EKONOMI
Dandim Sikka Bicara Terus Terang: Target Pangan 200 Hektare, Tapi Air Masih Jadi “Batu Sandungan”
Target ketahanan pangan Sikka mencapai 200 hektare, tetapi Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana mengakui persoalan air dan irigasi masih menjadi hambatan. Bendungan Napunggete, distribusi pupuk, produktivitas dan kepastian pasar menjadi mata rantai yang menentukan apakah target tersebut benar-benar tercapai.
MAUMERE, GardaFlores — Target ketahanan pangan Kabupaten Sikka mencapai 200 hektare. Namun, target tersebut berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih mendasar: air belum sepenuhnya sampai ke sawah petani.
Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., secara terbuka menyebut persoalan jaringan irigasi dan pemanfaatan Bendungan Napunggete sebagai salah satu pekerjaan paling mendesak yang harus segera didorong.
Pernyataan itu disampaikan Denny saat berbincang dengan media di Maumere, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, ketahanan pangan tidak cukup dibangun dengan menetapkan luas lahan yang harus digarap. Target produksi akan sulit dicapai jika petani masih berhadapan dengan persoalan air, pupuk, pendampingan, hingga kepastian pasar.
TNI AD mendapat target pendampingan sekitar 200 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Mego, Paga, Talibura, Waiblama dan Magepanda. Wilayah-wilayah tersebut merupakan bagian dari kantong produksi pangan di Kabupaten Sikka.
“Harapannya dengan ketahanan pangan kita tidak berdiri sendiri, kita berdikari, tidak mengandalkan negara lain,” ujar Denny.
Namun, di lapangan, persoalan air masih menjadi salah satu titik lemah.
TNI AD Groundbreaking Jembatan Gantung Garuda di Sikka, Akses Tiga Dusun Terisolasi Dibuka
Denny menyebut jaringan irigasi yang dibangun sejak era Presiden Soeharto telah banyak mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Saluran tersier di sejumlah wilayah juga dilaporkan mengalami kondisi serupa.
“Yang paling urgen adalah pemanfaatan Bendungan Napunggete,” tegasnya.
Menurut Denny, apabila Bendungan Napunggete dapat dioptimalkan, manfaatnya akan dirasakan wilayah Waigete dan sejumlah kecamatan di bagian timur Sikka yang memiliki potensi pertanian.
Persoalan tersebut, kata dia, terus disampaikan dalam berbagai pertemuan dengan pimpinan. Ia juga berharap dukungan yang pernah dijanjikan Menteri Pertanian untuk perbaikan jaringan pertanian di Sikka benar-benar direalisasikan.
Sebab persoalannya sederhana: tanpa air yang sampai ke sawah, sulit berbicara tentang peningkatan produksi secara berkelanjutan.
Air bukan satu-satunya persoalan.
Pupuk juga menjadi mata rantai yang tidak boleh putus. Denny menegaskan distribusi pupuk harus benar-benar sampai kepada petani.
“Pupuk tidak boleh berhenti, distribusi pupuk tidak boleh terhambat,” katanya.
Dalam pendampingan di lapangan, Babinsa bekerja bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani. Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pola tanam dan panen yang sebelumnya hanya sekali menjadi lebih sering.
Namun, Denny menegaskan posisi TNI AD adalah sebagai pendamping. Dukungan pembiayaan lebih banyak berasal dari Kementerian Pertanian, CSR perusahaan dan BUMN.
Empat Truk Operasional Koperasi Merah Putih Tiba di Sikka, Belum Diserahkan karena Gerai Belum Siap
Artinya, keberhasilan target 200 hektare tidak dapat dibebankan kepada satu institusi.
Ada pemerintah yang harus memastikan infrastruktur pertanian berfungsi. Ada pihak yang harus memastikan pupuk tersedia. Ada pendamping yang membantu petani meningkatkan produktivitas. Dan ada persoalan lain yang sering kali muncul justru setelah petani berhasil menghasilkan panen: pasar.
Denny mengingatkan agar peningkatan produksi tidak berakhir dengan petani tetap berada pada posisi paling lemah dalam rantai perdagangan.
Ia mendorong hasil pertanian Sikka diserap oleh pasar lokal, termasuk melalui koperasi Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Magepanda, misalnya, memiliki potensi produksi beras. Hasil produksi tersebut, menurut Denny, dapat diserap koperasi maupun digunakan untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
Dengan demikian, anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan tidak hanya menciptakan permintaan bagi produk dari luar daerah. Perputaran uang juga diharapkan terjadi di dalam Sikka.
“Harapan dari Presiden, para petani harus sejahtera,” ujar Denny.
Di tengah persoalan air pertanian, Kodim 1603/Sikka juga telah membangun tujuh titik pompa hidran untuk membantu kebutuhan air masyarakat.
Teknologi tersebut memanfaatkan gravitasi sehingga tidak membutuhkan bahan bakar minyak. Pemanfaatannya diarahkan untuk kebutuhan masyarakat, antara lain konsumsi, mandi dan mencuci.
Denny menyebut anggota Kodim telah mendapat pelatihan teknis untuk menangani pompa hidran tersebut. Namun, teknologi tidak akan bertahan tanpa keterlibatan masyarakat.
“Kita harus bekerja bersama masyarakat, supaya mereka ikut menjaga dan merasa memiliki,” katanya.
Kehadiran TNI AD di tengah persoalan masyarakat juga mencakup pembangunan infrastruktur.
Denny menyebut pembangunan Jembatan Watuomok kini telah mencapai sekitar 80 persen dan diharapkan selesai dalam dua hingga tiga pekan. Sementara jembatan beton di Desa Riit, Kecamatan Nita, yang menghubungkan dua dusun, telah mencapai sekitar 50 persen.
Kebutuhan pembangunan jembatan juga dilaporkan terdapat di Nirankliung, Tanawawo dan sejumlah wilayah lainnya.
Dalam pembangunan tersebut, Kodim tetap berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Sikka sebagai konsultan teknis.
Program lain yang berjalan adalah pembangunan rumah layak huni. Berdasarkan laporan Babinsa dan pemerintah desa, rumah warga yang membutuhkan renovasi dihimpun untuk kemudian dicarikan dukungan.
Denny menyebut sedikitnya 10 rumah telah dibangun dan jumlah tersebut terus bertambah.
Dandim 1603/Sikka Tekankan Disiplin dan Waspada Judi Online dalam Jam Komandan
Pembangunan dilakukan secara bertahap karena TNI AD tidak memiliki anggaran khusus seperti pemerintah daerah. Dukungan harus dicari, dilaporkan, kemudian ditindaklanjuti.
Seluruh program tersebut, menurut Denny, bermuara pada satu prinsip: TNI harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
“Saya perlu sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Sikka, program-program TNI AD ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan rakyat,” tegasnya.
Tetapi jika berbicara tentang ketahanan pangan, persoalan paling mendasar tetap kembali pada sawah.
Target 200 hektare adalah angka yang mudah disebut. Tantangannya adalah memastikan angka tersebut memiliki tanah yang produktif, air yang tersedia, pupuk yang sampai kepada petani, pendampingan yang berjalan, serta pasar yang mampu menyerap hasil produksi dengan harga yang layak.
Jika salah satu mata rantai itu terputus, target pangan berisiko hanya menjadi angka administratif.
Karena itu, persoalan ketahanan pangan Sikka sesungguhnya bukan semata-mata berapa luas lahan yang ditargetkan. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah seluruh ekosistem yang menopang petani sudah disiapkan untuk membuat target tersebut benar-benar bekerja.»(rel)
EKONOMI
BPJN NTT Ukur Ruas Karica-Lidi di Palue, Temukan Jalan Rusak Berat dan Akses Sempit
Pengukuran BPJN NTT di ruas Pelabuhan Karica-Lidi, Palue, Sikka, menemukan sejumlah bagian jalan rusak berat. Tim juga mencatat akses sempit, tikungan tajam, lereng rawan longsor dan sekitar 500 meter pekerjaan yang belum dikerjakan.
MAUMERE, GardaFlores — Kondisi ruas jalan Pelabuhan Karica-Lidi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, menjadi perhatian tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT. Saat melakukan pengukuran pada Minggu (27/9/2026), tim menemukan sejumlah bagian jalan dalam kondisi rusak berat serta beberapa titik dengan akses yang sempit.
Pengukuran yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu mencakup kondisi fisik jalan, lebar badan jalan, batas ruas dan titik-titik yang membutuhkan perhatian. Tim menggunakan Total Station, GPS/GNSS, meteran pita dan rol meter.
Ruas yang diukur memiliki panjang sekitar 3,9 kilometer dengan lebar badan jalan rata-rata sekitar 5 meter. Pada sejumlah bagian, permukaan jalan mengalami kerusakan berat.
Tim juga menemukan titik-titik kritis berupa tikungan tajam dan lereng yang rawan longsor. Kondisi akses yang sempit menjadi persoalan lain yang ditemukan di lapangan dan perlu diperhitungkan dalam rencana penanganan ruas tersebut.
Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
Selain kondisi fisik jalan, terdapat kekurangan pekerjaan pada ruas sepanjang sekitar 500 meter yang belum dikerjakan.
Sementara itu, pada ruas Karica-Lidi dengan panjang keseluruhan sekitar 4,1 kilometer, tidak ditemukan bekas bahu jalan pada bagian ruas yang diamati.
Temuan tersebut menjadi bagian dari data lapangan yang perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti pihak teknis dalam tahapan perencanaan maupun penanganan jalan.
Secara keseluruhan, panjang jaringan jalan yang menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Palue tercatat sekitar 14,3 kilometer berdasarkan data yang dihimpun dalam kegiatan tersebut.
Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN
Pengukuran di lapangan mendapat pengawalan dan monitoring personel Polsubsektor Palue-Polsek Nelle. Masyarakat tetap dapat menggunakan jalan secara bergantian selama proses pengukuran berlangsung.
Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 12.00 WITA setelah seluruh data lapangan diperiksa dan peralatan dikumpulkan.
Hasil pengukuran selanjutnya menjadi bahan perencanaan penanganan ruas jalan, khususnya pada bagian yang mengalami kerusakan berat, memiliki akses sempit, tikungan tajam dan berada di kawasan dengan potensi longsor.»(rel)
EKONOMI
HIMBARA Salurkan Lebih dari 30 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Ngada
HIMBARA menyalurkan lebih dari 30 ton bantuan logistik melalui BRI Cabang Bajawa kepada Yasukda untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada.
BAJAWA, GardaFlores — Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) menyalurkan lebih dari 30 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada melalui BRI Cabang Bajawa.
Bantuan berupa beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur dan kebutuhan pokok lainnya itu diserahkan kepada Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) di Aula Yasukda, Kamis (24/9/2026). Yasukda selanjutnya akan mendistribusikan bantuan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Wakil Bupati Ngada Berny Dhey Ngebu meminta masyarakat menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur dan tidak merusak atau membuang bantuan karena jumlah yang diterima tidak sesuai harapan.
“Saya berharap masyarakat Ngada harus bersyukur atas bantuan tersebut, karena kepedulian ini tumbuh dari rasa cinta terhadap kita di Ngada,” ujar Berny.
DPRD Ngada Pertanyakan Rp81 Miliar, Serapan Sejumlah OPD Masih Rendah
“Saya tidak mau ada masyarakat Ngada yang kemudian tidak puas dengan pemberian sumbangan, lalu dibuat rusak, dibuang, dibakar, kemudian diposting di media sosial hanya karena merasa bantuannya sedikit,” tegasnya.
Berny mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.
“Kita harus sadar bahwa para pelaku sumbangan berpikir bukan hanya satu atau dua orang saja di Ngada, tetapi semua warga di daratan Flores yang terdampak,” katanya.
Ketua Yasukda RD. Sil Betul menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA, khususnya BRI Cabang Bajawa, yang mempercayakan penyaluran bantuan kepada Yasukda.
“Yasukda menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA melalui BRI Bajawa yang telah mempercayakan kami untuk mendistribusikan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Perwakilan HIMBARA melalui BRI Cabang Bajawa menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bank-bank milik negara terhadap masyarakat terdampak gempa di Flores. Total bantuan mencapai lebih dari 30 ton dan didominasi kebutuhan pokok.
Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilus Juji mengapresiasi kepedulian BRI dan HIMBARA terhadap masyarakat terdampak bencana.
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
“Sudah selayaknya BRI hadir dan peduli terhadap masyarakat yang terkena bencana. BRI sudah berusia 131 tahun, artinya BRI sudah berakar dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Anggota DPRD Ngada Saint Songkares mengatakan bantuan tersebut berawal dari inisiatif kepedulian Ketua Komisi XI DPR RI dari Partai Golkar yang kemudian diwujudkan melalui skema CSR dan disalurkan melalui BRI kepada Yasukda.
“Kami merasa tidak sendiri. Hal ini terbukti dari kehadiran semua pihak saat ini di Aula Yasukda,” katanya.
Bantuan lebih dari 30 ton tersebut selanjutnya menjadi tanggung jawab Yasukda untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.»(tim/rel)
EKONOMI
81 Tahun Tanpa Listrik, 302 Rumah di Semparong Ditargetkan Teraliri Listrik Desember 2026
Pembangunan PLTS berkapasitas 186,9 kWp di Desa Semparong, Sikka, resmi dimulai. Sebanyak 302 rumah dan fasilitas umum ditargetkan teraliri listrik pada Desember 2026.
MAUMERE, GardaFlores — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Semparong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, resmi dimulai setelah Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melakukan peletakan batu pertama, Selasa (22/9/2026).
Pembangunan PLTS tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026. Jika sesuai target, sebanyak 302 rumah, termasuk fasilitas umum di Desa Semparong, diperkirakan sudah dapat menikmati aliran listrik pada akhir tahun ini.
Koordinator PT Arca Energi, Budi, mengatakan PLTS dibangun di atas lahan berukuran 40 x 50 meter yang merupakan sumbangan sukarela masyarakat Desa Semparong.
PLTS tersebut memiliki kapasitas 186,9 kWp. Setiap rumah nantinya dapat memperoleh sambungan listrik dengan daya hingga 1.200 watt.
Koleksi Buku Alm. Sosimus Mitang Dihibahkan untuk Masyarakat Sikka
“Jumlah rumah di Semparong sebanyak 302 rumah, sudah termasuk fasilitas umum. Diperkirakan Desember 2026 seluruh masyarakat Semparong sudah bisa menikmati listrik,” ujar Budi.
Pembangunan PLTS ini menjadi bagian dari upaya membuka akses listrik bagi masyarakat Desa Semparong yang selama puluhan tahun belum menikmati layanan listrik.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menegaskan akses listrik merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat. Menurutnya, kehadiran listrik akan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai aktivitas dan mendorong kemajuan desa.

Selama belum tersedia listrik, aktivitas masyarakat Semparong berlangsung dengan berbagai keterbatasan. Dengan pembangunan PLTS, listrik diharapkan mendukung aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
80 Warga Sikka Masih Tempuh 1 Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih
Pembangunan PLTS juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui penyediaan lahan secara sukarela. Lahan tersebut digunakan sebagai lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.
Peletakan batu pertama oleh Bupati Sikka menjadi penanda dimulainya pembangunan PLTS di Desa Semparong. Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, sebanyak 302 rumah dan fasilitas umum di desa tersebut diproyeksikan sudah memperoleh akses listrik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Alok, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Plt. Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Pj. Kepala Desa Semparong, serta Koordinator PT Arca Energi.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
