HUMANIORA
Gempa Susulan di Palue Lukai Dua Warga, Polisi Gelar Trauma Healing untuk 220 Penyintas
Dua warga Palue mengalami luka saat gempa susulan mengguncang wilayah tersebut. Polisi bersama tim psikologi memberikan pendampingan dan trauma healing kepada sekitar 220 warga.
MAUMERE, GardaFlores — Gempa susulan kembali mengguncang Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Rabu (26/8/2026) malam. Dua warga mengalami luka robek setelah terjatuh dan tertabrak bangunan saat guncangan terjadi.
Gempa susulan dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.15 WITA. Kedua korban adalah Devi Siba (38), warga Desa Rokirole, dan Bonifasius Nande (60), warga Dusun Tomu, Desa Tuanggeo.
Devi mengalami luka robek pada dahi setelah tertabrak tembok rumah dan mendapat empat jahitan.
Sementara Bonifasius mengalami luka robek pada dahi dan pelipis mata setelah terjatuh di turap. Ia mendapat satu jahitan.
Kedua korban telah mendapat penanganan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah untuk beristirahat.
Dalam laporan kepolisian disebutkan Bonifasius berada dalam kondisi dipengaruhi minuman keras jenis moke saat kejadian.
Di tengah situasi pascagempa, tim kepolisian juga memberikan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis kepada warga terdampak di Kecamatan Palue.
Kegiatan trauma healing tersebut dilaksanakan di Paroki Kudus Lei, Dusun Lei, Desa Tuanggeo, sekitar pukul 10.00 WITA dan menyasar sekitar 220 warga, termasuk anak-anak dan orang dewasa.

Pendampingan dilakukan melalui konseling individu, konseling kelompok dan play therapy untuk membantu warga menghadapi stres, kecemasan dan ketakutan setelah gempa.
Menurut hasil pendampingan yang dilaporkan tim, warga yang mengikuti kegiatan mulai menunjukkan kondisi psikologis yang lebih tenang.
Belasan Warga Wogalirit Mengaku Belum Terima Bantuan Gempa, Hendrik: Apakah Kami Bukan Warga Sikka?
Kegiatan tersebut melibatkan personel Bagian Psikologi Polda NTT dan Polda Bali, Polres Sikka, Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana serta personel kepolisian lainnya.
Pendampingan juga mendapat dukungan Pater Rekan Marquez, CJD, dan anggota KBPP Polri.
Dua warga yang terluka akibat gempa susulan menambah catatan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat Palue. Selain penanganan terhadap dampak fisik, warga terdampak juga masih membutuhkan pendampingan untuk mengatasi tekanan psikologis pascagempa.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Wali Kota Kupang Serahkan Rp200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sikka - Garda Flores %