HUMANIORA
Remaja yang Dilaporkan Hilang di Nelle Ditemukan Selamat di Kota Baru Maumere
Polres Sikka: Orang tua meningkatkan pengawasan dan membangun komunikasi yang baik dengan anak.
MAUMERE, GardaFlores — Theresia Yosifa (14), siswi SMP asal Desa Nelle Lorang, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (13/5/2026), ditemukan dalam keadaan selamat di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, Kamis (14/5/2026) malam.
Korban ditemukan sekitar pukul 23.30 WITA di rumah seorang warga bernama Jansen, di belakang kawasan Lembaga, Jalan KS Tubun, Kota Baru, Maumere, setelah aparat Polsek Nelle bersama keluarga dan warga melakukan pencarian.
Kapolsek Nelle melalui petugas piket SPKT III membenarkan penemuan tersebut dan memastikan kondisi korban dalam keadaan sehat.
“Korban ditemukan dalam keadaan sehat setelah dilakukan pencarian oleh personel Polsek Nelle bersama keluarga dan masyarakat,” ujar petugas kepolisian.
Siswi SMP di Sikka Hilang Sejak Berangkat Sekolah, Polisi dan Warga Lakukan Pencarian
Sebelumnya, keluarga melaporkan hilangnya Theresia Yosifa ke Polsek Nelle melalui laporan orang hilang nomor L/GANGGUAN/B/3/V/2026/SPKT/POLSEK NELLE/POLRES SIKKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.
Berdasarkan keterangan korban kepada polisi, ia meninggalkan rumah akibat salah paham dan miskomunikasi dengan orang tua.
Korban diketahui terakhir berpamitan pergi ke sekolah pada Rabu pagi sebelum akhirnya tidak kembali ke rumah hingga keluarga melakukan pencarian dan melapor ke kepolisian.
Setelah ditemukan, aparat kepolisian melakukan pendataan dan proses penyerahan kembali korban kepada keluarga. Theresia kemudian diserahkan kepada ayah kandungnya pada Jumat (15/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA.
Polres Sikka mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak untuk mencegah kejadian serupa.
Kepolisian juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan anggota keluarga yang meninggalkan rumah tanpa kabar dalam waktu lama agar proses pencarian dapat segera dilakukan.»(rel)
HUMANIORA
Yanti Hasan Keluar Rumah Malam Hari, Lima Hari Kemudian Dilaporkan Hilang
Yanti Hasan (29), warga Desa Ipir, Kecamatan Bola, Sikka, belum diketahui keberadaannya setelah keluar rumah pada Minggu malam, 2 Agustus 2026. Kasus tersebut dilaporkan kepada polisi lima hari kemudian.
MAUMERE, GardaFlores — Yanti Hasan (29), ibu rumah tangga asal Dusun Crado, RT 004/RW 003, Desa Ipir, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, belum diketahui keberadaannya setelah meninggalkan rumah pada Minggu malam, 2 Agustus 2026.
Yanti meninggalkan rumah sekitar pukul 19.30 WITA. Saat itu, ia disebut mengenakan kaus berwarna pink, celana pendek dan membawa tas ransel kecil. Menurut keterangan suaminya, Karolus Konterius Moa, tidak diketahui tujuan Yanti setelah keluar dari rumah.
Sejak malam itu, Yanti tidak kembali dan keluarga tidak memperoleh kepastian mengenai keberadaannya. Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian secara mandiri dengan melibatkan kerabat dan warga di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas Yanti.
Pencarian tersebut berlangsung selama beberapa hari, tetapi belum membuahkan hasil. Keluarga kemudian melaporkan hilangnya Yanti kepada kepolisian pada Jumat, 7 Agustus 2026, atau lima hari setelah ia meninggalkan rumah.
Polsek Bola menerima laporan tersebut melalui Laporan Orang Hilang Nomor L/Gangguan/B/1/VIII/2026/SPKT/Polsek Bola/Polres Sikka/Polda Nusa Tenggara Timur.
Tiga Kali Mangkir Sidang, DPO Kejari Sikka AL Akhirnya Ditangkap Tim TABUR
Setelah menerima laporan, polisi melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari keluarga dan sejumlah saksi. Informasi mengenai aktivitas Yanti sebelum meninggalkan rumah serta kemungkinan lokasi yang didatanginya menjadi bagian dari penelusuran tersebut.
Hingga kini, polisi belum menyatakan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. Penanganan masih dilakukan sebagai laporan orang hilang.
Keluarga berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan Yanti atau pernah melihatnya setelah meninggalkan rumah pada Minggu malam, 2 Agustus 2026, dapat memberikan informasi kepada kepolisian.
Yanti memiliki ciri saat meninggalkan rumah berupa kaus pink, celana pendek dan membawa tas ransel kecil. Informasi mengenai keberadaannya dapat disampaikan kepada Polsek Bola atau Polres Sikka.
Lima hari setelah meninggalkan rumah, keberadaan Yanti dilaporkan kepada polisi. Hingga kini, perempuan berusia 29 tahun tersebut belum ditemukan.»(rel)
HUMANIORA
Warga Magepanda Temukan Petani Tewas di Pematang Sawah, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan
Seorang petani berinisial SB ditemukan meninggal dunia di pematang sawah di Desa Magepanda, Sikka, Selasa pagi. Polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada pemeriksaan luar jenazah.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang petani berinisial SB ditemukan meninggal dunia di pematang sawah di kawasan Dolu, Dusun Kampung Baru, Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Selasa (11/8/2026) pagi. Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita oleh KR, warga setempat, yang saat itu hendak menuju kebun untuk melihat kuda peliharaannya.
Saat melintas di pematang sawah, KR melihat korban dalam posisi telentang menghadap ke langit di pinggir pematang yang tergenang air. Saksi kemudian meninggalkan lokasi dan melaporkan penemuan tersebut ke Kantor Desa Magepanda.
Informasi itu kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian. Petugas mendatangi lokasi dan melakukan penanganan awal, termasuk mengamankan lokasi serta meminta keterangan dari saksi.
Tim Inafis Polres Sikka selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi terkait kondisi korban dan lingkungan di sekitar lokasi penemuan.
Korban diketahui merupakan warga RT 010/RW 003, Dusun Magendero, Desa Magepanda.
Saat ditemukan, SB mengenakan kaos lengan pendek berwarna krem dan celana training panjang berwarna biru dengan garis putih dan kuning.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Magepanda untuk menjalani pemeriksaan medis bagian luar.
Berdasarkan pemeriksaan tersebut, kepolisian menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan sebuah jerigen berukuran lima liter yang diketahui merupakan milik korban. Jerigen tersebut diduga hendak digunakan untuk mengambil air dari mesin pompa.
Pergi Menyulu Sore Hari, Pria 41 Tahun di Watudiran Hilang di Pantai Rung
Polisi juga mencatat korban memiliki riwayat gangguan kesehatan berupa penyakit lambung dan tekanan darah tinggi. Namun, informasi tersebut tidak serta-merta menjadi kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.
Setelah jenazah diperiksa, keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga juga membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menyatakan tidak akan menuntut secara hukum terkait kematian korban.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Dusun Magendero, RT 010/RW 003, Desa Magepanda.
Meski keluarga telah menerima kematian tersebut sebagai musibah, kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi TKP, melakukan olah TKP, memeriksa saksi, melakukan pemeriksaan medis luar, hingga mendokumentasikan seluruh rangkaian penanganan perkara.
Hingga pemeriksaan awal dilakukan, polisi menyatakan tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Penyebab pasti kematian tidak dinyatakan dalam hasil pemeriksaan luar tersebut.»(rel)
HUMANIORA
Pergi Menyulu Sore Hari, Pria 41 Tahun di Watudiran Hilang di Pantai Rung
NNB, pria 41 tahun asal Desa Watudiran, Sikka, dilaporkan hilang setelah pergi menyulu di Pantai Rung, Senin sore. Pencarian tim gabungan Basarnas dan Polsek Waigete belum menemukan keberadaan korban.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang pria berusia 41 tahun, NNB, warga Kilawair, Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, dilaporkan hilang setelah pergi menyulu atau berkarang di Pantai Rung, Senin (10/8/2026) sore. Hingga pencarian hari pertama berakhir, keberadaan NNB belum diketahui.
NNB meninggalkan rumah sekitar pukul 16.30 Wita untuk mencari ikan di kawasan Pantai Rung. Namun hingga malam hari, ia tidak kunjung kembali ke rumah.
Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran keluarga. Hingga Selasa pagi (11/8/2026), NNB belum juga pulang sehingga keluarga kemudian mencari informasi mengenai keberadaannya.
Laporan tersebut diteruskan kepada Ketua RT 007 dan Kepala Dusun Kilawair, sebelum akhirnya disampaikan kepada Polsek Waigete sebagai laporan orang hilang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Waigete mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi, serta berkoordinasi dengan Basarnas Maumere untuk melakukan pencarian.

Tim Basarnas bersama personel Polsek Waigete tiba di Pantai Rung sekitar pukul 14.00 Wita, Selasa. Tim gabungan kemudian langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir NNB beraktivitas.
Namun, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil.
Mishar Tak Jawab Pokok Perkara BBM, Kuasa Hukum Persoalkan Konsistensi Penegakan Hukum
Sekitar pukul 17.00 Wita, operasi pencarian dihentikan karena kondisi arus dan gelombang laut di lokasi cukup kencang. Tim gabungan merencanakan pencarian kembali pada Rabu (12/8/2026) mulai pukul 06.00 Wita.
Berdasarkan keterangan keluarga, NNB selama ini tidak memiliki persoalan dengan keluarga maupun orang lain. Ia juga disebut tidak memiliki riwayat penyakit kronis.
Dalam kesehariannya, NNB bekerja sebagai petani atau pekebun. Aktivitas menyulu atau berkarang dilakukan sebagai pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan ikan bagi keluarganya.
Karena itu, keluarga tidak menyangka aktivitas mencari ikan pada Senin sore tersebut justru berujung pada hilangnya NNB.
Hingga pencarian dihentikan pada Selasa sore, NNB belum ditemukan. Tim gabungan dijadwalkan kembali melakukan penyisiran pada Rabu pagi dengan mempertimbangkan kondisi arus dan gelombang laut di sekitar Pantai Rung.
Keluarga dan warga setempat masih menunggu hasil pencarian serta berharap operasi hari kedua dapat menemukan keberadaan NNB.»(rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
