PENKES
Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN
Gerakan 1 ASN 1 Buku di Kabupaten Sikka mendapat dukungan dari ASN. Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata menyerahkan buku kepada Disarpus Sikka untuk menambah koleksi bacaan yang dapat diakses masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores — Gerakan 1 ASN 1 Buku di Kabupaten Sikka mendapat dukungan dari aparatur sipil negara (ASN). Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata, Kepala Bidang Informasi Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, menyerahkan buku kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).
Buku tersebut diserahkan kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales, didampingi Sekretaris Disarpus Sikka Yuvensius Rafael, SE., di ruang kerja Kepala Disarpus Sikka, Lantai III, Jalan El Tari, Maumere.
Fransiskus mengatakan, buku yang dimiliki ASN dapat menjadi bagian dari koleksi perpustakaan dan dimanfaatkan lebih banyak orang.
“Bagi saya, buku adalah salah satu cara untuk berbagi pengetahuan. Ketika buku yang kita miliki diberikan kepada perpustakaan, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang, tetapi bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh banyak orang,” katanya.
Menurut Fransiskus, budaya membaca perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menyumbangkan buku kepada perpustakaan.
“Gerakan 1 ASN 1 Buku ini sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang besar. Kalau setiap ASN menyumbangkan satu buku, maka akan terkumpul banyak bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap buku-buku yang disumbangkan dapat mendukung peningkatan minat baca sekaligus memperluas akses masyarakat Kabupaten Sikka terhadap sumber pengetahuan.
Kepala Disarpus Sikka Very Awales menyampaikan apresiasi atas sumbangan tersebut. Menurut Very, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan pemerintah, ASN, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha dan masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata yang telah ikut mengambil bagian dalam Gerakan 1 ASN 1 Buku. Buku-buku ini akan menjadi tambahan koleksi yang sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bacaan,” kata Very.
Very mengatakan, Disarpus Sikka terus mendorong inovasi untuk mendekatkan buku dan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Perpustakaan, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, bertukar pengetahuan dan mengembangkan kreativitas.
“Perpustakaan harus semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak. Gerakan 1 ASN 1 Buku adalah salah satu bentuk kolaborasi sederhana yang dampaknya dapat dirasakan bersama,” jelasnya.
Buku-buku yang diterima akan menjadi bagian dari koleksi perpustakaan dan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, masyarakat umum maupun ASN. Keberagaman bahan bacaan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi dan memperluas wawasan masyarakat.
Arus Sungai dan Beban Mesin Jadi Tantangan Pembangunan Jembatan Gantung di Watuomok
Very juga mengajak ASN di Kabupaten Sikka berpartisipasi dalam Gerakan 1 ASN 1 Buku.
“Jangan melihat satu buku sebagai sesuatu yang kecil. Satu buku bisa dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang. Satu buku dapat membuka wawasan, melahirkan gagasan dan mengubah cara seseorang melihat dunia,” katanya.
Very menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, ASN, masyarakat, dunia pendidikan dan komunitas.
“Literasi adalah kerja bersama. Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas, tetapi masyarakat, ASN, dunia pendidikan, komunitas dan berbagai pihak lainnya juga memiliki peran penting untuk menghidupkan budaya membaca. Mari kita mulai dari hal sederhana: satu ASN, satu buku, satu gerakan, sejuta manfaat,” pungkas Very.»(rel)
PENKES
Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
Wabup Sikka Simon Subandi Supriadi mendorong 142 lulusan UNIMOF menjadi sarjana mandiri dan menciptakan lapangan kerja di tengah keterbatasan pekerjaan formal di Sikka.
MAUMERE, GardaFlores – Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi mendorong 142 lulusan Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mulai membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.
Pesan itu disampaikan Simon saat menghadiri Wisuda Sarjana UNIMOF di Maumere, Senin (28/9/2026). Ia menyebut keterbatasan pekerjaan formal di Kabupaten Sikka menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi para lulusan perguruan tinggi.
“Saya mendorong para 142 wisudawan untuk menjadi sarjana yang mandiri. Kalian sudah dibekali ilmu pengetahuan selama menempuh pendidikan di UNIMOF. Jangan hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi beranilah membuka lapangan kerja sendiri,” kata Simon.
Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN
Menurut Simon, perguruan tinggi di Sikka setiap tahun menghasilkan lulusan baru, sementara pertumbuhan jumlah lulusan belum sepenuhnya sebanding dengan ketersediaan pekerjaan formal.
“Sikka memiliki beberapa perguruan tinggi yang setiap tahun melahirkan banyak lulusan, sementara ketersediaan pekerjaan formal masih terbatas. Karena itu, saya mengajak para lulusan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan wirausaha,” ujarnya.

Simon meminta para lulusan memanfaatkan ilmu, keterampilan dan potensi yang diperoleh selama kuliah untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan dan potensi daerah.
“Gelar sarjana yang hari ini disandang bukan hanya simbol prestasi, tetapi pijakan awal untuk terus berkembang, berkarya, dan berkontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” katanya.
Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur
Untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja, Simon mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka akan membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan dan dunia industri, terutama dalam peningkatan keterampilan dan pelatihan kerja bagi generasi muda.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Wisuda UNIMOF tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Sikka, Kepala Dinas Kesehatan, Rektor UNIMOF beserta jajaran senat, Kepala LLDikti Wilayah XV, dosen, tenaga kependidikan, orang tua atau wali wisudawan, serta para wisudawan dan wisudawati.»(rel)
PENKES
Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka
Fransiskus Da Lopez menyerahkan koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka. Hibah tersebut diharapkan memperkaya koleksi dan memperluas akses bacaan bagi masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores – Fransiskus Da Lopez menghibahkan sejumlah koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka.
