Connect with us

PENKES

Pemkab Sikka Tanggung Kekurangan Dana Puskesmas Tuanggeo Setelah DAK Rp8 Miliar Gagal Tersalur

Karena tidak memenuhi ambang batas progres fisik, sisa dana DAK tidak dapat dicairkan oleh pemerintah pusat.

Published

on

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, apabila kewajiban pembayaran progres fisik diselesaikan, maka penyelesaian sisa pembangunan baru dapat diusulkan kembali melalui APBD Tahun Anggaran 2027. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores – Pemerintah Kabupaten Sikka harus menanggung kekurangan anggaran pembangunan Puskesmas Tuanggeo setelah Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 senilai lebih dari Rp8 miliar tidak tersalurkan penuh akibat progres fisik proyek yang tidak memenuhi syarat pencairan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menjelaskan proyek pembangunan Puskesmas Tuanggeo sempat mengalami gagal lelang sebelum dilakukan lelang ulang dan dikerjakan oleh CV Jati Emas.

Menurut Petrus, pemerintah pusat mensyaratkan dua indikator utama agar sisa DAK dapat disalurkan hingga batas waktu 21 Desember 2025, yakni realisasi keuangan minimal 90 persen dan progres fisik minimal 70 persen.

Hingga batas waktu tersebut, realisasi keuangan proyek telah mencapai 90 persen. Namun capaian fisik pembangunan belum memenuhi ketentuan.

“Penyerapan dana sudah mencapai 90 persen, tetapi progres fisik belum mencapai 70 persen sehingga terjadi gagal salur,” kata Petrus di Maumere, Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan laporan konsultan pengawas, progres fisik proyek tercatat 56,79 persen. Setelah dilakukan audit oleh Inspektorat Kabupaten Sikka, capaian fisik yang diakui sebesar 55,39 persen.

Karena tidak memenuhi ambang batas progres fisik yang dipersyaratkan, sisa dana DAK tidak dapat dicairkan oleh pemerintah pusat.

DPRD Sikka Kritik Keras LKPJ 2025: Kinerja OPD Gagal Capai Target, Proyek Kesehatan hingga RSUD TC Hillers Disorot

Petrus menyebut kegagalan memenuhi target fisik tersebut terjadi pada pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor.

“Persyaratannya jelas, penyerapan dana 90 persen dan progres fisik 70 persen. Yang tidak terpenuhi adalah progres fisik,” ujarnya.

Hingga 31 Desember 2025, pekerjaan pembangunan belum selesai sehingga kontrak dengan penyedia jasa diputus oleh pemerintah daerah.

Untuk mencari solusi atas kelanjutan proyek tersebut, Dinas Kesehatan telah menyampaikan surat kepada Kementerian Kesehatan dan mengajukan telaahan kepada Bupati Sikka. Wakil Bupati Sikka juga melakukan konsultasi langsung dengan Kementerian Kesehatan.

Namun hasil konsultasi menyatakan proyek tersebut menggunakan skema pembiayaan tahun tunggal (single year), sehingga kekurangan anggaran tidak dapat ditanggung kembali oleh pemerintah pusat.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat, progres fisik yang diakui mencapai 55,39 persen, sementara pembayaran yang telah dilakukan menggunakan DAK baru sebesar 40 persen. Selisih sekitar 15 persen menjadi kewajiban yang harus dibayarkan pemerintah daerah kepada kontraktor.

“Selisih tersebut harus dibayar menggunakan dana daerah melalui DAU,” kata Petrus.

7.646 Anak di Sikka Tidak Sekolah, Ribuan Masuk Kategori Putus Sekolah dan Belum Pernah Bersekolah

Ia menjelaskan telaahan yang diajukan kepada pemerintah daerah terakhir disampaikan pada 7 Mei 2026. Dokumen tersebut mencakup 11 kegiatan dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp1,6 miliar, termasuk kebutuhan untuk pembangunan Puskesmas Tuanggeo sebesar sekitar Rp1,21 miliar.

Selain kewajiban pembayaran progres pekerjaan yang telah diaudit, pemerintah daerah juga harus menyiapkan anggaran lanjutan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan pembangunan yang masih mencapai sekitar 44 persen.

Menurut Petrus, apabila kewajiban pembayaran progres fisik diselesaikan, maka penyelesaian sisa pembangunan baru dapat diusulkan kembali melalui APBD Tahun Anggaran 2027.

Di sisi lain, pemerintah juga akan mencairkan jaminan pelaksanaan proyek senilai sekitar Rp330 juta yang nantinya diperhitungkan dalam penyelesaian kewajiban antara pemerintah daerah dan kontraktor.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Sikka masih menyiapkan skema penganggaran lanjutan untuk memenuhi kewajiban pembayaran hasil audit sekaligus memastikan pembangunan Puskesmas Tuanggeo dapat dilanjutkan hingga tuntas.»(rel)

PENKES

Revitalisasi SDK Gehak Capai 46 Persen, Bupati Sikka Minta P2SP Jaga Tenggat

Revitalisasi SDK Gehak dengan anggaran APBN Rp883,85 juta baru mencapai 46 persen pada awal November. Bupati Sikka meminta P2SP mengoptimalkan waktu agar pekerjaan selesai sesuai masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago memantau progres revitalisasi SDK Gehak yang dilaporkan mencapai 46 persen pada awal November 2026. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores – Pekerjaan revitalisasi SDK Gehak di Desa Koting D, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, baru mencapai 46 persen pada awal November 2026. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, meminta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) mengoptimalkan waktu pelaksanaan agar seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.

Permintaan itu disampaikan Juventus saat memantau pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut di Dusun Gehak Reta, Senin (2/11/2026).

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu memiliki total anggaran Rp883.852.878 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Pekerjaannya mencakup pembangunan dan perbaikan enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu unit toilet, serta penataan lingkungan sekolah.

Juventus meminta P2SP memperhatikan waktu yang tersisa dan menambah tenaga kerja apabila diperlukan untuk mempercepat pekerjaan.

“Apabila membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mempercepat proses pengerjaan, bisa ditambahkan,” ujar Juventus.

Astra dan Kemenkes Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Dua Desa Sikka

Berdasarkan laporan P2SP SDK Gehak, progres pekerjaan hingga awal November telah mencapai 46 persen. Pihak pelaksana menyatakan optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Desember 2026.

Selama pekerjaan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di ruang darurat yang telah disediakan. Saat mengunjungi sekolah, Juventus sempat berdialog dengan para siswa yang mengikuti pembelajaran di ruang tersebut.

Kepala SDK Gehak, Katharina Leni, mengatakan sekolah itu memiliki 58 siswa pada 2026. Kegiatan pendidikan didukung 11 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri atas sembilan guru serta dua tenaga kependidikan yang bertugas sebagai petugas perpustakaan dan operator komputer.

Menurut Katharina, revitalisasi tersebut dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang lebih memadai.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Astra dan Kemenkes Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Dua Desa Sikka

Kementerian Kesehatan dan PT Astra International Tbk mendukung penguatan layanan kesehatan primer di Desa Tebuk dan Bloro, Kabupaten Sikka. Program ILP diluncurkan pada Senin (2/11/2026).

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menghadiri peluncuran Program Penguatan Integrasi Layanan Primer di Desa Tebuk dan Desa Bloro, Kecamatan Nita, Senin (2/11/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores – Pelayanan kesehatan primer di Desa Tebuk dan Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, mendapat dukungan melalui Program Penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melibatkan Kementerian Kesehatan RI dan PT Astra International Tbk.

Program tersebut diluncurkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tebuk dan Desa Bloro, Senin (2/11/2026). Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan Astra dalam rehabilitasi serta penyediaan fasilitas kesehatan di kedua desa tersebut.

Menurut Juventus, penguatan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas dan tenaga medis. Keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan juga diperlukan untuk membangun kebiasaan hidup sehat.

“Seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan harus menjaga komitmen bersama demi tercapainya pola hidup sehat yang berkelanjutan,” kata Juventus.

26 Kelompok Tani Sikka Terima Alokasi Irpom, Pencairan Dana Baru 70 Persen

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas perhatian terhadap kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Sikka. Ia berharap dukungan tersebut berlanjut, terutama melalui program Dokter Nusantara Sehat dan penataan tenaga medis spesialis pascabencana.

Kepada PT Astra International Tbk, Juventus mengapresiasi kontribusi melalui program CSR Kesehatan Astra yang mencakup rehabilitasi dan penyediaan fasilitas kesehatan di Desa Tebuk dan Bloro.

Menurutnya, penguatan fasilitas di tingkat desa dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga kelompok lanjut usia.

“Dukungan dan kolaborasi seperti ini sangat berharga bagi kami. Pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya sinergi dari seluruh pihak—pemerintah pusat, daerah, pihak swasta, hingga masyarakat di tingkat desa,” ujarnya.

Jalan Tak Cukup Diaspal: Persoalan Lahan Desa Dile Harus Dituntaskan

Juventus juga meminta tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan secara cepat, ramah, dan maksimal. Ia mengapresiasi peran tenaga kesehatan serta kader Posyandu yang selama ini melayani masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Pemerintah Desa Tebuk dan Desa Bloro bersama tokoh masyarakat juga diharapkan terlibat dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Selain bidang kesehatan, dukungan Astra di Kabupaten Sikka juga mencakup kegiatan kewirausahaan dan pertanian, termasuk pengembangan komoditas kakao. Namun, bahan kegiatan yang disampaikan belum merinci bentuk bantuan, kelompok penerima, maupun capaian program di sektor tersebut.

