa periode 2026–2027 di Auditorium Nusa Nipa, Jumat (23/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Nipa, Dr. Immanuel Wellem, S.E., M.M., meminta pengurus organisasi mahasiswa mengutamakan integritas, kerja sama, dan program yang bermanfaat bagi mahasiswa serta masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Immanuel saat melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi, Manajemen, serta Kewirausahaan periode 2026–2027 di Auditorium Nusa Nipa, Jumat (23/10/2026).

“Organisasi kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan tinggi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan akademik yang baik, tetapi juga harus mampu mengembangkan karakter, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama,” ujarnya.

Immanuel menegaskan, jabatan dalam organisasi mahasiswa merupakan amanah yang harus dijalankan melalui kerja nyata. Ia meminta pengurus membangun kerja sama, berani menyampaikan gagasan, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan secara kolektif.

Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya

“Jadikan organisasi sebagai tempat untuk bertumbuh, bukan sekadar tempat memperoleh jabatan atau menjalankan kegiatan rutin,” tegasnya.

Ia juga meminta pengurus baru melanjutkan hal-hal positif dari kepengurusan sebelumnya dan meningkatkan kualitas organisasi. Program kerja, menurut dia, perlu disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua BEM FEB demisioner, Maria Natalia, menyebut masa kepengurusannya memberikan pengalaman tentang tanggung jawab, kebersamaan, dan pengabdian. Ia menilai kepemimpinan tidak cukup hanya dengan mengambil keputusan dan menjalankan program, tetapi juga membutuhkan kesediaan mendengarkan, keberanian menghadapi tantangan, dan kerendahan hati untuk mengakui kekurangan.

Ketua BEM FEB terpilih, Yoelistia Wihelmina, menyatakan komitmennya membangun organisasi yang progresif, berintegritas, dan inklusif. Ia menekankan bahwa pelaksanaan visi BEM membutuhkan keterlibatan pengurus HMPS dan mahasiswa, serta dukungan pimpinan fakultas.

Dana Bantuan Presiden Rp20 Miliar di Sikka Baru Terserap 11,96 Persen

“Visi ini tidak akan berarti apa-apa apabila hanya diperjuangkan oleh Ketua BEM dan pengurus BEM saja. Visi ini membutuhkan keterlibatan seluruh pengurus HMPS dan mahasiswa, serta dukungan pimpinan fakultas dan civitas akademika,” ungkap Yoelistia.

Dalam kepengurusan periode 2026–2027, Yoelistia Wihelmina dilantik sebagai Ketua BEM FEB, Valentina Susanti Sute sebagai Wakil Ketua, serta Odilia Kontansia Weri dan Veronika Yuliana Tobi sebagai sekretaris. BEM FEB juga didukung sembilan divisi layanan kemahasiswaan.

Sementara itu, HMPS Akuntansi dipimpin Magdalena Chantania Nanga, HMPS Manajemen dipimpin Anamarian Ellyria D’Nisa, dan HMPS Kewirausahaan dipimpin Alexandra Arista Meo.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II tentang bahaya judi online, perundungan, dan narkoba saat apel bendera di sekolah tersebut, Senin (19/10/2026).

Published

on

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menyampaikan pesan kesadaran hukum kepada siswa SMA John Paul II, Senin (19/10/2026). FOTO; GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengingatkan siswa SMA John Paul II di Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, agar menjauhi judi online, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta pelajar menggunakan internet dan media sosial secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Bambang saat memimpin apel bendera di SMA John Paul II, Senin (19/10/2026) 07.15 Wita.

Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah

Dalam arahannya, Bambang meminta siswa memahami aturan hukum dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan sebelum mengambil keputusan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya judi online yang menawarkan keuntungan cepat, tetapi dapat merugikan pemain dan keluarganya.

Kapolres juga menekankan kedisiplinan, ketekunan belajar, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Ia mengajak siswa menghindari perilaku yang dapat mengganggu lingkungan sekolah maupun merugikan masa depan mereka.

“Jadilah generasi muda yang berkarakter, berprestasi, disiplin, dan taat hukum. Manfaatkan waktu untuk belajar dan mengembangkan potensi diri demi meraih masa depan yang lebih baik,” demikian pesan Bambang kepada para siswa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Sikka AKP Donatus Paru, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Polikarpus Arifin, Kanit Binpolmas Aiptu Maria Avelina, dan Kaurmintu Aipda Ridwan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending