Connect with us

PENKES

Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda

Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.

Published

on

Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan koleksi buku karya penulis lokal kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales untuk Perpusda Frans Seda.

MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).

Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.

Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.

“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.

Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka

Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.

“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.

Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.

Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.

Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.

Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.

“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton

Sebanyak 11 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Alok Barat mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan. Kegiatan yang berlangsung dua hari itu menjadi bagian dari aktivitas pemulihan psikososial pascagempa.

Published

on

Camat Alok Barat, Marselinus Mau dengan latar siswa dari 11 sekolah SD dan SMP mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan di Aula Kantor Camat Alok Barat, 1–2 Oktober 2026.

MAUMERE, GardaFlores – Sebanyak 11 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis-Jumat (1–2/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Alok Barat itu menjadi salah satu aktivitas pemulihan psikososial bagi anak-anak setelah gempa. Selain cerdas cermat, rangkaian kegiatan juga diisi pertandingan badminton antar instansi di Kecamatan Alok Barat.

Cerdas cermat berlangsung dalam tiga sesi, yakni soal wajib, lempar soal, dan rebutan soal. Para siswa mengikuti perlombaan sekaligus mempersiapkan diri untuk babak berikutnya dengan belajar bersama di sela kegiatan.

Camat Alok Barat Marselinus Mau mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengembalikan aktivitas belajar dan interaksi anak-anak setelah terdampak gempa.

Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

“Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, kita ingin menguatkan kembali semangat persatuan dan kebangsaan, sekaligus membantu anak-anak kita pulih dari dampak gempa. Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat belajar, sportivitas, dan prestasi, serta mempererat kebersamaan seluruh masyarakat Alok Barat,” ujar Marselinus.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya melibatkan siswa. Dukungan guru dan orang tua ikut terlihat selama perlombaan berlangsung.

Pertandingan badminton kemudian memperluas kegiatan ke tingkat masyarakat. Cabang olahraga tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas bersama di Kecamatan Alok Barat setelah gempa.

Rangkaian kegiatan tersebut menggabungkan lomba pengetahuan kebangsaan dan aktivitas olahraga dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, dengan pemulihan psikososial masyarakat sebagai salah satu fokus kegiatan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Wabup Sikka Simon Subandi Supriadi mendorong 142 lulusan UNIMOF menjadi sarjana mandiri dan menciptakan lapangan kerja di tengah keterbatasan pekerjaan formal di Sikka.

Published

on

Sebanyak 142 lulusan Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) didorong tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja. Pesan itu disampaikan Wabup Sikka Simon Subandi Supriadi saat menghadiri Wisuda UNIMOF, Senin (28/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores – Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi mendorong 142 lulusan Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mulai membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.

Pesan itu disampaikan Simon saat menghadiri Wisuda Sarjana UNIMOF di Maumere, Senin (28/9/2026). Ia menyebut keterbatasan pekerjaan formal di Kabupaten Sikka menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi para lulusan perguruan tinggi.

“Saya mendorong para 142 wisudawan untuk menjadi sarjana yang mandiri. Kalian sudah dibekali ilmu pengetahuan selama menempuh pendidikan di UNIMOF. Jangan hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi beranilah membuka lapangan kerja sendiri,” kata Simon.

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

Menurut Simon, perguruan tinggi di Sikka setiap tahun menghasilkan lulusan baru, sementara pertumbuhan jumlah lulusan belum sepenuhnya sebanding dengan ketersediaan pekerjaan formal.

“Sikka memiliki beberapa perguruan tinggi yang setiap tahun melahirkan banyak lulusan, sementara ketersediaan pekerjaan formal masih terbatas. Karena itu, saya mengajak para lulusan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan wirausaha,” ujarnya.

Simon meminta para lulusan memanfaatkan ilmu, keterampilan dan potensi yang diperoleh selama kuliah untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan dan potensi daerah.

“Gelar sarjana yang hari ini disandang bukan hanya simbol prestasi, tetapi pijakan awal untuk terus berkembang, berkarya, dan berkontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” katanya.

Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur

Untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja, Simon mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka akan membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan dan dunia industri, terutama dalam peningkatan keterampilan dan pelatihan kerja bagi generasi muda.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Wisuda UNIMOF tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Sikka, Kepala Dinas Kesehatan, Rektor UNIMOF beserta jajaran senat, Kepala LLDikti Wilayah XV, dosen, tenaga kependidikan, orang tua atau wali wisudawan, serta para wisudawan dan wisudawati.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

Gerakan 1 ASN 1 Buku di Kabupaten Sikka mendapat dukungan dari ASN. Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata menyerahkan buku kepada Disarpus Sikka untuk menambah koleksi bacaan yang dapat diakses masyarakat.

Published

on

Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata menyerahkan sumbangan buku kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Kepala Disarpus Sikka, Jalan El Tari, Maumere, Senin (28/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Gerakan 1 ASN 1 Buku di Kabupaten Sikka mendapat dukungan dari aparatur sipil negara (ASN). Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata, Kepala Bidang Informasi Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, menyerahkan buku kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

Buku tersebut diserahkan kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales, didampingi Sekretaris Disarpus Sikka Yuvensius Rafael, SE., di ruang kerja Kepala Disarpus Sikka, Lantai III, Jalan El Tari, Maumere.

Fransiskus mengatakan, buku yang dimiliki ASN dapat menjadi bagian dari koleksi perpustakaan dan dimanfaatkan lebih banyak orang.

“Bagi saya, buku adalah salah satu cara untuk berbagi pengetahuan. Ketika buku yang kita miliki diberikan kepada perpustakaan, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang, tetapi bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh banyak orang,” katanya.

Pemkab Sikka Perketat Penyaluran Banpres Pascagempa

Menurut Fransiskus, budaya membaca perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menyumbangkan buku kepada perpustakaan.

“Gerakan 1 ASN 1 Buku ini sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang besar. Kalau setiap ASN menyumbangkan satu buku, maka akan terkumpul banyak bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap buku-buku yang disumbangkan dapat mendukung peningkatan minat baca sekaligus memperluas akses masyarakat Kabupaten Sikka terhadap sumber pengetahuan.

Kepala Disarpus Sikka Very Awales menyampaikan apresiasi atas sumbangan tersebut. Menurut Very, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan pemerintah, ASN, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha dan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata yang telah ikut mengambil bagian dalam Gerakan 1 ASN 1 Buku. Buku-buku ini akan menjadi tambahan koleksi yang sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bacaan,” kata Very.

Very mengatakan, Disarpus Sikka terus mendorong inovasi untuk mendekatkan buku dan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Perpustakaan, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, bertukar pengetahuan dan mengembangkan kreativitas.

“Perpustakaan harus semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak. Gerakan 1 ASN 1 Buku adalah salah satu bentuk kolaborasi sederhana yang dampaknya dapat dirasakan bersama,” jelasnya.

Buku-buku yang diterima akan menjadi bagian dari koleksi perpustakaan dan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, masyarakat umum maupun ASN. Keberagaman bahan bacaan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi dan memperluas wawasan masyarakat.

Arus Sungai dan Beban Mesin Jadi Tantangan Pembangunan Jembatan Gantung di Watuomok

Very juga mengajak ASN di Kabupaten Sikka berpartisipasi dalam Gerakan 1 ASN 1 Buku.

“Jangan melihat satu buku sebagai sesuatu yang kecil. Satu buku bisa dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang. Satu buku dapat membuka wawasan, melahirkan gagasan dan mengubah cara seseorang melihat dunia,” katanya.

Very menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, ASN, masyarakat, dunia pendidikan dan komunitas.

“Literasi adalah kerja bersama. Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas, tetapi masyarakat, ASN, dunia pendidikan, komunitas dan berbagai pihak lainnya juga memiliki peran penting untuk menghidupkan budaya membaca. Mari kita mulai dari hal sederhana: satu ASN, satu buku, satu gerakan, sejuta manfaat,” pungkas Very.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending