PENKES
Timbang Balita Tak Cukup, Sikka Dorong Deteksi Dini Masalah Pertumbuhan Anak
Ketua TP PKK Sikka Ny. Fista Sambuari Kago menegaskan penimbangan balita harus menjadi pintu masuk deteksi dini masalah pertumbuhan dan memastikan anak mendapat tindak lanjut yang diperlukan.
MAUMERE, GardaFlores — Menimbang balita bukan sekadar mencatat angka berat dan ukuran tubuh. Hasil pengukuran harus dibaca untuk mengetahui lebih awal persoalan pertumbuhan anak dan menjadi dasar bagi tindak lanjut yang diperlukan.
Pesan itu disampaikan Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, saat memantau pelaksanaan Bulan Penimbangan Balita (BPB) di Posyandu Teratai A, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (10/8/2026).
Menurut Fista, pemantauan pertumbuhan secara berkala penting agar perubahan kondisi anak dapat diketahui sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. Karena itu, kegiatan penimbangan harus diikuti dengan pencatatan, pembacaan hasil pengukuran, serta pendampingan bagi anak yang membutuhkan perhatian lebih.
“Melalui Bulan Timbang ini kita dapat mengetahui bagaimana pertumbuhan anak-anak kita. Kalau ada yang mengalami masalah pertumbuhan, dapat diketahui lebih awal sehingga bisa segera mendapatkan penanganan dan pendampingan,” ujar Fista.
Dalam kunjungan tersebut, Fista didampingi Camat Alok Timur, Kepala Puskesmas Beru, Lurah Waioti, serta Ketua TP PKK Kelurahan Waioti.
Bulan Penimbangan Balita dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada Februari dan Agustus. Sasaran kegiatan adalah anak usia 0–59 bulan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Pengukuran meliputi berat badan, tinggi badan atau panjang badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan. Balita juga mendapatkan Vitamin A sesuai ketentuan pelayanan kesehatan.
Namun, angka hasil pengukuran tidak semestinya berhenti sebagai data administrasi. Data tersebut perlu digunakan untuk mengetahui kondisi setiap anak dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan, pendampingan, atau intervensi lebih lanjut.
Karena itu, Fista meminta orang tua rutin membawa anak ke Posyandu dan tidak menunggu sampai anak sakit untuk mendapatkan pelayanan.
“Orang tua harus aktif membawa anak ke Posyandu. Jangan menunggu anak sakit baru datang ke fasilitas kesehatan. Pemantauan pertumbuhan secara rutin merupakan langkah penting untuk mencegah dan mendeteksi berbagai masalah kesehatan sejak dini,” katanya.
Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting karena hasil pengukuran di Posyandu perlu ditindaklanjuti di lingkungan keluarga. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian tenaga kesehatan, keluarga perlu mengikuti rekomendasi dan memastikan anak memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya.

Pada sisi pelayanan, Fista juga mendorong kader Posyandu memperkuat fungsi edukasi dan pendampingan. Kader tidak hanya bertugas melakukan penimbangan dan pencatatan, tetapi juga membantu menghubungkan keluarga dengan tenaga kesehatan ketika ditemukan kondisi yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Edukasi kepada orang tua dapat mencakup pemenuhan gizi, pola asuh, kebersihan lingkungan, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pengukuran, tetapi juga salah satu titik awal untuk menemukan persoalan pertumbuhan anak dan menghubungkan keluarga dengan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Data hasil penimbangan juga memiliki fungsi yang lebih luas. Jika dikelola dengan baik, data tersebut dapat membantu pemerintah dan tenaga kesehatan memetakan kondisi pertumbuhan anak di setiap wilayah serta menentukan kelompok yang membutuhkan perhatian.
Di titik inilah tindak lanjut menjadi bagian penting dari kegiatan penimbangan. Banyaknya balita yang datang dan tercatat belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa persoalan pertumbuhan telah ditangani.
Yang lebih penting adalah memastikan anak yang teridentifikasi mengalami masalah mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan sesuai kondisi mereka.
Untuk itu, peran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa dan kelurahan, TP PKK, serta keluarga saling berkaitan. Hasil pengukuran di Posyandu membutuhkan tindak lanjut agar data yang dikumpulkan benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan anak.
Fista mengatakan pemantauan pertumbuhan perlu menjadi perhatian bersama karena kondisi kesehatan anak berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
“Anak sehat adalah investasi masa depan. Karena itu, mari kita bersama-sama memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang dengan baik,” pungkasnya.
Dengan demikian, Bulan Penimbangan Balita bukan sekadar agenda untuk mengetahui berapa kilogram berat seorang anak. Lebih penting dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui lebih awal apakah seorang anak tumbuh sesuai harapan, menemukan persoalan yang mungkin muncul, dan memastikan ada langkah setelahnya.»(rel)
PENKES
Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka
Fransiskus Da Lopez menyerahkan koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka. Hibah tersebut diharapkan memperkaya koleksi dan memperluas akses bacaan bagi masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores – Fransiskus Da Lopez menghibahkan sejumlah koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka.
Penyerahan buku berlangsung di kediaman Frando Da Lopez di Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026). Buku diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, didampingi Plt. Kepala Bidang Pengelolaan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Lina Bajo.
Frando Da Lopez yang pernah menjabat Camat Alok Timur dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka mengatakan, koleksi tersebut sebelumnya tersimpan sebagai koleksi pribadi.
“Buku-buku ini sebelumnya menjadi koleksi pribadi. Saya berpikir bahwa akan lebih bermanfaat apabila buku-buku ini dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang, terutama anak-anak muda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat Sikka,” ujar Frando.
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Menurut Frando, rencana menyerahkan koleksi buku kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun, kesibukan dan berbagai situasi membuat penyerahan baru terlaksana pada Jumat (25/9/2026).
Ia mengatakan, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat.
“Saya berharap bantuan buku ini dapat memberi semangat kepada para petugas perpustakaan untuk semakin giat melakukan kegiatan literasi dan sains di Kabupaten Sikka. Buku akan menjadi lebih berarti ketika dibaca, dipelajari dan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan apresiasi atas hibah tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Frando da Lopez. Hibah buku ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap perpustakaan dan gerakan literasi di Kabupaten Sikka. Buku-buku ini tidak lagi hanya menjadi koleksi pribadi, tetapi kini dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi masyarakat luas,” ujar Very.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Very mengatakan, hibah buku dapat memperkaya koleksi perpustakaan sekaligus menambah pilihan bahan bacaan bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat.
“Literasi adalah gerakan bersama. Pemerintah menyiapkan ruang dan layanan, tetapi masyarakat juga dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salah satunya melalui hibah buku seperti yang dilakukan Bapak Frando hari ini,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Sikka yang memiliki koleksi buku dan tidak lagi digunakan secara pribadi untuk mempertimbangkan menyerahkannya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
“Buku yang tersimpan di rumah hanya dibaca oleh sedikit orang. Tetapi ketika buku itu masuk ke perpustakaan, manfaatnya bisa jauh lebih luas. Satu buku dapat dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang dan menjadi bagian dari perjalanan pengetahuan seseorang,” ungkapnya.»(rel)
PENKES
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Mahasiswa ISI Bali Antonio Frederich Jong menggagas konsep Lumbung Baca berbasis komunitas dan kearifan lokal Sikka. Gagasan itu mendapat respons dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Mahasiswa Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Antonio Frederich Jong, menggagas konsep “Lumbung Baca” berbasis komunitas dan kearifan lokal Sikka.
Gagasan itu disampaikan saat Antonio berkunjung ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka dalam rangka persiapan magang, Kamis (24/9/2026).
Antonio mengusulkan agar pemerintah daerah memfasilitasi dan mendampingi pondok baca serta taman bermain yang dikembangkan di tengah masyarakat.
“Kalau pemerintah daerah atau dinas memfasilitasi dan mendampingi pondok baca dan taman bermain, maka pemerintah sebenarnya memiliki lumbung baca. Pemerintah menjadi stoknya, sementara masyarakat menjadi pengguna sekaligus bagian dari ekosistemnya,” kata Antonio.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Konsep tersebut mengembangkan gagasan lumbung pangan menjadi ruang penyedia bahan bacaan dan pengetahuan bagi masyarakat. Lumbung Baca tidak harus berbentuk gedung perpustakaan besar, tetapi dapat hadir di lingkungan permukiman, pondok baca, taman bermain, sekolah maupun ruang publik.
Antonio juga mengusulkan penggunaan material lokal, bentuk arsitektur tradisional dan unsur budaya Sikka dalam desain ruang literasi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyambut gagasan tersebut. Menurutnya, layanan literasi perlu didekatkan dengan masyarakat dan tidak hanya bergantung pada perpustakaan yang berada di pusat kota.
“Literasi harus hadir di tengah masyarakat. Kalau masyarakat harus selalu datang ke perpustakaan, maka jangkauannya terbatas. Tetapi kalau kita menghadirkan ruang baca di tengah komunitas, di dekat anak-anak, keluarga dan masyarakat, maka buku dan pengetahuan akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Very.
Very mengatakan konsep Lumbung Baca dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas dan lembaga sosial masyarakat. Dalam pertemuan itu turut hadir Arkadius Jong dari Yayasan Litania Kerahiman (YLK) Maumere.
Koleksi Buku Alm. Sosimus Mitang Dihibahkan untuk Masyarakat Sikka
Menurut Very, program magang mahasiswa ISI Bali juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan daerah dengan perspektif akademik, khususnya dalam pengembangan desain ruang literasi.
“Ini bukan sekadar soal membuat bangunan atau mendesain sebuah ruangan. Yang kita bangun adalah ruang tumbuh. Di dalamnya ada buku, ada anak-anak, ada keluarga, ada komunitas, ada pengetahuan dan ada nilai budaya,” kata Very.
Ia berharap gagasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu model penguatan literasi berbasis komunitas di Kabupaten Sikka.
“Kalau lumbung pangan menjaga persediaan makanan untuk kehidupan, maka Lumbung Baca kita harapkan menjadi tempat menyimpan dan mendistribusikan pengetahuan untuk kehidupan. Buku adalah logistik bagi pikiran, dan literasi adalah energi bagi masa depan,” ujarnya.»(rel)
PENKES
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Youth FREN menyerahkan buku karya anak muda kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sikka. Buku tersebut memuat pengalaman, gagasan, cerita dan dokumentasi kegiatan komunitas.
MAUMERE, GardaFlores — Youth FREN menyerahkan sebuah buku karya komunitas anak muda tersebut kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka untuk menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
Buku diserahkan oleh dua siswi kelas XII SMAN 2 Maumere, Avli dan Indy, yang mewakili Youth FREN. Penyerahan berlangsung di Pojok POCADI, Aula Frans Seda Kabupaten Sikka, Rabu (23/9/2026).
Buku tersebut memuat pengalaman, gagasan, cerita, serta dokumentasi berbagai kegiatan dan aksi anak muda Youth FREN dalam mengambil bagian di tengah masyarakat Sikka dan Maumere.
Setelah diserahkan kepada perpustakaan, karya yang sebelumnya menjadi dokumentasi internal komunitas tersebut kini dapat diakses masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa dan kalangan muda.
Bulog Buka Kesempatan Kerja bagi Keluarga Tiga ASN Jayawijaya yang Gugur
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyambut penyerahan buku tersebut. Menurut Very, karya yang dihasilkan anak muda Sikka memiliki nilai sebagai rekaman perjalanan generasi sekaligus sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.
“Buku ini merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Sikka. Setiap karya yang ditulis dan dibukukan akan menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, sekaligus warisan bagi generasi berikutnya,” ujar Very.
Ia mengatakan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat pengetahuan dan mempertemukan berbagai gagasan.
“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang untuk merawat pengetahuan dan mempertemukan gagasan. Karena itu, kami menyambut baik setiap karya lokal yang lahir dari masyarakat Sikka, terutama dari kalangan generasi muda,” katanya.
Very berharap langkah Youth FREN dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk menulis dan mendokumentasikan pengalaman mereka. Menurutnya, berbagai gagasan dan aktivitas positif anak muda di tengah masyarakat belum seluruhnya terdokumentasikan dan diwariskan dalam bentuk pengetahuan tertulis.
Perwakilan Youth FREN, Avli dan Indy, mengatakan buku tersebut disusun untuk mendokumentasikan perjalanan dan kontribusi anak muda dalam berbagai kegiatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda Sikka memiliki banyak cerita, gagasan, dan karya yang layak dibagikan. Buku ini menjadi cara kami mendokumentasikan pengalaman sekaligus menginspirasi teman-teman muda lainnya agar berani berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah,” ungkap mereka.
Bagi Youth FREN, penyerahan buku kepada perpustakaan menjadi bagian dari perjalanan karya tersebut. Jika sebelumnya buku menjadi dokumentasi internal komunitas, kini isinya dapat dibaca oleh masyarakat secara lebih luas.
Bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, masuknya karya anak muda ke dalam koleksi perpustakaan turut menambah khazanah pengetahuan lokal.
Karya tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bacaan, sumber inspirasi dan dokumentasi mengenai gagasan serta aktivitas anak muda Sikka.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