Penyerahan buku berlangsung di kediaman Frando Da Lopez di Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026). Buku diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, didampingi Plt. Kepala Bidang Pengelolaan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Lina Bajo.
Frando Da Lopez yang pernah menjabat Camat Alok Timur dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka mengatakan, koleksi tersebut sebelumnya tersimpan sebagai koleksi pribadi.
“Buku-buku ini sebelumnya menjadi koleksi pribadi. Saya berpikir bahwa akan lebih bermanfaat apabila buku-buku ini dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang, terutama anak-anak muda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat Sikka,” ujar Frando.
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Menurut Frando, rencana menyerahkan koleksi buku kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun, kesibukan dan berbagai situasi membuat penyerahan baru terlaksana pada Jumat (25/9/2026).
Ia mengatakan, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat.
“Saya berharap bantuan buku ini dapat memberi semangat kepada para petugas perpustakaan untuk semakin giat melakukan kegiatan literasi dan sains di Kabupaten Sikka. Buku akan menjadi lebih berarti ketika dibaca, dipelajari dan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan apresiasi atas hibah tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Frando da Lopez. Hibah buku ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap perpustakaan dan gerakan literasi di Kabupaten Sikka. Buku-buku ini tidak lagi hanya menjadi koleksi pribadi, tetapi kini dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi masyarakat luas,” ujar Very.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Very mengatakan, hibah buku dapat memperkaya koleksi perpustakaan sekaligus menambah pilihan bahan bacaan bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat.
“Literasi adalah gerakan bersama. Pemerintah menyiapkan ruang dan layanan, tetapi masyarakat juga dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salah satunya melalui hibah buku seperti yang dilakukan Bapak Frando hari ini,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Sikka yang memiliki koleksi buku dan tidak lagi digunakan secara pribadi untuk mempertimbangkan menyerahkannya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
“Buku yang tersimpan di rumah hanya dibaca oleh sedikit orang. Tetapi ketika buku itu masuk ke perpustakaan, manfaatnya bisa jauh lebih luas. Satu buku dapat dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang dan menjadi bagian dari perjalanan pengetahuan seseorang,” ungkapnya.»(rel)
PENKES
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Mahasiswa ISI Bali Antonio Frederich Jong menggagas konsep Lumbung Baca berbasis komunitas dan kearifan lokal Sikka. Gagasan itu mendapat respons dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Mahasiswa Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Antonio Frederich Jong, menggagas konsep “Lumbung Baca” berbasis komunitas dan kearifan lokal Sikka.
Gagasan itu disampaikan saat Antonio berkunjung ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka dalam rangka persiapan magang, Kamis (24/9/2026).
Antonio mengusulkan agar pemerintah daerah memfasilitasi dan mendampingi pondok baca serta taman bermain yang dikembangkan di tengah masyarakat.
“Kalau pemerintah daerah atau dinas memfasilitasi dan mendampingi pondok baca dan taman bermain, maka pemerintah sebenarnya memiliki lumbung baca. Pemerintah menjadi stoknya, sementara masyarakat menjadi pengguna sekaligus bagian dari ekosistemnya,” kata Antonio.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Konsep tersebut mengembangkan gagasan lumbung pangan menjadi ruang penyedia bahan bacaan dan pengetahuan bagi masyarakat. Lumbung Baca tidak harus berbentuk gedung perpustakaan besar, tetapi dapat hadir di lingkungan permukiman, pondok baca, taman bermain, sekolah maupun ruang publik.
Antonio juga mengusulkan penggunaan material lokal, bentuk arsitektur tradisional dan unsur budaya Sikka dalam desain ruang literasi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyambut gagasan tersebut. Menurutnya, layanan literasi perlu didekatkan dengan masyarakat dan tidak hanya bergantung pada perpustakaan yang berada di pusat kota.
“Literasi harus hadir di tengah masyarakat. Kalau masyarakat harus selalu datang ke perpustakaan, maka jangkauannya terbatas. Tetapi kalau kita menghadirkan ruang baca di tengah komunitas, di dekat anak-anak, keluarga dan masyarakat, maka buku dan pengetahuan akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Very.
Very mengatakan konsep Lumbung Baca dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas dan lembaga sosial masyarakat. Dalam pertemuan itu turut hadir Arkadius Jong dari Yayasan Litania Kerahiman (YLK) Maumere.
Koleksi Buku Alm. Sosimus Mitang Dihibahkan untuk Masyarakat Sikka
Menurut Very, program magang mahasiswa ISI Bali juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan daerah dengan perspektif akademik, khususnya dalam pengembangan desain ruang literasi.
“Ini bukan sekadar soal membuat bangunan atau mendesain sebuah ruangan. Yang kita bangun adalah ruang tumbuh. Di dalamnya ada buku, ada anak-anak, ada keluarga, ada komunitas, ada pengetahuan dan ada nilai budaya,” kata Very.
Ia berharap gagasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu model penguatan literasi berbasis komunitas di Kabupaten Sikka.
“Kalau lumbung pangan menjaga persediaan makanan untuk kehidupan, maka Lumbung Baca kita harapkan menjadi tempat menyimpan dan mendistribusikan pengetahuan untuk kehidupan. Buku adalah logistik bagi pikiran, dan literasi adalah energi bagi masa depan,” ujarnya.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur - Garda Flores %
Pingback: Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja - Garda Flores %