Connect with us

HUMANIORA

PAWE Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Takjil di Kota Ende, Pererat Solidaritas Wartawan dan Masyarakat di Bulan Ramadan

Sebagai wujud kepedulian wartawan terhadap masyarakat.

Published

on

Pewarta Persatuan Wartawan Ende (PAWE) membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara roda dua, sopir angkutan umum, serta pejalan kaki yang melintas di sejumlah titik jalan utama Kota Ende, Jumat (6/3/2026) sore. FOTO: GARDAFLORES/ELTON

ENDE, GardaFlores — Persatuan Wartawan Ende (PAWE) turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada pengguna jalan di pusat Kota Ende, Jumat (6/3/2026) sore. Aksi sosial yang digelar menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi wujud kepedulian wartawan terhadap masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara insan pers dan warga di Kabupaten Ende selama bulan Ramadan.

“Hari ini kami turun ke jalan bukan untuk meliput, melainkan untuk berbagi. Melibatkan keluarga dalam kegiatan ini adalah cara kami menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa wartawan adalah bagian tak terpisahkan dari mereka,” ujar Sekretaris PAWE, Fidelis Dari, di sela-sela kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, sopir angkutan umum, serta pejalan kaki yang melintas di sejumlah titik jalan utama Kota Ende. Aksi berlangsung di tengah arus lalu lintas yang meningkat menjelang waktu berbuka puasa, ketika banyak warga masih berada di perjalanan.

Jelang Hari Pers Nasional, PAWE Ende Turun ke Rumah Warga Miskin, Pers Hadir dengan Empati dan Aksi Nyata

Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya melibatkan para jurnalis anggota PAWE, tetapi juga diikuti oleh keluarga mereka. Kehadiran anak-anak serta pasangan para wartawan menghadirkan suasana kekeluargaan dalam kegiatan sosial tersebut, sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian dan solidaritas kepada generasi muda.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengguna jalan tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan langsung oleh para wartawan bersama keluarga mereka.

“Sangat membantu bagi kami yang masih di jalan saat Maghrib tiba. Terima kasih untuk teman-teman wartawan di Ende, semoga berkah untuk semua,” ungkap salah seorang pengendara motor yang melintas.

PAWE berharap kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya menjadi agenda rutin selama Ramadan, tetapi juga memperkuat hubungan antara wartawan dan masyarakat, sekaligus menegaskan peran insan pers sebagai bagian dari kehidupan sosial di Kabupaten Ende.»(elt)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending