EKONOMI
132 UMKM Ikuti Sosialisasi KUR di Ngada, Bank NTT Diminta Pastikan Akses Kredit Transparan
Sebanyak 132 UMKM mengikuti sosialisasi KUR Bank NTT di Ngada, melampaui target 100 peserta. Bank menjelaskan tahapan pengajuan, verifikasi, survei, dan penilaian kredit.
NGADA, GardaFlores — Sebanyak 132 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngada mengikuti sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT pada Kamis, 13 Agustus 2026. Jumlah peserta tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 100 UMKM.
Kegiatan yang digelar di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada, Jalan Bhetorua Wolohoo, Desa Bolonga, Kecamatan Bajawa, merupakan bagian dari sosialisasi KUR yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur. Program tersebut melibatkan sekitar 2.500 pelaku UMKM di seluruh NTT.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Bank NTT dan DPD Partai Golkar Provinsi NTT. Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan sosialisasi tersebut saat membuka kegiatan secara virtual.
Maman menyebut NTT sebagai pionir dalam gerakan sosialisasi dan mendorong pemanfaatan program KUR. “Ini adalah ajakan pertama di seluruh Indonesia sosialisasi ataupun mendorong pemanfaatan program KUR. Saya berikan apresiasi, jempol,” kata Maman.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada, Paru Andreas, mengatakan jumlah peserta yang mencapai 132 UMKM menunjukkan tingginya minat pelaku usaha terhadap akses pembiayaan. Target awal kegiatan tersebut adalah 100 UMKM.
Menurut Paru, peserta sosialisasi tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti mekanisme penilaian bank apabila ingin mengajukan KUR. Kehadiran dalam sosialisasi tidak berarti pengajuan kredit otomatis disetujui.
Bank NTT Cabang Kabupaten Ngada menjelaskan bahwa pengajuan kredit melalui sejumlah tahapan. Andreas Busa dari Bank NTT mengatakan pihak bank akan melakukan survei terhadap lokasi dan usaha calon debitur sebelum mengambil keputusan.
Selain memeriksa kondisi usaha, bank melakukan verifikasi identitas dan riwayat kredit calon debitur. Pemeriksaan tersebut mencakup kemungkinan adanya pinjaman yang masih berjalan di bank lain maupun koperasi.
BULOG Bantah Harga Beras Premium di Sikka Tembus Rp16 Ribu, Stok Lokal Menipis
Dalam proses pengecekan, Bank NTT masih menemukan calon nasabah yang memiliki persoalan pembiayaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam proses pengajuan kredit.
Karena itu, calon debitur perlu memahami persyaratan dan tahapan pengajuan sebelum mengajukan KUR. Informasi mengenai kelengkapan administrasi, proses survei, riwayat kredit, hingga keputusan pembiayaan menjadi bagian dari proses penilaian bank.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan sejumlah persoalan administrasi terkait proses pengajuan kredit. Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada yang juga Ketua DPRD Ngada mengatakan masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan keluhan mengenai akses pembiayaan.

Partai Golkar menyatakan siap menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat melalui lembaga legislatif. Partai tersebut memiliki lima kursi di DPRD Kabupaten Ngada.
Selain persyaratan administrasi, peserta juga mendapat penjelasan mengenai karakteristik KUR Bank NTT. Dalam sosialisasi disebutkan bahwa KUR memiliki bunga efektif 6 persen per tahun dan tenor hingga lima tahun, dengan ketentuan dan jangka waktu tetap bergantung pada hasil penilaian bank serta jenis pembiayaan yang diajukan.
Paru Andreas mengingatkan pelaku UMKM agar menghitung kemampuan membayar sebelum mengambil kredit. Dana KUR juga diharapkan digunakan untuk kebutuhan produktif yang berkaitan dengan pengembangan usaha.
Pelaku usaha perlu mempertimbangkan omzet, biaya produksi, keuntungan, serta kemampuan membayar angsuran sebelum mengambil keputusan pembiayaan. Langkah tersebut diperlukan agar kredit yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung kegiatan usaha dan tidak menimbulkan persoalan pembayaran di kemudian hari.
Sosialisasi KUR di Ngada berlangsung ketika kebutuhan pelaku UMKM terhadap akses modal menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan usaha. Jumlah peserta yang mencapai 132 UMKM menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap informasi mengenai pembiayaan.
Setelah kegiatan sosialisasi, proses berikutnya berada pada tahapan pengajuan, verifikasi, survei, dan penilaian kredit oleh bank. Jumlah peserta yang memperoleh pembiayaan akan bergantung pada pemenuhan persyaratan dan hasil penilaian masing-masing calon debitur.
Bagi masyarakat, informasi mengenai tahapan tersebut menjadi penting agar mereka dapat mengetahui persyaratan kredit sejak awal dan memahami alasan apabila pengajuan belum dapat diproses atau disetujui.
Program KUR di Ngada pada akhirnya tidak hanya bergantung pada jumlah pelaku UMKM yang mengikuti sosialisasi. Keberlanjutan akses pembiayaan juga ditentukan oleh kejelasan informasi, proses pengajuan, verifikasi yang sesuai ketentuan, serta kemampuan pelaku usaha menggunakan pembiayaan secara produktif.
Sebanyak 132 UMKM telah mengikuti sosialisasi. Tahapan berikutnya adalah memastikan pelaku usaha yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh akses pembiayaan sesuai ketentuan KUR Bank NTT.»(tim/rel)
EKONOMI
BPJN NTT Ukur Ruas Karica-Lidi di Palue, Temukan Jalan Rusak Berat dan Akses Sempit
Pengukuran BPJN NTT di ruas Pelabuhan Karica-Lidi, Palue, Sikka, menemukan sejumlah bagian jalan rusak berat. Tim juga mencatat akses sempit, tikungan tajam, lereng rawan longsor dan sekitar 500 meter pekerjaan yang belum dikerjakan.
MAUMERE, GardaFlores — Kondisi ruas jalan Pelabuhan Karica-Lidi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, menjadi perhatian tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT. Saat melakukan pengukuran pada Minggu (27/9/2026), tim menemukan sejumlah bagian jalan dalam kondisi rusak berat serta beberapa titik dengan akses yang sempit.
Pengukuran yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu mencakup kondisi fisik jalan, lebar badan jalan, batas ruas dan titik-titik yang membutuhkan perhatian. Tim menggunakan Total Station, GPS/GNSS, meteran pita dan rol meter.
Ruas yang diukur memiliki panjang sekitar 3,9 kilometer dengan lebar badan jalan rata-rata sekitar 5 meter. Pada sejumlah bagian, permukaan jalan mengalami kerusakan berat.
Tim juga menemukan titik-titik kritis berupa tikungan tajam dan lereng yang rawan longsor. Kondisi akses yang sempit menjadi persoalan lain yang ditemukan di lapangan dan perlu diperhitungkan dalam rencana penanganan ruas tersebut.
Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
Selain kondisi fisik jalan, terdapat kekurangan pekerjaan pada ruas sepanjang sekitar 500 meter yang belum dikerjakan.
Sementara itu, pada ruas Karica-Lidi dengan panjang keseluruhan sekitar 4,1 kilometer, tidak ditemukan bekas bahu jalan pada bagian ruas yang diamati.
Temuan tersebut menjadi bagian dari data lapangan yang perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti pihak teknis dalam tahapan perencanaan maupun penanganan jalan.
Secara keseluruhan, panjang jaringan jalan yang menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Palue tercatat sekitar 14,3 kilometer berdasarkan data yang dihimpun dalam kegiatan tersebut.
Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN
Pengukuran di lapangan mendapat pengawalan dan monitoring personel Polsubsektor Palue-Polsek Nelle. Masyarakat tetap dapat menggunakan jalan secara bergantian selama proses pengukuran berlangsung.
Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 12.00 WITA setelah seluruh data lapangan diperiksa dan peralatan dikumpulkan.
Hasil pengukuran selanjutnya menjadi bahan perencanaan penanganan ruas jalan, khususnya pada bagian yang mengalami kerusakan berat, memiliki akses sempit, tikungan tajam dan berada di kawasan dengan potensi longsor.»(rel)
EKONOMI
HIMBARA Salurkan Lebih dari 30 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Ngada
HIMBARA menyalurkan lebih dari 30 ton bantuan logistik melalui BRI Cabang Bajawa kepada Yasukda untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada.
BAJAWA, GardaFlores — Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) menyalurkan lebih dari 30 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada melalui BRI Cabang Bajawa.
Bantuan berupa beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur dan kebutuhan pokok lainnya itu diserahkan kepada Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) di Aula Yasukda, Kamis (24/9/2026). Yasukda selanjutnya akan mendistribusikan bantuan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Wakil Bupati Ngada Berny Dhey Ngebu meminta masyarakat menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur dan tidak merusak atau membuang bantuan karena jumlah yang diterima tidak sesuai harapan.
“Saya berharap masyarakat Ngada harus bersyukur atas bantuan tersebut, karena kepedulian ini tumbuh dari rasa cinta terhadap kita di Ngada,” ujar Berny.
DPRD Ngada Pertanyakan Rp81 Miliar, Serapan Sejumlah OPD Masih Rendah
“Saya tidak mau ada masyarakat Ngada yang kemudian tidak puas dengan pemberian sumbangan, lalu dibuat rusak, dibuang, dibakar, kemudian diposting di media sosial hanya karena merasa bantuannya sedikit,” tegasnya.
Berny mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.
“Kita harus sadar bahwa para pelaku sumbangan berpikir bukan hanya satu atau dua orang saja di Ngada, tetapi semua warga di daratan Flores yang terdampak,” katanya.
Ketua Yasukda RD. Sil Betul menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA, khususnya BRI Cabang Bajawa, yang mempercayakan penyaluran bantuan kepada Yasukda.
“Yasukda menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA melalui BRI Bajawa yang telah mempercayakan kami untuk mendistribusikan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Perwakilan HIMBARA melalui BRI Cabang Bajawa menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bank-bank milik negara terhadap masyarakat terdampak gempa di Flores. Total bantuan mencapai lebih dari 30 ton dan didominasi kebutuhan pokok.
Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilus Juji mengapresiasi kepedulian BRI dan HIMBARA terhadap masyarakat terdampak bencana.
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
“Sudah selayaknya BRI hadir dan peduli terhadap masyarakat yang terkena bencana. BRI sudah berusia 131 tahun, artinya BRI sudah berakar dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Anggota DPRD Ngada Saint Songkares mengatakan bantuan tersebut berawal dari inisiatif kepedulian Ketua Komisi XI DPR RI dari Partai Golkar yang kemudian diwujudkan melalui skema CSR dan disalurkan melalui BRI kepada Yasukda.
“Kami merasa tidak sendiri. Hal ini terbukti dari kehadiran semua pihak saat ini di Aula Yasukda,” katanya.
Bantuan lebih dari 30 ton tersebut selanjutnya menjadi tanggung jawab Yasukda untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.»(tim/rel)
EKONOMI
81 Tahun Tanpa Listrik, 302 Rumah di Semparong Ditargetkan Teraliri Listrik Desember 2026
Pembangunan PLTS berkapasitas 186,9 kWp di Desa Semparong, Sikka, resmi dimulai. Sebanyak 302 rumah dan fasilitas umum ditargetkan teraliri listrik pada Desember 2026.
MAUMERE, GardaFlores — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Semparong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, resmi dimulai setelah Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melakukan peletakan batu pertama, Selasa (22/9/2026).
Pembangunan PLTS tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026. Jika sesuai target, sebanyak 302 rumah, termasuk fasilitas umum di Desa Semparong, diperkirakan sudah dapat menikmati aliran listrik pada akhir tahun ini.
Koordinator PT Arca Energi, Budi, mengatakan PLTS dibangun di atas lahan berukuran 40 x 50 meter yang merupakan sumbangan sukarela masyarakat Desa Semparong.
PLTS tersebut memiliki kapasitas 186,9 kWp. Setiap rumah nantinya dapat memperoleh sambungan listrik dengan daya hingga 1.200 watt.
Koleksi Buku Alm. Sosimus Mitang Dihibahkan untuk Masyarakat Sikka
“Jumlah rumah di Semparong sebanyak 302 rumah, sudah termasuk fasilitas umum. Diperkirakan Desember 2026 seluruh masyarakat Semparong sudah bisa menikmati listrik,” ujar Budi.
Pembangunan PLTS ini menjadi bagian dari upaya membuka akses listrik bagi masyarakat Desa Semparong yang selama puluhan tahun belum menikmati layanan listrik.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menegaskan akses listrik merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat. Menurutnya, kehadiran listrik akan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai aktivitas dan mendorong kemajuan desa.

Selama belum tersedia listrik, aktivitas masyarakat Semparong berlangsung dengan berbagai keterbatasan. Dengan pembangunan PLTS, listrik diharapkan mendukung aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
80 Warga Sikka Masih Tempuh 1 Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih
Pembangunan PLTS juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui penyediaan lahan secara sukarela. Lahan tersebut digunakan sebagai lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.
Peletakan batu pertama oleh Bupati Sikka menjadi penanda dimulainya pembangunan PLTS di Desa Semparong. Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, sebanyak 302 rumah dan fasilitas umum di desa tersebut diproyeksikan sudah memperoleh akses listrik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Alok, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Plt. Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Pj. Kepala Desa Semparong, serta Koordinator PT Arca Energi.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: PDI Perjuangan Soroti APBD Sikka 2027, Minta Anggaran Fokus pada Ekonomi Rakyat - Garda Flores %
Pingback: Fraksi Perindo Soroti APBD Sikka 2027, Minta Anggaran Fokus pada Kebutuhan Rakyat - Garda Flores %