BPBD Kabupaten Sikka mencatat 9.185 rumah mengalami kerusakan akibat Gempa Flores hingga pemutakhiran data 3 September 2026. Jumlah korban mencapai 55 orang dan 3.645 warga masih...
Gempa Flores masih menyisakan persoalan besar di Kabupaten Sikka. Sebanyak 3.645 warga masih berada di pengungsian, sementara 4.248 rumah dan 291 fasilitas umum tercatat mengalami kerusakan.
Setelah sekitar 14 hari aktivitas perkantoran terhenti akibat Gempa Flores, ASN Disarpus Sikka kembali bekerja setelah kondisi gedung diperiksa dan dinyatakan secara umum masih dapat digunakan.
Sebanyak 3.645 warga Kabupaten Sikka masih berada di pengungsian pascagempa. Mayoritas pengungsi, yakni 3.340 jiwa, berada di Kecamatan Palue yang menjadi prioritas distribusi bantuan.
Sebanyak 20 rumah warga Desa Mahebora mengalami kerusakan akibat Gempa Flores. Selain penanganan rumah, warga juga menyampaikan persoalan akses jalan Nangablo–Hagarahu kepada Bupati Sikka.
Gempa Flores berdampak terhadap 409 warga di Desa Iligai, Kecamatan Lela. Sebanyak 106 rumah mengalami kerusakan dan akan diverifikasi kembali oleh tim teknis.
BNPB, BPBD Kabupaten Sikka dan organisasi kemanusiaan menyepakati penyatuan data kebutuhan melalui Joint Needs Assessment serta pembagian peran dalam penanganan warga terdampak Gempa Flores.
Data sementara mencatat 39 dari 106 rumah terdampak gempa di Desa Iligai mengalami rusak berat. Sejumlah warga masih tinggal di pondok darurat sambil menunggu hasil verifikasi...
Kerusakan akibat gempa memaksa 618 siswa SMPN 1 Maumere direlokasi ke tempat pembelajaran sementara. Kodim 1603/Sikka membantu memindahkan fasilitas sekolah setelah 40 ruangan dan 30 tiang...
RSUD Late Bajawa mengaktifkan layanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi untuk melayani masyarakat, termasuk warga yang masih membutuhkan penanganan kesehatan setelah gempa Flores 15 Agustus 2026.