SOSBUD
Kemensos RI Apresiasi Ngada atas Program Pelayanan Lansia pada HLUN 2026
Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia butuh kesiapan pemerintah daerah untuk membangun sistem pelayanan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
BAJAWA, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Ngada menerima penghargaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia atas dukungan dan keterlibatannya dalam memperkuat pelayanan sosial dan kesehatan bagi lanjut usia pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026.
Piagam penghargaan diserahkan Perwakilan Direktorat Jenderal Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Nur Muhammad Gufron, kepada Wakil Bupati Ngada dalam rangkaian puncak peringatan HLUN di Taman Kartini Bajawa, Rabu (3/6/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada dalam mendukung program pelayanan, pemberdayaan, dan perlindungan sosial bagi masyarakat lanjut usia.
Perwakilan Direktorat Jenderal Lanjut Usia Kemensos RI, Nur Muhammad Gufron, mengatakan pemerintah daerah dinilai aktif membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses layanan bagi lansia di Kabupaten Ngada.
“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan lanjut usia. Sinergi pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan lansia,” ujar Gufron.
Selain menerima penghargaan, Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Kementerian Sosial RI juga memperluas rangkaian pelayanan sosial dan kesehatan bagi lansia selama momentum HLUN 2026.
Sejumlah layanan yang diperkenalkan kepada masyarakat meliputi operasi katarak gratis, fisioterapi lansia, bantuan alat bantu dan aksesibilitas, pelayanan administrasi kependudukan, bantuan kewirausahaan, hingga pemeriksaan kesehatan terpadu.
Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkab Ngada Tekankan Ketahanan Sosial di Tengah Disrupsi Global
Wakil Bupati Ngada mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan yang berpihak pada kelompok lanjut usia, terutama dalam akses pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan para lansia,” katanya.
Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk lanjut usia membutuhkan kesiapan pemerintah daerah dalam membangun sistem pelayanan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peringatan HLUN ke-30 di Ngada juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran publik bahwa lansia bukan sekadar kelompok penerima bantuan, tetapi bagian penting dari struktur sosial yang tetap memiliki peran dalam keluarga dan masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia dijadwalkan berlanjut pada Kamis (4/6/2026) di Taman Kartini Bajawa dengan melibatkan tenaga medis dan sejumlah instansi pelayanan publik.
Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan akan melanjutkan kerja sama dengan Kementerian Sosial RI dan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan pelayanan sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi lanjut usia di daerah itu.»(gus)
SOSBUD
Kebakaran Lahan di Waigete Hanguskan Sekitar Satu Hektare
Kebakaran lahan kosong di kawasan Perumahan Sikka Regency, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, menghanguskan sekitar satu hektare pada Senin (19/10/2026) malam. Api berhasil dipadamkan polisi bersama warga sekitar pukul 21.30 Wita.
MAUMERE, GardaFlores — Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan kosong milik Perumahan Sikka Regency di Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin (19/10/2026) malam. Angin kencang membuat api yang membakar rumput ilalang dan dedaunan kering cepat menyebar.
Api mulai diketahui sekitar pukul 19.30 Wita setelah warga melaporkan kejadian tersebut melalui telepon kepada personel piket Polsek Waigete.
Personel polisi kemudian mendatangi lokasi dan mendapati api telah menjalar di area yang dipenuhi vegetasi kering. Pemadaman dimulai sekitar pukul 19.45 Wita dengan melibatkan warga setempat.
Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online
Polisi dan warga memadamkan api secara manual menggunakan ranting kayu. Angin kencang menyulitkan upaya tersebut karena kobaran api cepat merambat ke area sekitarnya.
Setelah sekitar dua jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 Wita. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
Hingga pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Laporan yang tersedia juga belum memuat keterangan mengenai kerugian material maupun korban akibat kejadian tersebut.»(rel)
SOSBUD
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue menyalurkan bantuan kepada keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa. Bantuan mencakup perlengkapan ibu dan bayi.
MAUMERE, GardaFlores—Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue membantu keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (8/10/2026).
