HUMANIORA
Dua Minggu Terisolasi, Warga Nila dan Kekasewa Dijangkau Helikopter Polri
Dua desa pesisir di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, akhirnya dijangkau helikopter Polri setelah akses bantuan terhambat selama dua minggu pascagempa Flores.
ENDE, GardaFlores — Warga Desa Nila dan Desa Kekasewa di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, yang selama dua minggu terisolasi pascagempa Flores akhirnya menerima bantuan logistik melalui jalur udara.
Polres Ende mengerahkan helikopter Polri P-3202 untuk menjangkau dua desa pesisir tersebut, Sabtu (29/8/2026).
Operasi penyaluran bantuan dipimpin Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende, Ny. Yuke Yudhi Franata.
Kedua desa menjadi wilayah yang sulit dijangkau setelah gempa. Akses darat tidak tersedia, sedangkan jalur laut yang menjadi akses utama warga tidak dapat digunakan akibat cuaca ekstrem dan kekhawatiran masyarakat untuk melaut setelah gempa.
Kondisi tersebut menyebabkan pasokan bantuan ke Desa Nila dan Desa Kekasewa terhambat.
BPJS Ketenagakerjaan Verifikasi Korban Gempa Sikka, Salurkan Bantuan Rp31,25 Juta untuk Pengungsi
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan pengerahan helikopter dilakukan setelah koordinasi dengan Kapolda NTT untuk memastikan warga di wilayah terisolasi tetap mendapat penanganan.
“Medan di kedua desa ini cukup menantang. Akses hanya melalui laut, sementara kapal lokal tidak beroperasi karena cuaca ekstrem. Karena itu, jalur udara menjadi solusi untuk segera menjangkau masyarakat,” ujar Yudhi.
Helikopter Polri kemudian membawa bantuan bahan pokok dan menyalurkannya kepada warga di titik-titik pengungsian di kedua desa.
Menurut Yudhi, sebagian besar wilayah terdampak gempa lainnya di Kabupaten Ende telah dapat dijangkau melalui jalur darat. Operasi udara difokuskan pada Desa Nila dan Desa Kekasewa karena kedua wilayah tersebut masih menghadapi kendala akses.
Gempa Retakkan 30 Tiang, 630 Siswa SMPN 1 Maumere Direlokasi ke SKB
“Warga di sana adalah bagian dari keluarga kami. Kami tetap peduli dan hadir untuk masyarakat,” katanya.
Warga Desa Nila menyebut bantuan yang dibawa helikopter merupakan bantuan pertama yang mereka terima sejak gempa terjadi.
“Kami masyarakat Desa Nila mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT yang sudah menyalurkan bantuan. Sejak awal terjadinya gempa, kami belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak mana pun. Bantuan ini adalah bantuan pertama yang kami terima,” ujar seorang perwakilan warga.
Penyaluran bantuan melalui udara menjadi akses pertama yang berhasil menjangkau warga Desa Nila dan Desa Kekasewa setelah dua minggu terisolasi akibat terbatasnya akses transportasi pascagempa.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Pascagempa Palue, Kebutuhan Dasar dan Akses Transportasi Jadi Fokus Penanganan - Garda Flores %
Pingback: Polri Salurkan Bantuan ke 177 KK Rumah Rusak Berat di Tiga Desa Palue - Garda Flores %