Connect with us

PENKES

Turnamen Catur HUT RI di Sikka Pertemukan ASN, TNI-Polri, dan Instansi

Turnamen Catur Antarinstansi se-Kabupaten Sikka mempertemukan ASN, TNI-Polri, instansi vertikal, BUMN dan BUMD dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Published

on

“Turnamen ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat sportivitas antarlembaga di Kabupaten Sikka.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Puluhan aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI-Polri, pegawai instansi vertikal, serta karyawan BUMN dan BUMD mengikuti Turnamen Catur Antarinstansi se-Kabupaten Sikka dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Turnamen berlangsung di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Sabtu (8/8/2026), dan dibuka Ketua Umum Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Kabupaten Sikka, Very Awales. Ia hadir mewakili Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.

Very yang juga Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antarinstansi.

“Turnamen ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat sportivitas antarlembaga di Kabupaten Sikka,” ujar Very.

23 Atlet Taekwondo Dojang Adhyaksa Sikka Berangkat ke Kejurnas di Jakarta

Menurut dia, peringatan HUT Kemerdekaan RI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan kerja sama antarlembaga yang memiliki tugas dan kewenangan berbeda.

“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan dalam kerja nyata. Kita boleh berbeda instansi dan tugas, tetapi kita adalah satu keluarga besar yang bersama-sama membangun Kabupaten Sikka,” katanya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan kegiatan.

“Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kebersamaan dan persaudaraan dalam semangat memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Very.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Verdinando Lepe, mengatakan turnamen tersebut merupakan gagasan instansinya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Verdinando, catur dipilih karena permainan tersebut menuntut pemain mempertimbangkan setiap langkah sebelum mengambil keputusan.

“Catur adalah olahraga yang mengajarkan kita untuk berpikir sebelum bertindak, menyusun strategi, mengambil keputusan dan menerima konsekuensi dari setiap langkah,” katanya.

18 Tim OPD Ikuti Turnamen Futsal HUT RI ke-81 di Sikka

Ia mengatakan kegiatan tersebut juga diharapkan membuka ruang komunikasi yang lebih informal antarinstansi.

“Melalui turnamen ini, kami ingin menciptakan suasana yang lebih akrab dan membangun komunikasi antarlembaga. Jangan hanya bertemu dalam urusan kedinasan, tetapi kita juga perlu memiliki ruang untuk bersilaturahmi melalui kegiatan olahraga seperti ini,” ujarnya.

Verdinando berharap hubungan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat berlanjut di luar arena pertandingan.

“Harapan kami, turnamen ini tidak berhenti pada pertandingan catur saja, tetapi menjadi awal untuk membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi yang semakin kuat di antara seluruh instansi di Kabupaten Sikka,” katanya.

Turnamen catur tersebut menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Sikka. Peserta berasal dari sejumlah unsur pemerintahan dan lembaga yang sehari-hari menjalankan fungsi serta kewenangan berbeda.

Melalui kegiatan tersebut, panitia mempertemukan unsur-unsur tersebut dalam satu arena kompetisi sekaligus ruang interaksi di luar aktivitas kedinasan.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

Keributan Nakes dan Keluarga Pasien di RSUD TC Hillers Berujung Damai, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Sikka

Keributan antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien di IGD RSU TC Hillers Maumere berakhir melalui penyelesaian secara kekeluargaan setelah kedua pihak dimediasi Dinas Kesehatan Sikka.

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus Juamat menjelaskan penyelesaian keributan antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien di RSU TC Hillers Maumere. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Keributan antara tenaga kesehatan (nakes) dan keluarga pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, pada 30 Agustus 2026, berakhir melalui penyelesaian secara kekeluargaan pada Jumat, 11 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus Juamat, menjelaskan persoalan bermula ketika tenaga kesehatan sedang menangani pasien di IGD. Saat petugas melakukan tindakan medis, termasuk pemasangan infus, keluarga pasien mengajukan sejumlah pertanyaan. Namun, pertanyaan tersebut tidak langsung direspons karena petugas sedang fokus menangani pasien.

Situasi kemudian memanas setelah salah seorang anggota keluarga pasien mengeluarkan perkataan yang dianggap menyinggung tenaga kesehatan. Adu mulut pun terjadi dan berkembang menjadi keributan.

Petugas rumah sakit yang berada di lokasi kemudian menengahi kedua pihak. Situasi dapat diredam sehingga pelayanan di IGD tetap berlangsung.

Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas

Menurut Petrus, penyelesaian awal di rumah sakit saat itu dilakukan untuk meredakan situasi. Namun, tenaga kesehatan yang merasa dirugikan belum menerima penyelesaian tersebut dan menolak upaya berjabat tangan dari pihak keluarga pasien sebagai bentuk permintaan maaf.

Tenaga kesehatan tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada Direktur RSU TC Hillers dan menyampaikan rencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Direktur RSU TC Hillers selanjutnya meminta bantuan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Petrus kemudian memanggil tenaga kesehatan yang terlibat untuk meminta keterangan.

“Dalam keterangannya, yang bersangkutan meminta agar persoalan ini diproses secara hukum. Yang kedua, pelaku harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka,” kata Petrus, Jumat (11/9/2026).

Setelah mendengarkan keterangan tersebut, Petrus mempertemukan kedua pihak. Pihak keluarga pasien hadir bersama ayah dan anggota keluarga lainnya.