Bantuan diserahkan langsung di lokasi pengungsian. Selain kebutuhan sehari-hari, petugas juga membawa sejumlah perlengkapan bayi karena istri Philipus Pitu sedang hamil dan diperkirakan segera melahirkan.
Perlengkapan yang diberikan antara lain kasur atau spon, tempat tidur bayi, pakaian bayi, dot, ember bak mandi, perlak, loyor, kaos kaki dan sarung tangan bayi. Bantuan juga mencakup bedak, sampo, sabun dan minyak telon untuk kebutuhan perawatan bayi.
Bhabinkamtibmas juga melihat langsung kondisi warga di lokasi dan mencatat kebutuhan yang masih diperlukan. Warga diingatkan tetap waspada terhadap gempa susulan dan kemungkinan kebakaran serta segera melaporkan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.
Perempuan di Rumah Pengungsi Rokotenda Diduga Diserang Orang Tak Dikenal
“Kondisi seperti ini membutuhkan kepedulian dan kebersamaan. Warga diharapkan tetap saling membantu dan segera melaporkan apabila ada situasi yang dapat mengganggu keamanan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Akses menuju Posko Pengungsian Wuwuwa masih menghadapi kendala karena sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat gempa.
Kebakaran yang menimpa keluarga Philipus Pitu terjadi di tenda atau posko pengungsian yang mereka tempati. Informasi awal menyebut api diduga berasal dari lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Namun, penyebab kebakaran masih perlu diperiksa lebih lanjut.
Penyaluran bantuan dimulai sekitar pukul 12.00 WITA dan berakhir pukul 16.00 WITA.»(rel)
SOSBUD
Batas Tanah 2.526 Meter Persegi di Palue Disepakati, Tak Ada Keberatan
Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka mengukur bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Desa Maluriwu, Palue. Para tetangga batas mengakui dan menyepakati batas bidang tanah tanpa keberatan.
MAUMERE, GardaFlores — Batas bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, disepakati para pihak dalam pengukuran yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, Senin (5/10/2026).
Bidang tanah yang berada di lingkungan SMAK St. Benediktus itu menjadi objek pengukuran dalam proses pendaftaran hak atas tanah. Muhammad Syafiuddin dari Kementerian Agama Kabupaten Sikka tercatat sebagai pemohon.
Pengukuran berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WITA. Sebelum pengukuran, pemohon menunjukkan batas bidang tanah yang dikuasainya, sementara para tetangga batas hadir untuk memberikan pengakuan atas batas tersebut.

Setelah pemeriksaan lapangan, petugas memasang tanda batas pada titik-titik sudut bidang tanah dan melakukan pengukuran koordinat serta luas menggunakan peralatan ukur.
HUT Ke-81 TNI di Maumere, Amanat Panglima Tekankan Implementasi Nilai PRIMA
Hasilnya, sisi utara berbatasan dengan jalan dan Kantor Camat Palue. Sisi selatan berbatasan dengan Petrus Pasa. Sisi timur berbatasan dengan Kantor Camat Palue dan Nicolaus Niku, sedangkan sisi barat berbatasan dengan Wendelina Ndad dan SDN Uwa I.
Tidak ada keberatan dari para tetangga batas terhadap hasil penetapan tersebut. Batas yang ditunjukkan pemohon disetujui dan diakui para pihak yang hadir.
Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Batas Tanah dan ditandatangani para pihak sebagai bagian dari proses pendaftaran hak atas tanah.
Empat Penyelam Hilang di Perairan Pangabatang, Seluruhnya Ditemukan Selamat
Kepala SMAK St. Benediktus Antonius Cawa, S.Pd., Gr., Kasi Pemerintahan Desa Maluriwu Agustinus Ngasu, staf Kecamatan Palue Benyamin Cawa dan Maria Desi Ratna Sina, serta pihak yang berbatasan dengan bidang tanah turut hadir dalam proses tersebut.
Setelah pengukuran dan penetapan batas selesai, Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka melanjutkan tahapan administrasi pendaftaran hak atas tanah sesuai ketentuan yang berlaku.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Ngada Terima Enam Alsintan, Kementan Perkuat Produktivitas Pertanian dan Ketahanan Pangan - Garda Flores %