HUMANIORA
Danrem 161 Wira Sakti Tanggapi Tuduhan KKN dalam Seleksi Cata TNI AD
Maumere, GardaFlores – Komandan Korem (Danrem) 161 Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., menanggapi tudingan Ketua LSM LPPDM, Marselus N. Ahang, terkait dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam seleksi Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Gelombang II Tahun 2025.
Tuduhan tersebut sebelumnya disampaikan Marselus melalui akun TikTok @marselahang dan diberitakan di salah satu media daring, dengan judul: “LSM LPPDM Laporkan Dugaan KKN dalam Seleksi Tamtama TNI AD di NTT, Minta Panglima TNI Copot Pejabat Korem 161/Wira Sakti.”
Baca juga:
Kejari Sikka Periksa 10 Saksi Kasus Jasa COVID-19 di RSUD TC Hillers Maumere
Brigjen Joao Xavier menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar dan sangat merugikan institusi Korem 161 Wira Sakti.
“Apa yang Marselus N. Ahang sampaikan itu tidak benar sama sekali. Tuduhan itu akan memiliki konsekuensi hukum yang sangat serius atas pernyataannya,” tegas Danrem dalam wawancara via sambungan telepon, Rabu (25/6/2025).
Motif Pribadi di Balik Tuduhan
Terungkap bahwa anak Marselus N. Ahang, yakni Fransiskus Gego Bumiral Ahang, merupakan salah satu peserta seleksi Cata PK TNI AD Gelombang II Tahun 2025 dengan nomor Panda 161.04276/CATA II/2025. Namun, ia dinyatakan tidak lulus karena tidak memenuhi syarat kesehatan.
Hal ini dibuktikan melalui surat resmi dari Ketua Panda Kupang Nomor: B/975/VI/2025 tanggal 19 Juni 2025 yang menyatakan bahwa Fransiskus tidak terpilih akibat kondisi kesehatan yang tidak memenuhi kriteria, yakni Fistula Preakular (U4) dan buta warna parsial (L4).
Fransiskus Gego Bumiral Ahang yang dihubungi via WhatsApp pada Selasa (24/6/2025) pukul 23.43 WITA, membantah pernah dinyatakan lulus atau menaiki truk milik TNI AD bersama peserta lain menuju Pelabuhan Tenau, Kupang.
Baca juga:
Dandim 1603 Sikka Kunjungi Rutan Maumere, Perkuat Sinergi Pengamanan
“Saya tidak pernah menaiki truk TNI AD dan tidak pernah dinyatakan lulus oleh panitia seleksi, baik di Makorem 161/WS maupun di pelabuhan Tenau,” ungkap Fransiskus.
Pernyataan ini justru bertolak belakang dengan narasi yang disampaikan ayahnya.
Danrem Joao Xavier menegaskan bahwa panitia seleksi hanya melakukan satu kali pengumuman resmi kelulusan di Makorem 161/Wira Sakti. Ia menyayangkan sikap Marselus yang tidak mengedepankan fakta dan data dalam menyampaikan kritik.
“Saya minta Marselus N. Ahang wajib melakukan klarifikasi secara terbuka, baik melalui media sosial maupun media online, serta menyampaikan video permohonan maaf kepada TNI AD atas pernyataannya yang tidak berdasar,” tegasnya.»
(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