Peluncuran program dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Camat Nita, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, kader Posyandu, serta Pastor Paroki Nita.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Rp1,6 Miliar untuk Ruang Kelas Darurat Sikka, SDN Nitung Belum Terakomodasi

Pemkab Sikka menyiapkan delapan paket ruang kelas darurat dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar dari alokasi pendidikan Rp1,626 miliar. SDN Nitung dan sejumlah sekolah di wilayah Awa, Palue, belum terakomodasi karena keterbatasan waktu dan kendala mobilisasi material.

Published

on

Kepala Dinas PKO Sikka Patrisius Pederiko menjelaskan rencana pembangunan delapan paket ruang kelas darurat pascagempa di Kabupaten Sikka. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mengalokasikan Rp1.626.812.060 dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk pemulihan infrastruktur pendidikan pascagempa. Namun, program delapan paket ruang kelas darurat (RKD) yang menggunakan sekitar Rp1,4 miliar belum menjangkau sejumlah sekolah yang membutuhkan penanganan, termasuk SDN Nitung dan sekolah-sekolah di wilayah Awa, Kecamatan Palue.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan keterbatasan waktu pengerjaan dan kendala mobilisasi material menjadi alasan sejumlah sekolah belum dapat dimasukkan dalam program tersebut.

“Di Kecamatan Palue sebenarnya tidak hanya lima sekolah. Namun, mengingat pelaksanaan proyek harus selesai dalam tahun anggaran ini dan kondisi wilayah menyulitkan mobilisasi barang, beberapa sekolah tidak bisa diakomodasi,” ujar Patrisius di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).

Transfer TPG Guru Non-ASN Diklaim Tuntas, Guru yang Belum Menerima Diminta Mengadu

Dari total alokasi Rp1.626.812.060 untuk Kabupaten Sikka, sekitar Rp1,4 miliar digunakan untuk pembangunan delapan paket RKD beserta fasilitas mebeler.

Delapan paket tersebut tersebar di SDN Todang, Kecamatan Bola; SDI Iligetang, Kecamatan Alok Timur; SMP Santo Robertho Biket, Kecamatan Waigete; serta lima sekolah lainnya di Kecamatan Palue.

Patrisius menyebut SDN Nitung, yang mengalami kerusakan cukup parah, termasuk sekolah yang belum terakomodasi. Sekolah-sekolah di wilayah Awa juga belum masuk dalam paket yang sedang disiapkan.

Untuk delapan paket yang telah direncanakan, Pemkab Sikka menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada 15 Desember 2026. Namun, penandatanganan kontrak dengan pihak ketiga baru dijadwalkan pada 4 November 2026, dengan masa pengerjaan 45 hari kerja.

Patrisius mengatakan pemilihan lokasi telah mempertimbangkan perhitungan teknis agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tenggat.

“Kami mempertimbangkan lokasi yang secara perhitungan teknis benar-benar bisa dilaksanakan dalam kurun waktu dua bulan ini, yakni November dan Desember. Targetnya, 15 Desember 2026 seluruh pekerjaan harus sudah selesai,” katanya.

Ruang kelas darurat akan menggunakan konstruksi baja ringan, atap seng, dan dinding kasibor. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan ruang kelas beserta fasilitas mebeler.

Pencatatan 19 Jenis Karya Hak Cipta Bakal Gratis Mulai November

Patrisius mengatakan pihaknya meminta kontraktor melaksanakan pekerjaan tanpa uang muka. Pembayaran dilakukan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100 persen.

“Bagi yang tidak siap secara finansial dan komitmen, kami persilakan mundur, karena kami mencari yang benar-benar siap bekerja cepat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya menyatakan dana Banpres senilai Rp20 miliar ditargetkan terealisasi hingga akhir Desember 2026. Dalam konferensi pers pada 20 Oktober 2026, pemerintah daerah mencatat realisasi dana tersebut sebesar Rp2.391.729.320,76 atau 11,96 persen.

Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan pengelolaan dana bantuan akan melibatkan aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan, serta Inspektorat untuk melakukan pengawasan.

Dengan jadwal kontrak yang dimulai pada November dan target penyelesaian pada 15 Desember 2026, delapan paket RKD tersebut memiliki waktu pelaksanaan yang terbatas. Sementara itu, SDN Nitung dan sekolah-sekolah di wilayah Awa, Palue, masih belum masuk dalam paket penanganan yang dijelaskan Kepala Dinas PKO.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending