HUMANIORA
DPRD Sikka Rekomendasikan Pemkab dan Kemenag Konsultasi Ke Jakarta Soal THR dan Gaji ke-13 Guru Agama
Maumere, GardaFlores—DPRD Kabupaten Sikka merekomendasikan agar Pemkab Sikka dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka berkonsultasi dengan Kementerian Agama RI terkait tuntutan para guru agama tentang THR dan gaji ke-13.
Rekomendasi itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan ratusan guru agama di gedung DPRD Sikka, Rabu (26/3/2025).
Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi mengatakan konsultasi ini bertujuan mencari kepastian hukum terkait mekanisme pembayaran yang hingga kini belum terealisasi.
Baca juga:
Tewasnya Guru Asal Flotim di Papua, PADMA Indonesia Kutuk Kebrutalan KKB
“Pemda Sikka dan Kantor Kementerian Agama harus berkonsultasi dengan Kementerian Agama terkait pembayaran THR TPG dan gaji ke-13 TPG. Selain itu, perlu ada usulan resmi kepada Kementerian Agama agar permasalahan ini segera ditindaklanjuti,” ujar Stefanus.
Ia menambahkan, dalam konsultasi tersebut juga harus disampaikan persoalan THR TPG dan gaji ke-13 TPG tahun 2023 dan 2024 yang belum dibayarkan.
“Jika ada aturan yang belum dipahami sehingga menghambat pembayaran, maka perlu ada konsultasi lebih lanjut dan surat tertulis sebagai acuan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo menyatakan, pihaknya akan melakukan konsultasi secara berjenjang ke Kantor Wilayah Kemenag NTT hingga Kementerian Agama RI.
“Dari perkembangan diskusi dalam RDP, nomenklatur tunjangan profesi guru ini memang tidak memiliki ruang pembayaran berdasarkan aturan yang ada. Namun, kami akan tetap berkonsultasi agar ada solusi yang jelas bagi para guru agama Katolik,” ungkap Yosef.
Ia juga menanggapi adanya informasi bahwa beberapa kabupaten lain telah melakukan pembayaran. Menurutnya, hal ini perlu dikaji lebih lanjut dengan merujuk pada regulasi yang berlaku.
Baca juga:
Tragedi Gadis di Sikka: Cermin Buram Penegakan Hukum dan Perlindungan Anak
“Kami berharap konsultasi ini dapat menghasilkan keputusan yang memungkinkan pembayaran THR TPG dan gaji ke-13 bagi guru agama Katolik,” tambahnya.
Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sikka, Germanus Gleko, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal permasalahan ini hingga hak para guru terpenuhi.
“Kami berharap setelah konsultasi dilakukan, hak para guru agama Katolik segera dibayarkan. PGRI Provinsi NTT juga telah menginstruksikan kami untuk terus mengawal persoalan ini,” ujarnya.
RDP ini dihadiri ratusan guru, perwakilan PGRI Sikka, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, serta belasan anggota DPRD Sikka. Para guru berharap agar rekomendasi ini dapat segera ditindaklanjuti demi kepastian pembayaran hak mereka.»
(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