Ibu Alfonsius Kenang Putranya yang Gugur Ditembak di Papua

Dalam pertemuan itu, pihak yang terlibat mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan tenaga kesehatan, Direktur RSU TC Hillers, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Pihak keluarga juga meminta agar persoalan tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum dan diselesaikan secara kekeluargaan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Setelah melalui mediasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan saling memaafkan.

Petrus mengatakan penyelesaian tersebut menjadi kesepakatan kedua pihak untuk mengakhiri persoalan yang terjadi di IGD RSU TC Hillers.

Dengan kesepakatan tersebut, rencana membawa persoalan ke ranah hukum tidak dilanjutkan dan kedua pihak memilih penyelesaian secara kekeluargaan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

PALUE Bangkit dari Gempa, Polisi Edukasi Siswa SDN Uwa I soal Keselamatan Lalu Lintas

Polisi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I Palue, termasuk cara menyeberang jalan, larangan bermain di jalan, serta pentingnya helm dan sabuk pengaman.

Published

on

Polisi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

MAUMERE, GardaFlores — Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana bersama anggota Satuan Lalu Lintas Polres Sikka Aipda Paulus Nong Sendi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I, Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, 26 Agustus 2026.

Edukasi tersebut diberikan di tengah proses pemulihan masyarakat Palue setelah gempa bumi. Para siswa dibekali pengetahuan dasar tentang cara berjalan, menyeberang jalan, serta menggunakan kendaraan dengan aman.

Polisi mengingatkan siswa agar tidak berjalan di tengah badan jalan. Jika tersedia, siswa diminta menggunakan trotoar atau berjalan di bahu jalan dengan tetap memperhatikan kendaraan yang melintas.

Donatur Surabaya Kirim 13 Ton Beras, 20 Tandon Air dan Ratusan Sepatu untuk Korban Gempa Flores

Saat menyeberang, siswa diajarkan untuk berhenti terlebih dahulu, melihat ke kiri, melihat ke kanan, kemudian melihat kembali ke kiri sebelum menyeberang. Polisi juga mengingatkan siswa untuk memilih lokasi penyeberangan yang aman, termasuk menggunakan zebra cross jika tersedia.

Para siswa juga diminta tidak bermain di jalan, termasuk bermain bola, kejar-kejaran, maupun layang-layang, karena aktivitas tersebut dapat membahayakan keselamatan.

Bagi siswa yang dibonceng menggunakan sepeda motor, polisi mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar SNI. Sementara ketika berada di dalam mobil, anak-anak diminta menggunakan sabuk pengaman.

Polisi juga mengingatkan agar sepeda motor tidak digunakan untuk membonceng tiga orang. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa satu sepeda motor maksimal digunakan oleh dua orang.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 8.645 Rumah Terdampak Gempa

Selain perilaku aman di jalan, siswa diperkenalkan dengan sejumlah rambu dan tanda lalu lintas dasar. Lampu merah berarti berhenti, kuning berarti hati-hati atau bersiap, sedangkan hijau berarti jalan. Polisi juga menjelaskan fungsi zebra cross sebagai tempat penyeberangan.

Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi yel-yel sehingga siswa lebih mudah mengikuti kegiatan. Para siswa tampak antusias selama sosialisasi berlangsung.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut berjalan lancar dan mendapat respons dari kepala sekolah, guru, serta siswa SDN Uwa I.

Edukasi keselamatan lalu lintas itu menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan pemahaman kepada anak-anak agar lebih disiplin dan berhati-hati ketika berangkat maupun pulang sekolah, termasuk saat menggunakan kendaraan bersama orang tua.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Mahasiswa Desil 1-5 di Sikka Disiapkan Beasiswa hingga Tamat Kuliah

Mahasiswa dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 5 di Sikka yang memenuhi persyaratan disiapkan mendapat dukungan beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026), dan menyampaikan rencana beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat dari kategori desil 1 hingga desil 5.

MAUMERE, GardaFlores Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Dukungan tersebut disiapkan agar mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan kuliah.

Rencana itu disampaikan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).

Juventus mengatakan keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak Sikka untuk berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Pemerintah akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, khususnya yang berada pada desil 1 sampai desil 5. Beasiswa ini kita siapkan agar mahasiswa dapat mengikuti pendidikan sampai tamat,” ujar Juventus.

Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup

Ia meminta mahasiswa yang memperoleh kesempatan tersebut memanfaatkannya dengan kesungguhan dan tanggung jawab.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah membantu membuka jalan, tetapi mahasiswa sendiri yang harus berjalan dan berjuang untuk mencapai masa depan,” tegasnya.

Dalam pembekalan tersebut, Juventus juga mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, menurutnya, menuntut lulusan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

“Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata. Karena itu, pendidikan vokasi menjadi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan,” jelasnya.

Mahasiswa, terutama peserta pendidikan vokasi, didorong membangun kompetensi, keterampilan, karakter, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta kemampuan melihat peluang.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah

Juventus juga meminta mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja sebagai pencari kerja, tetapi memiliki kemampuan dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha serta lapangan pekerjaan.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk membangun daerah. Sikka membutuhkan anak-anak muda yang terampil dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tandasnya.

Pembekalan mahasiswa baru tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending