Connect with us

HUMANIORA

Bupati Sikka Tugaskan 1.567 PPPK dan CPNSD untuk Tagih Pajak dan Validasi Data PBB

Published

on

Maumere, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago (JPYK) menugaskan 1.567 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) untuk melaksanakan masa orientasi dengan tugas khusus menagih pajak dan memvalidasi data PBB-P2 di 28 desa dan kelurahan.

Peserta orientasi tugas ini terdiri dari 1.194 orang PPPK dan 373 orang CPNSD, yang akan turun langsung ke lapangan mulai 2 hingga 31 Juli 2025.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka, Very Awales mengatakan hal itu dalam keterangan tertulis di Maumere, Kamis (26/6/2025).

Baca juga:
Karang Taruna Desa Sikka Tampilkan Tarian Toja Bobu di Timor Leste, Wakil Bupati Beri Dukungan

Awales mengatakan, penugaskan kepada peserta orientasi ini merupakan merupakan strategi percepatan pemutakhiran data dan optimalisasi penerimaan pajak daerah.

“Kami menargetkan peningkatan signifikan PAD di tahun 2025. Salah satu hambatannya adalah basis data pajak yang belum valid. Maka, PPPK dan CPNSD kita tugaskan secara langsung untuk menyisir dan mencatat ulang objek pajak yang selama ini belum tersentuh,” ujar Bupati JPYK sebagaimana dikutip Awales.

Sebagai informasi, PAD Kabupaten Sikka pada tahun 2024 hanya mencapai sekitar Rp 54 miliar, atau 63% dari target. Dengan program validasi dan penagihan langsung ini, Pemkab Sikka menargetkan kenaikan PAD hingga 30% di tahun anggaran berikutnya.

Baca juga:
Atasi Tunggakan Peserta, BPJS Kesehatan Luncurkan Skema Cicilan

Dalam surat tugas bernomor Bapenda.879/408/2025, CPNSD ditugaskan melakukan uji petik pendataan ulang objek pajak di beberapa lokasi, termasuk area parkir Toserba Fajar Timur Maumere dan titik-titik parkir di tepi jalan umum.

Sementara itu, surat tugas Bapenda.879/409/2025 diberikan kepada PPPK untuk melakukan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sekaligus validasi data di desa dan kelurahan, dengan pendampingan satu orang staf dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di tiap wilayah.

Surat tugas lainnya, Bapenda.879/411/2025, juga memberikan wewenang kepada PPPK untuk melakukan pendataan ulang tempat parkir di tepi jalan umum. Adapun Bapenda.879/412/2025, memerintahkan CPNSD untuk mendata ulang warung, rumah makan, restoran, dan pedagang kaki lima di seluruh Kabupaten Sikka.

Baca juga:
Menuju Masa Depan Hijau: Energi Terbarukan dan Inovasi Teknologi sebagai Penggerak Ekosistem Hijau Indonesia

“Uji petik di warung makan dilakukan untuk mengetahui omset penjualan makanan dan minuman setiap bulan. Pajak restoran sebesar 10% akan dihitung dari omset tersebut,” jelas Very Awales.

Adapun 28 wilayah yang menjadi lokus kegiatan mencakup 13 kelurahan dan 15 desa, termasuk Desa Magepanda, Desa Waturia, Desa Watugong, Desa Geliting, serta Kelurahan Kota Uneng dan Kelurahan Waioti.

Pemkab Sikka berharap kegiatan orientasi ini tidak hanya memberi pengalaman langsung kepada ASN baru, tetapi juga membawa dampak konkret terhadap akurasi data dan peningkatan penerimaan pajak di daerah.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending